TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Ketua Kesti TTKDH Lampung Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang May Day 2026

Ketua Kesti TTKDH Lampung Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang May Day 2026

Daftar Isi
×

Lampung, (SumateraNewsTV.com) — Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, berbagai elemen masyarakat di Provinsi Lampung diimbau untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Ajakan ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kesti TTKDH Provinsi Lampung, Sumarna, dalam keterangan resminya yang dirilis pada Jumat, 1 Mei 2026.

Dalam press release bernomor: 116 / V / HUM.6.1.1./ 2026/ Bidhumas tersebut, Sumarna menegaskan bahwa momentum May Day seharusnya menjadi ajang untuk memperkuat persatuan dan solidaritas antar elemen masyarakat, khususnya antara pekerja, pemerintah, dan pihak perusahaan. Ia menilai bahwa stabilitas keamanan daerah harus tetap menjadi prioritas utama, terlebih di tengah dinamika sosial yang kerap muncul dalam peringatan Hari Buruh.

Menurutnya, peringatan May Day setiap tahunnya memang menjadi momen penting bagi para buruh untuk menyuarakan hak, aspirasi, serta tuntutan terkait kesejahteraan dan perlindungan tenaga kerja. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa cara penyampaian aspirasi tersebut harus dilakukan secara bijak dan tidak menimbulkan potensi gangguan terhadap ketertiban umum.

“May Day adalah momentum penting bagi para pekerja untuk menyuarakan hak dan aspirasi. Namun, kami mengajak agar hal tersebut dilakukan dengan cara yang santun, melalui dialog dan komunikasi yang baik, bukan dengan aksi turun ke jalan yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban,” ujar Sumarna.

Ia menambahkan bahwa dalam beberapa kasus di berbagai daerah, aksi unjuk rasa yang tidak terkendali justru berpotensi menimbulkan kerugian bagi banyak pihak, baik dari segi ekonomi maupun sosial. Oleh karena itu, pendekatan dialogis dinilai sebagai langkah yang lebih efektif dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan.

Sumarna juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. Tidak hanya buruh, tetapi juga organisasi kemasyarakatan, tokoh pemuda, tokoh agama, serta aparat keamanan memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan suasana yang aman dan damai.

“Kondusivitas di Lampung merupakan tanggung jawab kita bersama. Kita semua memiliki peran dalam menjaga keamanan dan ketertiban, demi keberlangsungan pembangunan dan kenyamanan masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Kesti TTKDH sebagai organisasi masyarakat juga berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas daerah. Melalui berbagai kegiatan sosial dan pendekatan persuasif, organisasi tersebut berupaya membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Sumarna juga mengajak seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial. Ia menilai bahwa penyebaran informasi yang tidak akurat dapat memperkeruh suasana dan memicu konflik di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau agar masyarakat lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Jangan mudah percaya dengan berita yang belum jelas sumbernya, apalagi jika informasi tersebut berpotensi memecah belah persatuan,” ujarnya.

Dalam konteks ketenagakerjaan, Sumarna menilai bahwa komunikasi terbuka antara buruh, pemerintah, dan pihak perusahaan merupakan kunci utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan. Ia mendorong agar setiap pihak dapat duduk bersama dan mencari solusi terbaik melalui musyawarah.

“Kami percaya bahwa komunikasi yang baik akan menghasilkan solusi yang lebih bijak dan berkelanjutan. Oleh karena itu, mari kita utamakan musyawarah dan hindari tindakan yang dapat merugikan banyak pihak,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan bahwa pendekatan dialogis tidak hanya mampu meredam potensi konflik, tetapi juga dapat memperkuat hubungan antara pekerja dan pemberi kerja. Dengan adanya komunikasi yang terbuka, setiap permasalahan dapat dibahas secara transparan dan diselesaikan secara adil.

Di sisi lain, Sumarna mengapresiasi langkah aparat keamanan yang terus berupaya menjaga situasi tetap kondusif menjelang May Day. Ia berharap sinergi antara masyarakat dan aparat dapat terus ditingkatkan demi menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.

“Kami mengapresiasi kerja keras aparat keamanan yang selalu siaga menjaga kondusivitas wilayah. Kami berharap masyarakat juga dapat mendukung upaya tersebut dengan menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan,” katanya.

Peringatan May Day sendiri memiliki sejarah panjang sebagai simbol perjuangan kaum buruh dalam menuntut hak-hak mereka. Di Indonesia, peringatan ini biasanya diwarnai dengan berbagai kegiatan, mulai dari aksi unjuk rasa, diskusi publik, hingga kegiatan sosial.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, pendekatan peringatan May Day mulai mengalami perubahan. Banyak pihak yang mendorong agar peringatan ini tidak lagi identik dengan aksi demonstrasi besar-besaran, melainkan lebih diarahkan pada kegiatan yang bersifat edukatif dan konstruktif.

Sumarna menilai bahwa perubahan paradigma tersebut merupakan langkah positif yang perlu didukung oleh semua pihak. Menurutnya, peringatan May Day dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan tenaga kerja, tanpa harus menimbulkan gangguan terhadap ketertiban umum.

“Kita bisa memperingati May Day dengan berbagai cara yang lebih positif, seperti seminar, dialog, atau kegiatan sosial. Hal ini tentu akan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, ia juga mengajak para buruh untuk terus meningkatkan kompetensi dan kualitas diri, agar dapat bersaing di dunia kerja yang semakin kompetitif. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan salah satu kunci dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja.

“Selain menyuarakan hak, penting juga bagi para pekerja untuk terus meningkatkan kemampuan dan keterampilan. Dengan demikian, mereka dapat memiliki daya saing yang lebih tinggi dan peluang yang lebih besar untuk berkembang,” tambahnya.

Sumarna juga berharap agar pemerintah dan pihak perusahaan dapat terus memperhatikan kesejahteraan pekerja, termasuk dalam hal upah, jaminan sosial, serta kondisi kerja yang layak. Ia menekankan bahwa kesejahteraan pekerja merupakan faktor penting dalam menciptakan stabilitas ekonomi dan sosial.

“Kesejahteraan pekerja harus menjadi perhatian bersama. Jika pekerja sejahtera, maka produktivitas akan meningkat dan pada akhirnya akan berdampak positif bagi perekonomian,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Sumarna kembali mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah.

“Lampung adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga kedamaian, saling menghormati, dan tetap bersatu demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Dengan adanya imbauan ini, diharapkan peringatan May Day 2026 di Provinsi Lampung dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh makna, tanpa mengurangi esensi perjuangan kaum buruh dalam menyuarakan hak dan aspirasi mereka.

Seluruh pihak diharapkan dapat berperan aktif dalam menjaga situasi tetap kondusif, sehingga peringatan Hari Buruh Internasional tidak hanya menjadi ajang unjuk rasa, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan dan membangun masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat. (*)

Redaksi 

0Komentar