SRAGEN, (SumateraNewsTV.com) – Pemerintah Desa (Pemdes) Padas, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, sukses menggelar kegiatan Car Free Day (CFD) yang dirangkai dengan jalan sehat, senam massal, peresmian fasilitas jogging track, serta penyerahan bantuan paket sembako kepada masyarakat pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan diikuti ratusan warga dari berbagai kalangan yang memadati lapangan desa sejak pagi hari.
Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda dibukanya kembali agenda rutin Car Free Day mingguan di Desa Padas. Pemerintah desa berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana olahraga bersama, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat melalui aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang turut meramaikan kawasan CFD.
Kepala Desa Padas, Suratmi, mengatakan bahwa pembangunan fasilitas jogging track merupakan bagian dari komitmen pemerintah desa dalam menyediakan ruang publik yang sehat, nyaman, dan bermanfaat bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan lapangan desa yang representatif akan menjadi pusat aktivitas warga, baik untuk olahraga maupun kegiatan sosial dan ekonomi.
"Kami berharap masyarakat semakin gemar berolahraga melalui kegiatan jalan sehat dan senam bersama. Dengan tubuh yang sehat, masyarakat juga akan semakin produktif. Selain itu, lapangan desa ini diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi melalui pelaksanaan CFD setiap pekan sehingga UMKM lokal dapat berkembang," ujar Suratmi.
Ia juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) sehingga pembangunan dan pembenahan fasilitas olahraga di Desa Padas dapat terus dilanjutkan pada masa mendatang.
Tidak hanya berfokus pada kesehatan masyarakat, Pemdes Padas juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung transformasi digital di tingkat desa. Bersama BUMDes Padas Jaya, pemerintah desa menjalin kerja sama dengan PT. Aktech Digital Solutions dan layanan Fastlink dalam penyediaan akses internet berbasis WiFi yang dapat dinikmati masyarakat.
Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata menuju Desa Digital, di mana akses internet diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas peluang usaha masyarakat, hingga mendukung pelayanan publik yang lebih efektif.
Menurut Suratmi, keberadaan jaringan internet saat ini bukan lagi sekadar fasilitas tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan utama masyarakat di era digital. Oleh karena itu, pemerintah desa terus berupaya memperluas jangkauan layanan internet agar seluruh warga dapat menikmati koneksi yang stabil dan terjangkau.
"Sekarang zamannya sudah serba digital. Alhamdulillah, melalui program pemasangan gratis yang kami lakukan bersama mitra penyedia layanan, jumlah pelanggan internet di Desa Padas sudah mencapai hampir 330 pengguna. Internet ini sangat membantu UMKM untuk memasarkan produknya secara online sekaligus mendukung kegiatan belajar mengajar bagi para pelajar," jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dampak positif keberadaan internet mulai dirasakan oleh dunia pendidikan. Bahkan, ketika sejumlah daerah mengalami penurunan jumlah peserta didik baru, SD Padas 1 dan SD Padas 2 justru mengalami peningkatan jumlah siswa.
Meski demikian, Suratmi mengakui masih terdapat beberapa kendala teknis pada jaringan internet. Namun, menurutnya, setiap laporan dari masyarakat selalu mendapat respons cepat dari tim teknisi sehingga pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan dengan baik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sragen dari Partai Amanat Nasional (PAN), Basuki. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi semangat masyarakat Desa Padas yang aktif mengikuti berbagai kegiatan positif yang digagas pemerintah desa.
Basuki menilai pelaksanaan CFD secara rutin merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian desa melalui aktivitas perdagangan para pelaku UMKM.
Ia juga mengingatkan agar fasilitas internet yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara bijak dan produktif, terutama sebagai media promosi produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Tujuan kita bersama adalah menjadikan Desa Padas semakin maju dan sejahtera. Internet harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif, terutama mendukung perkembangan UMKM agar mampu bersaing di era digital," katanya.
Selain itu, Basuki menjelaskan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Sragen sedang membahas Peraturan Daerah (Perda) mengenai tata kelola kabel komunikasi agar pembangunan infrastruktur jaringan internet tetap memperhatikan aspek keamanan, estetika, dan kerapian lingkungan.
Ia juga mengungkapkan bahwa pada tahun anggaran 2027 mendatang dirinya memperjuangkan alokasi anggaran pembangunan infrastruktur Desa Padas senilai lebih dari Rp400 juta. Anggaran tersebut diharapkan dapat digunakan untuk peningkatan berbagai fasilitas umum, termasuk pembenahan lapangan desa yang telah diusulkan pemerintah desa.
"Usulan pembangunan lapangan sudah masuk dalam pembahasan. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar sehingga anggaran dapat direalisasikan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Padas," tambahnya.
Acara semakin semarak dengan kehadiran Camat Tanon Rinaldhy Arief Wicaksono, S.STP., M.Si., Kapolsek Tanon Iptu Priyatno, unsur Koramil Tanon, tokoh masyarakat, perangkat desa, serta berbagai elemen masyarakat lainnya.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, panitia juga menyerahkan bantuan paket sembako kepada sejumlah warga yang membutuhkan. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas Desa Padas.
Melalui kegiatan CFD yang dipadukan dengan pengembangan akses internet desa, Pemerintah Desa Padas menunjukkan bahwa pembangunan desa tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan masyarakat, ekonomi kerakyatan, serta transformasi digital.
Dengan sinergi antara pemerintah desa, BUMDes, DPRD, pihak swasta melalui PT. Aktech Digital Solutions, serta dukungan masyarakat, Desa Padas optimistis mampu menjadi salah satu contoh desa yang berhasil menggabungkan pembangunan ekonomi, gaya hidup sehat, dan pemanfaatan teknologi digital untukksi meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (*)
Pewarta: Pariyo Saputra
Redaksi Sumateranewstv







0Komentar