BANDARLAMPUNG, (Sumateranewstv.com) - Pemerintah Kabupaten Lampung Utara terus memperkuat komitmen dalam mendukung upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting. Hal tersebut ditunjukkan melalui kehadiran Wakil Bupati Lampung Utara Romli, S.Kom., S.H., M.H., dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung.
Kegiatan tersebut digelar di Gedung Pusiban, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (30/9/2026). Rakor menjadi forum koordinasi pemerintah daerah bersama berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat langkah-langkah strategis dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting di wilayah Provinsi Lampung.
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Lampung Utara Romli hadir didampingi Kepala Bappeda Lampung Utara Dewi Setyawati, M.SE., M.Sc., serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara. Kehadiran unsur perencanaan pembangunan dan kesehatan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program penanganan stunting dapat dilakukan secara terarah dan terintegrasi.
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Lampung. Dalam kegiatan itu, Wagub turut didampingi Kepala Bappeda Provinsi Lampung dan Kepala Cabang Dompet Dhuafa Lampung.
Rakor tersebut juga dihadiri oleh seluruh kepala daerah se-Provinsi Lampung. Selain itu, hadir jajaran Korem 043/Gatam, Polda Lampung, Ketua TP PKK Provinsi Lampung, serta perwakilan Kodam XXI/Raden Intan. Keterlibatan berbagai unsur tersebut memperlihatkan bahwa penanganan stunting membutuhkan kerja sama lintas sektor dan tidak dapat dilakukan hanya oleh satu perangkat daerah.
Lampung Masuk Lima Provinsi dengan Prevalensi Stunting Terendah
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung dr. Jihan Nurlela menyampaikan perkembangan capaian Provinsi Lampung dalam upaya penurunan stunting. Berdasarkan hasil survei Studi Gizi Indonesia (SGI), Provinsi Lampung berhasil masuk dalam jajaran lima provinsi dengan prevalensi stunting terendah secara nasional.
Capaian tersebut disampaikan seiring dengan penurunan angka stunting yang berlangsung secara konsisten setiap tahunnya. Meski demikian, upaya penanganan tetap perlu diperkuat agar tren penurunan tersebut dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan.
Menurut Wagub Jihan, stunting merupakan persoalan yang memiliki banyak dimensi. Faktor yang memengaruhi kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga mencakup kondisi lingkungan, pola pengasuhan, akses terhadap kebutuhan dasar serta kecukupan gizi.
“Stunting merupakan permasalahan multidimensi yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal, mulai dari cakupan asupan ASI, akses air minum bersih, pembenahan sanitasi, hingga kecukupan asupan gizi,” ujar Wagub Jihan saat memberikan sambutan.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Ketersediaan pangan bergizi, pola asuh yang baik, pelayanan kesehatan, air minum yang layak serta sanitasi yang memadai merupakan sejumlah aspek yang perlu mendapatkan perhatian secara bersama-sama.
Penguatan Analisis Situasi dan Perencanaan
Dalam Rakor Aksi Konvergensi tersebut, pemerintah kabupaten dan kota didorong untuk terus memperkuat sejumlah langkah strategis dalam penanganan stunting. Beberapa langkah yang menjadi perhatian antara lain penguatan analisis situasi, pengoptimalan perencanaan, serta penajaman penilaian dan rencana penyelesaian kasus.
Penguatan analisis situasi diperlukan agar pemerintah daerah memiliki gambaran yang jelas mengenai kondisi stunting di wilayah masing-masing. Dengan data dan pemetaan yang tepat, program intervensi dapat diarahkan kepada sasaran yang membutuhkan sehingga pelaksanaannya menjadi lebih efektif.
Sementara itu, pengoptimalan perencanaan diperlukan agar program penurunan stunting tidak berjalan secara parsial. Setiap perangkat daerah dapat menjalankan perannya sesuai tugas dan kewenangan masing-masing dengan tetap berada dalam satu kerangka program yang terkoordinasi.
Penajaman penilaian dan rencana penyelesaian kasus juga menjadi bagian penting. Setiap persoalan yang ditemukan di lapangan perlu mendapatkan tindak lanjut sesuai karakteristik dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, intervensi tidak hanya berorientasi pada program secara umum, tetapi juga dapat menyasar persoalan yang dihadapi keluarga dan anak.
Perlu Keterlibatan Lintas Sektor
Upaya penurunan stunting pada dasarnya membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah memiliki peran dalam menyusun kebijakan dan memastikan program berjalan, sementara tenaga kesehatan berperan memberikan pelayanan serta edukasi kepada masyarakat.
Di sisi lain, peran TP PKK, tokoh masyarakat, organisasi sosial, dunia pendidikan dan keluarga juga sangat penting. Keluarga menjadi lingkungan pertama yang berperan dalam pemenuhan kebutuhan gizi serta pola pengasuhan anak.
Selain itu, aspek lingkungan juga harus menjadi perhatian. Ketersediaan air minum bersih dan sanitasi yang layak merupakan bagian dari faktor yang berkaitan dengan upaya pencegahan stunting. Karena itu, pembangunan infrastruktur dasar dan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan sehat perlu berjalan beriringan dengan program kesehatan.
Kolaborasi lintas sektor juga diperlukan agar berbagai program pemerintah tidak berjalan sendiri-sendiri. Melalui aksi konvergensi, setiap pihak diharapkan dapat saling mendukung sehingga intervensi terhadap persoalan stunting menjadi lebih terpadu.
Komitmen Lampung Utara
Kehadiran Wakil Bupati Romli dalam forum tingkat Provinsi Lampung tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Utara untuk terus mengikuti koordinasi dan kebijakan terkait percepatan penurunan stunting.
Dengan didampingi Kepala Bappeda dan Plt. Kepala Dinas Kesehatan, pembahasan mengenai penanganan stunting diharapkan dapat diterjemahkan ke dalam perencanaan dan program yang sesuai dengan kondisi daerah. Sinergi antara unsur perencanaan dan kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan manusia.
Upaya tersebut juga berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia dalam jangka panjang. Pencegahan stunting sejak dini diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak sehingga mereka memiliki kesempatan untuk berkembang secara optimal.
Dalam konteks pembangunan daerah, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu faktor penting. Anak-anak yang mendapatkan pemenuhan gizi, pelayanan kesehatan dan lingkungan yang baik diharapkan dapat tumbuh menjadi generasi yang mampu berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan.
Menjaga Tren Penurunan Stunting
Wakil Gubernur Lampung berharap langkah-langkah terpadu yang dijalankan oleh pemerintah kabupaten dan kota dapat terus menekan angka stunting di Provinsi Lampung. Capaian yang telah diperoleh perlu dijaga melalui program yang berkelanjutan serta evaluasi secara berkala.
Penanganan stunting juga membutuhkan konsistensi. Pemerintah daerah perlu memastikan program tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap masyarakat yang menjadi sasaran intervensi.
Rakor Aksi Konvergensi menjadi salah satu sarana untuk memperkuat koordinasi, menyamakan langkah dan memastikan berbagai pihak memahami peran masing-masing. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah dapat memperkuat strategi sesuai kondisi wilayah sekaligus mendukung target penurunan stunting di tingkat provinsi.
Ke depan, keterlibatan masyarakat tetap menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi, pemberian ASI, kebersihan lingkungan, sanitasi dan pemanfaatan layanan kesehatan perlu terus ditingkatkan.
Dengan kerja sama antara pemerintah, aparat, tenaga kesehatan, TP PKK, organisasi sosial, dunia pendidikan dan masyarakat, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih menyeluruh. Aksi konvergensi diharapkan tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga menjadi landasan bagi pelaksanaan program yang terukur dan berkelanjutan.
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui kehadiran Wakil Bupati Romli dalam Rakor tersebut turut mengambil bagian dalam penguatan komitmen bersama. Langkah ini sejalan dengan kebutuhan untuk menjaga kesinambungan program kesehatan dan pembangunan manusia di daerah.
Pada akhirnya, penanganan stunting membutuhkan kesungguhan dan kerja bersama seluruh elemen. Penurunan prevalensi secara konsisten perlu diikuti dengan peningkatan kualitas intervensi sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas.
GNOTIF.COM : Rakor Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung menjadi momentum untuk memperkuat sinergi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Kehadiran Wakil Bupati Lampung Utara Romli bersama jajaran terkait menegaskan pentingnya koordinasi dalam menjaga capaian penurunan stunting sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Lampung.
# Pewarta Pariyo Saputra #




0Komentar