TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Polres Lampung Utara Monitoring Harga Sembako, Mayoritas Masih Stabil

Polres Lampung Utara Monitoring Harga Sembako, Mayoritas Masih Stabil

Daftar Isi
×

Lampung Utara, (Sumateranewstv.com) – Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat melalui kegiatan monitoring harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional dan pusat distribusi di wilayah Kabupaten Lampung Utara. Berdasarkan hasil pemantauan terbaru yang dilakukan pada Selasa (5/5/2026), mayoritas harga kebutuhan pokok masyarakat masih terpantau stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.


Kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam mengantisipasi potensi gejolak harga serta menjaga daya beli masyarakat, khususnya menjelang momentum-momentum tertentu yang kerap memicu kenaikan harga bahan pokok.

Kapolres Lampung Utara, AKBP Deddy Kurniawan, melalui Kasi Humas IPTU Herawati, menyampaikan bahwa pihaknya secara rutin melakukan pemantauan harga sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

“Secara umum harga bahan pokok di wilayah Lampung Utara masih relatif stabil. Namun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, di antaranya cabai merah, cabai rawit, dan ayam boiler,” ujar IPTU Herawati kepada awak media.

Kenaikan Harga Cabai dan Ayam

Berdasarkan data hasil monitoring di lapangan, harga cabai merah saat ini tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit yang dikenal sebagai komoditas dengan fluktuasi harga tinggi, kini mencapai Rp55.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabai ini diduga dipengaruhi oleh faktor distribusi dan pasokan dari daerah penghasil yang mengalami penurunan akibat kondisi cuaca serta faktor musiman. Selain itu, meningkatnya permintaan juga turut menjadi salah satu penyebab naiknya harga komoditas tersebut.

Tidak hanya cabai, harga ayam boiler juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Saat ini harga ayam boiler berada di kisaran Rp48.000 per kilogram. Kenaikan ini dinilai cukup berdampak bagi masyarakat, mengingat ayam merupakan salah satu sumber protein utama yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

Menurut sejumlah pedagang di pasar tradisional, kenaikan harga ayam disebabkan oleh meningkatnya biaya produksi di tingkat peternak, termasuk harga pakan ternak yang masih tinggi. Selain itu, faktor distribusi dan permintaan pasar juga ikut mempengaruhi harga jual di tingkat konsumen.

Penurunan Harga Beberapa Komoditas

Di tengah kenaikan harga sejumlah komoditas, terdapat pula kabar baik bagi masyarakat. Beberapa bahan pokok justru mengalami penurunan harga. Salah satunya adalah bawang putih yang kini turun menjadi Rp28.000 per kilogram.

Penurunan harga bawang putih ini disambut baik oleh masyarakat, terutama para pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada komoditas tersebut sebagai bahan dasar masakan.

Selain bawang putih, harga telur ayam ras juga mengalami penurunan menjadi Rp27.000 per kilogram. Penurunan harga telur ini dinilai cukup membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan protein dengan harga yang lebih terjangkau.

Sejumlah pedagang menyebutkan bahwa penurunan harga telur dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan dari peternak serta stabilnya distribusi ke pasar-pasar tradisional di wilayah Lampung Utara.

Harga Komoditas Lain Masih Stabil

Untuk komoditas lainnya seperti beras, gula pasir, minyak goreng, ikan, serta gas LPG, masih terpantau stabil tanpa adanya perubahan harga yang signifikan. Stabilitas harga ini menjadi indikator positif bagi kondisi ekonomi daerah yang relatif terkendali.

Beras sebagai bahan pokok utama masyarakat masih tersedia dalam jumlah yang cukup dengan harga yang relatif stabil. Begitu juga dengan minyak goreng yang sebelumnya sempat mengalami gejolak harga, kini berada pada kondisi yang lebih terkendali.

Stabilnya harga sejumlah komoditas ini tidak lepas dari peran berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, distributor, serta aparat kepolisian yang terus melakukan pengawasan terhadap distribusi barang di lapangan.

Peran Polres dalam Menjaga Stabilitas Harga

Polres Lampung Utara tidak hanya melakukan pemantauan harga, tetapi juga aktif berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian, serta pihak distributor untuk memastikan kelancaran distribusi bahan pokok.

Langkah ini dilakukan guna mencegah adanya praktik penimbunan barang atau permainan harga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan adanya pengawasan yang ketat, diharapkan harga bahan pokok tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.

IPTU Herawati menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan monitoring secara berkala untuk memastikan kondisi pasar tetap kondusif.

“Kami akan terus melakukan monitoring dan koordinasi dengan instansi terkait guna menjaga stabilitas harga serta mengantisipasi potensi lonjakan harga di wilayah Lampung Utara,” tegasnya.

Dampak terhadap Masyarakat

Stabilitas harga bahan pokok memiliki dampak yang sangat besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah. Kenaikan harga komoditas tertentu seperti cabai dan ayam tentu akan mempengaruhi pengeluaran rumah tangga.

Namun demikian, dengan masih stabilnya harga sebagian besar kebutuhan pokok, masyarakat diharapkan tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari tanpa mengalami tekanan ekonomi yang signifikan.

Sejumlah warga mengaku cukup terbantu dengan kondisi harga yang relatif stabil, meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan.

“Memang cabai sekarang agak mahal, tapi yang lain masih normal. Jadi masih bisa diatur untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar salah seorang warga yang ditemui di pasar.

Harapan ke Depan

Ke depan, Polres Lampung Utara bersama instansi terkait diharapkan dapat terus menjaga stabilitas harga bahan pokok serta meningkatkan pengawasan terhadap distribusi barang.

Selain itu, peran aktif masyarakat juga sangat dibutuhkan dalam menjaga kondisi pasar tetap kondusif, termasuk dengan tidak melakukan pembelian secara berlebihan yang dapat memicu kelangkaan barang.

Pemerintah daerah juga diharapkan dapat terus mendukung upaya stabilisasi harga melalui kebijakan yang pro terhadap masyarakat, seperti operasi pasar dan subsidi untuk komoditas tertentu.

Dengan sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat, stabilitas harga bahan pokok di Lampung Utara diharapkan dapat terus terjaga, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Kesimpulan

Monitoring harga sembako yang dilakukan oleh Polres Lampung Utara menunjukkan bahwa kondisi pasar saat ini masih relatif stabil, meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas seperti cabai dan ayam.

Di sisi lain, adanya penurunan harga pada komoditas seperti bawang putih dan telur ayam ras menjadi kabar baik bagi masyarakat. Stabilnya harga sebagian besar kebutuhan pokok menjadi indikator positif bagi kondisi ekonomi daerah.

Polres Lampung Utara berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pengawasan guna menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Dengan langkah-langkah yang telah dilakukan, diharapkan kondisi pasar di Lampung Utara tetap kondusif dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

(*)

Redaksi Sumateranewstv com 

0Komentar