Perkuat Sinergi, Kapolda Lampung Buka Puasa Bersama BEM, OKP Cipayung Plus dan Organisasi Kepemudaan Se-Provinsi Lampung

Press Release Nomor: 65/ II/ HUM.6.1.1./ 2026/ Bidhumas
Sabtu, 28 Februari 2026

LAMPUNG, (Sumateranewstv.com) – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta menjaga kondusivitas wilayah menjelang dan selama bulan suci Ramadan 1447 H, Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf yang memimpin Polda Lampung , didampingi Wakapolda Lampung serta Pejabat Utama Polda, menggelar kegiatan Buka Puasa Bersama dan Silaturahmi dengan Pengurus BEM, OKP Cipayung Plus, serta organisasi kepemudaan se-Provinsi Lampung, Jumat (27/02/2026).

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan tersebut menjadi momentum strategis bagi jajaran Kepolisian Daerah Lampung untuk duduk bersama generasi muda, menyamakan persepsi, mendengarkan aspirasi, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Provinsi Lampung.

Momentum Silaturahmi dan Dialog Terbuka

Acara buka puasa bersama ini tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka antara aparat kepolisian dan mahasiswa serta organisasi kepemudaan. Dalam suasana yang santai namun penuh makna, para peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pandangan, masukan, dan harapan mereka terhadap kinerja kepolisian di daerah.

Kapolda Lampung dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus BEM dan OKP yang telah hadir. Ia menegaskan bahwa mahasiswa dan pelajar bukan sekadar elemen masyarakat, melainkan pilar strategis bangsa yang memiliki peran vital dalam menjaga arah pembangunan nasional.

“Generasi muda, mahasiswa, dan pelajar adalah agent of change sekaligus moral force. Kalian memiliki peran strategis dalam mengawal demokrasi, menjaga persatuan, serta menyuarakan aspirasi rakyat secara cerdas dan bertanggung jawab,” ujar Irjen Pol. Helfi Assegaf.

Menurutnya, sejarah bangsa Indonesia mencatat bahwa perubahan besar selalu melibatkan peran aktif mahasiswa dan pemuda. Oleh karena itu, sinergi antara kepolisian dan kalangan intelektual muda harus terus diperkuat agar setiap dinamika sosial dapat dikelola dengan bijaksana dan damai.

Sinergi untuk Menjaga Kamtibmas

Kapolda menekankan bahwa Polda Lampung tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda. Ia menyadari bahwa tantangan keamanan saat ini semakin kompleks, mulai dari isu intoleransi, penyebaran hoaks, hingga potensi konflik sosial yang dapat dipicu oleh informasi yang tidak terverifikasi.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa dan organisasi kepemudaan memiliki peran penting sebagai agen literasi informasi dan penjaga nalar kritis masyarakat. Melalui komunikasi yang baik antara Polri dan mahasiswa, diharapkan potensi gangguan Kamtibmas dapat dicegah sejak dini.

“Kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya. Jika ada kritik, sampaikan. Jika ada aspirasi, mari kita diskusikan bersama. Polri bukan institusi yang anti kritik. Justru kami membutuhkan masukan dari adik-adik mahasiswa demi perbaikan bersama,” tegas Kapolda.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Polri dalam membangun pendekatan humanis kepada masyarakat. Di tengah berbagai dinamika sosial dan politik, pendekatan dialogis dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan represif.

Peran Strategis OKP Cipayung Plus

Dalam forum tersebut, perwakilan OKP Cipayung Plus yang terdiri dari berbagai organisasi kepemudaan nasional di tingkat daerah menyampaikan komitmen untuk terus bersinergi dengan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas daerah.

OKP Cipayung Plus dikenal sebagai wadah komunikasi sejumlah organisasi mahasiswa besar yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Di Provinsi Lampung, keberadaan mereka menjadi kekuatan sosial yang berpengaruh dalam membentuk opini publik dan gerakan mahasiswa.

Perwakilan BEM dari berbagai perguruan tinggi di Lampung juga menyampaikan apresiasi atas inisiatif Kapolda yang membuka ruang silaturahmi secara langsung. Mereka menilai kegiatan seperti ini mampu meminimalisir kesalahpahaman serta mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan aparat kepolisian.

Ramadan sebagai Momentum Refleksi

Bulan suci Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan. Dalam sambutannya, Kapolda Lampung mengajak seluruh elemen pemuda untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi diri dan memperbaiki kualitas moral serta integritas.

Ia menekankan bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama. Ketika mahasiswa dan pemuda aktif menjaga suasana kondusif, maka stabilitas daerah akan terpelihara dengan baik.

Selain itu, kegiatan buka puasa bersama ini juga diisi dengan tausiyah singkat yang mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah dan menjauhi perpecahan. Nilai-nilai keagamaan diharapkan mampu menjadi fondasi dalam membangun komunikasi yang sehat antar elemen masyarakat.

Bangun Kepercayaan Publik

Kepercayaan publik terhadap institusi negara merupakan modal sosial yang sangat penting. Oleh karena itu, melalui kegiatan silaturahmi ini, Polda Lampung berupaya membangun kepercayaan dan transparansi dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian.

Kapolda menyampaikan bahwa Polri terus berbenah dan bertransformasi menuju institusi yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan). Transformasi ini tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya kalangan intelektual muda.

Dalam dialog yang berlangsung interaktif, sejumlah mahasiswa juga menyoroti pentingnya perlindungan terhadap kebebasan berpendapat serta penanganan aksi unjuk rasa secara humanis. Menanggapi hal tersebut, Kapolda menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak konstitusional yang dijamin undang-undang, selama dilakukan secara damai dan sesuai aturan yang berlaku.

Komitmen Bersama Jaga Stabilitas Daerah

Kegiatan buka puasa bersama ini diakhiri dengan doa bersama dan komitmen kolektif untuk menjaga persatuan dan kesatuan di Provinsi Lampung. Para peserta sepakat bahwa perbedaan pandangan adalah hal yang wajar dalam demokrasi, namun harus disikapi dengan kedewasaan dan semangat kebangsaan.

Dengan terjalinnya komunikasi yang baik antara Polri dan organisasi kepemudaan, diharapkan setiap potensi gesekan sosial dapat diredam melalui dialog dan musyawarah. Generasi muda diharapkan menjadi pelopor perdamaian dan penjaga nilai-nilai kebhinekaan.

Kapolda Lampung kembali menegaskan bahwa pintu komunikasi selalu terbuka. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya di bulan Ramadan, tetapi juga dalam berbagai momentum lainnya.

“Mari kita jaga Lampung sebagai rumah bersama. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling melengkapi. Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan situasi yang aman, damai, dan sejuk,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, Polda Lampung menunjukkan komitmennya untuk membangun kemitraan strategis dengan generasi muda sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan, memperkuat demokrasi, dan mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan.

Bidhumas Polda Lampung / Sumateranewstv