TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Biro SDM Polda Lampung Gelar Assessment Center Jabatan Kanit di Polres Tulang Bawang Barat

Biro SDM Polda Lampung Gelar Assessment Center Jabatan Kanit di Polres Tulang Bawang Barat

Daftar Isi
×

TULANG BAWANG (BARAT, GNOTIF.COM) - Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Lampung menggelar kegiatan Assessment Center dalam rangka seleksi jabatan Kepala Unit (Kanit) di lingkungan Polres Tulang Bawang Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sarja Arya Racana Polres Tulang Bawang Barat, Kamis (10/09/2026).

Kegiatan Assessment Center tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembinaan karier personel Polri, khususnya dalam memastikan kesiapan dan kompetensi anggota yang akan menduduki jabatan tertentu. Melalui proses penilaian yang dilakukan secara objektif dan terukur, diharapkan personel yang terpilih nantinya benar-benar memiliki kemampuan sesuai dengan tuntutan jabatan sebagai Kepala Unit.

Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri Kabag Binkar Biro SDM Polda Lampung AKBP Andik Purnomo Sigit, S.H., S.I.K., M.M., Wakapolres Tulang Bawang Barat Kompol Yohanis, S.H., M.H., Kabag SDM Polres Tulang Bawang Barat Kompol A. Pancarudin, S.H., M.M., serta para Kanit jajaran Polres Tulang Bawang Barat.

Kehadiran jajaran pejabat tersebut menjadi bagian dari komitmen institusi dalam memastikan proses pembinaan karier personel berjalan secara profesional dan sesuai dengan prinsip penilaian berbasis kompetensi. Jabatan Kepala Unit sendiri memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, terutama dalam menggerakkan personel dan memastikan tugas-tugas pada unit masing-masing dapat berjalan secara efektif.

Assessment Center Ukur Kompetensi dan Potensi Personel

Assessment Center merupakan salah satu metode yang digunakan dalam proses pembinaan karier personel Polri untuk mengukur kompetensi, potensi, serta kesiapan anggota dalam mengemban tanggung jawab jabatan. Proses ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai kemampuan masing-masing peserta.

Penilaian berbasis kompetensi menjadi penting karena seorang personel yang akan menduduki jabatan Kepala Unit tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis kepolisian. Lebih dari itu, seorang Kanit juga harus mempunyai kemampuan kepemimpinan, komunikasi, pengambilan keputusan, pengelolaan anggota, serta kemampuan dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan tugas.

Dengan adanya proses assessment, organisasi dapat memperoleh bahan pertimbangan yang lebih komprehensif dalam menentukan personel yang dinilai memiliki kemampuan dan potensi sesuai dengan kebutuhan jabatan. Mekanisme tersebut juga menjadi bagian dari upaya untuk menciptakan sistem pembinaan karier yang transparan dan akuntabel.

Penempatan personel yang sesuai dengan kompetensi diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap efektivitas pelaksanaan tugas. Personel yang menduduki jabatan sesuai dengan kemampuan dan potensinya akan lebih mudah menjalankan tanggung jawab serta memberikan kontribusi maksimal bagi organisasi.

Komitmen Polri Bangun Pembinaan Karier Berbasis Kompetensi

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Himmawan Setiawan, S.I.K., M.Tr.Opsla melalui Kabag SDM Polres Tulang Bawang Barat Kompol A. Pancarudin, S.H., M.M., mengatakan bahwa pelaksanaan Assessment Center merupakan bentuk komitmen Polri dalam membangun sistem pembinaan karier yang berbasis kompetensi.

Menurut Kompol A. Pancarudin, proses assessment menjadi instrumen penting untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan potensi personel yang akan diproyeksikan menduduki suatu jabatan. Dengan penilaian yang objektif, keputusan terkait penempatan personel diharapkan dapat dilakukan secara tepat dan sesuai kebutuhan organisasi.

“Assessment Center menjadi instrumen penting dalam proses pembinaan karier personel. Melalui kegiatan ini, kompetensi dan potensi setiap anggota dapat diukur secara objektif sehingga penempatan personel pada suatu jabatan benar-benar sesuai dengan kemampuan yang dimiliki,” ujar Kompol A. Pancarudin.

Ia menjelaskan, pembinaan karier personel yang dilakukan berdasarkan kompetensi menjadi salah satu langkah penting untuk membangun sumber daya manusia Polri yang profesional. Setiap anggota memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda sehingga diperlukan proses pemetaan yang tepat agar kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dalam organisasi.

Selain itu, penerapan sistem pembinaan karier berbasis kompetensi juga diharapkan dapat mendorong personel untuk terus meningkatkan kapasitas dan kualitas diri. Personel tidak hanya berorientasi pada peningkatan karier, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kemampuan agar mampu menjalankan amanah jabatan secara profesional.

Peserta Jalani Rangkaian Assessment dengan Penuh Tanggung Jawab

Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta mengikuti rangkaian tahapan Assessment Center dengan penuh tanggung jawab dan semangat. Para peserta diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, potensi, serta kesiapan mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab yang melekat pada jabatan Kepala Unit.

Keseriusan peserta dalam mengikuti setiap tahapan menjadi salah satu bagian penting dalam proses assessment. Penilaian yang dilakukan secara objektif diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kompetensi masing-masing personel, sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi organisasi dalam menentukan penempatan jabatan.

Kegiatan tersebut juga dapat menjadi momentum bagi personel untuk mengevaluasi kemampuan yang dimiliki. Dengan mengikuti proses penilaian, anggota dapat semakin memahami pentingnya peningkatan kompetensi, baik dalam aspek kepemimpinan, manajerial, komunikasi maupun kemampuan teknis yang berkaitan dengan tugas kepolisian.

Di tengah dinamika tugas kepolisian yang semakin kompleks, keberadaan sumber daya manusia yang berkualitas menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan organisasi. Personel Polri dituntut mampu beradaptasi terhadap berbagai perkembangan dan mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat serta profesional kepada masyarakat.

Seleksi Kanit Diharapkan Hasilkan Pemimpin Unit yang Kompeten

Jabatan Kepala Unit memiliki posisi strategis dalam pelaksanaan tugas di lingkungan kepolisian. Seorang Kanit tidak hanya bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tugas pada unit yang dipimpinnya, tetapi juga harus mampu memberikan arahan, melakukan pengawasan, membangun koordinasi dan memastikan setiap anggota menjalankan tugas sesuai aturan.

Oleh sebab itu, proses seleksi melalui Assessment Center diharapkan dapat membantu organisasi dalam menemukan personel yang memiliki kemampuan kepemimpinan serta kesiapan untuk mengemban tanggung jawab tersebut.

Seorang pemimpin unit dituntut mampu mengambil keputusan secara tepat, terutama ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons cepat. Selain itu, kemampuan berkomunikasi dan membangun hubungan kerja yang baik dengan anggota juga menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan profesional.

Dengan penempatan personel yang sesuai kompetensi, diharapkan setiap unit kerja dapat menjalankan tugas secara lebih efektif. Hal tersebut pada akhirnya dapat memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Tulang Bawang Barat.

Wujudkan Sistem SDM yang Transparan dan Akuntabel

Pelaksanaan Assessment Center juga menjadi salah satu bentuk komitmen Polri dalam mewujudkan sistem pembinaan sumber daya manusia yang transparan, akuntabel dan berbasis kompetensi. Prinsip tersebut diperlukan agar proses pengembangan karier personel dapat berjalan secara profesional serta memberikan kesempatan yang adil bagi anggota yang memiliki kompetensi dan kemampuan.

Sistem pembinaan yang transparan juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan personel terhadap proses pengembangan karier di lingkungan organisasi. Setiap anggota memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan terbaik melalui mekanisme yang telah ditentukan.

Di sisi lain, hasil assessment dapat menjadi bahan evaluasi bagi organisasi dalam melihat kebutuhan pengembangan kompetensi personel. Apabila terdapat kemampuan tertentu yang masih perlu ditingkatkan, maka dapat dilakukan pembinaan secara berkelanjutan melalui berbagai program pendidikan, pelatihan maupun pengembangan kemampuan lainnya.

Langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak berhenti pada proses seleksi jabatan. Pembinaan harus dilakukan secara berkesinambungan agar personel yang telah diberikan amanah mampu terus meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan tuntutan tugas.

Dukung Pelaksanaan Tugas Polri yang Presisi

Kompol A. Pancarudin berharap hasil Assessment Center yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi organisasi, khususnya dalam menentukan penempatan personel pada jabatan yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya.

“Diharapkan hasil Assessment Center ini dapat menjadi dasar dalam penempatan personel pada jabatan yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensinya, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat serta mendukung pelaksanaan tugas Polri yang Presisi,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses assessment bukan sekadar tahapan administratif dalam pengisian jabatan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan sumber daya manusia untuk memastikan organisasi memiliki personel yang mampu menjalankan tugas sesuai dengan tuntutan dan tantangan di lapangan.

Dengan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan integritas, pelaksanaan tugas kepolisian diharapkan semakin efektif. Personel yang memiliki kemampuan kepemimpinan juga diharapkan mampu menjadi teladan bagi anggota lainnya serta menciptakan budaya kerja yang mengedepankan profesionalitas dan pelayanan.

Pelaksanaan Assessment Center jabatan Kepala Unit di Polres Tulang Bawang Barat sekaligus menjadi gambaran bahwa pengembangan kualitas personel terus menjadi perhatian dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri. Melalui proses pembinaan yang terarah dan berbasis kompetensi, diharapkan dapat lahir personel-personel yang siap menghadapi tantangan tugas serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ke depan, hasil dari proses assessment tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan personel yang tepat untuk mengisi jabatan Kepala Unit. Penempatan yang tepat diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan tugas pada masing-masing unit sekaligus meningkatkan efektivitas organisasi dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan yang digelar Biro SDM Polda Lampung di Polres Tulang Bawang Barat tidak hanya menjadi bagian dari proses seleksi jabatan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia Polri yang profesional, kompeten, berintegritas dan memiliki kemampuan kepemimpinan.

Upaya tersebut diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga pembinaan karier personel benar-benar mampu mendukung kebutuhan organisasi dan memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

(Sumber Humas_Tubaba)


# Pewarta Pariyo Saputra #

0Komentar