KOTABUMI, (SUMATERANEWSTV.COM) – Ketegasan dan kelembutan merupakan dua karakter yang selama ini melekat dalam pelaksanaan tugas Polisi Wanita (Polwan). Keduanya bukanlah sifat yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan dan menjadi kekuatan tersendiri dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Hal tersebut disampaikan Bupati Lampung Utara Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., saat memberikan sambutan dalam Peringatan Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Gedung Pusiban, Kamis, 10 September 2026.
Dalam sambutannya, Bupati Hamartoni memberikan penghargaan atas keberadaan dan kontribusi Polwan dalam menjalankan tugas Kepolisian, khususnya dalam memberikan pelayanan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, Polwan memiliki peran penting karena mampu menghadirkan pendekatan yang tegas sekaligus humanis dalam menjalankan tugas.
Bupati Hamartoni mengatakan, seorang Polwan dituntut mampu berdiri tegak ketika menghadapi berbagai tantangan dan persoalan dalam pelaksanaan tugas. Namun, pada saat yang sama, seorang Polwan juga diharapkan tetap mampu menghadirkan keteduhan ketika berhadapan dengan masyarakat.
“Polwan telah membuktikan bahwa ketegasan dan kelembutan bukanlah dua hal yang bertentangan. Keduanya justru dapat berjalan beriringan dalam sebuah pengabdian. Seorang Polwan dapat berdiri tegak ketika menghadapi tantangan, tetapi tetap mampu menghadirkan keteduhan ketika berhadapan dengan masyarakat,” ujar Bupati Hamartoni.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari penghormatan terhadap perjalanan panjang Polisi Wanita dalam menjalankan tugas pengabdian. Selama 78 tahun, Polwan telah menjadi bagian dari perjalanan institusi Kepolisian Republik Indonesia dan mengambil peran dalam berbagai bidang pelayanan serta tugas Kepolisian.
Menurut Bupati Hamartoni, kekuatan perempuan dalam pengabdian tidak hanya terlihat dari kemampuan untuk menjaga, tetapi juga dari kemampuan untuk merawat. Demikian pula dengan penegakan aturan yang tidak harus menghilangkan sisi kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Inilah kekuatan perempuan dalam pengabdian. Bukan hanya mampu menjaga, tetapi juga mampu merawat. Bukan hanya mampu menegakkan aturan, tetapi juga mampu menghadirkan rasa kemanusiaan,” kata Bupati Hamartoni saat memberikan sambutan.
Bupati menilai, tugas Kepolisian memiliki tanggung jawab yang besar karena berkaitan langsung dengan keamanan, ketertiban dan rasa aman masyarakat. Dalam menjalankan tanggung jawab tersebut, setiap anggota Kepolisian harus memiliki keteguhan dan profesionalisme, namun tetap mampu menempatkan pendekatan kemanusiaan dalam menghadapi masyarakat.
Dalam konteks tersebut, keberadaan Polwan dinilai memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan tugas Kepolisian. Sikap tegas dibutuhkan dalam menghadapi berbagai tantangan dan ketika aturan harus ditegakkan. Sementara kelembutan dan empati dibutuhkan agar masyarakat tetap merasakan adanya perlindungan dan pelayanan yang baik.
Perpaduan kedua karakter tersebut, menurut Bupati Hamartoni, menjadi salah satu kekuatan yang dapat mendukung terciptanya rasa aman di tengah masyarakat. Rasa aman tidak hanya dibangun melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kehadiran aparat yang mampu berkomunikasi dan berinteraksi secara baik dengan masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bupati Hamartoni juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh Polwan, khususnya Polwan Polres Lampung Utara. Apresiasi tersebut diberikan atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian yang telah diberikan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Lampung Utara.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lampung Utara saya ucapkan selamat memperingati Hari Polisi Wanita Republik Indonesia. Tujuh puluh delapan tahun tentu bukan sekadar angka. Tujuh puluh delapan tahun adalah perjalanan panjang tentang pengabdian, keteguhan, keberanian, dan ketulusan,” tandas Bupati.
Ucapan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara terhadap seluruh personel Polwan yang telah menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Bagi pemerintah daerah, keamanan dan ketertiban merupakan bagian penting dalam mendukung kehidupan masyarakat dan pelaksanaan pembangunan di daerah.
Keamanan yang terjaga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang. Karena itu, tugas menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat Kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat.
Dalam menjalankan tugas tersebut, Polwan memiliki posisi yang penting. Kehadiran Polwan dapat menjadi bagian dari pendekatan pelayanan Kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat. Kemampuan untuk mengedepankan komunikasi, empati dan pendekatan humanis menjadi modal penting dalam membangun hubungan yang baik antara aparat dengan masyarakat.
Bupati Hamartoni juga mengingatkan bahwa di balik seragam yang dikenakan oleh setiap anggota Polwan terdapat amanah dan tanggung jawab besar. Seragam bukan hanya menjadi identitas sebagai anggota Kepolisian, tetapi juga menjadi simbol pengabdian kepada masyarakat.
“Di balik seragam yang dikenakan, ada hati yang harus tetap lembut. Di balik tugas yang berat, ada keteguhan yang harus tetap kuat. Dan di balik setiap langkah pengabdian, ada tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Bupati Hamartoni.
Pesan tersebut menggambarkan pentingnya keseimbangan antara ketegasan dan kelembutan dalam menjalankan tugas. Ketegasan menjadi bagian dari sikap profesional dalam menjalankan aturan, sedangkan kelembutan menjadi bagian dari sikap kemanusiaan ketika memberikan pelayanan.
Menurut Bupati, kedua karakter tersebut dapat menjadi kekuatan yang saling melengkapi. Ketika seorang Polwan mampu menunjukkan ketegasan pada situasi yang membutuhkan ketegasan, tetapi tetap menjaga empati dan rasa kemanusiaan, maka kehadirannya dapat memberikan rasa aman sekaligus kepercayaan kepada masyarakat.
Kepercayaan masyarakat merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban. Masyarakat yang percaya kepada aparat akan lebih terbuka dalam menyampaikan persoalan serta ikut berperan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.
Karena itu, pengabdian Polwan tidak hanya dapat dilihat dari pelaksanaan tugas secara formal, tetapi juga dari bagaimana kehadiran mereka memberikan manfaat bagi masyarakat. Setiap bentuk pelayanan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab menjadi bagian dari upaya menghadirkan Kepolisian yang dekat dengan masyarakat.
Peringatan HUT ke-78 Polwan juga menjadi momentum untuk mengingat kembali perjalanan panjang pengabdian Polisi Wanita. Perjalanan selama 78 tahun menunjukkan bahwa Polwan telah menjadi bagian penting dalam institusi Kepolisian dan terus mengambil peran dalam menghadapi berbagai tantangan tugas.
Perubahan zaman juga menuntut setiap anggota Kepolisian untuk terus meningkatkan kemampuan dan profesionalisme. Tantangan keamanan dan persoalan sosial yang berkembang di masyarakat membutuhkan aparat yang mampu beradaptasi sekaligus memahami kebutuhan masyarakat.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Polwan diharapkan dapat terus mempertahankan semangat pengabdian dengan menjadikan profesionalisme, integritas, keberanian dan ketulusan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas.
Bupati Hamartoni berharap semangat HUT ke-78 Polwan tidak hanya menjadi momentum peringatan, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Dedikasi yang telah diberikan selama ini diharapkan dapat terus dilanjutkan dengan semangat yang semakin kuat.
Secara khusus, apresiasi disampaikan kepada Polwan Polres Lampung Utara yang telah menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Lampung Utara. Pengabdian yang dilakukan di tengah masyarakat dinilai memiliki arti penting dalam menciptakan kondisi yang aman dan kondusif.
Keberadaan Polwan juga diharapkan mampu terus memberikan contoh bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab yang besar. Dengan keteguhan, keberanian dan profesionalisme, perempuan dapat mengambil peran strategis dalam menjaga keamanan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Namun, kekuatan tersebut tetap harus diiringi dengan ketulusan dan rasa kemanusiaan. Sebab, tugas Kepolisian pada hakikatnya bukan hanya tentang menegakkan aturan, tetapi juga tentang memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pandangan Bupati Hamartoni, ketegasan dan kelembutan dapat menjadi dua sisi yang saling melengkapi dalam pengabdian seorang Polwan. Ketegasan memberikan kepastian, sementara kelembutan menghadirkan keteduhan. Ketika keduanya berjalan bersama, kehadiran Polwan dapat memberikan rasa aman sekaligus membangun kepercayaan di tengah masyarakat.
Momentum peringatan HUT ke-78 Polwan di Gedung Pusiban tersebut pun menjadi kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada seluruh Polwan atas perjalanan pengabdian yang telah dilalui. Tujuh puluh delapan tahun menjadi perjalanan panjang yang tidak hanya mencatat usia, tetapi juga mencerminkan keteguhan, keberanian, loyalitas dan ketulusan dalam menjalankan tugas.
Bupati Hamartoni menegaskan kembali bahwa pengabdian Polwan merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menyampaikan dukungan dan apresiasi terhadap seluruh Polwan yang terus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
Harapannya, semangat pengabdian tersebut dapat terus tumbuh dan menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan. Polwan diharapkan tetap mampu berdiri tegak ketika menjalankan tugas, tegas ketika aturan harus ditegakkan, namun tetap menghadirkan kelembutan ketika masyarakat membutuhkan pelayanan, perlindungan dan rasa kemanusiaan.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia bukan sekadar perayaan bertambahnya usia pengabdian. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa di balik setiap seragam Kepolisian terdapat amanah besar untuk melindungi, melayani dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Ketegasan dan kelembutan yang berjalan beriringan menjadi gambaran kekuatan Polwan dalam menjalankan pengabdian. Ketegasan menjaga aturan, sementara kelembutan menjaga sisi kemanusiaan. Keduanya menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan pelayanan Kepolisian yang profesional, humanis dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat. (*)
# Pewarta Pariyo Saputra #




0Komentar