TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Lapas Way Kanan Perketat Pengawasan Jelang Idul Adha, Razia Blok Hunian Digelar Humanis Demi Wujudkan Zero Halinar

Lapas Way Kanan Perketat Pengawasan Jelang Idul Adha, Razia Blok Hunian Digelar Humanis Demi Wujudkan Zero Halinar

Daftar Isi
×

WAY KANAN, (SUMATERANEWSTV.COM) – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Way Kanan terus meningkatkan pengawasan dan pengendalian keamanan di lingkungan pemasyarakatan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menggelar penggeledahan atau razia rutin di seluruh blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP), sebagai bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).

Kegiatan penggeledahan yang dilaksanakan pada Rabu (27/5) tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIB Way Kanan, Riski Burhannudin, bersama jajaran petugas pemasyarakatan. Razia dilakukan secara menyeluruh di seluruh kamar hunian warga binaan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis, profesional, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku.

Langkah ini menjadi bagian dari implementasi program nasional pemasyarakatan dalam mewujudkan lingkungan lapas yang aman, tertib, dan bebas dari berbagai pelanggaran. Selain itu, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk komitmen kuat Lapas Way Kanan dalam mendukung program pemberantasan handphone ilegal, pungutan liar, dan narkoba yang dikenal dengan istilah “Zero Halinar”.

Sejak beberapa tahun terakhir, program Zero Halinar menjadi salah satu fokus utama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih bersih, transparan, dan berintegritas. Program tersebut bertujuan menutup berbagai celah pelanggaran yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di dalam lapas maupun berdampak pada keamanan masyarakat luas.

Sebelum pelaksanaan penggeledahan, seluruh petugas terlebih dahulu mengikuti apel kesiapan yang dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Way Kanan. Dalam arahannya, Riski Burhannudin menekankan pentingnya pelaksanaan tugas secara profesional serta mengedepankan sikap persuasif dan humanis terhadap warga binaan.

Menurutnya, penggeledahan bukan semata-mata tindakan penertiban, melainkan juga bagian dari langkah preventif untuk memastikan lingkungan lapas tetap kondusif dan terbebas dari berbagai potensi gangguan yang dapat menghambat proses pembinaan warga binaan.

“Penggeledahan rutin ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Kami memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan tetap mengedepankan sikap humanis kepada warga binaan,” ujar Riski Burhannudin.

Setelah apel selesai, petugas kemudian bergerak menuju blok-blok hunian warga binaan untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Seluruh kamar diperiksa satu per satu guna memastikan tidak terdapat barang-barang terlarang yang dapat digunakan untuk melakukan pelanggaran maupun tindakan yang mengganggu keamanan lapas.

Dalam pelaksanaannya, petugas memeriksa berbagai sudut kamar hunian, mulai dari tempat tidur, lemari penyimpanan, ventilasi, hingga area-area yang berpotensi dijadikan tempat penyembunyian barang terlarang. Pemeriksaan dilakukan secara teliti dan sistematis guna memastikan tidak ada benda yang luput dari pengawasan.

Meski dilakukan secara ketat, petugas tetap menjaga komunikasi yang baik dengan warga binaan. Pendekatan humanis yang diterapkan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga situasi tetap kondusif selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Riski menjelaskan bahwa pendekatan humanis merupakan bagian dari paradigma pemasyarakatan modern yang tidak hanya menekankan aspek keamanan, tetapi juga penghormatan terhadap hak-hak warga binaan sebagai manusia yang sedang menjalani proses pembinaan.

“Kami ingin memastikan bahwa keamanan tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan. Oleh karena itu, setiap kegiatan penggeledahan dilakukan secara profesional, santun, dan sesuai aturan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pengawasan yang ketat sangat diperlukan mengingat lapas merupakan tempat berkumpulnya banyak individu dengan latar belakang yang beragam. Tanpa pengendalian yang baik, potensi munculnya pelanggaran maupun gangguan keamanan dapat meningkat.

Karena itu, penggeledahan rutin menjadi salah satu instrumen penting dalam sistem pengamanan pemasyarakatan. Selain mencegah masuknya barang-barang terlarang, kegiatan tersebut juga berfungsi sebagai bentuk pengawasan aktif terhadap situasi dan kondisi lapas secara keseluruhan.

Lebih lanjut, Kepala Lapas Way Kanan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelanggaran yang berkaitan dengan peredaran narkoba, penggunaan telepon genggam ilegal, praktik pungutan liar, maupun tindakan penipuan yang dilakukan dari dalam lapas.

Menurutnya, keberadaan handphone ilegal di dalam lapas sering kali menjadi sarana yang digunakan oleh oknum tertentu untuk menjalankan aktivitas yang melanggar hukum, termasuk penipuan daring dan koordinasi tindak pidana dari balik jeruji besi.

“Kami terus berkomitmen terhadap program Zero Halinar. Baik warga binaan maupun petugas yang terbukti melanggar akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Riski.

Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan jajaran Lapas Way Kanan dalam membangun budaya kerja yang bersih dan berintegritas. Tidak hanya warga binaan yang menjadi objek pengawasan, namun seluruh petugas juga diwajibkan mematuhi aturan dan menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugas.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang saat ini terus digaungkan di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Melalui penguatan pengawasan internal dan penerapan prinsip akuntabilitas, diharapkan seluruh satuan kerja pemasyarakatan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, peningkatan pengawasan menjadi langkah yang sangat penting. Momen hari besar keagamaan biasanya diiringi dengan meningkatnya aktivitas kunjungan keluarga warga binaan serta berbagai kegiatan pembinaan keagamaan yang melibatkan banyak pihak.

Kondisi tersebut menuntut kesiapan petugas dalam menjaga keamanan dan ketertiban agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Oleh sebab itu, deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan menjadi prioritas utama.

Selain melakukan penggeledahan rutin, Lapas Way Kanan juga terus meningkatkan koordinasi antarpetugas serta memperkuat sistem pengawasan di berbagai titik strategis. Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya pelanggaran maupun gangguan keamanan lainnya.

Program deteksi dini yang diterapkan tidak hanya berfokus pada pengamanan fisik, tetapi juga mencakup pemantauan kondisi psikologis dan sosial warga binaan. Dengan demikian, potensi konflik maupun permasalahan internal dapat diidentifikasi sejak awal dan ditangani secara tepat.

Dalam konteks pembinaan, keamanan dan ketertiban merupakan fondasi utama yang harus dijaga. Tanpa kondisi yang aman dan kondusif, proses pembinaan yang bertujuan membentuk warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik akan sulit berjalan secara optimal.

Karena itu, berbagai upaya pengamanan yang dilakukan bukan semata-mata untuk penegakan aturan, melainkan juga sebagai bentuk dukungan terhadap keberhasilan program pembinaan yang sedang dijalankan.

Sejumlah warga binaan yang mengikuti kegiatan penggeledahan tampak kooperatif selama proses berlangsung. Mereka mengikuti arahan petugas dengan tertib dan menunjukkan sikap yang mendukung terciptanya lingkungan lapas yang aman dan nyaman.

Hal tersebut menjadi indikator bahwa pendekatan humanis yang diterapkan selama ini mampu membangun hubungan yang baik antara petugas dan warga binaan. Hubungan yang harmonis menjadi modal penting dalam menciptakan suasana pemasyarakatan yang kondusif.

Ke depan, Lapas Way Kanan berkomitmen untuk terus melaksanakan penggeledahan rutin secara berkala sebagai bagian dari strategi penguatan pengamanan. Kegiatan tersebut akan terus dilakukan dengan mengedepankan profesionalisme, transparansi, dan penghormatan terhadap hak-hak warga binaan.

Selain itu, penguatan budaya anti narkoba dan anti pelanggaran juga akan terus digencarkan melalui berbagai kegiatan pembinaan dan sosialisasi kepada warga binaan maupun petugas.

Melalui langkah-langkah tersebut, Lapas Way Kanan berharap dapat mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba, bebas dari penggunaan handphone ilegal, serta terbebas dari segala bentuk praktik pungutan liar yang dapat merusak integritas institusi.

Dengan pengawasan yang konsisten dan komitmen yang kuat dari seluruh jajaran, Lapas Way Kanan optimistis mampu menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, terutama menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 H. Upaya tersebut sekaligus menjadi bukti nyata bahwa transformasi pemasyarakatan menuju lembaga yang lebih profesional, akuntabel, dan berintegritas terus berjalan secara berkelanjutan.

Kegiatan penggeledahan rutin yang dilaksanakan pada Rabu (27/5) menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut. Dengan menjaga keamanan dan ketertiban secara optimal, Lapas Way Kanan berharap dapat memberikan kontribusi positif dalam mendukung sistem pemasyarakatan yang lebih baik serta menciptakan lingkungan pembinaan yang aman, nyaman, dan produktif bagi seluruh warga binaan. (*)

(Redaksi SumateraNewsTV)

0Komentar