TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Camat Abung Tengah Tekankan Kolaborasi dalam Rembuk Stunting di Desa Kinciran

Camat Abung Tengah Tekankan Kolaborasi dalam Rembuk Stunting di Desa Kinciran

Daftar Isi
×

Kotabumi, (Sumateranewstv.com) – Camat Abung Tengah, Kasim, S.E., M.M., menghadiri kegiatan Rembuk Stunting yang diselenggarakan di Desa Kinciran, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Rabu (1/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, aparat desa, dan masyarakat guna mempercepat penurunan angka stunting di wilayah tersebut.

Rembuk stunting merupakan salah satu tahapan penting dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting yang bertujuan menyatukan persepsi seluruh pemangku kepentingan, menyusun rencana aksi yang terukur, serta memastikan berbagai program intervensi benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Dalam sambutannya, Camat Abung Tengah Kasim menegaskan bahwa kegiatan rembuk stunting tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda rutin atau kegiatan seremonial semata. Menurutnya, forum tersebut harus menjadi wadah untuk membangun komitmen bersama dalam menyelesaikan persoalan stunting secara menyeluruh dan berkelanjutan.

"Rembuk stunting bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi forum penting untuk menyatukan persepsi, menyusun langkah nyata, dan memastikan program penanganan stunting benar-benar tepat sasaran," ujar Kasim di hadapan para peserta.

Ia menjelaskan bahwa stunting merupakan persoalan yang kompleks sehingga penyelesaiannya tidak hanya menjadi tanggung jawab sektor kesehatan. Pemerintah desa, keluarga, kader Posyandu, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam mendukung upaya pencegahan serta penanganan stunting.

Menurut Kasim, keberhasilan menurunkan angka stunting akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Anak-anak yang tumbuh sehat akan memiliki peluang lebih baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, serta produktivitas ketika memasuki usia dewasa.

Dalam kesempatan tersebut, Camat Kasim menyampaikan lima poin penting yang diharapkan menjadi fokus bersama dalam pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di Desa Kinciran maupun wilayah Kecamatan Abung Tengah.

Pertama, dilakukan identifikasi dan validasi data keluarga yang berisiko mengalami stunting agar intervensi pemerintah dapat dilakukan secara tepat sasaran. Data yang akurat dinilai menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan maupun program bantuan yang benar-benar dibutuhkan masyarakat.

Kedua, pemerintah desa diharapkan mampu menyusun prioritas kegiatan yang mendukung percepatan penurunan stunting melalui pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) serta mengintegrasikan berbagai program lintas sektor yang berkaitan dengan kesehatan, sanitasi, gizi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Ketiga, penguatan peran Posyandu dan kader kesehatan harus terus dilakukan. Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang memiliki fungsi penting dalam memantau pertumbuhan balita, memberikan penyuluhan kepada orang tua, serta mendeteksi secara dini potensi gangguan tumbuh kembang anak.

Keempat, peningkatan edukasi kepada masyarakat mengenai pola asuh anak, pemenuhan gizi seimbang, pentingnya sanitasi yang baik, serta kesehatan ibu hamil harus terus diperkuat. Edukasi yang berkesinambungan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mencegah stunting sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Kelima, Camat Kasim menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antar lembaga di tingkat desa agar setiap program berjalan secara terpadu dan saling mendukung. Sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pendamping desa, serta masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam menekan angka stunting.

"Saya juga mengajak seluruh aparatur desa agar menjadikan isu stunting sebagai salah satu prioritas pembangunan desa. Keberhasilan menurunkan angka stunting akan menjadi investasi besar bagi masa depan generasi kita. Mari kita jadikan rembuk ini menghasilkan keputusan yang konkret, terukur, dan dapat ditindaklanjuti bersama," tegas Kasim.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti diskusi secara aktif dengan membahas berbagai strategi percepatan penurunan stunting, mulai dari pemetaan keluarga berisiko, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, hingga optimalisasi peran kader Posyandu dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang balita.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Camat Abung Tengah Kasim, S.E., M.M., Sekretaris Kecamatan Aisyah, S.E., Kasi Pemerintahan Alex Jepra, S.E., M.M., Kasi Pembangunan Rika Rozana, S.E., Kepala UPT Puskesmas Subik yang diwakili Ahli Gizi Maya, S.K.M., Kepala Desa Kinciran Sri Emilia beserta perangkat desa, Ketua BPD Zubir bersama anggota, bidan desa, pendamping desa, pendamping lokal desa, kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta seluruh peserta rembuk stunting.

Melalui pelaksanaan rembuk stunting ini diharapkan tercipta komitmen yang kuat dari seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja sama menekan angka stunting di Kecamatan Abung Tengah. Dengan kolaborasi yang solid, program percepatan penurunan stunting diharapkan mampu menciptakan generasi yang lebih sehat, cerdas, berkualitas, dan menjadi modal utama dalam pembangunan Kabupaten Lampung Utara di masa mendatang.

(*)

Pewarta: Pariyo Saputra 

Redaksi Sumateranewstv 

0Komentar