Kotabumi, (Sumateranewstv.com) – Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., meresmikan Masjid Al-Mursin Tuah yang berada di Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Sabtu (18/7/2026). Peresmian masjid yang berlokasi di kompleks Pondok Pesantren Al-Falah Minhajul Karomah tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri oleh tokoh agama, pengurus yayasan, santri, serta masyarakat setempat.
Peresmian Masjid Al-Mursin Tuah dilakukan secara langsung oleh Bupati Hamartoni bersama Pembina Yayasan Al-Mursin Tuah, H.M. Tuan Pasirah Somad. Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi pengembangan kegiatan keagamaan dan pendidikan Islam di wilayah Kecamatan Kotabumi Utara
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Minhajul Karomah, K.H. Muhammad Masykuri, penceramah K.H. Ahmad Fauzi, para tokoh masyarakat, tokoh agama, jajaran pengurus pondok pesantren, serta ratusan warga yang memadati area⁹⁸ masjid.
Suasana penuh kebersamaan dan kekhidmatan menyelimuti prosesi peresmian. Warga dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti rangkaian acara yang diawali dengan doa bersama, dilanjutkan dengan sambutan dari sejumlah tokoh, serta tausiah keagamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Hamartoni Ahadis menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Masjid Al-Mursin Tuah. Menurutnya, keberadaan masjid memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar bangunan fisik.
“Pembangunan masjid bukan hanya menghadirkan bangunan megah semata, melainkan juga membangun pusat peradaban umat, tempat menumbuhkan keimanan, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membina generasi yang berakhlakul karimah,” ujar Hamartoni.
Bupati menegaskan bahwa masjid memiliki fungsi strategis sebagai pusat pembinaan masyarakat. Selain digunakan untuk melaksanakan ibadah, masjid juga harus mampu menjadi wadah pendidikan, dakwah, pemberdayaan sosial, serta pembentukan karakter generasi muda.
Menurutnya, tantangan perkembangan zaman saat ini menuntut seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan. Oleh sebab itu, keberadaan rumah ibadah yang aktif dan produktif sangat diperlukan guna membangun sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas.
“Kami berharap Masjid Al-Mursin Tuah dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dakwah, pembinaan keagamaan, pemberdayaan umat, hingga pelayanan sosial bagi masyarakat sekitar,” lanjutnya.
Hamartoni juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memakmurkan masjid melalui berbagai kegiatan positif. Ia berharap masjid tersebut tidak hanya ramai saat pelaksanaan salat berjamaah, tetapi juga menjadi pusat aktivitas yang mampu memperkuat persatuan dan solidaritas masyarakat.
Keberadaan Masjid Al-Mursin Tuah di lingkungan Pondok Pesantren Al-Falah Minhajul Karomah dinilai memiliki peran penting dalam mendukung proses pendidikan para santri. Dengan fasilitas yang lebih representatif, para santri diharapkan dapat semakin optimal dalam memperdalam ilmu agama dan membangun karakter Islami.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Falah Minhajul Karomah, K.H. Muhammad Masykuri, menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan masjid tersebut. Ia mengatakan bahwa proses pembangunan tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan pendidikan dan syiar Islam di Lampung Utara.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, baik tenaga, pikiran, maupun bantuan lainnya. Semoga masjid ini dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat dan menjadi amal jariyah bagi semua yang terlibat,” ujarnya.
Menurut K.H. Muhammad Masykuri, pondok pesantren dan masjid merupakan dua elemen yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan moral yang baik.
Sementara itu, dalam tausiah yang disampaikan, K.H. Ahmad Fauzi mengingatkan pentingnya menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan umat. Ia menekankan bahwa sejak masa Rasulullah SAW, masjid memiliki fungsi yang sangat luas, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, musyawarah, dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ia mengajak masyarakat untuk menjaga dan memakmurkan Masjid Al-Mursin Tuah dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat, seperti pengajian rutin, pendidikan Al-Qur’an, santunan sosial, hingga pembinaan generasi muda.
Peresmian masjid tersebut juga menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, yayasan, serta masyarakat dalam membangun kehidupan yang religius dan harmonis. Pemerintah Kabupaten Lampung Utara terus mendorong pembangunan yang seimbang, baik dari sisi infrastruktur maupun pembangunan sumber daya manusia.
Melalui keberadaan Masjid Al-Mursin Tuah, masyarakat Desa Sawojajar dan sekitarnya kini memiliki sarana ibadah yang lebih memadai. Diharapkan, masjid tersebut dapat menjadi pusat peradaban Islam yang mampu melahirkan generasi beriman, berilmu, dan berakhlakul karimah.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong yang terus dijaga, Masjid Al-Mursin Tuah diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Lampung Utara di masa mendatang. (*)
Pewarta: Pariyo Saputra
Redaksi Sumateranewstv




0Komentar