100 Ribu Lebih Pemudik Masuk Lampung, Pengawalan PJR Dikerahkan, Situasi Terkendali

Press Release Nomor: 88 / III / HUM.6.1.1 / 2026 / Bidhumas
Kamis, 19 Maret 2026.

LAMPUNG, (Sumateranewstv.com) – Arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Provinsi Lampung memasuki puncaknya pada H-3 menjelang Hari Raya Idul Fitri. Polda Lampung memastikan bahwa meskipun terjadi lonjakan signifikan jumlah pemudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera, situasi secara umum masih dalam kondisi aman, lancar, dan terkendali.

Berdasarkan hasil pemantauan dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026, tercatat lebih dari 100 ribu pemudik telah memasuki wilayah Lampung melalui jalur penyeberangan laut di Pelabuhan Bakauheni. Data ini menunjukkan adanya peningkatan tajam dibandingkan hari-hari sebelumnya, seiring semakin dekatnya momentum Lebaran yang menjadi puncak arus mudik nasional.

Lonjakan arus pemudik tersebut terjadi sejak Rabu malam (18/3) hingga Kamis pagi (19/3), di mana total sebanyak 100.637 penumpang bersama 23.358 unit kendaraan tercatat menyeberang dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera melalui lintasan Merak–Bakauheni.

Sementara itu, arus kendaraan dan penumpang dari arah sebaliknya, yakni dari Sumatera menuju Jawa, masih terpantau relatif rendah. Tercatat hanya 24.890 orang dengan 4.693 kendaraan yang melakukan perjalanan keluar melalui Pelabuhan Bakauheni menuju Merak.

Lonjakan Arus Mudik Masih Terkendali

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menjelaskan bahwa meskipun terjadi peningkatan jumlah pemudik secara signifikan, seluruh jajaran kepolisian bersama stakeholder terkait telah mengantisipasi hal tersebut dengan optimal.

Menurutnya, berbagai langkah strategis telah diterapkan guna memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar, termasuk pengaturan di titik-titik rawan kemacetan, pengawasan di pelabuhan, serta peningkatan patroli di jalur utama mudik.

“Secara umum arus mudik masih terkendali, meskipun terjadi peningkatan signifikan dari arah Jawa ke Sumatera. Seluruh personel telah disiagakan untuk mengantisipasi kepadatan,” ujar Yuni.

Polda Lampung bersama instansi terkait seperti Dinas Perhubungan, ASDP, dan TNI terus melakukan koordinasi intensif guna menjaga stabilitas arus penyeberangan serta distribusi kendaraan yang masuk ke wilayah Lampung.

Pengaturan sistem antrean kendaraan di pelabuhan juga dilakukan secara dinamis guna menghindari penumpukan yang berpotensi menimbulkan kemacetan panjang.

Pengawalan Khusus Pemudik Sepeda Motor

Di tengah meningkatnya volume kendaraan, perhatian khusus diberikan kepada pemudik pengguna sepeda motor yang menempuh perjalanan jarak jauh dari Pulau Jawa menuju Sumatera. Polda Lampung melalui Direktorat Lalu Lintas mengerahkan personel Patroli Jalan Raya (PJR) untuk melakukan pengawalan terhadap rombongan pemudik roda dua yang tiba di Lampung.

Sebanyak empat personel PJR diturunkan dalam kegiatan pengawalan tersebut, terdiri dari dua personel menggunakan kendaraan roda dua serta dua unit kendaraan roda empat. Pengawalan ini dilakukan sejak pemudik tiba di Pelabuhan Bakauheni hingga memasuki jalur-jalur utama di wilayah Lampung.

Langkah ini diambil sebagai bentuk perlindungan terhadap pemudik, khususnya pengguna sepeda motor yang dinilai lebih rentan terhadap risiko kecelakaan dan kelelahan selama perjalanan jauh.

“Pengawalan ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman kepada pemudik, khususnya kendaraan roda dua yang masuk dari Merak menuju Lampung,” jelas Yuni.

Selain pengawalan, petugas juga memberikan imbauan langsung kepada pemudik agar beristirahat secara berkala, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mematuhi aturan lalu lintas demi menghindari kecelakaan.

Pergerakan di Jalur Alternatif dan Moda Transportasi Lain

Tidak hanya di Pelabuhan Bakauheni, aktivitas pergerakan pemudik juga terpantau di sejumlah titik lainnya. Salah satunya adalah Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ) yang mencatat sebanyak 531 kendaraan dan 580 orang masuk ke wilayah Lampung.

Meski jumlahnya tidak sebesar Bakauheni, pelabuhan alternatif ini tetap menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran distribusi arus kendaraan dan mengurangi beban kepadatan di pelabuhan utama.

Di sektor transportasi udara, Bandara Radin Inten II juga mencatat peningkatan aktivitas penumpang. Sebanyak 2.871 penumpang tercatat tiba di Lampung melalui jalur udara, sementara 2.019 penumpang melakukan perjalanan keluar dari Lampung menuju berbagai kota tujuan.

Hal ini menunjukkan bahwa arus mudik tidak hanya didominasi oleh jalur darat dan laut, tetapi juga melibatkan moda transportasi udara sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan lebih cepat.

Situasi Keamanan dan Ketertiban Kondusif

Polda Lampung memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat kejadian menonjol yang dapat mengganggu kelancaran arus mudik. Tidak ada laporan terkait kecelakaan lalu lintas besar, kemacetan panjang yang signifikan, maupun tindak kriminalitas yang menonjol selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026.

“Belum ada laporan kecelakaan besar, kemacetan panjang, maupun tindak kriminalitas. Situasi masih aman dan kondusif,” tegas Yuni.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari kesiapan personel di lapangan yang terus melakukan patroli, penjagaan, serta pengaturan lalu lintas di berbagai titik strategis.

Selain itu, keberadaan pos pengamanan (Pos Pam) dan pos pelayanan (Pos Yan) di sepanjang jalur mudik juga memberikan kontribusi besar dalam menjaga keamanan dan kenyamanan para pemudik.

Peran Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan

Dalam Operasi Ketupat Krakatau 2026, Polda Lampung mendirikan sejumlah pos pengamanan dan pos pelayanan di berbagai lokasi strategis, mulai dari pelabuhan, jalur arteri, hingga jalan tol Trans Sumatera.

Pos-pos tersebut berfungsi sebagai pusat pelayanan bagi masyarakat, termasuk tempat beristirahat, mendapatkan informasi, hingga penanganan darurat apabila terjadi kecelakaan atau gangguan keamanan.

Petugas yang berjaga di pos tersebut terdiri dari gabungan personel kepolisian, TNI, tenaga medis, serta instansi terkait lainnya. Mereka bekerja selama 24 jam secara bergantian untuk memastikan pelayanan tetap optimal.

Fasilitas yang tersedia di pos pelayanan antara lain tempat istirahat, layanan kesehatan, area parkir, serta informasi terkait kondisi lalu lintas terkini.

Imbauan Kepada Pemudik

Dalam kesempatan tersebut, Polda Lampung juga mengimbau kepada seluruh masyarakat yang melakukan perjalanan mudik agar selalu mengutamakan keselamatan selama di perjalanan.

Pemudik diminta untuk memastikan kondisi fisik dalam keadaan prima, tidak memaksakan diri jika merasa lelah, serta memanfaatkan rest area atau pos pelayanan untuk beristirahat.

Selain itu, kepatuhan terhadap aturan lalu lintas juga menjadi hal yang sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan.

“Kami mengingatkan pemudik untuk tetap patuh aturan, menjaga kondisi fisik, dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Yuni.

Pemudik juga diimbau untuk memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan sebelum melakukan perjalanan, termasuk memeriksa rem, ban, lampu, serta kelengkapan surat-surat kendaraan.

Kondisi Cuaca dan Penyeberangan

Faktor cuaca turut menjadi salah satu aspek penting dalam kelancaran arus mudik, khususnya bagi pemudik yang menggunakan transportasi laut. Berdasarkan pantauan, kondisi cuaca di wilayah Selat Sunda pada periode tersebut relatif aman.

Cuaca dilaporkan dalam kondisi berawan dengan gelombang laut yang relatif tenang, sehingga aktivitas penyeberangan dapat berlangsung secara normal tanpa hambatan berarti.

Pihak operator pelabuhan bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut guna memastikan keselamatan pelayaran tetap terjaga.

Jika terjadi perubahan cuaca ekstrem, langkah antisipatif akan segera dilakukan, termasuk penyesuaian jadwal penyeberangan demi keselamatan penumpang.

Antisipasi Puncak Arus Mudik

Dengan masih berlangsungnya arus mudik hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri, Polda Lampung memprediksi bahwa volume kendaraan dan penumpang masih akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Oleh karena itu, seluruh personel tetap disiagakan untuk menghadapi potensi lonjakan arus yang lebih besar, terutama pada H-2 dan H-1 Lebaran yang diperkirakan menjadi puncak arus mudik.

Strategi rekayasa lalu lintas, penambahan personel di titik rawan, serta optimalisasi pelayanan di pos-pos pengamanan akan terus dilakukan guna menjaga kelancaran arus mudik.

Polda Lampung juga mengajak masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga ketertiban dan keselamatan selama perjalanan dengan mematuhi aturan yang berlaku.

Kesimpulan

Arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Lampung menunjukkan peningkatan signifikan dengan lebih dari 100 ribu pemudik masuk melalui Pelabuhan Bakauheni. Meski demikian, situasi secara umum masih dalam kondisi terkendali berkat kesiapan aparat kepolisian dan instansi terkait.

Pengawalan terhadap pemudik, khususnya pengguna sepeda motor, menjadi salah satu langkah strategis dalam memastikan keselamatan perjalanan. Selain itu, dukungan dari berbagai sektor transportasi serta kondisi cuaca yang mendukung turut berkontribusi dalam kelancaran arus mudik.

Polda Lampung terus mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, menjaga kesehatan, dan mematuhi aturan selama perjalanan agar mudik dapat berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar hingga tiba di kampung halaman.

(Bidhumas Polda Lampung / Sumateranewstv)