TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Rapat Pengurus FGI Lampung Utara, Sinergi Bersama KONI Cetak Atlet Berprestasi

Rapat Pengurus FGI Lampung Utara, Sinergi Bersama KONI Cetak Atlet Berprestasi

Daftar Isi
×

KOTABUMI, (Sumateranewstv.com) – Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) Kabupaten Lampung Utara terus memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus mempersiapkan program pembinaan atlet untuk menghadapi berbagai agenda olahraga di tingkat daerah maupun provinsi. Langkah tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi pengurus yang digelar di Kantor TP PKK Kabupaten Lampung Utara, Senin (14/9/2026).

Rapat koordinasi menjadi salah satu agenda penting bagi kepengurusan FGI Lampung Utara yang baru terbentuk. Pertemuan tersebut membahas sejumlah hal strategis, mulai dari arah kebijakan organisasi, program kerja, pembinaan atlet dan pelatih, hingga kesiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).

Selain menjadi forum internal untuk menyatukan persepsi jajaran pengurus, rapat tersebut juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan sinergi dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lampung Utara. Kehadiran pengurus KONI menunjukkan dukungan terhadap perkembangan cabang olahraga gimnastik yang kini menjadi bagian dari pembinaan olahraga prestasi di daerah.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua FGI Lampung Utara, drg. Meri Farida Hamartoni. Ia didampingi Sekretaris FGI Lampung Utara Tien Rostina bersama jajaran pengurus. Sementara itu, dari unsur KONI Lampung Utara turut hadir Ketua Harian KONI Lampung Utara Sauki Taruna Jaya.

Dalam rapat tersebut, para peserta membahas berbagai langkah yang perlu segera dilakukan setelah terbentuknya kepengurusan FGI Lampung Utara. Konsolidasi organisasi dinilai menjadi dasar penting sebelum program pembinaan atlet dijalankan secara lebih luas dan terarah.

FGI Lampung Terus Berkembang

Sekretaris FGI Lampung Utara Tien Rostina dalam laporannya menyampaikan perkembangan organisasi FGI di Provinsi Lampung. Menurutnya, keberadaan FGI di Provinsi Lampung mulai berkembang sejak awal tahun 2026.

Perkembangan tersebut ditandai dengan terbentuknya kepengurusan FGI di sejumlah kabupaten dan kota. Hingga saat ini, FGI di Provinsi Lampung telah terbentuk di sembilan kabupaten/kota.

Perkembangan tersebut menjadi modal penting dalam membangun ekosistem olahraga gimnastik di Provinsi Lampung. Dengan semakin banyak daerah yang memiliki kepengurusan, peluang untuk memperluas pembinaan atlet, meningkatkan kualitas pelatih, serta menggelar kegiatan kompetitif juga semakin terbuka.

Keberadaan organisasi di tingkat kabupaten/kota juga diharapkan dapat mempermudah proses pencarian bibit atlet potensial. Pembinaan yang dilakukan secara berjenjang dapat menjadi salah satu cara untuk menyiapkan atlet sejak usia dini sehingga memiliki waktu yang cukup untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman bertanding.

Bagi Lampung Utara, keberadaan FGI menjadi kesempatan untuk memperkenalkan olahraga gimnastik kepada masyarakat secara lebih luas. Olahraga tersebut tidak hanya membutuhkan kemampuan fisik, tetapi juga kedisiplinan, keseimbangan, koordinasi, fleksibilitas, konsentrasi, dan keberanian.

Amanah Ketua FGI Provinsi Lampung

Ketua FGI Lampung Utara drg. Meri Farida Hamartoni menjelaskan bahwa pembentukan kepengurusan FGI di Kabupaten Lampung Utara merupakan amanah langsung dari Ketua FGI Provinsi Lampung, Batin Wulan.

Amanah tersebut menjadi tanggung jawab bagi jajaran pengurus untuk segera menggerakkan roda organisasi. Menurut Meri, pembentukan kepengurusan harus diikuti dengan langkah nyata agar FGI tidak hanya memiliki struktur organisasi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan olahraga prestasi di Lampung Utara.

Pasca terbentuknya kepengurusan, FGI Lampung Utara akan bergerak cepat menyusun berbagai kebutuhan organisasi. Salah satu fokus utama adalah mempersiapkan tim atlet yang nantinya dapat mengikuti agenda pertandingan, termasuk menghadapi Pekan Olahraga Provinsi.

Selain kesiapan atlet, aspek penganggaran juga menjadi perhatian. Program pembinaan membutuhkan dukungan anggaran yang memadai, terutama untuk kegiatan latihan, kebutuhan perlengkapan, pembinaan pelatih, serta keikutsertaan atlet dalam berbagai kegiatan dan kompetisi.

“Pasca pembentukan ini, FGI Lampung Utara akan bergerak cepat menyusun kesiapan tim atlet hingga pengalokasian anggaran yang dibutuhkan,” ungkap drg. Meri Farida Hamartoni.

Ia berharap seluruh jajaran pengurus dapat bekerja secara bersama-sama dan memiliki komitmen yang sama dalam membangun FGI Lampung Utara. Kolaborasi internal menjadi hal penting karena setiap unsur organisasi memiliki peran dalam mendukung program pembinaan.

Fokus Persiapan Menghadapi Porprov

Pembahasan mengenai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi menjadi salah satu agenda utama dalam rapat koordinasi. Porprov menjadi ajang penting bagi daerah untuk mengukur hasil pembinaan olahraga sekaligus memberikan kesempatan kepada atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.

FGI Lampung Utara menyadari bahwa persiapan menuju kompetisi tidak dapat dilakukan secara singkat. Atlet membutuhkan program latihan yang terencana dan konsisten. Selain kemampuan teknik, aspek fisik dan mental juga perlu mendapatkan perhatian dalam proses pembinaan.

Karena itu, FGI akan melakukan pemetaan terhadap atlet yang tersedia serta melihat potensi masing-masing atlet. Langkah tersebut diperlukan agar penyusunan tim dapat dilakukan berdasarkan kemampuan dan kesiapan atlet.

Peran pelatih juga menjadi faktor penting. Pelatih diharapkan mampu menyusun pola latihan yang sesuai dengan kebutuhan atlet, melakukan evaluasi secara berkala, serta memberikan pendampingan agar atlet mampu berkembang secara maksimal.

Dengan persiapan yang lebih awal, FGI Lampung Utara diharapkan dapat membangun tim yang memiliki kesiapan menghadapi kompetisi. Targetnya bukan hanya sekadar mengikuti pertandingan, tetapi juga berusaha memberikan hasil terbaik bagi Kabupaten Lampung Utara.

KONI Lampung Utara Berikan Dukungan

Dukungan terhadap keberadaan FGI Lampung Utara disampaikan Ketua Harian KONI Lampung Utara Sauki Taruna Jaya. Ia menegaskan bahwa KONI siap berkolaborasi dengan FGI dalam mengembangkan olahraga gimnastik di daerah.

Sauki menyebut FGI sebagai salah satu cabang olahraga baru di bawah naungan KONI Lampung Utara. Karena itu, diperlukan langkah bersama untuk memperkenalkan dan mengembangkan cabang olahraga tersebut agar semakin dikenal masyarakat.

KONI, kata Sauki, siap merangkul para atlet dan pelatih gimnastik. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan sistem pembinaan yang semakin baik dan memberikan ruang kepada para atlet untuk mengembangkan kemampuan mereka.

“Sebagai cabang olahraga baru di bawah naungan KONI, pihaknya siap berkolaborasi merangkul para atlet dan pelatih serta mengencangkan sosialisasi agar olahraga gimnastik makin dikenal luas oleh masyarakat Lampung Utara,” kata Sauki Taruna Jaya.

Menurutnya, sosialisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan cabang olahraga baru. Masyarakat perlu mengetahui bahwa gimnastik merupakan olahraga yang memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai olahraga prestasi.

Dengan semakin dikenalnya gimnastik, diharapkan minat masyarakat, khususnya generasi muda, juga meningkat. Dari sana dapat muncul bibit-bibit atlet baru yang memiliki potensi untuk dibina dan diarahkan menjadi atlet berprestasi.

Pelatih Jadi Bagian Penting Pembinaan

Dalam upaya mencetak atlet berprestasi, keberadaan pelatih memiliki posisi yang sangat strategis. Pelatih bukan hanya bertugas memberikan materi latihan, tetapi juga menjadi pendamping atlet dalam proses pembentukan karakter dan mental bertanding.

Karena itu, FGI Lampung Utara perlu membangun komunikasi yang kuat dengan para pelatih. Program latihan harus disusun secara terukur dengan memperhatikan kondisi dan kemampuan masing-masing atlet.

Pelatih juga diharapkan mampu melakukan evaluasi secara berkala sehingga perkembangan atlet dapat dipantau. Hasil evaluasi tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam menentukan program latihan berikutnya.

Sinergi antara pengurus, pelatih dan KONI diharapkan mampu memberikan dukungan yang lebih komprehensif. Dengan koordinasi yang baik, berbagai kendala dalam proses pembinaan dapat segera dibahas dan dicarikan solusi bersama.

Diskusi Interaktif Bahas Kebutuhan Atlet

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif dan tanya jawab. Forum tersebut mempertemukan jajaran pengurus FGI, pengurus KONI Lampung Utara, serta para pelatih gimnastik.

Diskusi berlangsung sebagai ruang untuk menyampaikan berbagai masukan mengenai kondisi pembinaan gimnastik di Lampung Utara. Para peserta dapat menyampaikan pandangan, kebutuhan, serta berbagai hal yang perlu dipersiapkan untuk mendukung program FGI ke depan.

Forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi pengurus untuk mendengarkan secara langsung berbagai masukan dari pelatih yang berada di lapangan. Masukan tersebut menjadi penting dalam penyusunan program karena pelatih mengetahui secara langsung kondisi dan kebutuhan atlet selama menjalani proses latihan.

Dengan adanya diskusi terbuka, diharapkan tidak terjadi jarak antara kebijakan organisasi dan kebutuhan teknis di lapangan. Setiap program yang disusun dapat diarahkan agar benar-benar memberikan manfaat terhadap perkembangan atlet.

Bangun Regenerasi Atlet Sejak Dini

FGI Lampung Utara juga memiliki tantangan untuk membangun proses regenerasi atlet. Pembinaan tidak hanya ditujukan kepada atlet yang sudah memiliki kemampuan, tetapi juga perlu diarahkan untuk mencari dan mengembangkan calon atlet baru.

Regenerasi menjadi penting agar keberlangsungan prestasi olahraga dapat terus terjaga. Dengan pembinaan sejak usia dini, atlet memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan teknik dan fisiknya secara bertahap.

Sosialisasi ke sekolah-sekolah, komunitas olahraga, serta lingkungan masyarakat dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan gimnastik kepada generasi muda. Dari kegiatan tersebut, FGI dapat menemukan anak-anak yang memiliki minat sekaligus potensi untuk dikembangkan.

Pembinaan jangka panjang juga akan memberikan keuntungan bagi Lampung Utara. Jika dilakukan secara konsisten, daerah tidak hanya memiliki atlet untuk menghadapi satu ajang pertandingan, tetapi dapat membangun sistem yang mampu menghasilkan atlet secara berkelanjutan.

Optimistis Gimnastik Lampung Utara Berkembang

Rapat koordinasi pengurus FGI Lampung Utara menjadi langkah awal untuk memperkuat organisasi sekaligus membangun program pembinaan yang lebih terarah. Sinergi dengan KONI menjadi modal penting bagi FGI untuk menjalankan berbagai agenda ke depan.

Keberadaan FGI di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Lampung juga menunjukkan bahwa olahraga gimnastik memiliki ruang untuk berkembang. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya kompetisi yang lebih sehat antardaerah sekaligus memperluas kesempatan bagi atlet untuk mendapatkan pengalaman bertanding.

Di Lampung Utara sendiri, tantangan ke depan adalah memastikan pembentukan organisasi dapat diikuti dengan program yang konkret. Pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, pemenuhan sarana latihan, penguatan organisasi, serta sosialisasi kepada masyarakat menjadi bagian yang harus berjalan secara beriringan.

Dengan dukungan KONI, komitmen pengurus, peran pelatih, dan semangat para atlet, FGI Lampung Utara optimistis dapat memberikan warna baru dalam pembinaan olahraga prestasi di daerah.

Lebih jauh, FGI diharapkan tidak hanya menjadi wadah bagi atlet untuk mengikuti kompetisi, tetapi juga menjadi tempat pembinaan karakter generasi muda melalui olahraga. Kedisiplinan, kerja keras, keberanian, konsistensi, dan sportivitas yang dibangun melalui latihan diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi para atlet dalam kehidupan sehari-hari.

Persiapan menuju Porprov menjadi salah satu target terdekat. Namun, semangat yang dibangun dalam rapat koordinasi tersebut menunjukkan bahwa FGI Lampung Utara memiliki visi yang lebih panjang, yakni membangun fondasi olahraga gimnastik yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan langkah yang terencana dan dukungan berbagai pihak, bukan tidak mungkin Lampung Utara ke depan mampu melahirkan atlet-atlet gimnastik yang tidak hanya berprestasi di tingkat provinsi, tetapi juga mampu bersaing pada ajang yang lebih tinggi.

Rapat koordinasi pun menjadi momentum untuk menegaskan komitmen bersama bahwa prestasi tidak lahir secara instan. Prestasi membutuhkan proses, pembinaan, kerja sama, dukungan, dan konsistensi. Melalui sinergi FGI bersama KONI, pelatih, atlet, serta masyarakat, olahraga gimnastik di Lampung Utara diharapkan terus tumbuh dan mampu mencetak atlet berprestasi yang membawa nama baik daerah.

Dengan terbentuknya kepengurusan FGI Lampung Utara dan dukungan KONI, langkah menuju pembinaan gimnastik yang lebih profesional kini mulai dibangun. Porprov menjadi salah satu sasaran terdekat, sementara pembinaan berkelanjutan menjadi fondasi untuk melahirkan prestasi-prestasi berikutnya.

(*)


# Pewarta Pariyo Saputra #

0Komentar