TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Estafet Kepemimpinan Polda Lampung, Brigjen Pol Yustan Alpiani Tekankan Soliditas, Integritas dan Pelayanan Humanis

Estafet Kepemimpinan Polda Lampung, Brigjen Pol Yustan Alpiani Tekankan Soliditas, Integritas dan Pelayanan Humanis

Daftar Isi
×

LAMPUNG, (SUMATERANEWSTV.COM) — Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menggelar upacara Farewell and Welcome Parade yang dirangkaikan dengan prosesi penyerahan Pataka Polda Lampung “Wira Bhakti Ruwa Jurai” dari Irjen Pol. Helfi Assegaf kepada Kapolda Lampung yang baru, Brigjen Pol. Yustan Alpiani. Kegiatan tersebut berlangsung di Markas Polda Lampung, Kamis (15/10/2026), sebagai bagian dari rangkaian pergantian kepemimpinan di lingkungan kepolisian daerah.

Prosesi penyerahan pataka menjadi simbol peralihan amanah kepemimpinan sekaligus kesinambungan tugas dan tanggung jawab institusi Polri dalam menjaga keamanan, memelihara ketertiban, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat di Provinsi Lampung.

Dalam momentum tersebut, Brigjen Pol. Yustan Alpiani menegaskan pentingnya menjaga soliditas, integritas, loyalitas, dan profesionalisme seluruh personel. Ia mengingatkan bahwa tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks dan dinamis sehingga membutuhkan kesiapsiagaan, sinergi, serta komitmen yang kuat dari seluruh jajaran Polda Lampung.

Kapolda Lampung yang baru juga menekankan bahwa setiap anggota harus mampu menjalankan tugas secara profesional dan responsif, dengan tetap menjunjung tinggi etika serta aturan yang berlaku. Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan tugas kepolisian tidak hanya diukur dari kemampuan menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga dari kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.

Penyerahan Pataka Tandai Peralihan Kepemimpinan

Pergantian kepemimpinan Polda Lampung merupakan tindak lanjut kebijakan rotasi jabatan di lingkungan Polri berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2251/X/KEP/2026 tertanggal 10 Oktober 2026. Sebelumnya, serah terima jabatan Kapolda Lampung telah dilaksanakan di Markas Besar Polri, Jakarta, pada Senin (12/10/2026).

Irjen Pol. Helfi Assegaf selanjutnya mendapat penugasan baru sebagai Perwira Tinggi Bareskrim Polri dalam rangka penugasan di luar struktur organisasi Polri. Sementara itu, Brigjen Pol. Yustan Alpiani sebelumnya menjabat sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Penyerahan Pataka “Wira Bhakti Ruwa Jurai” menjadi salah satu bagian penting dalam tradisi pergantian kepemimpinan tersebut. Pataka tidak hanya menjadi simbol identitas institusi, tetapi juga mencerminkan semangat pengabdian, tanggung jawab, dan komitmen seluruh personel dalam melaksanakan tugas kepolisian di wilayah Lampung.

Melalui prosesi ini, pergantian pejabat diharapkan tetap diiringi kesinambungan pelaksanaan program dan kebijakan institusi. Kepemimpinan baru memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan berbagai upaya yang telah berjalan sekaligus memperkuat pelaksanaan tugas sesuai kebutuhan organisasi dan perkembangan situasi di tengah masyarakat.

Momentum tersebut juga menjadi pengingat bahwa amanah kepemimpinan bukan sekadar jabatan struktural, melainkan tanggung jawab untuk memastikan seluruh jajaran mampu bekerja sesuai aturan, menjaga disiplin, serta memberikan pelayanan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Brigjen Pol. Yustan Alpiani Tekankan Soliditas Personel

Dalam amanatnya, Brigjen Pol. Yustan Alpiani menyampaikan bahwa tantangan kepolisian tidak dapat dihadapi hanya melalui kemampuan individu. Diperlukan kerja sama, koordinasi, dan kesamaan komitmen dari seluruh personel agar setiap tugas dapat dilaksanakan secara terarah dan bertanggung jawab.

“Saya mengajak seluruh personel Polda Lampung untuk selalu menjaga soliditas dan loyalitas tegak lurus kepada institusi,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi penekanan agar seluruh anggota menjaga hubungan kerja yang harmonis, memperkuat koordinasi antarsatuan, serta mengutamakan kepentingan institusi dalam menjalankan tugas. Soliditas internal dinilai penting untuk mendukung pelaksanaan tugas yang membutuhkan kerja sama lintas fungsi, terutama dalam menghadapi persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Selain soliditas, Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi nilai etika dan profesionalisme. Setiap personel harus memahami bahwa kewenangan kepolisian harus digunakan sesuai peraturan dan tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.

Yustan menegaskan agar seluruh anggota menghindari segala bentuk pelanggaran yang berpotensi mencoreng nama baik institusi Polri. Disiplin, kepatuhan terhadap kode etik, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas harus menjadi perhatian setiap personel, baik ketika bertugas di lingkungan kantor maupun saat memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.

Penegakan disiplin juga perlu disertai kesadaran untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kemampuan. Dengan demikian, personel tidak hanya menjalankan tugas berdasarkan rutinitas, tetapi juga memahami tujuan pelayanan, batas kewenangan, serta konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan.

Pelayanan Kepolisian Harus Cepat, Tepat, dan Humanis

Di tengah keterbukaan informasi dan meningkatnya ekspektasi publik, Yustan menekankan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebatas sebagai aparat penegak hukum. Kepolisian juga harus menjalankan peran sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dengan mengedepankan sikap humanis.

Pelayanan kepolisian, lanjutnya, harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara cepat, tepat, dan humanis. Prinsip tersebut perlu diwujudkan dalam berbagai bentuk pelayanan, mulai dari penerimaan laporan, pemberian informasi, pengaturan lalu lintas, penanganan gangguan keamanan, hingga pelaksanaan penegakan hukum sesuai ketentuan.

Pelayanan yang humanis dapat ditunjukkan melalui sikap sopan, komunikasi yang jelas, kesediaan mendengarkan keluhan warga, serta perlakuan yang menghormati hak dan martabat setiap orang. Anggota kepolisian diharapkan mampu memberikan penjelasan yang mudah dipahami masyarakat dan menghindari tindakan yang tidak sesuai dengan prosedur.

Namun, pendekatan humanis tetap harus berjalan seiring dengan ketegasan dalam menjalankan hukum. Personel perlu menyesuaikan pendekatan dengan situasi di lapangan tanpa mengabaikan aturan, keselamatan, dan kepentingan masyarakat secara luas.

Komitmen terhadap pelayanan publik juga membutuhkan keterbukaan dan pertanggungjawaban. Setiap pelaksanaan tugas harus memiliki dasar yang jelas, sementara keluhan atau masukan dari masyarakat perlu ditanggapi melalui mekanisme yang tersedia. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan dan memperkuat hubungan antara kepolisian dengan warga.

Personel Diminta Adaptif terhadap Perkembangan Zaman

Selain menekankan integritas dan pelayanan humanis, Kapolda Lampung meminta jajarannya terus berinovasi serta mampu beradaptasi dengan perkembangan sosial, budaya, dan teknologi. Perubahan pola komunikasi masyarakat serta kemajuan teknologi informasi menjadi tantangan yang harus direspons dengan peningkatan kemampuan dan pembenahan sistem kerja.

Menurut arahan tersebut, personel perlu terus mengembangkan kompetensi agar mampu menghadapi beragam persoalan secara tepat. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat mendukung efektivitas pelaksanaan tugas, mempercepat penyampaian informasi, dan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan kepolisian.

Adaptasi terhadap perkembangan teknologi juga perlu disertai tanggung jawab, ketelitian, serta kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku. Penggunaan sarana digital harus mendukung transparansi dan kualitas pelayanan, bukan menjadi alasan untuk mengabaikan prosedur atau perlindungan informasi masyarakat.

Penekanan tersebut menjadi bagian dari komitmen kepemimpinan baru dalam memperkuat profesionalisme, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Apresiasi atas Pengabdian Irjen Pol. Helfi Assegaf

Pada kesempatan yang sama, Brigjen Pol. Yustan Alpiani menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Irjen Pol. Helfi Assegaf atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdiannya selama memimpin Polda Lampung.

“Selanjutnya, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H., atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian selama memimpin Polda Lampung,” ungkap Yustan.

Ia berharap berbagai kebijakan dan keteladanan yang telah ditanamkan oleh pendahulunya dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan demi kemajuan Polda Lampung serta institusi Polri secara keseluruhan.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap pengabdian pejabat sebelumnya dalam menjalankan amanah organisasi. Pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika institusi, sedangkan tugas menjaga keamanan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat harus tetap berlangsung secara berkesinambungan.

Dengan melanjutkan program yang relevan dan melakukan pembenahan sesuai kebutuhan, kepemimpinan baru diharapkan dapat menjaga kesinambungan kinerja organisasi. Pada saat yang sama, seluruh personel perlu tetap berpegang pada aturan, etika, dan tanggung jawab profesi dalam setiap pelaksanaan tugas.

Perkuat Sinergi dengan TNI, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari menyampaikan bahwa momentum pergantian kepemimpinan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Polda Lampung, TNI, pemerintah daerah, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di wilayah Lampung.

Sinergi lintas sektor memiliki peran penting dalam mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif. Pemeliharaan keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi juga membutuhkan koordinasi antarlembaga dan partisipasi masyarakat sesuai peran masing-masing.

Melalui komunikasi yang baik dan koordinasi berkelanjutan, berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan diharapkan dapat ditangani secara tepat. Keterlibatan masyarakat juga diperlukan untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan, menjaga ketertiban, serta menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang apabila ditemukan persoalan yang membutuhkan penanganan.

Yuni menegaskan bahwa penyerahan Pataka “Wira Bhakti Ruwa Jurai” tidak sekadar menjadi tradisi institusi. Prosesi tersebut juga mencerminkan kesinambungan semangat pengabdian, loyalitas, dan tanggung jawab seluruh personel Polri dalam menjalankan tugas kepada masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Brigjen Pol. Yustan Alpiani, Polda Lampung diharapkan semakin solid, profesional, dan berintegritas, sekaligus mampu menghadirkan pelayanan kepolisian yang responsif serta humanis. Harapan tersebut perlu diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang konsisten, kepatuhan terhadap hukum, dan perhatian terhadap kebutuhan masyarakat.

Dengan semangat kepemimpinan baru, Polda Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kehadiran Polri di tengah masyarakat. Upaya tersebut diarahkan untuk mendukung terciptanya keamanan dan ketertiban yang aman, damai, serta kondusif di seluruh wilayah Provinsi Lampung atau yang dikenal dengan Bumi Ruwa Jurai. (*)

SUMATERANEWSTV.COM

```

0Komentar