LAMPUNG (Sumateranewstv. Com) — Kodam XXI (21) Radin Inten menggelar salat gaib dan doa bersama sebagai bentuk duka cita serta solidaritas mendalam atas bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi wujud empati TNI terhadap para korban yang meninggal dunia, khususnya prajurit TNI Angkatan Laut dari Korps Marinir yang turut menjadi korban dalam musibah tersebut.
Kegiatan salat gaib dilaksanakan di Masjid Makodam XXI Radin Inten, Kota Bandar Lampung, pada Selasa sore. Puluhan prajurit TNI dari berbagai satuan di lingkungan Kodam XXI Radin Inten tampak hadir dan mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Suasana haru dan khidmat menyelimuti masjid saat para prajurit memanjatkan doa bagi para korban yang gugur dalam bencana tersebut.
Salat gaib ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, namun juga menjadi simbol solidaritas, kepedulian, serta rasa persaudaraan antarsesama prajurit TNI. Dalam setiap lantunan doa, para prajurit memohon agar arwah para korban diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan kesabaran dalam menghadapi cobaan berat tersebut.
Doa Khusus untuk Prajurit Marinir yang Gugur
Dalam kegiatan tersebut, doa secara khusus juga dipanjatkan untuk prajurit Marinir TNI Angkatan Laut yang menjadi korban dalam bencana longsor. Para prajurit tersebut diketahui tengah menjalankan tugas dan latihan pengamanan perbatasan Indonesia–Papua Nugini, yang merupakan bagian dari tugas negara dalam menjaga kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Tragedi yang menimpa para prajurit Marinir tersebut tidak hanya menjadi duka bagi keluarga besar TNI Angkatan Laut, namun juga bagi seluruh institusi TNI dan masyarakat Indonesia. Gugurnya para prajurit dalam kondisi musibah alam ini menambah daftar panjang pengorbanan prajurit TNI dalam menjalankan tugas negara.
Para prajurit Kodam XXI Radin Inten yang mengikuti salat gaib tampak menundukkan kepala dengan penuh rasa hormat, mengenang jasa dan pengabdian rekan-rekan mereka yang telah mendahului. Semangat kebersamaan dan jiwa korsa terlihat begitu kuat dalam momen tersebut.
Suasana Khidmat di Masjid Makodam XXI Radin Inten
Masjid Makodam XXI Radin Inten dipenuhi oleh prajurit yang mengenakan seragam dinas. Mereka berbaris rapi, mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan tertib. Imam memimpin salat gaib dengan suara yang tenang dan penuh penghayatan, diikuti oleh jamaah yang memanjatkan doa dengan khusyuk.
Usai pelaksanaan salat gaib, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh rohaniawan TNI. Dalam doa tersebut, para prajurit memohon agar para korban diterima segala amal ibadahnya, diampuni segala dosa-dosanya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Doa juga dipanjatkan untuk para korban yang selamat agar diberikan kesembuhan, kekuatan, dan semangat dalam menjalani proses pemulihan. Selain itu, doa turut dipanjatkan bagi keluarga korban agar diberi ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan yang begitu besar.
Bentuk Solidaritas dan Empati TNI
Kegiatan salat gaib ini merupakan bagian dari tradisi dan budaya TNI dalam menunjukkan rasa empati, solidaritas, serta kebersamaan ketika terjadi musibah, baik yang menimpa prajurit maupun masyarakat sipil. TNI tidak hanya hadir dalam konteks tugas pertahanan dan keamanan, namun juga dalam misi kemanusiaan dan kepedulian sosial.
Dengan menggelar salat gaib, Kodam XXI Radin Inten ingin menunjukkan bahwa duka yang dirasakan oleh keluarga korban adalah duka bersama seluruh prajurit TNI. Kebersamaan ini menjadi salah satu nilai utama dalam menjaga soliditas dan kekompakan antar satuan di lingkungan TNI.
Selain sebagai bentuk empati, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan prajurit kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus mengingatkan akan pentingnya kesiapsiagaan dan kewaspadaan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Penegasan Pangdam XXI Radin Inten
Pangdam XXI Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, menegaskan bahwa TNI akan terus memberikan dukungan penuh dalam penanganan bencana, baik dalam tahap tanggap darurat maupun dalam proses pemulihan pascabencana.
Menurut Pangdam, kehadiran TNI dalam setiap bencana merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab institusi untuk membantu masyarakat serta memberikan dukungan kepada keluarga korban. Hal ini sejalan dengan tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), yang mencakup bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
“TNI akan selalu hadir untuk membantu masyarakat dan keluarga korban, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan pascabencana. Kami akan mengerahkan personel dan sumber daya yang diperlukan untuk mendukung upaya kemanusiaan di lapangan,” tegas Mayjen TNI Kristomei Sianturi.
Dukungan TNI dalam Penanganan Bencana
Dalam berbagai kesempatan, TNI kerap terlibat aktif dalam penanganan bencana alam di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari evakuasi korban, pendirian dapur umum, penyaluran bantuan logistik, hingga membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Dalam kasus bencana longsor di Cisarua, TNI juga turut ambil bagian dalam upaya pencarian dan pertolongan korban. Personel TNI dikerahkan untuk membantu tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polri, BPBD, relawan, serta unsur terkait lainnya.
Sinergi antarinstansi ini menjadi kunci dalam mempercepat proses evakuasi dan penanganan korban, sekaligus memastikan bahwa bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang terdampak.
Bencana Longsor di Cisarua
Bencana tanah longsor yang terjadi di wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem dan intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah menjadi labil dan akhirnya longsor, menimbun sejumlah area dan menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya di daerah rawan longsor. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus melakukan pemetaan wilayah rawan bencana serta meningkatkan upaya mitigasi guna mengurangi risiko di masa mendatang.
Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga menyebabkan kerusakan infrastruktur serta mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Proses pemulihan diperkirakan akan memerlukan waktu dan dukungan dari berbagai pihak.
Penguatan Nilai Kemanusiaan di Lingkungan TNI
Kegiatan salat gaib yang digelar Kodam XXI Radin Inten juga mencerminkan kuatnya nilai-nilai kemanusiaan yang dijunjung tinggi oleh TNI. Di tengah tugas berat menjaga kedaulatan negara, prajurit TNI juga dituntut untuk memiliki kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama.
Nilai-nilai tersebut terus ditanamkan kepada seluruh prajurit, baik melalui pendidikan, pembinaan mental dan rohani, maupun melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Dengan demikian, prajurit TNI diharapkan tidak hanya tangguh secara fisik dan profesional dalam bertugas, tetapi juga memiliki empati dan rasa kemanusiaan yang tinggi.
Hal ini sejalan dengan jati diri TNI sebagai tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional, dan tentara profesional yang selalu hadir di tengah-tengah masyarakat.
Harapan untuk Keluarga Korban
Dalam doa yang dipanjatkan, para prajurit juga menyampaikan harapan agar keluarga korban diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini. Kehilangan orang terkasih dalam sebuah musibah tentu menjadi duka yang mendalam dan membutuhkan dukungan moril dari berbagai pihak.
Kodam XXI Radin Inten berharap agar keluarga korban tidak merasa sendiri dalam menghadapi duka, karena seluruh keluarga besar TNI turut merasakan dan mendoakan yang terbaik bagi mereka.
Solidaritas ini diharapkan dapat memberikan sedikit penghiburan dan kekuatan bagi keluarga korban untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan ke depan.
Komitmen Berkelanjutan TNI
Melalui kegiatan salat gaib ini, Kodam XXI Radin Inten menegaskan kembali komitmennya untuk terus hadir dalam setiap situasi, baik dalam kondisi damai maupun saat terjadi bencana. Komitmen ini merupakan bagian dari tugas pengabdian TNI kepada bangsa dan negara.
TNI akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta berbagai elemen masyarakat dalam upaya penanggulangan bencana dan pemulihan wilayah terdampak.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, diharapkan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan lebih cepat dan efektif, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal.
Penutup
Kegiatan salat gaib dan doa bersama yang digelar Kodam XXI Radin Inten menjadi simbol nyata empati, solidaritas, dan kepedulian TNI terhadap sesama. Tragedi longsor di Cisarua tidak hanya menjadi duka bagi keluarga korban, tetapi juga bagi seluruh rakyat Indonesia.
Melalui doa dan dukungan moril, Kodam XXI Radin Inten berharap agar para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan.
TNI berkomitmen untuk terus hadir, membantu, dan mendampingi masyarakat dalam setiap situasi, sebagai wujud nyata pengabdian kepada bangsa dan negara. (*)
(Editor Redaksi Sumateranewstv. Com)




0Komentar