TULANG BAWANG BARAT, (SUMATERANEWSTV.COM) – Dalam rangka memastikan kesiapan pengamanan Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkatiyuh) Serentak Tahun 2026, Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba), Polda Lampung, menggelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) di Halaman Apel Mapolres Tubaba, Kamis (15/10/2026) pagi.
Simulasi tersebut merupakan bagian dari langkah antisipasi kepolisian dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang pelaksanaan Pilkatiyuh yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober 2026. Melalui kegiatan ini, seluruh personel yang terlibat diharapkan memiliki kesiapan teknis, kemampuan koordinasi, serta pemahaman terhadap prosedur pengamanan apabila terjadi situasi darurat selama tahapan pemilihan.
Kegiatan melibatkan berbagai unsur pengamanan, mulai dari personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Perlindungan Masyarakat (Linmas), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga panitia Pilkatiyuh tingkat tiyuh. Sinergi lintas sektor tersebut menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat tiyuh agar berjalan aman, tertib, dan kondusif.
Simulasi dipimpin langsung Wakapolres Tubaba Kompol Yohanis, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Tubaba AKBP Himmawan Setiawan, S.I.K., M.Tr.Opsla. Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres didampingi Kabag Ops Polres Tubaba AKP Oktafia Siagian, S.H., M.M.
Hadir pula Bupati Tulang Bawang Barat yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Eka Riyana, S.Kep., M.Kes. Sementara itu, Dandim 0412/Lampung Utara diwakili Pabung Kodim 0412/LU Mayor Inf Gus Amirul Amin.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat, para pejabat utama Polres Tubaba, kapolsek jajaran, perwira, serta personel Polres Tubaba yang terlibat dalam persiapan pengamanan Pilkatiyuh Serentak 2026.
Simulasi Gambarkan Kericuhan Pascatahap Pemilihan
Suasana simulasi berlangsung menegangkan ketika skenario latihan menggambarkan adanya aksi protes dari massa pendukung salah satu calon kepala tiyuh setelah pelaksanaan tahapan pemilihan. Aksi yang awalnya digambarkan sebagai penyampaian aspirasi tersebut kemudian berkembang menjadi situasi tidak terkendali hingga memicu kericuhan dan bentrokan dengan aparat keamanan.
Dalam skenario tersebut, massa diperagakan melakukan tindakan anarkis sehingga petugas harus mengambil langkah pengamanan untuk mencegah gangguan semakin meluas. Personel kepolisian kemudian melakukan pengendalian massa dengan mengedepankan koordinasi dan prosedur penanganan sesuai tahapan pengamanan.
Ketika situasi dalam simulasi semakin tidak terkendali, aparat memperagakan langkah pembubaran massa menggunakan semprotan air dari kendaraan Armoured Water Cannon (AWC) atau mobil water cannon milik Satuan Samapta Polres Tubaba.
Penggunaan kendaraan taktis tersebut menjadi salah satu bagian dari latihan untuk menguji kemampuan personel dalam menghadapi kemungkinan gangguan keamanan dengan tingkat eskalasi tinggi. Setiap tindakan yang diperagakan bertujuan melatih kesiapan aparat agar mampu merespons perkembangan situasi secara cepat, terukur, dan sesuai prosedur yang berlaku.
Latihan tersebut juga menjadi sarana untuk mengevaluasi kesiapan personel, perlengkapan pengamanan, serta pola komunikasi antara unsur yang terlibat. Dalam menghadapi situasi yang dinamis, koordinasi yang baik diperlukan agar setiap petugas memahami perannya dan dapat menjalankan tugas secara efektif.
Melalui simulasi Sispamkota, Polres Tubaba berupaya memastikan bahwa personel tidak hanya memahami tugas secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam skenario lapangan. Dengan demikian, apabila muncul gangguan keamanan selama tahapan Pilkatiyuh, petugas diharapkan dapat mengambil langkah yang tepat untuk menjaga keselamatan masyarakat serta memulihkan situasi kondusif.
336 Personel Gabungan Disiapkan untuk Pengamanan
Untuk mendukung pelaksanaan pengamanan Pilkatiyuh Serentak 2026, sebanyak 336 personel gabungan disiapkan. Kekuatan pengamanan tersebut melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas yang akan bekerja sesuai tugas serta kewenangan masing-masing.
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengamanan pemilihan kepala tiyuh membutuhkan kerja sama yang solid. Tidak hanya aparat kepolisian, unsur pemerintah daerah, aparat kewilayahan, petugas perlindungan masyarakat, dan penyelenggara pemilihan juga memiliki peran penting dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.
Personel gabungan diharapkan mampu mengantisipasi potensi gangguan sejak dini, melakukan pemantauan situasi, serta membangun komunikasi yang efektif dengan masyarakat dan panitia pemilihan. Upaya tersebut diperlukan agar setiap permasalahan dapat ditangani secara cepat sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Wakapolres Tubaba Kompol Yohanis menjelaskan bahwa persiapan pengamanan telah dilakukan sejak tahapan awal Pilkatiyuh pada Mei 2026. Sejak awal proses tersebut, pihak kepolisian terus menjalin koordinasi dengan pemerintah tiyuh dan panitia pemilihan kepala tiyuh guna mendukung kelancaran seluruh tahapan.
Menurutnya, pengamanan tidak dapat dilakukan hanya menjelang hari pemungutan suara. Kesiapan perlu dibangun secara berkelanjutan dengan memperhatikan perkembangan situasi, potensi kerawanan, serta dinamika yang muncul di tengah masyarakat.
“Tentunya tahapan-tahapan ini, harapan dari Polres, kami dari pihak kepolisian sangat mendukung agar pelaksanaan pemilihan kepala desa ini dapat berjalan dengan aman dan tertib. Tentunya ini merupakan bagian dari demokrasi dan bagian dari demokrasi ini harus kita kawal secara bersama-sama,” ujar Kompol Yohanis.
Pilkatiyuh Serentak Digelar di 26 Tiyuh dan 74 TPS
Berdasarkan keterangan Wakapolres Tubaba, Pilkatiyuh Serentak 2026 di Kabupaten Tulang Bawang Barat akan dilaksanakan di 26 tiyuh dengan jumlah 74 tempat pemungutan suara (TPS).
Pelaksanaan pemilihan di sejumlah wilayah tersebut memerlukan perencanaan pengamanan yang matang. Setiap tiyuh memiliki kondisi dan karakteristik masyarakat yang berbeda sehingga pemetaan wilayah menjadi bagian penting dalam menentukan langkah antisipasi.
Polres Tubaba telah melakukan pemetaan terhadap potensi kerawanan di masing-masing tiyuh yang akan menyelenggarakan pemilihan. Pemetaan ini bertujuan memberikan gambaran mengenai kondisi keamanan sekaligus membantu aparat menentukan langkah pencegahan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Dari hasil pemetaan sementara, terdapat tiyuh yang masuk kategori cukup rawan dan kurang rawan. Namun, hingga saat ini belum terdapat tiyuh yang masuk kategori merah atau rawan berdasarkan hasil pemetaan yang disampaikan pihak kepolisian.
Meski demikian, kepolisian tetap melakukan pemantauan dan mengantisipasi kemungkinan perubahan situasi menjelang hari pemungutan suara. Langkah kewaspadaan diperlukan karena dinamika politik di tingkat lokal dapat berkembang seiring dengan tahapan pemilihan dan respons para pendukung calon.
Melalui pemetaan tersebut, aparat diharapkan dapat lebih fokus dalam melakukan pengawasan, memperkuat komunikasi dengan pihak terkait, serta mengambil langkah preventif untuk mencegah potensi konflik. Koordinasi dengan pemerintah tiyuh dan panitia pemilihan juga terus diperlukan agar setiap perkembangan dapat diketahui dan ditangani dengan baik.
Masyarakat Diajak Menjaga Persatuan dan Ketertiban
Selain menyiapkan personel dan perlengkapan pengamanan, keberhasilan Pilkatiyuh Serentak 2026 juga membutuhkan dukungan masyarakat. Perbedaan pilihan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dihormati oleh seluruh pihak.
Masyarakat diharapkan dapat menggunakan hak pilih dengan penuh tanggung jawab, menjaga hubungan baik dengan sesama warga, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Setiap persoalan yang muncul selama tahapan pemilihan hendaknya diselesaikan melalui mekanisme yang berlaku dan tidak dilakukan dengan tindakan yang dapat mengganggu keamanan.
Para pendukung calon kepala tiyuh juga diharapkan dapat menjaga sikap sportif, menghormati pilihan orang lain, dan menerima proses pemilihan sesuai ketentuan. Apabila terdapat keberatan terhadap tahapan atau hasil pemilihan, penyampaian aspirasi sebaiknya dilakukan secara tertib melalui jalur yang telah ditentukan.
Di sisi lain, panitia pemilihan dan pemerintah tiyuh diharapkan menjalankan tugas sesuai ketentuan serta menjaga komunikasi dengan seluruh pihak. Informasi yang jelas dan koordinasi yang baik dapat membantu mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat.
Polres Tubaba berharap seluruh rangkaian Pilkatiyuh Serentak 2026 di Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat berlangsung dengan aman, damai, dan tertib. Kepolisian bersama unsur terkait berkomitmen mendukung terciptanya situasi yang kondusif agar masyarakat dapat mengikuti proses demokrasi tanpa gangguan keamanan.
“Kami berharap nantinya pesta demokrasi tingkat tiyuh di seluruh wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat ini dapat berjalan dengan lancar, aman, damai dan tertib,” tutup Kompol Yohanis.
Sinergi Jadi Kunci Sukses Pilkatiyuh 2026
Pelaksanaan simulasi Sispamkota pada 15 Oktober 2026 menjadi salah satu langkah persiapan Polres Tubaba menjelang hari pemungutan suara yang dijadwalkan pada 21 Oktober 2026. Melalui latihan tersebut, kesiapan personel gabungan diuji untuk menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk skenario kericuhan yang dapat mengganggu jalannya pemilihan.
Dengan dukungan 336 personel gabungan, pemetaan potensi kerawanan di 26 tiyuh, serta koordinasi bersama pemerintah daerah dan penyelenggara pemilihan, pengamanan diharapkan dapat dilaksanakan secara terencana dan profesional.
Namun, keamanan dan ketertiban bukan semata-mata menjadi tanggung jawab aparat. Partisipasi masyarakat, sikap saling menghormati, serta komitmen seluruh calon dan pendukung untuk mematuhi aturan juga menjadi faktor penting dalam menciptakan pemilihan yang demokratis.
Polres Tubaba mengajak seluruh elemen masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat untuk bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Dengan mengutamakan persatuan, kedewasaan dalam berdemokrasi, dan kepatuhan terhadap aturan, Pilkatiyuh Serentak 2026 diharapkan dapat berlangsung lancar serta menghasilkan pemimpin tiyuh yang memperoleh kepercayaan masyarakat melalui proses yang aman dan tertib.
SUMATERANEWSTV.COM
Sumber: Humas Polres Tulang Bawang Barat
```








0Komentar