Jakarta Barat, (Sumateranewstv.com) – Peristiwa kebakaran hebat terjadi di kawasan padat penduduk di Jalan Kamal Raya RT 12 RW 03, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, pada Rabu (18/3/2026) sekitar pukul 12.40 WIB. Insiden ini menghanguskan sejumlah bangunan yang berada di sepanjang ruas jalan tersebut dan menimbulkan kepanikan di kalangan warga sekitar.

Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain yang berada di sekitarnya. Dalam waktu singkat, api melalap berbagai jenis bangunan, mulai dari lapak usaha hingga rumah tinggal warga.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun, kebakaran tersebut menghanguskan satu lapak pembuatan meja dan kursi, tujuh lapak barang rongsok, satu unit rumah tinggal, serta satu unit sepeda motor jenis matic. Api juga menjalar sepanjang kurang lebih 200 meter di sepanjang Jalan Kamal Raya.

Area terdampak kebakaran membentang mulai dari depan Masjid Risma hingga mendekati Musholla Asy-Syukriyah. Lokasi yang padat dengan bangunan semi permanen serta bahan-bahan mudah terbakar membuat api dengan cepat menyebar dan sulit dikendalikan pada awal kejadian.

Kapolsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat, Kompol Rihold, S.Kom., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Setelah menerima laporan, kami langsung menuju lokasi kejadian. Tim kami segera melakukan pengamanan area serta membantu proses evakuasi warga,” ujar Kompol Rihold.

Tim Piket Reskrim yang dipimpin oleh Plt. Kanit Reskrim AKP Sampe Tambunan, S.H., bersama Panit Reskrim IPTU A. Iman Fathurahman, SE, SH, MH, serta Pawas IPDA Aries Wibowo, SH, turut diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengecekan tempat kejadian perkara (TKP).

Setibanya di lokasi, petugas mendapati api sudah membesar dan membakar sejumlah bangunan di dua sisi Jalan Kamal Raya. Situasi saat itu cukup mencekam, dengan asap tebal membumbung tinggi dan api yang terus menjalar.

Menurut keterangan saksi, api pertama kali diketahui sekitar pukul 12.45 WIB berasal dari sebuah lapak pembuatan meja dan kursi yang pada saat itu sedang tidak beroperasi.

Salah satu saksi mata yang berada di sekitar lokasi mengaku melihat kepulan asap tebal yang berasal dari bangunan tersebut. Tidak lama kemudian, api mulai terlihat dan dengan cepat membesar.

Saksi lainnya, Andriyanto, yang saat itu sedang bekerja di lapak sekitar, mengaku mendengar suara ledakan sebelum api muncul. Ia menyebutkan bahwa ledakan tersebut diduga berasal dari box panel listrik.

“Saya dengar suara seperti ledakan dari arah panel listrik, lalu tidak lama kemudian muncul api yang langsung membesar,” ungkap Andriyanto.

Dari keterangan para saksi, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik sebagai penyebab awal kebakaran. Panel listrik di lokasi pembuatan furnitur tersebut diduga menjadi sumber api yang kemudian memicu kebakaran besar.

Kondisi angin yang cukup kencang saat kejadian turut mempercepat penyebaran api. Api dengan mudah merambat ke bangunan lain yang berada di seberang jalan, termasuk lapak-lapak barang rongsok yang berisi material mudah terbakar.

Barang-barang rongsok seperti plastik, kayu, dan bahan lainnya menjadi bahan bakar yang memperbesar kobaran api. Dalam waktu singkat, tujuh lapak rongsok ikut dilalap si jago merah.

Salah satu warga terdampak, M. Nurfadillah, mengaku terkejut saat melihat api sudah dalam kondisi besar. Ia langsung berusaha menyelamatkan diri bersama keluarganya.

“Api sudah besar saat saya lihat. Saya langsung keluar rumah dan menyelamatkan diri,” ujarnya.

Kepanikan sempat melanda warga sekitar yang berusaha menyelamatkan barang-barang berharga mereka. Beberapa warga terlihat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.

Tak lama berselang, sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian. Tim pemadam yang dipimpin oleh Suroto langsung melakukan upaya pemadaman secara intensif.

Petugas pemadam kebakaran berjibaku melawan kobaran api yang terus membesar. Proses pemadaman berlangsung cukup lama mengingat luas area yang terbakar serta banyaknya material mudah terbakar di lokasi.

Dengan kerja keras dan koordinasi yang baik, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kemudian melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya titik api baru.

Dalam peristiwa ini, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka-luka. Seluruh warga berhasil dievakuasi dengan selamat meskipun sebagian dari mereka mengalami kerugian materiil.

Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan cukup besar, mengingat banyaknya bangunan dan barang yang terbakar. Namun, hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan pendataan untuk mengetahui total kerugian secara pasti.

Pihak kepolisian juga telah memasang garis polisi di lokasi kejadian guna kepentingan penyelidikan. Tim Identifikasi Polri saat ini masih melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.

Kapolsek Kalideres menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh guna mengungkap penyebab kebakaran tersebut.

“Kami masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” tegas Kompol Rihold.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik. Korsleting listrik sering kali menjadi pemicu utama kebakaran di kawasan permukiman.

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Selain itu, penting juga untuk tidak menumpuk barang-barang mudah terbakar di satu tempat, terutama di area yang dekat dengan sumber listrik. Penataan lingkungan yang baik dapat membantu mengurangi risiko penyebaran api.

Pemerintah setempat juga diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi terkait pencegahan kebakaran kepada masyarakat. Edukasi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keselamatan lingkungan.

Peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya kebakaran. Dengan kewaspadaan dan kesiapsiagaan, risiko kebakaran dapat diminimalisir.

Selain itu, keberadaan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan permukiman juga sangat dianjurkan. Alat ini dapat digunakan sebagai langkah awal untuk memadamkan api sebelum membesar.

Kejadian kebakaran di Kalideres ini menjadi salah satu peristiwa yang menyita perhatian publik. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian materiil yang dialami warga cukup signifikan.

Solidaritas warga juga terlihat dalam peristiwa ini. Banyak warga yang saling membantu dalam proses evakuasi dan pemadaman api. Hal ini menunjukkan kuatnya rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Ke depan, diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama guna melindungi keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat.

Pihak kepolisian akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penanganan pasca kebakaran berjalan dengan baik. Bantuan kepada warga terdampak juga menjadi perhatian penting.

Dengan adanya penanganan yang cepat dan tepat, diharapkan masyarakat dapat segera bangkit dari musibah ini dan kembali menjalani aktivitas seperti biasa.

(Humas Polres Metro Jakarta Barat)

Redaksi