BANDAR LAMPUNG, (Sumateranewstv.com) – Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana kembali ditunjukkan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Lampung. Melalui Tim Psikologi, Polda Lampung turun langsung memberikan trauma healing serta bantuan sembako kepada warga yang terdampak banjir di wilayah Kelurahan Way Halim, Bandar Lampung, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam membantu pemulihan kondisi masyarakat pasca bencana, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari aspek psikologis yang kerap kali luput dari perhatian.
Dipimpin langsung oleh Kabag Psikologi Polda Lampung AKBP Endang Mustikawati, tim bergerak cepat menuju lokasi terdampak banjir yang sebelumnya melanda kawasan tersebut akibat hujan deras pada Selasa malam.
Respon Cepat Polda Lampung Pasca Banjir
Banjir yang melanda wilayah Kelurahan Way Halim menyebabkan sejumlah rumah warga terendam air, memaksa sebagian masyarakat mengungsi dan mengalami kerugian material.
Dalam situasi tersebut, kehadiran aparat kepolisian menjadi salah satu bentuk respon cepat dalam membantu masyarakat menghadapi dampak bencana.
Polda Lampung tidak hanya fokus pada pengamanan wilayah terdampak, tetapi juga mengambil langkah proaktif dengan memberikan pendampingan psikologis bagi warga.
Langkah ini menunjukkan bahwa penanganan bencana membutuhkan pendekatan yang komprehensif, mencakup aspek fisik dan mental.
Trauma Healing untuk Pemulihan Mental
Trauma healing menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Tim Psikologi Polda Lampung memberikan berbagai bentuk pendampingan, seperti konseling, permainan interaktif untuk anak-anak, serta pendekatan komunikasi yang menenangkan bagi warga yang mengalami kecemasan.
Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terhadap dampak psikologis pasca bencana. Oleh karena itu, perhatian khusus diberikan kepada mereka agar dapat kembali merasa aman dan nyaman.
AKBP Endang Mustikawati menjelaskan bahwa trauma akibat bencana dapat berdampak jangka panjang apabila tidak segera ditangani.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat agar dapat bangkit kembali secara mental. Pendampingan ini penting agar mereka tidak larut dalam rasa takut atau kecemasan yang berkepanjangan,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang dan percaya diri.
Pembagian Sembako sebagai Bentuk Kepedulian
Selain memberikan trauma healing, Polda Lampung juga menyalurkan bantuan berupa puluhan paket sembako kepada warga terdampak.
Bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok seperti beras, mie instan, minyak goreng, dan bahan pangan lainnya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat pasca bencana.
Pembagian sembako ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kondisi masyarakat yang mengalami kesulitan akibat banjir.
Banyak warga yang kehilangan sebagian harta benda mereka, sehingga bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Humanisme Polri dalam Penanganan Bencana
Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol. Yuni Iswandari menyampaikan bahwa kehadiran Polda Lampung di tengah masyarakat merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik.
Menurutnya, bencana tidak hanya berdampak pada kerusakan fisik, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang harus segera dipulihkan.
“Bencana banjir tidak hanya meninggalkan kerusakan bangunan, tetapi juga luka psikologis yang perlu segera dipulihkan. Polda Lampung hadir tidak hanya melalui pengamanan dan bantuan, tetapi juga melalui pendekatan psikologis yang humanis,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa trauma healing merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap kesehatan mental masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat tetap kuat dan semangat dalam menghadapi situasi ini,” tambahnya.
Sinergi dengan Pemerintah Daerah
Polda Lampung juga menegaskan pentingnya sinergi dengan pemerintah daerah dalam penanganan bencana.
Kolaborasi antara berbagai pihak diperlukan untuk mempercepat proses pemulihan, baik dari segi infrastruktur maupun kesejahteraan masyarakat.
Dalam kegiatan ini, Polda Lampung bekerja sama dengan instansi terkait untuk memastikan bantuan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran.
Sinergi ini diharapkan dapat terus terjalin dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Perhatian terhadap Kelompok Rentan
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini adalah perlindungan terhadap kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, dan perempuan.
Mereka merupakan kelompok yang paling terdampak secara psikologis dalam situasi bencana.
Dengan adanya pendampingan khusus, diharapkan mereka dapat lebih cepat pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.
Tim Psikologi Polda Lampung juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara mengelola stres dan kecemasan pasca bencana.
Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem
Dalam kesempatan tersebut, Kabid Humas Polda Lampung juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
Perubahan cuaca yang tidak menentu dapat meningkatkan risiko terjadinya bencana, seperti banjir dan tanah longsor.
Masyarakat diminta untuk segera melaporkan apabila terjadi situasi darurat melalui call center Polri 110 atau mendatangi kantor kepolisian terdekat.
Langkah ini penting untuk memastikan respon cepat dari aparat dalam menangani kondisi darurat.
Dukungan Moral bagi Warga
Kehadiran Polda Lampung di tengah masyarakat tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga dukungan moral yang sangat dibutuhkan oleh warga.
Interaksi langsung antara aparat kepolisian dan masyarakat menciptakan rasa aman serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri.
Banyak warga yang merasa terbantu dengan kehadiran tim trauma healing, terutama anak-anak yang mulai kembali ceria setelah mengikuti kegiatan yang diberikan.
Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan humanis memiliki dampak positif dalam proses pemulihan pasca bencana.
Harapan untuk Pemulihan yang Lebih Cepat
Melalui kegiatan ini, Polda Lampung berharap masyarakat terdampak banjir dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal.
Proses pemulihan memang membutuhkan waktu, namun dengan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan masyarakat dapat bangkit lebih cepat.
Polda Lampung juga berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam situasi apapun, termasuk dalam menghadapi bencana.
Komitmen ini menjadi bagian dari upaya Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Penutup
Kegiatan trauma healing dan pembagian sembako yang dilakukan oleh Polda Lampung merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Pendekatan yang menggabungkan bantuan fisik dan psikologis menjadi langkah efektif dalam mempercepat proses pemulihan.
Dengan sinergi yang kuat antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisir dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal.
Polda Lampung akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik serta hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam berbagai situasi. (*)
(Redaksi Sumateranewstv)



