BANDAR LAMPUNG, (SUMATERANEWSTV.COM) – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung memperkenalkan salam Polri terbaru sebagai bagian dari upaya memperkuat kedekatan antara kepolisian dan masyarakat. Salam yang dilakukan dengan kedua tangan saling menggenggam, disertai ucapan “Polisi bersama masyarakat”, menjadi simbol kebersamaan sekaligus pesan mengenai pentingnya sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
Pengenalan salam tersebut disampaikan melalui Press Release Nomor 374/X/HUM.6.1.1./2026/Bidhumas, Kamis, 22 Oktober 2026. Polda Lampung berharap salam ini dapat menjadi identitas komunikasi yang mencerminkan hubungan lebih dekat antara anggota kepolisian dan seluruh lapisan masyarakat.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa salam tersebut bukan sekadar gerakan atau ucapan, melainkan simbol komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat. Pesan yang disampaikan menekankan bahwa tugas kepolisian dalam menciptakan situasi aman dan tertib membutuhkan dukungan serta keterlibatan masyarakat.
Menurut Yuni, hubungan yang baik antara polisi dan masyarakat merupakan bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Melalui kedekatan dan komunikasi yang terjaga, diharapkan terbangun hubungan saling mendukung demi terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif, khususnya di wilayah hukum Polda Lampung.
Salam Polri Menjadi Simbol Kebersamaan
Salam Polri terbaru tersebut dilakukan dengan kedua tangan saling menggenggam, kemudian diiringi ucapan “Polisi bersama masyarakat”. Gerakan sederhana itu membawa pesan bahwa kepolisian dan masyarakat mempunyai peran masing-masing yang saling berkaitan dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan sekitar.
“Salam Polisi ini merupakan simbol bahwa polisi bersama masyarakat. Kami ingin membangun kedekatan dan kebersamaan dengan seluruh lapisan masyarakat,” ujar Yuni, Kamis (22/10/2026).
Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya membangun hubungan yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas, tetapi juga pada komunikasi dan kemitraan. Kepolisian berinteraksi dengan masyarakat dalam berbagai situasi, mulai dari pelayanan publik, penyampaian informasi, penanganan laporan, hingga kegiatan yang bertujuan menjaga ketertiban lingkungan.
Dalam kehidupan bermasyarakat, komunikasi yang baik dapat membantu memperjelas kebutuhan warga sekaligus mendukung pemahaman mengenai tugas dan kewenangan kepolisian. Hubungan yang terbuka juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi, masukan, maupun persoalan yang berkaitan dengan keamanan di lingkungannya.
Melalui salam tersebut, Polda Lampung ingin menghadirkan pesan yang mudah dipahami oleh masyarakat. Ucapan “Polisi bersama masyarakat” menegaskan bahwa kepolisian tidak berdiri sendiri dalam menjalankan tugas, melainkan membutuhkan kerja sama dengan warga untuk mendukung terciptanya ketertiban bersama.
Meski demikian, makna kebersamaan tidak berhenti pada penggunaan salam. Pesan tersebut perlu tercermin dalam interaksi sehari-hari melalui sikap saling menghormati, komunikasi yang baik, serta pelaksanaan tugas kepolisian yang profesional dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Polisi Tidak Bisa Bekerja Sendiri
Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat membutuhkan sinergi antara kepolisian dan warga. Dukungan masyarakat dinilai penting karena kondisi keamanan di suatu wilayah juga berkaitan dengan kepedulian, kesadaran, dan tanggung jawab bersama.
“Pesannya sederhana, bahwa polisi tidak bisa bekerja sendiri. Dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dibutuhkan sinergi dan dukungan dari masyarakat,” kata Yuni.
Sinergi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai tindakan positif dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat dapat berperan dengan menjaga ketertiban lingkungan, mematuhi peraturan, menghormati hak orang lain, serta membangun hubungan yang baik dengan warga di sekitarnya.
Ketika menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan, masyarakat juga dapat menyampaikan informasi melalui saluran resmi kepolisian. Penyampaian informasi secara tepat dapat membantu aparat memahami kondisi yang terjadi dan melakukan tindak lanjut sesuai dengan kewenangan serta prosedur yang berlaku.
Di sisi lain, komunikasi antara polisi dan masyarakat perlu dibangun dengan mengedepankan sikap saling menghargai. Masyarakat membutuhkan pelayanan dan perlindungan sesuai ketentuan, sedangkan kepolisian membutuhkan dukungan informasi serta partisipasi warga dalam upaya memelihara keamanan dan ketertiban.
Kerja sama tersebut menjadi semakin penting dalam menghadapi beragam persoalan sosial yang dapat muncul di tengah masyarakat. Melalui komunikasi yang baik, berbagai persoalan diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya dapat dilakukan secara tepat dan tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih luas.
Karena itu, pesan yang terkandung dalam salam Polri terbaru mengajak seluruh pihak untuk memahami bahwa keamanan bukan semata-mata tanggung jawab aparat. Setiap warga juga memiliki peran dalam menjaga suasana lingkungan agar tetap tertib, damai, dan mendukung aktivitas masyarakat.
Perkuat Komunikasi dan Pelayanan kepada Masyarakat
Menurut Polda Lampung, penggunaan salam tersebut diharapkan menjadi identitas komunikasi yang mencerminkan kedekatan antara anggota kepolisian dan masyarakat. Identitas komunikasi yang mudah dikenali dapat menjadi sarana menyampaikan pesan mengenai semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
Komunikasi memiliki peran penting dalam hubungan antara petugas dan warga. Sikap ramah, penyampaian informasi yang jelas, serta kesediaan mendengarkan persoalan masyarakat dapat membantu menciptakan interaksi yang lebih baik. Hal tersebut juga dapat mendukung pemahaman masyarakat terhadap prosedur pelayanan dan langkah yang perlu dilakukan ketika membutuhkan bantuan kepolisian.
Dalam konteks pelayanan, kedekatan dengan masyarakat perlu berjalan beriringan dengan profesionalisme. Setiap laporan dan persoalan yang disampaikan warga perlu ditangani berdasarkan ketentuan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan kewenangan, prosedur, dan hak-hak masyarakat.
Kepercayaan masyarakat juga terbentuk melalui pengalaman ketika berinteraksi dengan aparat. Oleh sebab itu, semangat kebersamaan yang disampaikan melalui salam tersebut dapat menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga kualitas komunikasi, memberikan pelayanan sesuai aturan, serta membangun hubungan yang saling menghormati.
Selain itu, komunikasi yang baik dapat membantu mendorong masyarakat agar tidak ragu menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak kepolisian. Dengan adanya hubungan yang terpelihara, koordinasi dalam menjaga keamanan lingkungan diharapkan dapat berlangsung secara lebih efektif.
Salam Polri terbaru tersebut sekaligus menyampaikan pesan bahwa masyarakat bukan hanya pihak yang menerima pelayanan, melainkan juga mitra dalam upaya menjaga ketertiban. Keterlibatan warga tetap dilakukan sesuai peran dan ketentuan hukum, tanpa mengambil alih kewenangan aparat dalam penanganan perkara maupun penegakan hukum.
Bersama Menjaga Keamanan dan Ketertiban di Lampung
Yuni menambahkan bahwa semangat kebersamaan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Polda Lampung mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung terciptanya situasi yang kondusif di wilayah hukum kepolisian tersebut.
“Polisi bersama masyarakat, bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan menciptakan situasi yang kondusif, khususnya di wilayah hukum Polda Lampung,” tandas mantan Kapolres Metro tersebut.
Keamanan dan ketertiban merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat. Lingkungan yang aman memberikan ruang bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, seperti bekerja, belajar, menjalankan usaha, serta melaksanakan kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Untuk mendukung kondisi tersebut, masyarakat perlu membiasakan diri menaati aturan, menjaga kerukunan, dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik. Perbedaan pendapat hendaknya disikapi secara bijaksana, sementara persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat disampaikan melalui jalur yang tepat.
Peran kepolisian tetap penting dalam menjalankan fungsi perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum sesuai ketentuan. Namun, upaya tersebut akan lebih didukung ketika masyarakat turut menjaga ketertiban dan bersedia menjalin komunikasi dengan aparat.
Salam “Polisi bersama masyarakat” menjadi pengingat bahwa upaya menciptakan situasi kondusif membutuhkan hubungan yang saling mendukung. Kepolisian dan masyarakat diharapkan dapat terus membangun komunikasi, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta bekerja sama dalam menghadapi persoalan keamanan sesuai peran masing-masing.
Makna Salam Diharapkan Tercermin dalam Tindakan Nyata
Pengenalan salam Polri terbaru oleh Polda Lampung membawa pesan mengenai pentingnya kedekatan, kebersamaan, dan sinergi antara polisi dan masyarakat. Melalui gerakan kedua tangan yang saling menggenggam dan ucapan singkat, kepolisian menyampaikan semangat untuk terus hadir di tengah warga dalam menjalankan tugasnya.
Pesan tersebut diharapkan dapat dipahami sebagai ajakan untuk membangun hubungan yang positif dan berkelanjutan. Masyarakat dapat berpartisipasi dengan menjaga ketertiban, menaati hukum, serta menyampaikan informasi yang dibutuhkan melalui jalur resmi. Sementara itu, kepolisian terus menjalankan tugas pelayanan dan pemeliharaan keamanan sesuai kewenangannya.
Pada akhirnya, keberhasilan membangun kebersamaan tidak hanya ditentukan oleh simbol atau slogan, tetapi juga oleh tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Komunikasi yang terbuka, kepedulian terhadap lingkungan, sikap saling menghormati, dan pelaksanaan tugas secara bertanggung jawab merupakan bagian penting dalam menjaga hubungan antara polisi dan masyarakat.
Melalui salam terbaru tersebut, Polda Lampung menegaskan semangat bahwa polisi dan masyarakat harus berjalan bersama untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta menciptakan situasi yang kondusif. Pesan inilah yang menjadi inti pengenalan salam Polri pada Kamis, 22 Oktober 2026, sebagai simbol kebersamaan bagi seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Lampung.
Sumber: Bidhumas Polda Lampung.
Sumateranewstv.com

0Komentar