TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Kapolda dan Wakapolda Lampung Hadiri Rakernis Gabungan Bid Humas dan Bid TIK, Perkuat Strategi Media Policing Menuju Polri Presisi

Kapolda dan Wakapolda Lampung Hadiri Rakernis Gabungan Bid Humas dan Bid TIK, Perkuat Strategi Media Policing Menuju Polri Presisi

Daftar Isi
×

BANDAR LAMPUNG, (Sumateranewstv.com) – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, didampingi Wakapolda Lampung Brigjen Pol Drs. Sumarto, menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Gabungan Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) dan Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Bid TIK) Polda Lampung Tahun Anggaran 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Emersia Hotel & Resort, Bandar Lampung, Selasa (2/6/2026), tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran kepolisian dalam memperkuat sinergitas antar fungsi kehumasan dan teknologi informasi guna menjawab tantangan komunikasi publik di era digital yang semakin dinamis.

Rakernis tahun ini mengusung tema “Optimalisasi Media Policing dan Manajemen Media, Humas Polri Presisi Siap Menyukseskan Rencana Kerja Polri dan Pemerintah dalam Rangka Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026.” Tema tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat melalui pendekatan komunikasi yang profesional, transparan, dan berbasis teknologi.

Acara ini turut dihadiri oleh para Pejabat Utama (PJU) Polda Lampung, para Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas), Kepala Seksi Teknologi Informasi dan Komunikasi (Kasi TIK), operator Sistem Informasi Humas (Sihumas), serta perwakilan Bhabinkamtibmas dari seluruh Polres dan Polresta jajaran Polda Lampung.

Kehadiran para peserta dari berbagai satuan kerja tersebut menunjukkan bahwa penguatan fungsi komunikasi publik dan teknologi informasi merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara terintegrasi dalam mendukung tugas-tugas kepolisian.

Peran Strategis Humas dan TIK di Era Digital

Dalam sambutannya, Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat telah mengubah pola komunikasi masyarakat secara signifikan. Informasi kini dapat tersebar dalam hitungan detik melalui berbagai platform digital, sehingga menuntut Polri untuk mampu beradaptasi dan bergerak cepat dalam memberikan informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, media sosial dan platform digital saat ini tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga telah menjadi ruang publik yang mempengaruhi persepsi, opini, dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap berbagai institusi, termasuk Polri.

Oleh karena itu, fungsi Humas sebagai pengelola informasi publik dan fungsi TIK sebagai penyedia infrastruktur teknologi harus mampu berjalan beriringan serta saling melengkapi untuk menciptakan sistem komunikasi yang efektif.

“Tema Rakernis tahun ini sangat jelas, kita harus mengoptimalkan media policing dan manajemen media. Seluruh jajaran Humas dan TIK harus bersinergi untuk mendukung penuh rencana kerja Polri serta menyukseskan program Asta Cita Presiden RI. Kita harus mampu menyajikan informasi yang cepat, akurat, dan mengedukasi masyarakat,” ujar Helfi.

Kapolda menekankan bahwa kecepatan dalam menyampaikan informasi harus diimbangi dengan akurasi dan tanggung jawab. Di tengah maraknya penyebaran informasi yang belum tentu benar, Polri memiliki kewajiban untuk menjadi sumber informasi yang kredibel dan terpercaya.

Menurutnya, setiap anggota yang bertugas di bidang kehumasan maupun teknologi informasi harus memiliki kemampuan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kemampuan tersebut meliputi pemanfaatan teknologi digital, pengelolaan media sosial, analisis opini publik, hingga strategi komunikasi yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Media Policing sebagai Pendekatan Modern Kepolisian

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep media policing menjadi salah satu strategi yang terus dikembangkan oleh Polri. Pendekatan ini menempatkan media sebagai sarana utama dalam membangun komunikasi yang positif antara kepolisian dan masyarakat.

Melalui media policing, Polri tidak hanya menyampaikan informasi mengenai penegakan hukum, tetapi juga memberikan edukasi, sosialisasi program-program kepolisian, serta membangun partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolda Lampung menjelaskan bahwa media policing merupakan bentuk transformasi pelayanan kepolisian yang menyesuaikan diri dengan perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin bergantung pada teknologi digital.

Jika dahulu komunikasi publik lebih banyak dilakukan melalui media konvensional, saat ini masyarakat memperoleh informasi dari berbagai platform digital seperti media sosial, portal berita daring, aplikasi pesan instan, hingga berbagai kanal multimedia lainnya.

Kondisi tersebut menuntut Polri untuk lebih aktif hadir di ruang digital guna memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan keresahan.

Selain itu, media policing juga menjadi sarana penting dalam membangun citra institusi yang profesional, modern, dan terpercaya sesuai dengan konsep Polri Presisi yang terus digaungkan dalam beberapa tahun terakhir.

Pentingnya Manajemen Media yang Profesional

Selain media policing, aspek manajemen media juga menjadi fokus utama dalam Rakernis Gabungan Bid Humas dan Bid TIK Tahun 2026.

Manajemen media yang baik dinilai sangat penting untuk memastikan setiap informasi yang disampaikan kepada masyarakat memiliki kualitas yang tinggi, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan publik.

Dalam konteks kepolisian, manajemen media tidak hanya berkaitan dengan publikasi kegiatan, tetapi juga mencakup strategi komunikasi krisis, pengelolaan isu publik, monitoring pemberitaan, serta membangun hubungan yang harmonis dengan insan pers.

Kapolda Lampung menegaskan bahwa hubungan kemitraan antara Polri dan media massa harus terus diperkuat. Media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara institusi kepolisian dan masyarakat.

Melalui hubungan yang baik dengan media, berbagai program kepolisian dapat tersampaikan secara luas kepada masyarakat sehingga mampu meningkatkan pemahaman publik terhadap tugas dan fungsi Polri.

Di sisi lain, media juga menjadi sarana evaluasi bagi institusi kepolisian dalam memahami aspirasi, kritik, dan harapan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan.

Karena itu, jajaran Humas di seluruh wilayah diharapkan mampu membangun komunikasi yang profesional, terbuka, dan konstruktif dengan para jurnalis serta organisasi media.

Sinergitas Humas dan TIK sebagai Kunci Keberhasilan

Rakernis Gabungan Bid Humas dan Bid TIK ini juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas fungsi dalam menghadapi tantangan digitalisasi yang semakin kompleks.

Jika fungsi Humas bertanggung jawab dalam pengelolaan informasi dan komunikasi publik, maka Bid TIK memiliki peran vital dalam menyediakan sistem teknologi yang mendukung seluruh proses komunikasi tersebut.

Mulai dari pengelolaan jaringan komunikasi, sistem informasi kepolisian, keamanan siber, hingga pengembangan platform digital, seluruhnya membutuhkan dukungan teknologi yang andal dan berkelanjutan.

Kapolda Lampung menilai bahwa keberhasilan strategi komunikasi Polri tidak akan tercapai tanpa adanya infrastruktur teknologi yang kuat.

Oleh sebab itu, kolaborasi antara personel Humas dan TIK harus terus ditingkatkan agar mampu menghasilkan inovasi-inovasi baru dalam pelayanan informasi kepada masyarakat.

Sinergitas tersebut juga diperlukan untuk menghadapi berbagai ancaman di ruang digital seperti penyebaran hoaks, serangan siber, manipulasi informasi, serta berbagai bentuk kejahatan digital lainnya yang dapat mempengaruhi stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dukung Program Asta Cita Presiden RI

Salah satu fokus utama Rakernis tahun ini adalah dukungan terhadap pelaksanaan Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Tahun 2026.

Program tersebut menjadi arah pembangunan nasional yang membutuhkan dukungan seluruh kementerian dan lembaga, termasuk Polri sebagai institusi yang memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

Melalui fungsi Humas dan TIK, Polri diharapkan mampu mengkomunikasikan berbagai program pemerintah kepada masyarakat secara efektif sehingga dapat meningkatkan partisipasi publik dalam mendukung pembangunan nasional.

Selain itu, penyampaian informasi yang baik juga berperan penting dalam membangun optimisme masyarakat terhadap berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah.

Kapolda Lampung menegaskan bahwa seluruh jajaran harus memahami peran strategisnya masing-masing dalam mendukung agenda pembangunan nasional melalui tugas pokok dan fungsi yang diemban.

Dengan komunikasi yang efektif dan pemanfaatan teknologi yang optimal, berbagai program pemerintah dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat sehingga tujuan pembangunan dapat tercapai secara maksimal.

Meningkatkan Kompetensi Personel

Rakernis Gabungan Bid Humas dan Bid TIK juga menjadi sarana peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Polda Lampung.

Melalui berbagai sesi diskusi, pemaparan materi, serta evaluasi program kerja, para peserta memperoleh pembekalan terkait perkembangan teknologi informasi, strategi komunikasi publik, pengelolaan media digital, hingga teknik menghadapi dinamika opini masyarakat.

Peningkatan kompetensi personel menjadi salah satu prioritas karena tantangan yang dihadapi di era digital terus berkembang dari waktu ke waktu.

Personel kepolisian dituntut tidak hanya memahami tugas-tugas konvensional, tetapi juga memiliki kemampuan dalam memanfaatkan teknologi modern untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Dengan sumber daya manusia yang berkualitas, diharapkan fungsi kehumasan dan teknologi informasi di lingkungan Polda Lampung dapat berjalan semakin efektif dan profesional.

Menuju Polri yang Presisi dan Modern

Pelaksanaan Rakernis Gabungan Bid Humas dan Bid TIK Tahun Anggaran 2026 menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polda Lampung dalam mewujudkan institusi kepolisian yang Presisi, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Konsep Presisi menuntut seluruh jajaran Polri untuk mampu bekerja secara profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks komunikasi publik, prinsip tersebut diwujudkan melalui penyampaian informasi yang cepat, transparan, akurat, dan mudah diakses oleh masyarakat.

Kapolda Lampung berharap hasil Rakernis ini dapat menjadi pedoman bagi seluruh personel dalam melaksanakan tugas sepanjang tahun 2026.

Kesamaan visi, misi, dan strategi yang dibangun melalui forum Rakernis diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Melalui Rakernis ini kita berharap seluruh jajaran memiliki pemahaman yang sama dalam menghadapi tantangan komunikasi publik ke depan. Kita harus terus berinovasi, memperkuat sinergi, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terwujudnya Polri yang Presisi,” tegas Kapolda.

Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan transformasi digital yang terus dikembangkan, Polda Lampung optimistis mampu menghadapi berbagai tantangan komunikasi publik di masa mendatang sekaligus mendukung keberhasilan program kerja Polri dan pemerintah.

Rakernis Gabungan Bid Humas dan Bid TIK Tahun Anggaran 2026 pun menjadi bukti nyata komitmen Polda Lampung dalam membangun sistem komunikasi publik yang modern, profesional, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat, sehingga kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat di Provinsi Lampung. (*)

Redaksi Sumateranewstv 

0Komentar