Polda Lampung Gelar Simulasi Rayonisasi dan Penanganan Unjuk Rasa, Antisipasi May Day 2026

BANDAR LAMPUNG, (Sumateranewstv.com) – Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026, Kepolisian Daerah (Polda) Lampung menggelar simulasi rayonisasi polres serta penanganan unjuk rasa di lingkungan Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Lampung, Rabu (15/04/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis kepolisian dalam memastikan kesiapan personel dan sarana pendukung guna menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi selama momentum peringatan May Day.

Simulasi tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf dan Wakapolda Lampung Brigjen Pol. Sumarto. Kehadiran pimpinan tertinggi di jajaran Polda Lampung ini menjadi bukti keseriusan dalam memastikan kesiapan seluruh personel dalam menjalankan tugas pengamanan.

Fokus pada Kesiapan Personel dan Sarana

Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Lampung melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan personel serta sarana dan prasarana yang akan digunakan dalam pengamanan May Day.

Kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari kemampuan teknis personel, kesiapan peralatan, hingga koordinasi antar satuan yang terlibat.

Kapolda menegaskan bahwa kesiapan yang matang menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada momentum yang berpotensi menimbulkan kerawanan seperti peringatan Hari Buruh.

“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita untuk memastikan seluruh personel siap dalam menghadapi berbagai potensi gangguan kamtibmas,” ujar Kapolda Lampung dalam arahannya.

Melibatkan Berbagai Satuan dan Polres

Simulasi yang digelar oleh Polda Lampung ini melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan, antara lain Satuan Brimob Polda Lampung (Satbrimobda), Direktorat Samapta, Direktorat Lalu Lintas, SPN Polda Lampung, serta Dokkes Polda Lampung.

Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan unsur rayonisasi dari beberapa wilayah hukum, yakni Polresta Bandar Lampung, Polres Pesawaran, dan Polres Lampung Selatan.

Keterlibatan berbagai satuan ini bertujuan untuk memastikan adanya sinergi dan koordinasi yang solid dalam pelaksanaan tugas pengamanan di lapangan.

Setiap satuan memiliki peran dan fungsi masing-masing yang saling melengkapi, sehingga penanganan situasi dapat dilakukan secara terpadu dan efektif.

Simulasi Penanganan Unjuk Rasa Bertingkat

Dalam pelaksanaannya, simulasi menggambarkan berbagai tahapan penanganan aksi penyampaian pendapat di muka umum.

Tahapan tersebut dimulai dari situasi yang aman dan tertib, hingga kondisi yang berpotensi mengalami eskalasi menjadi kericuhan massa.

Personel dilatih untuk menghadapi berbagai skenario yang mungkin terjadi di lapangan, sehingga mereka dapat bertindak secara cepat dan tepat sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Simulasi ini juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam penanganan aksi unjuk rasa, dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Peran Dalmas dan Negosiator

Salah satu fokus utama dalam simulasi ini adalah peran pasukan pengendali massa (Dalmas), baik Dalmas awal maupun Dalmas lanjut.

Dalmas awal bertugas melakukan pengamanan dengan pendekatan persuasif, sementara Dalmas lanjut disiapkan untuk menghadapi situasi yang membutuhkan tindakan lebih tegas.

Selain itu, peran negosiator juga menjadi bagian penting dalam penanganan unjuk rasa. Negosiator bertugas menjalin komunikasi dengan massa aksi guna meredam potensi konflik.

Pendekatan komunikasi yang efektif diharapkan dapat mencegah terjadinya eskalasi yang tidak diinginkan.

Pengaturan Lalu Lintas dan Dukungan Medis

Dalam simulasi tersebut, Direktorat Lalu Lintas juga memainkan peran penting dalam mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi aksi.

Pengaturan lalu lintas yang baik diperlukan untuk mencegah kemacetan serta memastikan mobilitas masyarakat tetap berjalan lancar.

Sementara itu, Dokkes Polda Lampung turut memberikan dukungan dalam penanganan kondisi darurat, termasuk pelayanan kesehatan bagi personel maupun masyarakat yang membutuhkan.

Hal ini menunjukkan bahwa pengamanan tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan.

Penekanan pada Profesionalisme dan Humanisme

Dalam arahannya, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menekankan pentingnya profesionalisme dalam menjalankan tugas.

Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk tetap mengedepankan sikap humanis dalam setiap tindakan, terutama dalam menghadapi aksi unjuk rasa.

Menurutnya, pendekatan yang humanis dapat membantu menciptakan suasana yang kondusif serta mencegah terjadinya konflik yang lebih besar.

“Kita harus mampu bertindak secara profesional dan tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam setiap situasi,” tegasnya.

Instruksi kepada Seluruh Kapolres

Kapolda Lampung juga memberikan instruksi kepada seluruh kapolres jajaran untuk memastikan kesiapan personel di wilayah masing-masing.

Setiap polres diminta untuk membentuk peleton dan kompi kerangka sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas.

Selain itu, para kapolres juga diminta untuk mencermati setiap arahan pimpinan serta mengimplementasikan kebijakan secara tepat di lapangan.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan seluruh jajaran kepolisian dalam menghadapi berbagai dinamika yang mungkin terjadi.

Pemantauan Dinamika Sosial dan Politik

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menekankan pentingnya pemantauan terhadap berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.

Pemantauan ini mencakup berbagai aspek, termasuk isu-isu yang berkaitan dengan pemerintah, DPR, TNI, dan Polri.

Dengan memahami dinamika yang ada, diharapkan aparat kepolisian dapat mengambil langkah yang tepat dalam menjaga stabilitas keamanan.

Harapan Menjelang May Day 2026

Melalui kegiatan simulasi ini, Kapolda Lampung berharap seluruh personel dapat semakin siap dalam menghadapi peringatan May Day 2026.

Ia juga berharap agar seluruh jajaran kepolisian dapat bekerja secara profesional, responsif, dan solid dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Peringatan May Day diharapkan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan damai, tanpa adanya gangguan yang berarti.

Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan hal tersebut.

Penutup

Simulasi yang digelar oleh Polda Lampung ini menjadi langkah nyata dalam mempersiapkan pengamanan May Day 2026.

Kesiapan personel, koordinasi antar satuan, serta pendekatan humanis menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kamtibmas.

Dengan adanya latihan ini, diharapkan seluruh personel dapat menjalankan tugas dengan lebih optimal, sehingga masyarakat dapat merasa aman dan nyaman dalam menjalankan aktivitasnya. (*)

(Redaksi Sumateranewstv)