TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Polda Lampung Pasang Papan Imbauan di Kawasan Krakatau, Nelayan dan Wisatawan Diminta Patuhi Radius Aman Gunung Anak Krakatau

Polda Lampung Pasang Papan Imbauan di Kawasan Krakatau, Nelayan dan Wisatawan Diminta Patuhi Radius Aman Gunung Anak Krakatau

Daftar Isi
×

Bandar Lampung, (Sumateranewstv.com) – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengambil langkah antisipatif dengan memasang papan imbauan di sejumlah titik strategis di kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Kabupaten Lampung Selatan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk mitigasi menyusul meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang saat ini masih berada dalam pemantauan intensif oleh otoritas terkait.

Pemasangan papan imbauan tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat, khususnya nelayan, wisatawan, serta para pengguna jasa transportasi laut yang beraktivitas di wilayah perairan Selat Sunda. Melalui langkah tersebut, Polda Lampung berharap masyarakat dapat memahami pentingnya mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan instansi vulkanologi.

Tidak hanya dipasang di kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau, papan imbauan juga ditempatkan di sejumlah lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, di antaranya Dermaga Canti di pesisir Kalianda serta Dermaga Perikanan Bom Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi titik keberangkatan nelayan dan wisatawan menuju kawasan perairan sekitar Krakatau.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan bahwa pemasangan papan imbauan bertujuan memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat mengenai pembatasan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau.

"Kami telah memasang papan imbauan di kawasan Gunung Anak Krakatau, Dermaga Canti, dan Dermaga Perikanan Bom Kalianda. Langkah ini merupakan upaya preventif agar masyarakat, wisatawan, maupun nelayan mengetahui adanya pembatasan aktivitas di sekitar Gunung Anak Krakatau," ujar Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, Senin (6/7/2026).

Menurut Yuni, keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama dalam menghadapi situasi peningkatan aktivitas vulkanik. Oleh sebab itu, Polda Lampung tidak hanya memasang papan imbauan, tetapi juga melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan informasi keselamatan dapat diterima secara luas.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI). Melalui organisasi tersebut, informasi mengenai kondisi Gunung Anak Krakatau diharapkan dapat segera diteruskan kepada para nelayan yang setiap hari melaut di kawasan Selat Sunda.

"Kami juga berkoordinasi dengan HNSI agar informasi ini diteruskan kepada para nelayan yang mencari ikan di laut. Untuk sementara waktu, mereka diminta menjaga jarak dan tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau sesuai rekomendasi yang berlaku," jelasnya.

Koordinasi tersebut dinilai sangat penting mengingat sebagian besar masyarakat pesisir menggantungkan mata pencahariannya pada sektor perikanan. Dengan penyampaian informasi secara cepat dan tepat, diharapkan para nelayan dapat menyesuaikan rute pelayaran mereka sehingga tetap aman saat mencari ikan.

Selain itu, Polda Lampung juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat pesisir, pengelola dermaga, operator kapal penyeberangan, hingga pelaku usaha wisata agar bersama-sama mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait.

Personel kepolisian akan terus melakukan pemantauan di kawasan pesisir dan pelabuhan untuk memastikan tidak ada masyarakat ataupun wisatawan yang nekat memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap keselamatan masyarakat sekaligus mendukung upaya mitigasi bencana.

Kombes Pol Yuni menegaskan bahwa masyarakat diharapkan tidak mengabaikan setiap imbauan yang telah disampaikan pemerintah. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya serta selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.

"Polda Lampung mengimbau masyarakat, wisatawan, dan nelayan untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius yang telah ditetapkan oleh otoritas terkait hingga kondisi aktivitas Gunung Anak Krakatau kembali dinyatakan aman," tegas mantan Kapolres Metro tersebut.

Gunung Anak Krakatau merupakan salah satu gunung api paling aktif di Indonesia yang berada di kawasan Selat Sunda. Aktivitas vulkaniknya terus dipantau secara intensif oleh instansi terkait karena berpotensi menimbulkan berbagai dampak, mulai dari lontaran material vulkanik, hujan abu, hingga gangguan terhadap aktivitas pelayaran apabila terjadi peningkatan erupsi.

Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), otoritas vulkanologi, organisasi nelayan, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko bencana.

Polda Lampung berharap masyarakat tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Apabila terdapat perkembangan terbaru mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau, masyarakat diminta segera mengikuti arahan petugas di lapangan serta mematuhi seluruh rekomendasi yang telah dikeluarkan oleh instansi berwenang.

Melalui pemasangan papan imbauan, koordinasi lintas sektor, serta sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, Polda Lampung berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keselamatan semakin meningkat. Langkah preventif ini diharapkan mampu mencegah terjadinya korban jiwa maupun kerugian akibat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, sekaligus memastikan seluruh aktivitas masyarakat di kawasan pesisir Lampung Selatan tetap berlangsung dengan aman sesuai ketentuan yang berlaku. (*)

Pewarta: Pariyo Saputra 

Redaksi Sumateranewstv 

0Komentar