TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Bupati Hamartoni dan Wakil Bupati Romli Hadiri Prosesi Adat “Angkon Muakhi” Pangdam XXI/Radin Inten

Bupati Hamartoni dan Wakil Bupati Romli Hadiri Prosesi Adat “Angkon Muakhi” Pangdam XXI/Radin Inten

Daftar Isi
×

KOTABUMI, (Sumateranewstv.com) – Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., bersama Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, S.Kom., S.H., M.H., menghadiri prosesi adat Angkon Muakhi atau pengangkatan saudara yang mempertemukan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si. (Han), dengan tokoh masyarakat Lampung Utara, Ansori Sabak. Acara yang berlangsung khidmat di Kotabumi tersebut menjadi salah satu momentum penting dalam mempererat hubungan antara masyarakat adat Lampung dengan institusi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Prosesi yang sarat akan nilai budaya dan kearifan lokal itu dihadiri oleh jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan lainnya. Suasana penuh kekeluargaan dan nuansa adat Lampung tampak mewarnai seluruh rangkaian acara yang berlangsung dengan khidmat.

Tradisi Angkon Muakhi merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Lampung yang telah diwariskan secara turun-temurun. Dalam tradisi tersebut, seseorang diangkat menjadi saudara secara adat dan memperoleh pengakuan sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Lampung. Prosesi ini bukan hanya bersifat simbolis, melainkan juga mengandung makna mendalam tentang persaudaraan, persatuan, dan tanggung jawab moral.

Melalui pelaksanaan prosesi adat tersebut, Mayjen TNI Kristomei Sianturi kini secara sah dan adat telah diakui sebagai putra daerah Lampung Utara. Ikatan persaudaraan yang terjalin melalui Angkon Muakhi diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan emosional antara masyarakat Lampung dengan jajaran TNI.

Pengangkatan saudara secara adat ini juga menjadi simbol eratnya hubungan antara pemerintah daerah, masyarakat, dan institusi pertahanan negara dalam menjaga persatuan serta membangun daerah. Kehadiran Pangdam XXI/Radin Inten dalam prosesi tersebut disambut hangat oleh seluruh masyarakat yang hadir.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., menyampaikan rasa bangga dan haru atas terlaksananya prosesi adat tersebut. Menurutnya, momentum tersebut memiliki makna yang sangat mendalam karena tidak hanya memperkuat nilai-nilai budaya, tetapi juga menghubungkan kembali sejarah dan kenangan masa lalu.

“Ini adalah momen yang sangat istimewa bagi segenap masyarakat Bumi Ragem Tunas Lampung. Secara kebetulan yang sarat makna, orang tua Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, dulunya pernah tinggal menetap di Kotabumi, Lampung Utara. Bahkan, jenderal bintang dua ini sempat mengenyam bangku sekolah di sini,” ujar Hamartoni.

Menurut Bupati, fakta tersebut menjadikan prosesi Angkon Muakhi bukan sekadar acara seremonial, melainkan sebuah peristiwa bersejarah yang seolah mempertemukan kembali seorang putra daerah dengan tanah kelahirannya.

“Jadi, prosesi Angkon Muakhi hari ini seperti menyambut kepulangan putra daerah yang kembali ke rumahnya sendiri. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat Lampung Utara karena ikatan emosional tersebut kini diperkuat melalui adat dan budaya Lampung,” lanjutnya.

Bupati Hamartoni juga menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan adat istiadat Lampung sebagai identitas daerah. Menurutnya, nilai-nilai budaya seperti gotong royong, persaudaraan, dan kebersamaan harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Sementara itu, usai mengikuti prosesi adat, Pangdam XXI/Radin Inten, Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, tokoh adat, serta seluruh masyarakat.

“Tabik Pun. Sungguh merupakan suatu kehormatan yang luar biasa bagi saya pribadi dan keluarga dapat diterima dengan tangan terbuka melalui prosesi adat Angkon Muakhi ini. Secara adat, hari ini saya telah sah diangkat menjadi saudara dari Abangda Ansori Sabak dan resmi menjadi bagian dari keluarga besar masyarakat Lampung Utara,” ungkap Kristomei Sianturi.

Pangdam mengaku memiliki kedekatan emosional dengan Lampung Utara karena masa kecilnya pernah dihabiskan di wilayah tersebut. Kenangan tentang Kotabumi dan masyarakatnya menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya hingga kini mengemban amanah sebagai Pangdam XXI/Radin Inten.

Lebih lanjut, Kristomei berharap hubungan persaudaraan yang telah terjalin melalui prosesi adat tersebut dapat menjadi jembatan untuk mempererat sinergi antara TNI dan masyarakat. Menurutnya, kerja sama yang baik antara seluruh elemen bangsa merupakan modal utama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan pembangunan daerah.

Prosesi adat Angkon Muakhi yang berlangsung di Kotabumi menjadi bukti bahwa budaya Lampung tetap hidup dan dijaga oleh masyarakatnya. Selain mempererat hubungan kekeluargaan, tradisi tersebut juga menjadi simbol kuatnya persatuan di tengah keberagaman.

Pemerintah Kabupaten Lampung Utara berharap momentum ini dapat semakin memperkuat rasa kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya daerah. Dengan menjaga tradisi dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur, masyarakat Lampung Utara diharapkan mampu terus membangun daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing. (*)

Pewarta: Pariyo Saputra 

Redaksi Sumateranewstv 

0Komentar