TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Dekan FSP Unhan Dampingi Kegiatan KKDN Mahasiswa/i Magister di Kota Metro

Dekan FSP Unhan Dampingi Kegiatan KKDN Mahasiswa/i Magister di Kota Metro

Daftar Isi
×

Metro, (SumateraNewsTV.com) — Fakultas Strategi Pertahanan Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) mahasiswa program magister di Aula Utama Pemerintah Kota Metro, Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Strategi Pertahanan (FSP) Unhan RI, Mayjen TNI Dr. Oktaherce Ramsi, S.I.P., M.Sc., didampingi Wakil Dekan I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Brigjen TNI Totok Budhi Sugiyarto serta Wakil Dekan II Bidang Keuangan dan Umum Brigjen TNI Tri Setyo Subagyo.

Kehadiran rombongan Universitas Pertahanan Republik Indonesia tersebut disambut langsung oleh Wali Kota Metro, Wahdi Siradjuddin, bersama jajaran Pemerintah Kota Metro. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi antara dunia akademik dengan pemerintah daerah dalam upaya memperkuat ketahanan wilayah serta mendukung pembangunan nasional.

Kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri yang dilaksanakan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI tersebut menjadi bagian dari agenda akademik mahasiswa magister dalam memahami secara langsung dinamika pemerintahan daerah, potensi wilayah, serta berbagai tantangan strategis yang dihadapi daerah dalam mendukung ketahanan nasional.

Dalam sambutannya, Mayjen TNI Dr. Oktaherce Ramsi menegaskan bahwa kehadiran rombongan mahasiswa dan civitas akademika Universitas Pertahanan di Kota Metro bukan sekadar kegiatan akademik biasa, melainkan bagian penting dari upaya membangun kolaborasi nyata antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Menurutnya, Universitas Pertahanan sebagai institusi pendidikan tinggi di bawah Kementerian Pertahanan Republik Indonesia memiliki tanggung jawab besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu memahami berbagai tantangan pertahanan negara secara komprehensif.

“Kehadiran kami di Kota Metro merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan wilayah dan pertahanan nasional,” ujar Mayjen TNI Dr. Oktaherce Ramsi.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri merupakan implementasi nyata dari Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pembelajaran teoritis di ruang kelas, tetapi juga melakukan observasi lapangan, penelitian strategis, serta membangun interaksi langsung dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Mahasiswa harus memahami kondisi riil di lapangan. Mereka perlu melihat langsung bagaimana pemerintah daerah bekerja, bagaimana masyarakat menghadapi berbagai tantangan, serta bagaimana potensi daerah dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan nasional,” jelasnya.

Menurut Mayjen TNI Dr. Oktaherce Ramsi, kegiatan KKDN menjadi sarana penting bagi mahasiswa dalam mengasah kemampuan berpikir kritis, analitis, dan strategis terhadap berbagai persoalan bangsa, terutama yang berkaitan dengan pertahanan negara dan ketahanan wilayah.

Ia menilai bahwa tantangan pertahanan saat ini tidak hanya berkaitan dengan ancaman militer, tetapi juga mencakup berbagai ancaman multidimensi seperti ketahanan sosial, ekonomi, pangan, kesehatan, teknologi, hingga stabilitas pemerintahan daerah.

“Pertahanan negara saat ini bersifat multidimensi. Karena itu, mahasiswa harus memiliki perspektif yang luas dan mampu memahami keterkaitan antara pembangunan daerah dengan ketahanan nasional,” katanya.

Kegiatan KKDN Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI di Provinsi Lampung telah memasuki hari ketiga pelaksanaan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan observasi serta kunjungan ke sejumlah instansi strategis di berbagai daerah di Provinsi Lampung.

Pemerintah Kota Metro dipandang sebagai salah satu lokasi penting dalam pelaksanaan penelitian lapangan mahasiswa karena dinilai memiliki karakteristik daerah yang menarik untuk dikaji dalam perspektif pertahanan dan ketahanan nasional.

“Kota Metro kami pandang sebagai laboratorium strategis dalam pengembangan kajian pertahanan dan ketahanan nasional. Kota ini memiliki potensi sumber daya manusia yang baik, stabilitas sosial yang kondusif, serta tata kelola pemerintahan yang adaptif dan progresif,” ujar Mayjen TNI Dr. Oktaherce Ramsi.

Menurutnya, Kota Metro memiliki berbagai potensi strategis yang dapat menjadi contoh dalam penguatan ketahanan wilayah berbasis pembangunan sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Ia juga menegaskan bahwa Kota Metro memiliki peran penting sebagai daerah pendukung strategis di Provinsi Lampung, khususnya dalam bidang pelayanan publik, pendidikan, penguatan ketahanan sosial, dan stabilitas keamanan wilayah.

“Dalam menghadapi ancaman multidimensi, Kota Metro memiliki posisi penting sebagai daerah pendukung strategis di Provinsi Lampung,” tambahnya.

Mayjen TNI Dr. Oktaherce Ramsi juga menjelaskan bahwa Universitas Pertahanan Republik Indonesia sebagai think tank strategis di bawah Kementerian Pertahanan RI terus berkomitmen menghadirkan kajian ilmiah berbasis kondisi riil daerah guna mendukung pengambilan kebijakan strategis pertahanan negara.

Menurutnya, hasil penelitian dan observasi mahasiswa di lapangan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam penyusunan rekomendasi strategis yang bermanfaat bagi pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Kajian yang dilakukan mahasiswa tidak berhenti di ruang akademik saja, tetapi diharapkan dapat memberikan masukan strategis yang aplikatif bagi pembangunan daerah dan penguatan ketahanan nasional,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Metro Wahdi Siradjuddin menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas kepercayaan Universitas Pertahanan Republik Indonesia yang menjadikan Kota Metro sebagai lokasi kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri mahasiswa magister Fakultas Strategi Pertahanan.

Menurut Wahdi, kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan kalangan akademisi, khususnya dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan daerah ke depan.

“Kami menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Pertahanan Republik Indonesia menjadikan Kota Metro sebagai lokasi kegiatan KKDN,” ujar Wahdi Siradjuddin.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Metro sangat terbuka terhadap kerja sama akademik, penelitian, maupun kegiatan pengabdian masyarakat yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan daerah.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi sangat penting dalam menghasilkan berbagai inovasi dan solusi strategis untuk menjawab tantangan pembangunan.

“Kami berharap hasil penelitian dan kajian mahasiswa dapat memberikan masukan strategis bagi pembangunan daerah, khususnya dalam penguatan ketahanan sosial, pelayanan publik, dan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Wahdi juga menjelaskan bahwa Kota Metro selama ini terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik dan pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia dan stabilitas sosial masyarakat.

“Kami terus mendorong pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM dan penguatan pelayanan publik agar masyarakat dapat merasakan manfaat pembangunan secara langsung,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, mahasiswa magister Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI juga berkesempatan berdialog langsung dengan jajaran Pemerintah Kota Metro terkait berbagai isu strategis daerah.

Diskusi berlangsung interaktif dengan membahas berbagai topik mulai dari penguatan ketahanan sosial, pengembangan sumber daya manusia, pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, hingga tantangan keamanan wilayah.

Mahasiswa terlihat antusias mengikuti diskusi dan menggali informasi terkait kebijakan pembangunan daerah yang diterapkan Pemerintah Kota Metro.

Bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk memahami secara langsung bagaimana pemerintah daerah menjalankan fungsi pelayanan publik dan menjaga stabilitas wilayah di tengah berbagai tantangan pembangunan.

Salah satu mahasiswa peserta KKDN mengaku mendapatkan banyak wawasan baru selama mengikuti kegiatan di Kota Metro.

“Kami bisa melihat langsung bagaimana pemerintah daerah bekerja dan bagaimana strategi pembangunan daerah diterapkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Selain kegiatan diskusi dan observasi, mahasiswa juga melakukan pengumpulan data lapangan sebagai bagian dari penelitian akademik yang sedang mereka lakukan.

Hasil observasi dan penelitian tersebut nantinya akan menjadi bahan kajian strategis yang diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan pertahanan dan ketahanan nasional.

Kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperkuat kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta kemampuan analisis terhadap berbagai persoalan strategis yang dihadapi daerah.

Melalui interaksi langsung dengan pemerintah daerah dan masyarakat, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa ketahanan nasional bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

Dalam konteks pembangunan nasional, pemerintah daerah memiliki peran penting sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat sekaligus penjaga stabilitas sosial di wilayah masing-masing.

Oleh karena itu, kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan wilayah dan mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Kegiatan KKDN Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI di Kota Metro juga mencerminkan pentingnya pendekatan akademik dalam mendukung pengambilan kebijakan berbasis data dan kondisi riil di lapangan.

Dengan adanya penelitian dan observasi langsung, mahasiswa dapat memahami berbagai tantangan yang dihadapi daerah sekaligus menawarkan perspektif baru dalam penyusunan solusi strategis.

Mayjen TNI Dr. Oktaherce Ramsi berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan semakin memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dengan pemerintah daerah.

Menurutnya, pembangunan nasional yang kuat harus didukung oleh sinergi seluruh elemen bangsa, termasuk dunia akademik, pemerintah, masyarakat, dan sektor lainnya.

“Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah sangat penting untuk menciptakan pembangunan yang kuat, adaptif, dan berorientasi pada ketahanan nasional,” katanya.

Di akhir kegiatan, rombongan mahasiswa dan civitas akademika Fakultas Strategi Pertahanan Unhan RI melakukan sesi foto bersama dengan jajaran Pemerintah Kota Metro sebagai simbol kebersamaan dan komitmen memperkuat kerja sama di masa mendatang.

Kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri diharapkan tidak hanya memberikan manfaat akademik bagi mahasiswa, tetapi juga mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang bermanfaat bagi pembangunan daerah dan penguatan ketahanan nasional.

Dengan adanya kolaborasi antara Universitas Pertahanan Republik Indonesia dan Pemerintah Kota Metro, diharapkan tercipta hubungan yang semakin erat antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah dalam mendukung terciptanya Indonesia yang tangguh, maju, dan berdaya saing.

(*)

Redaksi Sumateranewstv 

0Komentar