TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Polres Tubaba Gelar Lat Pra Ops Mantap Praja Ragem Sai Mangi Wawai 2026, Siapkan Pengamanan Pilkatiyuh Serentak

Polres Tubaba Gelar Lat Pra Ops Mantap Praja Ragem Sai Mangi Wawai 2026, Siapkan Pengamanan Pilkatiyuh Serentak

Daftar Isi
×

TULANG BAWANG BARAT, (SUMATERANEWSTV.COM) – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkatiyuh) serentak yang akan berlangsung pada 21 Oktober 2026, Kepolisian Resor (Polres) Tulang Bawang Barat, Polda Lampung, menggelar Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Mantap Praja “Ragem Sai Mangi Wawai” Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruangan Video Conference (Vicon) Polres Tulang Bawang Barat, Rabu (14/10/2026) pagi.

Latihan Pra Operasi ini merupakan bagian dari persiapan kepolisian dalam menghadapi pelaksanaan pesta demokrasi tingkat tiyuh di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Melalui kegiatan tersebut, Polres Tubaba berupaya meningkatkan kesiapan personel, menyamakan persepsi, serta memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan seluruh rangkaian Pilkatiyuh berjalan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakapolres Tulang Bawang Barat Kompol Yohanis, S.H., M.H., yang mewakili Kapolres Tubaba AKBP Himmawan Setiawan, S.I.K., M.Tr.Opsla. Dalam kegiatan tersebut, Wakapolres didampingi oleh Kabag Ops AKP Oktafia Siagian, S.H., M.M., serta diikuti para Kabag, Kasat, Kasi, Kapolsek, perwira, dan personel Polres Tulang Bawang Barat yang terlibat dalam persiapan pengamanan.

Pelaksanaan Lat Pra Ops menjadi tahapan penting untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada personel mengenai tugas, tanggung jawab, serta langkah-langkah yang harus dilakukan selama pengamanan Pilkatiyuh serentak. Dengan persiapan yang terarah, setiap personel diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

Samakan Persepsi dan Tingkatkan Kesiapan Pengamanan

Rangkaian kegiatan Lat Pra Ops Mantap Praja Ragem Sai Mangi Wawai 2026 diawali dengan sambutan Wakapolres Tubaba Kompol Yohanis. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Kabag Ops AKP Oktafia Siagian selaku narasumber dan Kasat Intelkam mengenai persiapan pengamanan serta berbagai aspek yang perlu diperhatikan menjelang pelaksanaan pemilihan.

Melalui paparan tersebut, personel mendapatkan arahan terkait pentingnya perencanaan operasi, pemahaman terhadap situasi wilayah, serta koordinasi yang efektif antara aparat keamanan dan unsur penyelenggara pemilihan. Seluruh personel juga diharapkan mampu memahami sasaran pengamanan sehingga pelaksanaan tugas di lapangan dapat berjalan terukur dan tepat sasaran.

Tujuan utama pelaksanaan Lat Pra Ops ini adalah menyatukan persepsi seluruh personel dalam rangka pengamanan Pilkatiyuh serentak Tahun 2026 di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kesamaan pemahaman dinilai penting untuk menghindari perbedaan tindakan dalam menghadapi berbagai situasi yang berpotensi muncul selama tahapan pemilihan.

Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat kesiapan mental, kedisiplinan, dan tanggung jawab personel. Setiap anggota yang ditugaskan harus memahami perannya masing-masing, termasuk dalam melakukan pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Personel pengamanan juga diminta memahami regulasi, peraturan, serta perundang-undangan yang berlaku, terutama ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan Pilkatiyuh. Pemahaman terhadap aturan tersebut menjadi landasan penting agar setiap tindakan di lapangan dilakukan secara profesional, proporsional, dan sesuai kewenangan.

Pengamanan Libatkan 336 Personel Gabungan

Dalam pelaksanaan Pilkatiyuh serentak pada 21 Oktober 2026 mendatang, pengamanan di Kabupaten Tulang Bawang Barat melibatkan sebanyak 336 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Perlindungan Masyarakat (Linmas), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Berdasarkan keterangan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, kekuatan personel terdiri atas 20 personel TNI, 128 personel Polri, 148 personel Linmas, serta 40 personel Satpol PP. Keterlibatan berbagai unsur ini diharapkan mampu mendukung pelaksanaan pengamanan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Sinergi antara aparat keamanan dan pemerintah daerah menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan situasi yang kondusif. Dengan pembagian tugas yang jelas, koordinasi yang baik, serta komunikasi yang efektif, setiap unsur diharapkan dapat bekerja secara terpadu dalam mengantisipasi potensi gangguan selama pelaksanaan pemilihan.

Personel yang bertugas juga perlu memperhatikan karakteristik wilayah pengamanan masing-masing. Kondisi sosial masyarakat, dinamika dukungan terhadap calon kepala tiyuh, serta kemungkinan munculnya perbedaan pendapat harus menjadi bagian dari pertimbangan dalam menentukan langkah antisipasi.

Oleh karena itu, kesiapan personel tidak hanya berkaitan dengan jumlah kekuatan yang diterjunkan, tetapi juga kemampuan memahami situasi dan mengambil tindakan yang tepat. Melalui pembekalan dalam Lat Pra Ops, diharapkan seluruh anggota dapat melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan mengutamakan upaya pencegahan.

Wakapolres Tekankan Koordinasi dengan Panitia dan Tokoh Masyarakat

Dalam arahannya, Wakapolres Tubaba Kompol Yohanis menekankan pentingnya koordinasi antara personel pengamanan dengan panitia penyelenggara, perangkat tiyuh, dan tokoh masyarakat. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mengidentifikasi potensi kerawanan sekaligus menentukan langkah antisipasi yang sesuai dengan kondisi di setiap wilayah.

Menurutnya, pengamanan Pilkatiyuh tidak dapat dilakukan hanya dengan mengandalkan kesiapan aparat keamanan. Dukungan dari penyelenggara, pemerintah tiyuh, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat juga sangat diperlukan untuk menjaga stabilitas keamanan selama proses demokrasi berlangsung.

Komunikasi yang baik antara personel pengamanan dan panitia penyelenggara diharapkan dapat membantu mengantisipasi persoalan sejak dini. Apabila terdapat kendala atau situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan, informasi perlu disampaikan secara cepat dan tepat agar dapat ditangani sesuai prosedur.

Perangkat tiyuh dan tokoh masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam menjaga suasana tetap sejuk. Perbedaan pilihan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk memutus hubungan persaudaraan maupun memicu perselisihan di tengah masyarakat.

Wakapolres menegaskan bahwa setiap wilayah memiliki karakteristik dan tingkat kerawanan yang berbeda. Karena itu, personel pengamanan harus memahami kondisi daerah penugasannya dan mampu menentukan cara bertindak yang tepat sesuai sasaran yang telah ditentukan.

Menurut Kompol Yohanis, Pilkatiyuh mempunyai tingkat kerawanan tersendiri yang perlu mendapatkan perhatian serius. Bahkan, ia menyebut tingkat kerawanan pemilihan kepala tiyuh dapat lebih tinggi dibandingkan dengan Pilkada, pemilihan legislatif (Pileg), maupun pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres).

Kondisi tersebut menjadi perhatian penting bagi seluruh personel yang terlibat dalam operasi pengamanan. Dengan memahami potensi kerawanan di setiap wilayah, aparat diharapkan dapat menyusun langkah pencegahan dan menentukan pola pengamanan yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Jaga Profesionalisme dan Kondusivitas Pesta Demokrasi

Menjelang pelaksanaan Pilkatiyuh serentak, seluruh personel pengamanan diharapkan mengedepankan profesionalisme, kedisiplinan, serta pendekatan yang humanis dalam menjalankan tugas. Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman dan memastikan proses pemilihan berlangsung sesuai dengan ketentuan.

Pengamanan juga membutuhkan kewaspadaan terhadap berbagai kemungkinan yang dapat mengganggu ketertiban. Oleh sebab itu, personel perlu membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat serta memperhatikan perkembangan situasi di wilayah tugas masing-masing.

Di sisi lain, masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Pilkatiyuh dengan menjaga persatuan dan menghormati perbedaan pilihan. Seluruh warga diharapkan menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta tidak mudah terpengaruh provokasi yang dapat menimbulkan konflik.

Penyebaran informasi yang belum terverifikasi juga perlu dihindari karena berpotensi memicu kesalahpahaman. Masyarakat diharapkan mengutamakan komunikasi yang baik dan menyampaikan persoalan melalui jalur yang tepat apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.

Melalui Lat Pra Ops Mantap Praja Ragem Sai Mangi Wawai 2026, Polres Tulang Bawang Barat berharap seluruh personel memiliki kesiapan yang optimal dalam menjalankan tugas pengamanan Pilkatiyuh serentak. Persiapan tersebut diharapkan dapat mendukung terciptanya suasana demokrasi yang aman, tertib, dan damai di seluruh wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Keberhasilan pengamanan tidak hanya ditentukan oleh kesiapan aparat, tetapi juga oleh kerja sama seluruh pihak dan kesadaran masyarakat untuk menjaga ketertiban. Sinergi antara TNI, Polri, Linmas, Satpol PP, panitia penyelenggara, perangkat tiyuh, tokoh masyarakat, serta warga menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang kondusif.

Dengan koordinasi yang kuat, pemahaman regulasi yang baik, serta langkah pengamanan yang terencana, pelaksanaan Pilkatiyuh serentak pada 21 Oktober 2026 diharapkan dapat berlangsung lancar tanpa mengganggu stabilitas keamanan dan kehidupan sosial masyarakat.

“Diharapkan nantinya tercipta cara bertindak yang tepat sesuai sasaran yang telah ditentukan,” tutup Wakapolres Tubaba Kompol Yohanis.

Sumber: Humas Polres Tulang Bawang Barat

SUMATERANEWSTV.COM – Menyajikan informasi aktual, berimbang, dan terpercaya kepada masyarakat.

0Komentar