Kotabumi, Sumateranewstv. Com – Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menunjukkan komitmen kuat dalam upaya melestarikan adat dan budaya Lampung melalui dukungan penuh terhadap program Kamis Beradat. Kebijakan ini sejalan dengan Instruksi Gubernur Lampung yang mengarahkan seluruh aparatur pemerintahan untuk menggunakan Bahasa Lampung serta mengenakan busana adat dan batik khas Lampung setiap hari Kamis.
Dukungan tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., saat bertindak sebagai pembina apel pagi harian di Halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, Kamis, 22 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, Bupati menekankan pentingnya peran aparatur pemerintah sebagai garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan identitas budaya daerah.
Menurut Bupati Hamartoni Ahadis, Bahasa Lampung dan adat istiadat yang menyertainya merupakan warisan leluhur yang tidak ternilai harganya. Oleh karena itu, pelestariannya harus dilakukan secara berkelanjutan dan terintegrasi dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di lingkungan pemerintahan.
Kamis Beradat sebagai Implementasi Instruksi Gubernur
Program Kamis Beradat merupakan tindak lanjut dari arahan dan Instruksi Gubernur Lampung yang bertujuan menghidupkan kembali penggunaan Bahasa Lampung di ruang-ruang formal pemerintahan. Melalui kebijakan ini, setiap hari Kamis seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara diwajibkan menggunakan kosakata Bahasa Lampung dalam berkomunikasi, baik secara lisan maupun dalam kegiatan resmi.
Bupati Hamartoni Ahadis dalam amanatnya menyampaikan apresiasi atas kehadiran seluruh pegawai dalam apel pagi tersebut. Ia juga menekankan bahwa apel harian bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana untuk memperkuat kedisiplinan, kebersamaan, dan pemahaman terhadap kebijakan pemerintah.
“Terimo kasih atas kehadiran seunyinni pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah lem apel harian dawan kebian sino, berkenaan jamo peraturan tentang disiplin pegawai negeri. Untuk melestarikan Bahasa Lampung, kita ada yang namanya Kamis Beradat. Untuk itu seluruh pegawai diharuskan menggunakan Bahasa Lampung di hari Kamis,” ujar Bupati Hamartoni Ahadis saat memberikan amanat.
Pernyataan tersebut disampaikan dengan nuansa Bahasa Lampung, sebagai contoh langsung kepada seluruh aparatur bahwa penggunaan bahasa daerah dapat diterapkan dalam kegiatan formal pemerintahan.
Bahasa Lampung dalam Kegiatan Resmi Pemerintahan
Bupati Lampung Utara menegaskan bahwa penggunaan Bahasa Lampung tidak hanya terbatas pada komunikasi sehari-hari antarpegawai, tetapi juga harus diterapkan dalam berbagai kegiatan resmi pemerintahan yang dilaksanakan pada hari Kamis. Hal ini meliputi rapat dinas, forum resmi, serta kegiatan kantor lainnya.
“Bahasa Lampung ini juga digunakan pada saat rapat resmi atau berbagai kegiatan kantor lainnya. Dengan demikian, Bahasa Lampung tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar hidup dan digunakan dalam aktivitas pemerintahan,” ujar Bupati.
Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri aparatur dalam menggunakan Bahasa Lampung serta menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas budaya daerah. Selain itu, penggunaan bahasa daerah dalam kegiatan resmi juga menjadi sarana edukasi bagi pegawai yang berasal dari luar daerah Lampung.
Kewajiban Penggunaan Batik Lampung bagi Pejabat Eselon
Selain penggunaan Bahasa Lampung, Bupati Hamartoni Ahadis juga menyampaikan kebijakan terkait penggunaan busana adat, khususnya batik Lampung. Ia mengarahkan agar para pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara mengenakan batik Lampung secara seragam pada minggu pertama setiap bulan.
Kebijakan ini berlaku bagi pejabat eselon II, III, dan IV, dengan tujuan menciptakan keseragaman sekaligus memperkuat identitas visual aparatur pemerintah daerah.
“Untuk pejabat eselon dua, tiga, dan empat, uniform batik Lampung. Jadi ada keseragaman baju untuk setiap eselon sebagai pembeda pejabat sesuai eselonnya,” tegas Bupati.
Penggunaan batik Lampung ini tidak hanya mencerminkan keindahan seni dan budaya daerah, tetapi juga memiliki nilai filosofis yang mendalam. Motif-motif batik Lampung sarat akan makna kehidupan, kearifan lokal, serta nilai-nilai adat yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Lampung.
Mendorong Pembelajaran Aksara Lampung
Lebih lanjut, Bupati Lampung Utara juga mendorong seluruh pegawai, khususnya yang berasal dari beragam latar belakang suku dan budaya, untuk mempelajari aksara Lampung. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya berhenti pada bahasa lisan, tetapi juga harus mencakup tulisan dan simbol budaya.
Aksara Lampung merupakan bagian penting dari identitas budaya daerah yang saat ini sudah mulai jarang digunakan. Dengan mempelajari dan menggunakan aksara Lampung, diharapkan warisan budaya ini dapat terus hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.
Bupati mengarahkan agar aksara Lampung digunakan dalam penamaan kantor, papan nama jalan, serta fasilitas umum lainnya. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkenalkan aksara Lampung secara luas kepada masyarakat.
“Kita ingin adat budaya Lampung benar-benar lestari. Salah satunya dengan menghidupkan kembali penggunaan aksara Lampung, baik di lingkungan pemerintahan maupun di ruang publik,” ungkap Bupati.
Menjaga Identitas di Tengah Keberagaman
Lampung Utara dikenal sebagai daerah yang dihuni oleh masyarakat dari berbagai suku dan latar belakang budaya. Keberagaman ini menjadi kekuatan tersendiri, namun juga menuntut adanya upaya bersama untuk menjaga identitas budaya lokal agar tidak tergerus.
Program Kamis Beradat dinilai sebagai langkah tepat untuk memperkenalkan budaya Lampung kepada seluruh pegawai, termasuk mereka yang berasal dari luar daerah. Dengan demikian, tercipta rasa saling menghargai dan memahami antarbudaya.
Bupati Hamartoni Ahadis menegaskan bahwa pelestarian budaya Lampung tidak bertujuan untuk mengesampingkan budaya lain, melainkan sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya lokal sebagai tuan rumah.
“Lampung adalah rumah kita bersama. Dengan menjaga budaya Lampung, kita juga menjaga keharmonisan dan persatuan di tengah keberagaman,” ujarnya.
Respons Positif Aparatur Pemerintah
Kebijakan Kamis Beradat mendapatkan respons positif dari para aparatur Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Banyak pegawai yang menyambut baik kebijakan ini karena dinilai memberikan nuansa baru dalam aktivitas kerja sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap budaya daerah.
Sejumlah pegawai mengaku bahwa melalui Kamis Beradat, mereka menjadi lebih mengenal Bahasa Lampung, termasuk kosakata dan ungkapan yang sebelumnya jarang digunakan. Hal ini dinilai sebagai pengalaman berharga, terutama bagi pegawai yang bukan berasal dari suku Lampung.
“Dengan Kamis Beradat, kami jadi belajar Bahasa Lampung. Awalnya memang tidak mudah, tapi lama-lama jadi terbiasa dan merasa bangga bisa menggunakannya,” ungkap salah seorang pegawai.
Komitmen Jangka Panjang Pemkab Lampung Utara
Pemerintah Kabupaten Lampung Utara menegaskan bahwa dukungan terhadap Kamis Beradat bukanlah program jangka pendek, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang dalam pelestarian adat dan budaya Lampung.
Ke depan, Pemkab Lampung Utara berencana untuk terus mengembangkan berbagai program pendukung, seperti pelatihan Bahasa Lampung, pengenalan aksara Lampung, serta kegiatan budaya lainnya yang melibatkan aparatur pemerintah dan masyarakat.
Bupati Hamartoni Ahadis berharap, melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, budaya Lampung dapat terus lestari dan menjadi kebanggaan bersama.
Penutup
Dukungan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara terhadap program Kamis Beradat menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya Lampung. Melalui penggunaan Bahasa Lampung, pemakaian batik khas Lampung, serta dorongan untuk mempelajari aksara Lampung, identitas budaya lokal diharapkan tetap hidup di tengah arus modernisasi.
Dengan peran aktif aparatur pemerintah sebagai teladan, Kamis Beradat diharapkan tidak hanya menjadi kebijakan administratif, tetapi juga gerakan budaya yang mengakar kuat di tengah masyarakat Lampung Utara. (*)
(Editor Redaksi Sumateranewstv. Com)



0Komentar