KOTABUMI, LAMPUNG UTARA, (Sumateranewstv.com) – Kondisi infrastruktur jalan di wilayah Kabupaten Lampung Utara kembali menjadi sorotan masyarakat. Kali ini, keluhan datang dari pengguna jalan yang melintasi kawasan bundaran Tugu Payan Mas, tepatnya di ruas jalan menuju Kelurahan Rejosari. Sebuah lubang besar yang menganga di badan jalan dilaporkan mengganggu aktivitas lalu lintas dan berpotensi membahayakan keselamatan pengendara.
Keluhan tersebut mencuat pada Kamis, 16 April 2026, ketika sejumlah warga dan pengguna jalan menyampaikan keresahan mereka terhadap kondisi jalan yang dinilai semakin memburuk. Lubang yang berada di sisi jalan dekat bundaran Tugu Payan Mas tersebut menjadi perhatian karena letaknya yang strategis dan cukup ramai dilalui kendaraan setiap hari.
Keberadaan lubang tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara roda dua yang melintas pada malam hari atau saat kondisi hujan.
Lokasi Strategis, Risiko Tinggi
Bundaran Tugu Payan Mas merupakan salah satu titik lalu lintas yang cukup padat di Kotabumi. Selain menjadi jalur penghubung antar wilayah, kawasan ini juga menjadi akses penting bagi masyarakat yang beraktivitas menuju pusat kota maupun ke wilayah permukiman seperti Kelurahan Rejosari.
Dengan tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari, kondisi jalan yang tidak layak seperti adanya lubang besar tentu menjadi ancaman serius. Beberapa pengguna jalan mengaku harus mengurangi kecepatan secara mendadak untuk menghindari lubang tersebut, yang justru dapat memicu kecelakaan beruntun.
“Kalau tidak hati-hati, bisa jatuh. Apalagi kalau malam hari atau habis hujan, lubangnya tidak kelihatan,” ujar salah satu pengendara yang melintas di lokasi tersebut.
Keluhan yang Berulang
Permasalahan jalan berlubang sebenarnya bukan hal baru di Kabupaten Lampung Utara. Masyarakat menilai bahwa perbaikan yang dilakukan selama ini cenderung bersifat sementara dan tidak memberikan solusi jangka panjang.
Banyak warga mengungkapkan bahwa lubang yang sebelumnya telah diperbaiki sering kali kembali muncul dalam waktu yang tidak lama. Hal ini menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat mengenai kualitas pengerjaan proyek perbaikan jalan.
“Setiap tahun diperbaiki, tapi tidak lama kemudian rusak lagi. Jadi masyarakat bertanya-tanya, apakah memang kualitas pekerjaannya kurang baik atau ada faktor lain,” ujar seorang warga Kotabumi.
Fenomena ini menunjukkan bahwa diperlukan evaluasi menyeluruh terhadap metode perbaikan jalan yang selama ini dilakukan oleh pihak terkait.
Pertanyaan Masyarakat: Apa yang Salah?
Munculnya lubang yang terus berulang di lokasi yang sama memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Apakah permasalahan terletak pada kualitas material yang digunakan, teknik pengerjaan yang kurang tepat, atau kondisi struktur tanah yang memang tidak mendukung?
Beberapa pihak menduga bahwa sistem drainase yang kurang baik juga menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan. Air yang menggenang dapat meresap ke dalam lapisan aspal dan menyebabkan kerusakan lebih cepat.
Selain itu, beban kendaraan berat yang melintas secara terus-menerus juga diduga mempercepat kerusakan jalan, terutama jika konstruksi jalan tidak dirancang untuk menahan beban tersebut.
“Kalau tidak ada evaluasi, ya akan terus seperti ini. Diperbaiki, rusak lagi, diperbaiki lagi, begitu terus,” kata warga lainnya.
Harapan Masyarakat kepada Pemerintah
Masyarakat berharap pemerintah daerah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi ini. Perbaikan jalan seharusnya tidak hanya dilakukan secara reaktif, tetapi juga melalui perencanaan yang matang dan pengawasan yang ketat.
Warga juga menginginkan adanya transparansi dalam pelaksanaan proyek perbaikan jalan, termasuk dalam hal kualitas material dan metode pengerjaan yang digunakan oleh kontraktor.
“Pemerintah harus hadir langsung melihat kondisi di lapangan. Jangan hanya menunggu laporan, tapi turun langsung supaya tahu kondisi sebenarnya,” ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.
Pentingnya Pengawasan dan Evaluasi
Pengawasan yang rutin dan menyeluruh menjadi kunci dalam memastikan kualitas pembangunan infrastruktur. Tanpa pengawasan yang baik, dikhawatirkan pekerjaan perbaikan jalan dilakukan secara asal-asalan tanpa memperhatikan standar yang telah ditetapkan.
Selain itu, evaluasi terhadap kontraktor pelaksana juga perlu dilakukan secara berkala. Jika ditemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai standar, maka perlu diberikan sanksi tegas agar tidak terulang di masa mendatang.
Langkah ini penting untuk menjaga kualitas infrastruktur sekaligus memastikan anggaran yang digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dampak terhadap Aktivitas Ekonomi
Kondisi jalan yang rusak tidak hanya berdampak pada keselamatan, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Jalan yang tidak layak dapat menghambat distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan biaya transportasi.
Para pelaku usaha kecil dan menengah yang bergantung pada kelancaran akses jalan juga turut merasakan dampaknya. Waktu tempuh yang lebih lama serta risiko kerusakan kendaraan menjadi beban tambahan bagi mereka.
Dengan demikian, perbaikan infrastruktur jalan seharusnya menjadi prioritas utama dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menuju Kotabumi Bebas Jalan Berlubang
Masyarakat Kotabumi berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk mewujudkan kondisi jalan yang lebih baik. Visi “Kotabumi bebas jalan berlubang” bukanlah hal yang mustahil jika didukung dengan perencanaan yang tepat, pelaksanaan yang profesional, serta pengawasan yang ketat.
Pemerintah diharapkan dapat melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan kerusakan jalan dan menyusun strategi perbaikan jangka panjang. Selain itu, penggunaan teknologi dalam pembangunan jalan juga dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas dan daya tahan infrastruktur.
Partisipasi masyarakat dalam melaporkan kondisi jalan juga perlu terus didorong sebagai bagian dari pengawasan bersama.
Penutup
Kondisi jalan berlubang di sekitar Tugu Payan Mas Kotabumi menjadi cerminan bahwa masih terdapat tantangan dalam pengelolaan infrastruktur di daerah. Keluhan masyarakat yang terus berulang menunjukkan bahwa diperlukan perubahan pendekatan dalam menangani masalah ini.
Dengan sinergi antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat, diharapkan permasalahan jalan rusak dapat segera diatasi secara menyeluruh. Kehadiran pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan layak bagi semua pengguna jalan.
Reporter: Suryadi Saputra Jaya
(Redaksi Sumateranewstv)




