TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Camat Abung Tengah Hadiri Rakor GENTING Lampung Utara, Perkuat Sinergi Cegah Stunting

Camat Abung Tengah Hadiri Rakor GENTING Lampung Utara, Perkuat Sinergi Cegah Stunting

Daftar Isi
×

LAMPUNG UTARA, (SUMATERANEWSTV.COM) – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara terus memperkuat langkah bersama dalam upaya mencegah dan menekan angka stunting. Persoalan tumbuh kembang anak tersebut dinilai membutuhkan perhatian serius dan tidak dapat ditangani hanya oleh satu sektor. Diperlukan keterlibatan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat agar intervensi yang dilakukan benar-benar memberikan dampak bagi keluarga dan anak yang menjadi sasaran.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui Rapat Koordinasi Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) Tingkat Kabupaten Lampung Utara Tahun 2026. Rapat koordinasi dilaksanakan di Ruang Tapis Sekretariat Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, Rabu, 9 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Camat Abung Tengah Kasim, S.E., M.M., turut hadir bersama unsur terkait. Kehadiran pemerintah kecamatan menjadi bagian penting dalam memperkuat koordinasi program pencegahan stunting hingga ke tingkat desa.

Rapat koordinasi tersebut tidak hanya menjadi forum penyampaian arahan, tetapi juga menjadi momentum untuk menyatukan persepsi serta memperkuat komitmen seluruh pihak dalam menjalankan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Program tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan nyata kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian sekaligus mendorong keluarga agar semakin mandiri dalam menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Stunting Bukan Hanya Tanggung Jawab Sektor Kesehatan

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Utara Dra. Intji Indriati, M.H., menegaskan bahwa persoalan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Menurutnya, persoalan tersebut merupakan tanggung jawab bersama sehingga membutuhkan kerja sama lintas sektor dan lintas elemen masyarakat.

Upaya pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, tenaga kesehatan, kader, dunia usaha, masyarakat, serta para orang tua asuh. Seluruh unsur tersebut memiliki peran yang saling berkaitan dalam memastikan anak-anak yang membutuhkan perhatian dapat memperoleh dukungan.

“Permasalahan stunting bukan hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Karena itu, diperlukan kerja sama dan sinergi antara Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Tenaga Kesehatan, Kader, Dunia Usaha, Masyarakat, serta para Orang Tua Asuh,” demikian penekanan yang disampaikan dalam arahannya.

Menurutnya, pendekatan bersama diperlukan karena persoalan stunting memiliki kaitan dengan berbagai aspek kehidupan keluarga. Selain masalah pemenuhan gizi, kondisi kesehatan, pola asuh, kebersihan lingkungan, sanitasi, serta keteraturan pemeriksaan kesehatan juga menjadi bagian yang perlu mendapatkan perhatian.

GENTING Diharapkan Berikan Dukungan Menyeluruh

Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, pemerintah berharap anak-anak yang membutuhkan perhatian dapat memperoleh dukungan yang lebih menyeluruh. Dukungan tersebut tidak semata-mata berupa bantuan pangan, tetapi juga menyangkut aspek kesehatan, kebersihan lingkungan, serta pendampingan keluarga.

Gerakan orang tua asuh diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap anak-anak yang membutuhkan perhatian. Dengan adanya keterlibatan berbagai pihak, keluarga sasaran diharapkan tidak merasa berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan tumbuh kembang anak.

Dukungan terhadap keluarga juga perlu dilakukan secara berkelanjutan. Bantuan yang diberikan pada satu waktu tentu memiliki manfaat, namun pendampingan yang konsisten diharapkan mampu membantu keluarga membangun kebiasaan hidup sehat.

Karena itu, keberadaan kader dan tenaga kesehatan menjadi penting dalam pelaksanaan program. Mereka dapat melakukan pemantauan sekaligus memberikan edukasi kepada keluarga mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kesehatan dan tumbuh kembang anak.

Data Sasaran Harus Valid dan Terus Diperbarui

Salah satu poin penting yang ditekankan dalam rapat koordinasi adalah validitas data sasaran. Sekretaris Daerah meminta seluruh tim memastikan data anak dan keluarga yang menjadi sasaran benar-benar akurat serta terus diperbarui.

Data yang valid menjadi dasar penting dalam menentukan intervensi. Dengan data yang tepat, bantuan dan pendampingan dapat diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan.

Pembaruan data juga diperlukan untuk mengikuti perkembangan kondisi anak. Kondisi keluarga maupun kebutuhan anak dapat mengalami perubahan sehingga data tidak dapat hanya mengandalkan pendataan lama.

Jangan sampai terdapat anak yang membutuhkan perhatian namun tidak terpantau. Karena itu, seluruh unsur yang terlibat diminta aktif melakukan pendataan, pemantauan, serta koordinasi apabila ditemukan kondisi yang membutuhkan tindak lanjut.

Pemerintah desa diharapkan dapat berperan aktif dalam memastikan data di wilayah masing-masing tetap terjaga. Kedekatan pemerintah desa dengan masyarakat menjadi salah satu modal penting dalam memperoleh informasi yang akurat mengenai kondisi keluarga.

Camat dan Kepala Desa Diminta Gerakkan Potensi Desa

Sekretaris Daerah juga memberikan perhatian khusus kepada camat, kepala desa, serta seluruh jajaran pemerintahan di tingkat desa. Mereka diharapkan dapat menggerakkan seluruh potensi yang tersedia di wilayah masing-masing untuk mendukung pencegahan stunting.

Menurutnya, setiap desa memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan untuk membantu masyarakat. Potensi tersebut dapat berupa sumber daya manusia, kader, kelembagaan masyarakat, dunia usaha, maupun partisipasi warga.

Jika potensi tersebut dapat dikonsolidasikan dengan baik, maka upaya pencegahan stunting dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan. Pemerintah kecamatan dapat berperan dalam mengoordinasikan pelaksanaan program agar berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah kabupaten.

Kehadiran Camat Abung Tengah Kasim, S.E., M.M., dalam rapat koordinasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara pemerintah kecamatan dan pemerintah kabupaten. Selanjutnya, sinergi tersebut diharapkan dapat diteruskan hingga ke tingkat desa dan keluarga sasaran.

Kader dan Tenaga Kesehatan Perlu Aktif Melakukan Pendampingan

Selain unsur pemerintahan, kader dan tenaga kesehatan juga diminta terus melakukan pendampingan serta pemantauan secara berkala terhadap anak dan keluarga sasaran.

Pemantauan berkala diperlukan agar kondisi anak dapat diketahui secara lebih dini. Apabila terdapat persoalan yang memerlukan perhatian lebih lanjut, koordinasi dapat segera dilakukan dengan pihak terkait.

Pendampingan juga memiliki fungsi edukasi bagi keluarga. Keluarga perlu mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pola asuh yang baik, kebersihan lingkungan, sanitasi, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Dengan pemahaman yang baik, keluarga diharapkan mampu mengambil langkah yang tepat dalam mendukung tumbuh kembang anak. Pendampingan juga dapat membantu keluarga membangun kebiasaan sehat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bantuan Tidak Boleh Hanya Bersifat Sesaat

Sekretaris Daerah menekankan bahwa dukungan yang diberikan melalui gerakan orang tua asuh tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat. Lebih dari itu, program harus mampu membangun kesadaran keluarga agar dapat menjaga kesehatan dan tumbuh kembang anak secara berkelanjutan.

Kesadaran mengenai pola asuh yang baik menjadi salah satu hal penting. Orang tua diharapkan memahami kebutuhan anak sesuai dengan tahap pertumbuhan dan perkembangannya.

Pemenuhan gizi seimbang juga perlu menjadi bagian dari kebiasaan keluarga. Selain itu, kebersihan lingkungan dan sanitasi harus diperhatikan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan anak.

Pemeriksaan kesehatan secara rutin juga penting agar kondisi anak dapat dipantau. Dengan pemeriksaan dan pemantauan secara berkala, berbagai persoalan kesehatan dapat diketahui dan ditangani sesuai kebutuhan.

Gotong Royong Jadi Kunci Pelaksanaan GENTING

Upaya pencegahan stunting membutuhkan semangat gotong royong. Pemerintah, masyarakat, dunia usaha, kader, tenaga kesehatan, dan orang tua asuh diharapkan dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing.

Semangat gotong royong tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian terhadap anak-anak. Setiap dukungan yang diberikan secara terarah diharapkan dapat membantu keluarga sasaran dalam memenuhi kebutuhan anak.

Gerakan Orang Tua Asuh juga diharapkan tidak dipandang hanya sebagai program bantuan. Gerakan tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan kemanusiaan yang menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap generasi penerus.

Ketika masyarakat memiliki kepedulian yang kuat, persoalan yang dihadapi keluarga dapat lebih cepat diketahui. Dukungan sosial juga dapat menjadi salah satu kekuatan untuk membantu keluarga menjalani proses pendampingan.

Rakor Diharapkan Menghasilkan Langkah Konkret

Sekretaris Daerah berharap rapat koordinasi yang dilaksanakan tersebut dapat menghasilkan langkah konkret setelah kegiatan selesai. Tidak hanya sekadar rapat dan penyampaian arahan, tetapi harus dilanjutkan dengan pembagian tugas yang jelas.

Setiap pihak perlu mengetahui peran dan tanggung jawabnya. Dengan pembagian tugas yang jelas, pelaksanaan program diharapkan lebih terarah dan tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaannya.

Monitoring dan evaluasi juga perlu dilakukan secara berkala. Evaluasi menjadi penting untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan program sekaligus melihat apakah intervensi yang dilakukan telah memberikan hasil yang diharapkan.

Ukuran keberhasilan program, menurut Sekretaris Daerah, bukan hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan. Hal yang lebih penting adalah adanya perubahan nyata terhadap kondisi anak dan keluarga yang menjadi sasaran.

Dengan demikian, setiap kegiatan yang dilaksanakan harus diarahkan pada hasil yang nyata. Program harus mampu memberikan manfaat bagi anak sekaligus meningkatkan kemampuan keluarga dalam menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan tumbuh kembang.

Komitmen Bersama untuk Generasi Sehat

Rapat koordinasi Tim Pengendali Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting Tingkat Kabupaten Lampung Utara Tahun 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh pihak.

Pemerintah kecamatan dan desa diharapkan terus menggerakkan potensi yang ada di wilayah masing-masing. Kader dan tenaga kesehatan diharapkan melakukan pendampingan secara rutin, sementara dunia usaha dan masyarakat dapat memberikan dukungan sesuai kemampuan.

Para orang tua juga memiliki peran utama dalam memastikan anak mendapatkan perhatian yang memadai. Pola asuh, gizi, kebersihan, sanitasi, dan pemeriksaan kesehatan menjadi bagian penting yang harus diperhatikan secara bersama-sama.

Gerakan pencegahan stunting pada akhirnya bukan hanya berbicara mengenai penanganan kondisi anak saat ini, tetapi juga mengenai masa depan generasi penerus Lampung Utara. Anak-anak yang tumbuh sehat diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang secara optimal.

Karena itu, keberhasilan program membutuhkan konsistensi. Koordinasi tidak boleh berhenti setelah rapat selesai. Hasil rapat perlu diterjemahkan dalam tindakan nyata di tingkat kecamatan, desa, hingga keluarga.

Kehadiran Camat Abung Tengah Kasim, S.E., M.M., dalam kegiatan tersebut diharapkan semakin memperkuat sinergi dalam pelaksanaan program GENTING. Pemerintah kecamatan bersama jajaran desa diharapkan dapat meneruskan arahan yang telah disampaikan ke tingkat masyarakat.

Dengan data sasaran yang valid, pendampingan berkelanjutan, dukungan lintas sektor, serta monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara berkala, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi anak-anak dan keluarga sasaran di Kabupaten Lampung Utara.

Semangat kebersamaan dan gotong royong juga diharapkan terus tumbuh sehingga upaya pencegahan stunting tidak menjadi tugas satu pihak saja. Seluruh elemen masyarakat dapat mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.

Pada akhirnya, keberhasilan gerakan tersebut akan terlihat dari perubahan nyata yang terjadi pada kondisi anak dan keluarga sasaran. Bukan hanya dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi dari semakin baiknya perhatian terhadap kesehatan, gizi, pola asuh, kebersihan, sanitasi, serta kesejahteraan anak.

Semua pihak diajak untuk menjadikan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting sebagai gerakan kemanusiaan yang dilaksanakan dengan kepedulian dan tanggung jawab bersama.

“Bersama Cegah Stunting, Wujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Berkualitas.”

(*)

# Pewarta Pariyo Saputra #

0Komentar