TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
PP Muhammadiyah Gandeng Dewan Pers Sukseskan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 di UMJ

PP Muhammadiyah Gandeng Dewan Pers Sukseskan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 di UMJ

Daftar Isi
×

JAKARTA, SUMATERANEWSTV.COM – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah akan melibatkan Dewan Pers dalam penyelenggaraan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 12–13 Agustus 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pers nasional yang profesional, berintegritas, serta mendorong peningkatan literasi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Keterlibatan Dewan Pers dalam agenda tersebut mencerminkan komitmen bersama untuk membangun dunia jurnalistik yang sehat, independen, dan bertanggung jawab. Selain menjadi ajang silaturahmi bagi insan pers dan pegiat literasi, kegiatan ini juga akan menjadi forum diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi media di era digital.

Rencana pelibatan Dewan Pers disampaikan oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, Muhammad Izzul Muslimin, saat menerima Sertifikat Wartawan Utama Khusus yang diberikan kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir. Sertifikat tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, didampingi Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara Muhammadiyah dan Dewan Pers. Kedua lembaga sepakat bahwa sinergi dalam bidang pers dan literasi memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi serta menciptakan masyarakat yang semakin cerdas dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Menurut Muhammad Izzul Muslimin, Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 dirancang sebagai wadah untuk mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari jurnalis, akademisi, mahasiswa, pegiat literasi, hingga praktisi media. Melalui kegiatan tersebut diharapkan lahir berbagai gagasan yang dapat memperkuat kualitas jurnalistik Indonesia sekaligus meningkatkan kemampuan literasi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Akses informasi kini semakin mudah dan cepat, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan berupa maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, ujaran kebencian, hingga konten yang tidak memenuhi standar jurnalistik.

"Karena itu, kami memandang penting untuk melibatkan Dewan Pers dalam penyelenggaraan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat mengenai pentingnya informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan," ujar Izzul Muslimin.

Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah sebagai organisasi Islam modern yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah memiliki perhatian besar terhadap pengembangan literasi. Selama ini Muhammadiyah telah membangun berbagai institusi pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi yang berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Melalui Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026, Muhammadiyah ingin memperluas kontribusinya dalam membangun budaya literasi media di Indonesia. Kegiatan tersebut direncanakan menghadirkan seminar nasional, dialog kebangsaan, workshop jurnalistik, pelatihan literasi digital, hingga forum diskusi mengenai masa depan pers Indonesia.

Sementara itu, Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat menyampaikan apresiasi atas inisiatif PP Muhammadiyah yang terus memberikan perhatian terhadap penguatan dunia pers. Menurutnya, organisasi kemasyarakatan seperti Muhammadiyah memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya literasi informasi dan etika bermedia.

Komaruddin menilai tantangan pers di era digital tidak hanya berkaitan dengan kecepatan penyebaran informasi, tetapi juga bagaimana media mampu menjaga akurasi, independensi, dan kepercayaan publik. Oleh karena itu, kolaborasi antara Dewan Pers dengan berbagai organisasi masyarakat menjadi sangat penting untuk memperkuat kualitas ekosistem media nasional.

Pada kesempatan tersebut, Dewan Pers juga menyerahkan Sertifikat Wartawan Utama Khusus kepada Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi dan kepeduliannya terhadap perkembangan dunia pers nasional. Penghargaan tersebut menjadi simbol apresiasi atas dukungan Muhammadiyah terhadap kebebasan pers yang bertanggung jawab dan pembangunan literasi masyarakat.

Wakil Ketua Dewan Pers Totok Suryanto menambahkan bahwa peningkatan literasi digital merupakan kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial. Menurutnya, masyarakat perlu dibekali kemampuan untuk memilah informasi yang benar, memahami prinsip-prinsip jurnalistik, serta tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi.

Penyelenggaraan Hari Pers dan Literasi Muhammadiyah 2026 di Universitas Muhammadiyah Jakarta diharapkan menjadi ruang kolaborasi yang produktif bagi seluruh pemangku kepentingan. Kegiatan ini tidak hanya membahas isu-isu pers, tetapi juga mengedepankan pentingnya literasi sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang kritis, cerdas, dan bertanggung jawab.

Melalui kerja sama antara PP Muhammadiyah dan Dewan Pers, diharapkan lahir berbagai rekomendasi dan langkah konkret untuk memperkuat profesionalisme insan pers, meningkatkan kualitas pemberitaan, serta memperluas gerakan literasi di Indonesia. Dengan demikian, pers nasional diharapkan semakin mampu menjalankan fungsinya sebagai penyampai informasi, sarana edukasi, kontrol sosial, sekaligus pilar demokrasi yang dipercaya masyarakat.

(*)

Pewarta: Pariyo Saputra 

Redaksi Sumateranewstv 

0Komentar