LAMPUNG UTARA, (Sumateranewstv.com) – Warga Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, dihebohkan dengan pengakuan seorang petani karet yang mengaku melihat seekor ular berukuran sangat besar saat sedang menyadap getah karet di kawasan perkebunan yang berbatasan langsung dengan aliran Sungai Codet. Peristiwa tersebut terjadi pada awal pekan dan kembali menjadi perhatian masyarakat setelah kisahnya menyebar luas, Jumat (26/6/2026).
Petani bernama Suhadi mengaku mengalami kejadian yang tidak pernah dibayangkannya sebelumnya. Saat menjalankan aktivitas rutin memanen getah karet pada pagi hari, ia mendapati seekor ular dengan ukuran tubuh yang disebut sangat besar melintas tepat di hadapannya. Penampakan tersebut membuatnya panik hingga kesulitan bergerak karena rasa takut.
Menurut penuturan Suhadi, saat itu dirinya sedang mengumpulkan getah karet di area perkebunan yang berada di tepi Sungai Codet. Kondisi lokasi yang masih dipenuhi pepohonan rindang dan semak-semak membuat pandangan menjadi terbatas sehingga ia tidak menyadari keberadaan satwa tersebut hingga berada dalam jarak yang cukup dekat.
"Tiba-tiba saja saya melihat sosok besar bergerak perlahan melintas di depan mata saya. Yang saya lihat jelas hanya bagian tubuhnya yang sangat besar. Ujung buntutnya kira-kira sebesar paha orang dewasa, sedangkan bagian tengah badannya jauh lebih besar. Saya tidak sempat melihat bagian kepala karena tubuhnya sangat panjang," ujar Suhadi saat menceritakan pengalaman yang dialaminya.
Ia mengaku belum pernah melihat ular dengan ukuran sebesar itu selama puluhan tahun bekerja sebagai petani karet. Pengalaman tersebut membuat dirinya sangat terkejut hingga tubuhnya langsung gemetar dan sulit mengendalikan diri.
"Saya kaget bukan main. Badan terasa dingin, kaki lemas, bahkan ingin berteriak tetapi suara yang keluar sangat pelan karena rasa takut yang luar biasa," katanya.
Dalam kondisi panik, Suhadi kemudian berusaha memanggil saudaranya yang sedang bekerja di lokasi lain dengan jarak sekitar puluhan meter dari tempat kejadian. Setelah beberapa kali berteriak, saudaranya akhirnya mendengar panggilan tersebut dan segera datang menghampiri.
Namun ketika saudaranya tiba di lokasi, ular tersebut sudah bergerak menjauh menuju kawasan semak belukar yang berada di sepanjang bantaran Sungai Codet. Demi menghindari risiko yang membahayakan, keduanya memilih meninggalkan lokasi dan tidak berusaha mengejar ataupun mendekati satwa tersebut.
Pengakuan Suhadi kemudian menjadi perbincangan di kalangan masyarakat sekitar. Sebagian warga menduga ular yang dilihat merupakan jenis anakonda karena ukuran tubuhnya yang sangat besar. Namun hingga saat ini belum terdapat bukti berupa foto, video, ataupun hasil identifikasi resmi dari instansi terkait yang dapat memastikan jenis ular tersebut.
Secara ilmiah, ular anakonda merupakan spesies yang berasal dari Amerika Selatan dan tidak termasuk satwa liar yang hidup alami di Indonesia. Karena itu, identitas ular yang dilihat Suhadi masih belum dapat dipastikan dan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak yang memiliki kewenangan di bidang konservasi satwa liar.
Meski demikian, kawasan perkebunan yang berbatasan dengan sungai memang menjadi habitat berbagai jenis ular besar yang hidup di Indonesia, seperti ular sanca batik maupun sanca kembang. Kedua spesies tersebut diketahui mampu tumbuh hingga mencapai ukuran beberapa meter dan sering ditemukan di kawasan hutan, perkebunan, rawa, maupun bantaran sungai.
Lokasi penampakan berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga di Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Kotabumi. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kebun maupun ketika melintas di sekitar aliran Sungai Codet.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Lampung Utara bersama instansi terkait dapat melakukan penyisiran di lokasi yang disebut sebagai tempat munculnya ular berukuran besar tersebut. Selain untuk memastikan keberadaan satwa itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang setiap hari bekerja di kawasan perkebunan.
Masyarakat juga diimbau agar tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri apabila kembali menemukan ular berukuran besar. Warga disarankan segera melaporkan temuan tersebut kepada aparat desa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemadam kebakaran, atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar penanganan dapat dilakukan secara profesional dan aman.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi berwenang mengenai hasil pengecekan di lokasi maupun kepastian jenis ular yang dilaporkan terlihat oleh Suhadi. Meski demikian, masyarakat di sekitar bantaran Sungai Codet diminta tetap meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di area perkebunan, terutama pada pagi dan sore hari ketika satwa liar lebih aktif bergerak.
(*)
Pewarta: Pariyo Saputra
Redaksi Sumateranewstv
```

0Komentar