Bandar Lampung, (SumateraNewsTV.com) — Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandar Lampung menerima kunjungan mahasiswa program magister Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) dalam rangka pembahasan penelitian terkait sumber data, Senin (18/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang rapat Diskominfo Kota Bandar Lampung tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh semangat kolaborasi, dan sarat diskusi ilmiah mengenai pentingnya pengelolaan data yang valid, akurat, serta relevan untuk mendukung penelitian akademik dan pembangunan daerah berbasis data.
Plt. Kepala Dinas Kominfo Kota Bandar Lampung, Rizky Agung Ariesantho, beserta jajaran menyambut langsung kedatangan rombongan mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia yang dipimpin oleh perwakilan
kampus, Bapak S. Monthe dan Bapak Doha.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari agenda akademik mahasiswa magister Universitas Pertahanan dalam melakukan penelitian lapangan terkait pengelolaan sumber data di lingkungan pemerintah daerah.
Dalam pertemuan itu, mahasiswa dan pihak Diskominfo Kota Bandar Lampung membahas berbagai aspek mengenai pengumpulan data, validasi informasi, pengolahan data, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam mendukung penyusunan penelitian akademik dan kebijakan publik.
Plt. Kepala Dinas Kominfo Kota Bandar Lampung, Rizky Agung Ariesantho, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Pertahanan Republik Indonesia yang menjadikan Pemerintah Kota Bandar Lampung sebagai salah satu lokasi observasi dan pengumpulan data penelitian mahasiswa.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik merupakan langkah penting dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan berbasis data.
“Kami menyambut baik kunjungan mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia ke Diskominfo Kota Bandar Lampung. Ini menjadi kesempatan yang baik untuk berbagi informasi sekaligus membangun kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia akademik,” ujar Rizky Agung Ariesantho.
Ia menjelaskan bahwa di era digital saat ini, data memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pengambilan keputusan, penyusunan kebijakan, hingga evaluasi program pembangunan daerah.
Menurutnya, kualitas sebuah kebijakan sangat dipengaruhi oleh kualitas data yang digunakan. Oleh karena itu, pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan sistem pengelolaan data agar lebih akurat, terintegrasi, dan mudah diakses sesuai kebutuhan.
“Data yang valid dan akurat menjadi fondasi penting dalam proses pengambilan kebijakan. Pemerintah membutuhkan data yang tepat agar program pembangunan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Rizky juga menjelaskan berbagai peran strategis Diskominfo Kota Bandar Lampung dalam mendukung digitalisasi pemerintahan dan pengelolaan informasi publik.
Diskominfo, lanjutnya, memiliki tanggung jawab dalam pengelolaan sistem informasi pemerintahan, pelayanan komunikasi publik, pengembangan teknologi informasi, serta penguatan keamanan data dan infrastruktur digital.
“Perkembangan teknologi informasi saat ini menuntut pemerintah untuk mampu menghadirkan layanan yang cepat, transparan, dan berbasis digital. Karena itu, pengelolaan data menjadi salah satu aspek yang sangat penting,” ujarnya.
Mahasiswa magister Universitas Pertahanan yang hadir dalam kegiatan tersebut tampak antusias mengikuti jalannya diskusi. Mereka aktif bertanya mengenai mekanisme pengelolaan data di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung serta tantangan yang dihadapi dalam menjaga validitas dan integritas data.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pembahasan mengenai pentingnya sinkronisasi data antarinstansi, pengembangan sistem informasi daerah, hingga tantangan transformasi digital di lingkungan pemerintahan.
Pihak Universitas Pertahanan Republik Indonesia menyampaikan bahwa penelitian yang dilakukan mahasiswa bertujuan untuk memperkuat pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan data strategis dalam mendukung tata kelola pemerintahan dan ketahanan nasional.
Perwakilan Universitas Pertahanan, Bapak S. Monthe, menjelaskan bahwa kegiatan penelitian lapangan menjadi bagian penting dari proses akademik mahasiswa program magister.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori di ruang kelas, tetapi juga harus mampu melihat secara langsung implementasi pengelolaan data dan sistem pemerintahan di lapangan.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami secara langsung bagaimana pengelolaan data dilakukan di lingkungan pemerintah daerah serta bagaimana data dimanfaatkan dalam mendukung pelayanan publik dan pembangunan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa hasil penelitian mahasiswa nantinya akan dikaji dan dipresentasikan dalam seminar akademik sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan kajian strategis.
Selain membahas penelitian sumber data, diskusi juga menjadi wadah bertukar informasi dan pandangan mengenai pentingnya pemanfaatan data dalam menghadapi tantangan pembangunan di era digital.
Pemerintah daerah dan dunia akademik dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan sistem informasi yang mampu mendukung pembangunan daerah secara efektif dan berkelanjutan.
Dalam era transformasi digital saat ini, data tidak hanya menjadi kebutuhan administratif, tetapi juga menjadi aset strategis yang memiliki nilai penting dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
Keakuratan data menjadi faktor utama dalam menentukan efektivitas program pemerintah, mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, pelayanan publik, hingga penanganan sosial masyarakat.
Karena itu, penguatan sistem pengelolaan data menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Rizky Agung Ariesantho menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung terus berupaya meningkatkan integrasi data antarorganisasi perangkat daerah guna menciptakan sistem informasi yang lebih efektif dan efisien.
Menurutnya, koordinasi antarinstansi sangat penting agar data yang dihasilkan memiliki kesamaan dan dapat digunakan secara optimal dalam proses pengambilan kebijakan.
“Sinkronisasi data antarinstansi menjadi tantangan tersendiri. Karena itu, diperlukan koordinasi yang baik agar data yang digunakan benar-benar valid dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Selain itu, Diskominfo Kota Bandar Lampung juga terus mendorong peningkatan literasi digital di lingkungan pemerintahan dan masyarakat agar pemanfaatan teknologi informasi dapat berjalan lebih maksimal.
Menurutnya, transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia dalam mengelola dan memanfaatkan teknologi secara efektif.
“Digitalisasi pemerintahan harus diimbangi dengan peningkatan kapasitas SDM agar sistem yang dibangun dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Mahasiswa Universitas Pertahanan juga mendapatkan penjelasan mengenai berbagai inovasi digital yang telah diterapkan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam mendukung pelayanan publik.
Beberapa inovasi tersebut meliputi pengembangan aplikasi pelayanan masyarakat, sistem informasi pemerintahan berbasis elektronik, hingga pemanfaatan media digital dalam penyebaran informasi publik.
Diskusi yang berlangsung selama beberapa jam tersebut juga membahas tantangan keamanan data di era digital. Pengelolaan data pemerintah dinilai harus dilakukan dengan sistem keamanan yang kuat guna mencegah penyalahgunaan maupun kebocoran informasi.
Pihak Diskominfo menjelaskan bahwa keamanan siber menjadi salah satu perhatian utama dalam pengelolaan sistem informasi pemerintahan modern.
“Keamanan data menjadi aspek yang sangat penting karena data pemerintah berkaitan langsung dengan pelayanan publik dan kepentingan masyarakat,” kata salah satu pejabat Diskominfo dalam diskusi tersebut.
Selain itu, mahasiswa juga diajak memahami pentingnya keterbukaan informasi publik sebagai bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
Pemerintah daerah dituntut mampu menyediakan informasi yang mudah diakses masyarakat tanpa mengabaikan aspek keamanan dan kerahasiaan data tertentu.
Kegiatan penelitian lapangan seperti ini dinilai sangat penting bagi mahasiswa Universitas Pertahanan karena memberikan pengalaman langsung mengenai dinamika tata kelola pemerintahan di daerah.
Mahasiswa dapat memahami bagaimana proses pengumpulan dan pengelolaan data dilakukan serta bagaimana pemerintah memanfaatkan data dalam menyusun kebijakan pembangunan.
Salah satu mahasiswa peserta kegiatan mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari diskusi bersama Diskominfo Kota Bandar Lampung.
“Kami belajar bahwa pengelolaan data ternyata memiliki peran sangat besar dalam mendukung pembangunan daerah dan pelayanan publik. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” ujarnya.
Selain memperoleh wawasan akademik, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.
Sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dinilai sangat penting dalam menciptakan inovasi dan solusi strategis untuk menjawab tantangan pembangunan di era modern.
Universitas Pertahanan Republik Indonesia sebagai perguruan tinggi di bawah Kementerian Pertahanan RI memiliki komitmen untuk menghasilkan kajian strategis berbasis kondisi nyata di lapangan.
Melalui penelitian yang dilakukan mahasiswa, diharapkan lahir berbagai rekomendasi dan gagasan yang dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan tata kelola pemerintahan dan ketahanan nasional.
Pemerintah Kota Bandar Lampung juga menyambut baik keterlibatan mahasiswa dalam penelitian terkait pengelolaan data dan transformasi digital pemerintahan.
Menurut Rizky Agung Ariesantho, kolaborasi seperti ini dapat membuka ruang pertukaran gagasan yang konstruktif sekaligus memperkuat budaya akademik berbasis riset dan inovasi.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkelanjutan karena memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, baik pemerintah daerah maupun dunia akademik,” katanya.
Ia juga berharap hasil penelitian mahasiswa nantinya dapat memberikan masukan strategis yang bermanfaat bagi pengembangan sistem informasi dan tata kelola data di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung.
Kegiatan pertemuan dan diskusi tersebut ditutup dengan sesi foto bersama antara jajaran Diskominfo Kota Bandar Lampung dan mahasiswa Universitas Pertahanan Republik Indonesia sebagai simbol penguatan sinergi dan kerja sama di bidang akademik serta pengembangan informasi.
Melalui pertemuan ini, diharapkan hubungan antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dan dunia akademik semakin erat dalam mendukung pengembangan penelitian, pemanfaatan teknologi informasi, serta penguatan tata kelola pemerintahan berbasis data yang akurat, transparan, dan bermanfaat bagi pembangunan daerah. (*)
Redaksi Sumateranewstv







0Komentar