Penguatan Organisasi Hingga Akar Rumput, Kwarcab Lampung Utara Fokus Siapkan Kader Pemimpin Masa Depan
KOTABUMI (Sumateranewstv. Com) – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Lampung Utara terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat struktur organisasi dan pembinaan generasi muda hingga ke tingkat paling bawah. Sebagai bagian dari strategi besar dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, hingga akhir Januari 2026, sebanyak sembilan Kwartir Ranting (Kwaran) resmi melantik jajaran pengurus baru untuk masa bakti 2025–2028.
Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting dalam upaya revitalisasi Gerakan Pramuka di Kabupaten Lampung Utara. Penguatan kelembagaan di tingkat ranting menjadi kunci utama dalam memastikan keberlangsungan program pembinaan karakter, kepemimpinan, serta pengembangan potensi generasi muda secara berkelanjutan.
Sembilan Kwaran yang telah resmi dilantik meliputi Kwaran Kotabumi Utara, Abung Timur, Abung Semuli, Abung Kunang, Sungkai Jaya, Sungkai Tengah, Abung Pekurun, Blambangan Pagar, dan Sungkai Selatan. Pelantikan tersebut mencakup berbagai unsur penting dalam struktur organisasi kepramukaan, mulai dari Ketua Majelis Pembimbing Ranting (Kamabiran), Pengurus Kwaran, Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK), Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), Ketua Majelis Pembimbing Satuan Karya (Kamabisa), hingga Dewan Kerja Ranting (DKR).
Pelantikan ini dilaksanakan berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka serta Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Gerakan Pramuka. Regulasi tersebut menjadi landasan hukum yang memperkuat peran Pramuka sebagai wadah pendidikan nonformal yang berfungsi membentuk karakter, kedisiplinan, serta jiwa kepemimpinan generasi muda Indonesia.
Ketua Kwarcab Lampung Utara, Kakak Muhammad Erwinsyah, dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara mental, berakhlak mulia, dan memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.
“Tujuannya jelas, kita ingin menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan yang tangguh untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. Generasi muda hari ini adalah pemimpin bangsa di masa depan. Oleh karena itu, Pramuka harus hadir sebagai wadah pembinaan karakter yang konsisten, terstruktur, dan berkelanjutan,” ujar Kakak Muhammad Erwinsyah.
Ia menambahkan bahwa penguatan Kwartir Ranting merupakan strategi penting karena ranting adalah ujung tombak pembinaan langsung di lapangan. Di tingkat inilah para peserta didik, mulai dari Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega, mendapatkan pembinaan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, organisasi Pramuka tidak boleh hanya kuat di tingkat cabang atau daerah, tetapi harus benar-benar hidup dan aktif di tingkat ranting dan gugus depan. Dengan demikian, semangat kepramukaan dapat dirasakan secara nyata oleh peserta didik, pembina, serta masyarakat luas.
“Kalau rantingnya kuat, maka gugus depannya akan aktif. Kalau gugus depannya aktif, maka peserta didiknya akan mendapatkan pembinaan yang maksimal. Inilah rantai pembinaan yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.
Dengan dilantiknya pengurus baru, diharapkan aktivitas kepramukaan di Lampung Utara kembali bergairah, khususnya di tingkat Gugus Depan yang berada di sekolah-sekolah, baik pada jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, maupun sekolah menengah atas dan sederajat.
Peserta didik sebagai subjek utama pembinaan diharapkan mampu tumbuh menjadi kader pembangunan yang memiliki kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta kesadaran berbangsa dan bernegara. Nilai-nilai kepramukaan seperti disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kepemimpinan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan global di masa depan.
Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Lampung Utara, Kakak Hamartoni Ahadis, yang juga menjabat sebagai Bupati Lampung Utara, menyampaikan dukungan penuh terhadap revitalisasi Gerakan Pramuka di daerah tersebut. Ia menilai bahwa Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki semangat kebangsaan yang kuat.
Dalam arahannya, Kakak Hamartoni Ahadis menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, Kwarcab, Kwaran, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program-program kepramukaan. Ia berharap Kwarcab Lampung Utara terus memaksimalkan potensi yang ada dan aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kepramukaan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Pemerintah daerah siap mendukung setiap program positif yang bertujuan membina generasi muda. Pramuka adalah mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas,” ujarnya.
Ia juga berpesan agar para pengurus yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan komitmen tinggi. Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur, tetapi juga oleh semangat pengabdian para pengurus dalam menjalankan tugasnya.
“Jabatan ini adalah amanah. Saya berharap seluruh pengurus Kwaran yang baru dilantik dapat bekerja dengan ikhlas, profesional, dan penuh semangat. Jadikan Pramuka sebagai wadah pembinaan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tambahnya.
Dari total 23 Kwartir Ranting yang ada di Kabupaten Lampung Utara, sembilan Kwaran telah resmi dikukuhkan. Sementara itu, 14 Kwaran lainnya yang telah menyelesaikan Musyawarah Ranting (Musran) dijadwalkan akan segera dilantik dalam waktu dekat. Hal ini menunjukkan bahwa proses penguatan organisasi berjalan secara bertahap namun terencana.
Proses Musyawarah Ranting sendiri merupakan forum tertinggi di tingkat ranting yang berfungsi untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, merumuskan program kerja ke depan, serta memilih dan menetapkan kepengurusan baru. Dengan selesainya Musran di sebagian besar Kwaran, diharapkan roda organisasi dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
Selain penguatan struktur organisasi, Kwarcab Lampung Utara juga menaruh perhatian besar pada kualitas pembinaan pembina dan pelatih. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas utama, mengingat peran pembina sangat menentukan keberhasilan proses pendidikan kepramukaan.
Berbagai program pelatihan, kursus, dan kegiatan peningkatan kompetensi pembina direncanakan untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan pembina yang berkualitas, diharapkan proses pembinaan peserta didik dapat berjalan lebih optimal dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Di era digital dan globalisasi, tantangan generasi muda semakin kompleks. Oleh karena itu, Gerakan Pramuka dituntut untuk terus beradaptasi dan berinovasi, tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan. Kegiatan-kegiatan Pramuka tidak hanya berfokus pada aktivitas luar ruang, tetapi juga harus mampu menjawab tantangan zaman, seperti literasi digital, kepemimpinan modern, serta penguatan karakter di tengah arus informasi yang begitu deras.
Kakak Muhammad Erwinsyah menegaskan bahwa Gerakan Pramuka harus menjadi ruang yang relevan bagi generasi muda. Menurutnya, Pramuka harus mampu menghadirkan kegiatan yang menarik, edukatif, dan membangun, sehingga generasi muda merasa bangga dan termotivasi untuk aktif berpartisipasi.
“Kita tidak boleh terjebak pada pola lama yang tidak lagi relevan. Pramuka harus adaptif, kreatif, dan inovatif, namun tetap berpegang pada nilai-nilai dasar seperti Dasa Darma dan Tri Satya,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pengurus, pembina, serta anggota Pramuka di Lampung Utara untuk menjadikan momentum pelantikan ini sebagai awal kebangkitan baru Gerakan Pramuka di daerah tersebut. Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, ia optimistis Pramuka Lampung Utara mampu memberikan kontribusi nyata dalam menyiapkan Generasi Emas 2045.
“Ini bukan hanya tentang organisasi, tetapi tentang masa depan bangsa. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan seperti apa Indonesia di tahun 2045. Pramuka harus berada di garda terdepan dalam menyiapkan generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berjiwa nasionalis,” tegasnya.
Pelantikan sembilan Kwaran ini juga mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk para pembina, orang tua peserta didik, serta tokoh masyarakat. Mereka menilai bahwa penguatan organisasi Pramuka di tingkat ranting akan memberikan dampak positif bagi pembinaan generasi muda di lingkungan masing-masing.
Dengan struktur organisasi yang solid, program kerja yang terarah, serta dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat, Gerakan Pramuka Kwarcab Lampung Utara optimistis mampu menjalankan perannya secara maksimal. Harapannya, Pramuka tidak hanya menjadi kegiatan ekstrakurikuler semata, tetapi juga menjadi gerakan pendidikan karakter yang berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Ke depan, Kwarcab Lampung Utara berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi, penguatan, dan pengembangan program-program kepramukaan. Fokus utama tetap pada pembinaan peserta didik sebagai calon pemimpin masa depan, sejalan dengan visi besar Indonesia Emas 2045.
Dengan semangat kebersamaan, dedikasi, dan komitmen yang kuat, Gerakan Pramuka Lampung Utara diharapkan mampu menjadi contoh dalam penguatan organisasi dan pembinaan generasi muda, sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing tinggi. (*)
#PramukaLampungUtara #KwarcabLampungUtara #IndonesiaEmas2045 #GenerasiMuda #Kepramukaan #Kotabumi #GerakanPramuka #PemimpinMasaDepan
