Tips Berkendara Aman Saat Ramadan 1447 Hijriah, Polda Lampung: Jaga Emosi dan Utamakan Keselamatan

Press Release Nomor: 63/ II/ HUM.6.1.1./ 2026/ Bidhumas
Kamis, 26 Februari 2026.

Bandar Lampung, (Sumateranewstv.com) – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Polda Lampung mengimbau masyarakat untuk lebih mengutamakan keselamatan serta pengendalian diri saat berkendara di jalan raya. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya aktivitas masyarakat selama Ramadan, khususnya menjelang waktu berbuka puasa dan setelah pelaksanaan salat tarawih.

Kondisi fisik yang berubah akibat berpuasa dinilai dapat memengaruhi konsentrasi, daya tahan tubuh, hingga stabilitas emosi pengendara. Oleh karena itu, kepolisian menekankan pentingnya kewaspadaan dan kesadaran kolektif demi terciptanya keamanan dan ketertiban lalu lintas selama bulan suci.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk meningkatkan kesabaran dan pengendalian diri, termasuk saat berada di jalan raya.

“Puasa mengajarkan kita untuk lebih sabar dan menahan emosi. Hal ini sangat penting diterapkan saat berkendara, karena keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, Kamis (26/2/2026).

Ramadan dan Tantangan Keselamatan Berkendara

Bulan Ramadan membawa perubahan dalam pola aktivitas masyarakat. Jam kerja yang bergeser, meningkatnya mobilitas menjelang berbuka puasa, serta kegiatan ibadah malam hari menjadi faktor yang berpotensi meningkatkan kepadatan lalu lintas.

Pada waktu menjelang berbuka, fenomena “rush hour Ramadan” kerap terjadi. Banyak pengendara terburu-buru untuk sampai di rumah atau lokasi berbuka puasa. Kondisi ini sering kali memicu pelanggaran lalu lintas seperti menerobos lampu merah, melawan arus, hingga berkendara dengan kecepatan tinggi.

Selain itu, kondisi fisik yang menurun akibat menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam juga dapat memengaruhi refleks dan konsentrasi. Rasa lelah dan kantuk berlebih berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Melihat situasi tersebut, Polda Lampung mengajak masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momen introspeksi diri, termasuk dalam hal disiplin berlalu lintas.

Gunakan Perlengkapan Keselamatan Standar

Kombes Pol Yuni menjelaskan bahwa terdapat sejumlah tips yang perlu diperhatikan masyarakat agar tetap aman selama berkendara di bulan Ramadan.

Di antaranya ialah selalu menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor dan mengenakan sabuk pengaman bagi pengemudi mobil. Perlengkapan keselamatan tersebut merupakan perlindungan dasar yang wajib digunakan dalam setiap perjalanan.

Helm berstandar nasional tidak hanya menjadi kewajiban hukum, tetapi juga berfungsi melindungi kepala dari cedera serius apabila terjadi kecelakaan. Begitu pula dengan sabuk pengaman yang terbukti mampu mengurangi risiko fatalitas saat terjadi benturan.

Polda Lampung juga mengingatkan agar pengendara memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum digunakan. Pemeriksaan rem, lampu, tekanan ban, serta kelengkapan surat kendaraan menjadi langkah awal pencegahan risiko di jalan.

Hindari Penggunaan Ponsel Saat Berkendara

Salah satu pelanggaran yang masih sering ditemukan adalah penggunaan telepon seluler saat berkendara. Aktivitas ini sangat berbahaya karena dapat mengalihkan perhatian pengemudi dari kondisi jalan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan ponsel saat berkendara. Fokus di jalan sangat penting, terlebih saat kondisi tubuh sedang berpuasa,” jelas Yuni.

Gangguan sekecil apa pun dapat berdampak besar ketika berada di jalan raya. Membaca pesan singkat atau menerima panggilan telepon selama beberapa detik saja dapat menyebabkan hilangnya konsentrasi dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Patuhi Rambu dan Jangan Melawan Arus

Kepatuhan terhadap rambu lalu lintas dan lampu isyarat menjadi kunci utama terciptanya ketertiban di jalan. Selama Ramadan, kepolisian akan meningkatkan pengawasan terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.

Pengendara diminta untuk tidak melawan arus, menghindari aksi kebut-kebutan, serta tidak melakukan manuver berbahaya yang dapat memicu kecelakaan.

Tindakan melawan arus sering kali dilakukan dengan alasan ingin lebih cepat sampai tujuan. Padahal, perilaku tersebut justru membahayakan diri sendiri dan orang lain.

Jaga Emosi dan Kendalikan Diri

Selain aspek teknis, pengendalian emosi juga menjadi perhatian utama dalam imbauan kali ini. Menurut Yuni, faktor emosi kerap menjadi pemicu konflik antar pengendara di jalan raya.

“Kami juga mengingatkan agar pengendara mampu menahan emosi, menghindari penggunaan klakson secara berlebihan, tidak mudah terprovokasi, serta saling menghargai sesama pengguna jalan,” jelasnya.

Ramadan merupakan bulan penuh berkah dan ampunan. Oleh karena itu, semangat kesabaran dan toleransi hendaknya tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk saat berkendara.

Mengutamakan keselamatan dibandingkan ego pribadi merupakan kunci utama terciptanya lalu lintas yang aman dan tertib selama Ramadan.

Peran Keluarga dan Masyarakat

Polda Lampung juga mengajak peran aktif keluarga dan masyarakat dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas. Orang tua diharapkan dapat mengawasi anak-anaknya agar tidak menggunakan kendaraan tanpa pengawasan atau tanpa kelengkapan surat izin mengemudi.

Selain itu, komunitas dan tokoh masyarakat dapat berperan dalam memberikan edukasi tentang keselamatan berlalu lintas, khususnya kepada generasi muda.

Dengan sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat, diharapkan angka kecelakaan lalu lintas selama Ramadan dapat ditekan seminimal mungkin.

Keselamatan sebagai Bagian dari Ibadah

Menutup keterangannya, Kombes Pol Yuni menegaskan bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama dan bagian dari ibadah di bulan Ramadan.

“Tetap fokus, jaga emosi, patuhi aturan, dan utamakan keselamatan. Sabar di jalan merupakan bagian dari ibadah di bulan Ramadan,” tandas mantan Kapolres Metro tersebut.

Melalui penerapan tips berkendara aman tersebut, Polda Lampung berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah dengan aman, nyaman, serta terhindar dari risiko kecelakaan lalu lintas.

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang menahan amarah, mengendalikan diri, dan menjaga keselamatan bersama. Dengan disiplin dan kesadaran kolektif, suasana lalu lintas yang aman dan tertib dapat terwujud di seluruh wilayah Lampung.

Bidhumas Polda Lampung / Sumateranewstv