Breaking News

Kapolsek Bukit Kemuning Sambangi 7 Ponpes dan Berikan Bansos, Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kamtibmas

LAMPUNG UTARA, (SUMATERANEWSTV.COM) — Upaya memperkuat hubungan antara kepolisian dengan tokoh agama dan masyarakat terus dilakukan jajaran Polres Lampung Utara. Salah satunya melalui kegiatan sambang dan silaturahmi yang dilakukan Kapolsek Bukit Kemuning Polres Lampung Utara AKP Riki Nopariansyah, S.H., M.H., bersama sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama dengan mengunjungi tujuh pondok pesantren (ponpes) di wilayah hukum Polsek Bukit Kemuning.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu (9/8/2026) tersebut tidak hanya menjadi agenda kunjungan biasa. Sambang ke sejumlah pondok pesantren itu juga diisi dengan pemberian bantuan sosial (bansos), dialog bersama pimpinan pesantren, serta penyampaian pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat atau kamtibmas.

Rangkaian kegiatan berlangsung cukup panjang, yakni mulai sekitar pukul 11.30 WIB hingga pukul 19.30 WIB. Dalam rentang waktu tersebut, rombongan menyambangi tujuh pondok pesantren yang berada di dua wilayah kecamatan, yaitu Kecamatan Bukit Kemuning dan Kecamatan Abung Tinggi.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pendekatan kepolisian kepada masyarakat melalui komunikasi langsung. Dengan mendatangi pondok pesantren, polisi dapat berdialog dengan para pimpinan lembaga pendidikan keagamaan sekaligus menyerap berbagai informasi dan aspirasi yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Tujuh Pondok Pesantren Menjadi Sasaran Sambang

Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Bukit Kemuning bersama rombongan mengunjungi tujuh pondok pesantren. Empat pondok pesantren berada di wilayah Kecamatan Bukit Kemuning, sedangkan tiga lainnya berada di Kecamatan Abung Tinggi.

Pondok pesantren pertama yang dikunjungi adalah Ponpes Manba'ul Ulum yang dipimpin Kiai Ahmad Hasan, M.Pd.I. Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi jajaran kepolisian untuk mempererat komunikasi dengan pimpinan pesantren serta menyampaikan berbagai pesan terkait pentingnya menjaga keamanan di lingkungan pendidikan keagamaan.

Selanjutnya rombongan menyambangi Ponpes Daarul Huda yang dipimpin Kiai Abdul Goni. Dalam pertemuan tersebut, komunikasi antara kepolisian dan pihak pesantren dilakukan secara langsung dan kekeluargaan.

Kemudian kunjungan dilanjutkan ke Ponpes Al Hasanudin yang dipimpin Kiai Abdul Rahman, S.Sos. serta Ponpes Al Mubarok yang dipimpin Kiai Muzakir, M.Pd.I. Kedua pondok pesantren tersebut juga berada di Kecamatan Bukit Kemuning.

Setelah menyelesaikan kunjungan di wilayah Kecamatan Bukit Kemuning, rombongan melanjutkan perjalanan ke Kecamatan Abung Tinggi. Tiga pondok pesantren di wilayah tersebut juga menjadi sasaran kegiatan sambang.

Ketiga pondok pesantren tersebut yakni Ponpes Kali Jaga pimpinan Kiai Muhazir, S.Pd.I., Ponpes Al Falah pimpinan Kiai Masruri Abdul Jabar, S.Pd.I., serta Ponpes Daarul Marifat pimpinan Kiai Sueb Riyadi, S.H.I., M.Pd.

Dengan mengunjungi tujuh pondok pesantren dalam satu rangkaian kegiatan, jajaran Polsek Bukit Kemuning menunjukkan upaya membangun komunikasi yang luas dengan lembaga pendidikan keagamaan yang berada di wilayah hukumnya.

Silaturahmi Menjadi Sarana Perkuat Komunikasi

Kapolsek Bukit Kemuning AKP Riki Nopariansyah, S.H., M.H., dalam kegiatan tersebut melakukan tatap muka dan berdialog langsung dengan para pimpinan pondok pesantren. Dialog menjadi bagian penting karena komunikasi antara aparat kepolisian dan tokoh agama dapat menjadi salah satu fondasi dalam menjaga situasi kamtibmas.

Pondok pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan agama, tetapi juga memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan sosial masyarakat. Para kiai dan pengasuh pesantren memiliki pengaruh dalam memberikan pemahaman serta nasihat kepada para santri dan masyarakat di sekitarnya.

Karena itu, komunikasi antara kepolisian dengan pimpinan pesantren diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Hubungan yang terbangun diharapkan dapat terus berlanjut melalui komunikasi dan koordinasi apabila terdapat persoalan keamanan maupun sosial yang membutuhkan perhatian bersama.

Melalui kegiatan sambang, kepolisian juga dapat menyampaikan imbauan secara langsung kepada para tokoh agama. Pesan tersebut selanjutnya diharapkan dapat diteruskan kepada para santri dan masyarakat sehingga tercipta kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keamanan lingkungan.

Disertai Pemberian Bantuan Sosial

Selain mempererat silaturahmi, kegiatan sambang tujuh pondok pesantren tersebut juga diisi dengan pemberian bantuan sosial. Bansos menjadi bentuk kepedulian kepolisian kepada masyarakat sekaligus sarana membangun kedekatan yang lebih humanis antara aparat dengan masyarakat.

Pemberian bantuan sosial di tengah kegiatan sambang juga menunjukkan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak semata-mata berkaitan dengan penegakan hukum. Kepolisian juga berupaya hadir melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Interaksi langsung seperti ini diharapkan dapat membangun rasa saling percaya. Masyarakat dapat melihat bahwa kepolisian tidak hanya hadir ketika terjadi gangguan keamanan, tetapi juga berusaha menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

Bagi pondok pesantren, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kelembagaan dengan jajaran kepolisian. Komunikasi yang baik dapat memudahkan koordinasi apabila di kemudian hari terdapat persoalan yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Kapolres Lampung Utara Tekankan Pentingnya Sinergitas

Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., melalui Kasi Humas IPTU Herawati mengatakan, kegiatan sambang ke pondok pesantren merupakan bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.

Menurutnya, tokoh agama dan pimpinan pondok pesantren merupakan bagian penting dalam menciptakan suasana aman dan kondusif. Oleh sebab itu, hubungan antara kepolisian dengan para tokoh agama perlu terus diperkuat.

“Silaturahmi dan sambang ini merupakan langkah untuk mempererat hubungan antara kepolisian dengan para tokoh agama dan pimpinan pondok pesantren. Kami berharap komunikasi yang terjalin dapat semakin kuat sehingga bersama-sama dapat menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ujar IPTU Herawati.

Pernyataan tersebut menggambarkan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menjaga keamanan. Kepolisian tidak mungkin bekerja sendiri dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat. Dukungan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, lembaga pendidikan, dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga situasi tetap stabil.

Pondok Pesantren Berperan dalam Membentuk Generasi

Keberadaan pondok pesantren memiliki posisi strategis dalam kehidupan masyarakat. Selain memberikan pendidikan keagamaan, pesantren juga berperan dalam membentuk karakter dan kepribadian para santri.

Melalui pendidikan yang diberikan para kiai dan pengasuh, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki pengetahuan, akhlak, kepedulian sosial, serta mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah masyarakat.

Karena itu, lingkungan pondok pesantren juga memiliki peran dalam mendukung terciptanya keamanan. Para santri dapat diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang belum jelas kebenarannya.

IPTU Herawati menilai pondok pesantren memiliki peran penting dalam membangun karakter generasi muda sekaligus menjadi bagian dari masyarakat yang turut berkontribusi menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

Dengan komunikasi yang baik antara kepolisian dan pesantren, berbagai pesan kamtibmas dapat disampaikan secara lebih efektif kepada masyarakat melalui para tokoh agama.

Imbauan Agar Tidak Mudah Terprovokasi

Salah satu pesan penting yang disampaikan dalam kegiatan tersebut adalah ajakan kepada masyarakat dan para santri agar selalu mengedepankan sikap toleransi, menjaga persatuan, serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.

Di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial, berbagai informasi dapat tersebar dengan sangat cepat. Tidak semua informasi yang beredar dapat dipastikan kebenarannya. Karena itu, masyarakat perlu memiliki sikap kritis dan tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Informasi yang keliru atau provokatif dapat menimbulkan kesalahpahaman bahkan berpotensi mengganggu hubungan sosial di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, para tokoh agama diharapkan dapat membantu memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi.

“Kami mengajak para pimpinan pondok pesantren dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan serta menyampaikan kepada masyarakat maupun para santri agar selalu mengedepankan sikap toleransi, menjaga persatuan, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya,” tambah IPTU Herawati.

Bangun Kamtibmas Melalui Pendekatan Humanis

Kegiatan sambang ke pondok pesantren juga memperlihatkan pendekatan humanis yang dilakukan jajaran kepolisian. Pendekatan seperti ini penting karena hubungan antara polisi dan masyarakat akan semakin kuat apabila dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan saling menghargai.

Polisi membutuhkan informasi dari masyarakat untuk mengetahui perkembangan situasi di lapangan. Sebaliknya, masyarakat juga membutuhkan kehadiran aparat untuk memberikan rasa aman dan membantu menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan keamanan dan ketertiban.

Dengan komunikasi dua arah, potensi gangguan kamtibmas dapat lebih cepat diketahui. Persoalan yang muncul di tengah masyarakat juga dapat dibahas bersama sehingga tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar.

Pondok pesantren sebagai salah satu pusat kegiatan masyarakat dapat menjadi mitra strategis kepolisian dalam menyampaikan pesan-pesan positif. Para santri yang nantinya kembali ke tengah masyarakat juga diharapkan dapat membawa nilai-nilai toleransi dan kedamaian.

Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Turut Hadir

Kegiatan sambang tersebut tidak hanya dilakukan oleh jajaran kepolisian. Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Adapun pihak yang turut hadir antara lain personel Polsek Bukit Kemuning Brigpol Mahmud, tokoh masyarakat Agung Satriawan, tokoh agama Kiai Sueb Riyadi, S.H.I., M.Pd., Ketua Pospera Kecamatan Bukit Kemuning Roni, serta perwakilan media online Deklarasi News Zainal Asikin.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya kolaborasi antara aparat kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi masyarakat, dan media dalam mendukung terciptanya suasana yang aman dan kondusif.

Sinergitas lintas elemen seperti ini diharapkan dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan lainnya. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam menjaga kamtibmas, semakin besar pula peluang terciptanya lingkungan yang aman.

Silaturahmi Diharapkan Berlanjut

Kegiatan sambang yang dilakukan Kapolsek Bukit Kemuning bersama rombongan diharapkan tidak berhenti pada satu kegiatan. Komunikasi yang telah terbangun dengan tujuh pondok pesantren tersebut diharapkan dapat terus dipelihara.

Silaturahmi secara berkala dapat menjadi sarana bagi kepolisian untuk mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. Di sisi lain, para pimpinan pesantren juga dapat menyampaikan berbagai masukan dan persoalan yang membutuhkan perhatian bersama.

Dengan komunikasi yang terjaga, hubungan antara kepolisian dan pondok pesantren akan semakin erat. Hubungan tersebut dapat menjadi modal sosial dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kecamatan Bukit Kemuning dan Kecamatan Abung Tinggi.

Para santri juga diharapkan dapat menjadi bagian dari generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap keamanan lingkungan. Sikap saling menghormati, menjaga persatuan, menghindari konflik, serta tidak mudah terprovokasi menjadi nilai penting yang perlu terus ditanamkan.

Polisi Ajak Semua Elemen Jaga Persatuan

Pesan utama yang dibawa dalam kegiatan tersebut adalah pentingnya menjaga persatuan dan keamanan secara bersama-sama. Keamanan bukan hanya menjadi tugas kepolisian, melainkan tanggung jawab seluruh masyarakat.

Tokoh agama memiliki peran dalam memberikan keteladanan dan nasihat. Tokoh masyarakat dapat membantu membangun komunikasi di lingkungan masing-masing. Para pemuda dapat menjadi pelopor kegiatan positif, sementara masyarakat secara umum dapat menjaga lingkungan dan melaporkan apabila terdapat potensi gangguan keamanan.

Dengan pembagian peran tersebut, upaya menjaga kamtibmas dapat dilakukan secara lebih luas. Kepolisian dapat menjalankan fungsi pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum dengan dukungan masyarakat.

Kegiatan sambang ke tujuh pondok pesantren menjadi salah satu contoh bahwa pendekatan keamanan dapat dilakukan melalui komunikasi, silaturahmi, dan kepedulian sosial.

Perkuat Kepercayaan Masyarakat terhadap Polisi

Kepercayaan masyarakat merupakan salah satu modal penting bagi kepolisian dalam menjalankan tugas. Kepercayaan tersebut tidak terbentuk hanya melalui penindakan hukum, tetapi juga melalui pelayanan dan interaksi langsung dengan masyarakat.

Kehadiran Kapolsek Bukit Kemuning di tengah lingkungan pondok pesantren memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkomunikasi secara langsung dengan aparat. Dialog yang berlangsung secara terbuka dapat membantu menghilangkan jarak antara polisi dan masyarakat.

Pemberian bansos juga menjadi bagian dari upaya memperlihatkan kepedulian sosial kepolisian. Meskipun bantuan tersebut bukan satu-satunya bentuk pelayanan, kegiatan itu dapat memperkuat ikatan sosial serta mempererat hubungan antara aparat dengan masyarakat.

Melalui pendekatan tersebut, polisi diharapkan semakin dekat dengan masyarakat dan lebih cepat mendapatkan informasi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di lapangan.

Menjaga Kondusivitas Wilayah Secara Bersama

Wilayah hukum Polsek Bukit Kemuning dan lingkungan sekitarnya membutuhkan sinergi berbagai unsur agar situasi keamanan tetap terjaga. Kegiatan sambang menjadi salah satu metode yang dilakukan kepolisian untuk membangun komunikasi tersebut.

Dengan mengunjungi tujuh pondok pesantren dalam satu rangkaian kegiatan, jajaran Polsek Bukit Kemuning sekaligus memperluas jaringan komunikasi dengan para tokoh agama. Hubungan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Polres Lampung Utara juga terus mendorong jajaran di tingkat polsek untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Pendekatan langsung dinilai penting agar polisi tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan, tetapi juga aktif melakukan pencegahan.

Melalui kegiatan sambang, penyampaian pesan kamtibmas dapat dilakukan lebih awal. Masyarakat juga dapat menyampaikan informasi kepada polisi sebelum suatu persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan.

Pesan Kamtibmas untuk Para Santri

Para santri sebagai generasi muda juga menjadi bagian penting dalam upaya menjaga situasi kamtibmas. Mereka diharapkan dapat menggunakan ilmu yang diperoleh di pondok pesantren untuk memberikan kontribusi positif ketika kembali ke masyarakat.

Santri juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh ajakan yang dapat merusak persatuan. Penggunaan media sosial perlu dilakukan secara bijak dan bertanggung jawab. Informasi yang diterima sebaiknya diperiksa terlebih dahulu sebelum dipercaya atau disebarluaskan.

Sikap toleransi dan menghormati perbedaan juga menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. Dengan menjaga komunikasi dan saling menghargai, potensi konflik dapat diminimalkan.

Pesan-pesan tersebut sejalan dengan upaya kepolisian membangun keamanan melalui pendekatan pencegahan. Masyarakat yang memiliki kesadaran kamtibmas akan lebih mampu menjaga lingkungannya dari berbagai potensi gangguan.

Komitmen Polsek Bukit Kemuning Bangun Sinergi

Kapolsek Bukit Kemuning AKP Riki Nopariansyah bersama jajarannya terus berupaya membangun komunikasi dengan seluruh unsur masyarakat. Sambang ke tujuh pondok pesantren menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperkuat hubungan tersebut.

Melalui kegiatan ini, kepolisian menunjukkan bahwa tokoh agama dan lembaga pendidikan keagamaan memiliki posisi penting dalam menjaga keamanan. Kolaborasi yang terbangun diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Polres Lampung Utara melalui Kapolres AKBP Raswidiati Anggraini juga terus mendorong terciptanya komunikasi yang harmonis antara kepolisian dan masyarakat. Dengan komunikasi yang kuat, berbagai persoalan kamtibmas diharapkan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan bersama-sama.

Kegiatan sambang yang berlangsung sejak siang hingga malam tersebut akhirnya menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergitas. Kunjungan ke tujuh pondok pesantren di Kecamatan Bukit Kemuning dan Kecamatan Abung Tinggi menunjukkan bahwa pendekatan kepolisian kepada masyarakat dilakukan secara langsung dan menyentuh berbagai elemen.

Pemberian bantuan sosial, dialog dengan para kiai, penyampaian pesan kamtibmas, serta ajakan menjaga persatuan menjadi rangkaian penting dalam kegiatan tersebut. Seluruhnya bermuara pada satu tujuan, yakni membangun lingkungan masyarakat yang aman, harmonis, toleran, dan kondusif.

Dengan terus terjalinnya komunikasi antara kepolisian, tokoh agama, tokoh masyarakat, pengelola pondok pesantren, para santri, serta seluruh elemen masyarakat, diharapkan situasi keamanan di wilayah hukum Polsek Bukit Kemuning dapat terus terjaga.

Jajaran kepolisian pun mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban, menghindari tindakan yang dapat memicu konflik, serta tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya.

Sinergi dan silaturahmi yang kuat menjadi salah satu kunci dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan. Kehadiran polisi di tengah masyarakat diharapkan semakin dirasakan sebagai mitra yang siap melayani, melindungi, mengayomi, sekaligus bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban.

Redaksi SumateraNewsTV

(*)

0 Komentar

© Copyright 2026 - Sumateranewstv 2