TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Seorang Sopir Meninggal Dunia di Warung Makan Area Pabrik ABM Lampung Utara

Seorang Sopir Meninggal Dunia di Warung Makan Area Pabrik ABM Lampung Utara

Daftar Isi
×

SUNGKAI UTARA (Sumateranewstv. Com) – Suasana duka menyelimuti area Pabrik PT Agro Bumi Mas (ABM), Desa Hanakau Jaya, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, setelah seorang pria paruh baya bernama Tito Sutrisno (55), warga Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan, ditemukan meninggal dunia di sebuah warung makan pada Kamis (29/1/2026) sore.

Peristiwa tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar, para pekerja pabrik, serta pengunjung warung makan yang berada di dalam area pabrik. Korban yang diketahui berprofesi sebagai seorang sopir itu sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir di lokasi kejadian.

Kejadian ini tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban, namun juga menjadi perhatian aparat kepolisian setempat yang langsung turun tangan untuk memastikan penyebab kematian serta memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Kronologi Awal Kejadian

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari saksi di lokasi, peristiwa bermula sekitar pukul 16.15 WIB. Saat itu, korban Tito Sutrisno mendatangi sebuah warung makan milik Rusmini yang berada di dalam area Pabrik PT Agro Bumi Mas.

Kepada pemilik warung, korban mengeluhkan rasa sakit yang cukup hebat di bagian dada serta sesak napas. Korban tampak lemas dan tidak seperti biasanya. Ia kemudian memesan segelas kopi dan duduk untuk beristirahat di warung tersebut.

Menurut keterangan saksi Rusmini, korban juga sempat menghubungi salah satu kerabatnya melalui telepon seluler. Dalam percakapan tersebut, korban diduga menyampaikan kondisi kesehatannya yang sedang tidak baik.

“Korban datang ke warung dan mengeluh dadanya sakit serta sesak napas. Dia duduk dan pesan kopi. Saya lihat wajahnya pucat dan kelihatan kesakitan,” ujar Rusmini saat memberikan keterangan kepada petugas.

Upaya Pengobatan Alternatif

Dalam kondisi yang semakin melemah, korban sempat meminta kepada saksi untuk dicarikan seekor ayam hidup. Permintaan tersebut didasari oleh keyakinan korban terhadap metode pengobatan alternatif, yakni dengan cara menempelkan ayam hidup ke bagian dada untuk meredakan rasa sakit.

Metode pengobatan tradisional tersebut masih dipercaya oleh sebagian masyarakat sebagai salah satu cara alternatif untuk mengurangi keluhan penyakit tertentu, meskipun secara medis tidak terbukti.

Saksi sempat berupaya memenuhi permintaan korban. Namun sebelum pengobatan alternatif tersebut sempat dilakukan secara maksimal, kondisi korban justru semakin memburuk.

Korban tampak semakin lemas, napasnya tersengal, dan tidak mampu lagi berkomunikasi dengan baik. Warga dan pengunjung warung mulai menyadari bahwa kondisi korban berada dalam keadaan darurat.

Kondisi Memburuk dan Korban Meninggal Dunia

Sekira pukul 17.10 WIB, kondisi Tito Sutrisno semakin kritis. Korban terlihat tidak sadarkan diri dan tidak merespons saat dipanggil oleh saksi maupun warga di sekitar lokasi.

Warga kemudian berupaya memberikan pertolongan seadanya dan mencoba memastikan kondisi korban. Namun, setelah beberapa saat, korban dinyatakan telah meninggal dunia di lokasi kejadian.

Suasana warung makan yang semula ramai berubah menjadi haru dan panik. Beberapa warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian dan petugas kesehatan setempat.

Jenazah korban kemudian ditangani sesuai prosedur dan dibawa untuk dilakukan pemeriksaan medis guna memastikan penyebab kematian.

Pihak Kepolisian Lakukan Cek TKP

Pihak kepolisian dari Polsek setempat menerima laporan terkait peristiwa tersebut dan segera melakukan langkah-langkah penanganan.

Petugas kepolisian melakukan cek tempat kejadian perkara (TKP) sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam proses tersebut, petugas melakukan pemeriksaan lokasi, meminta keterangan dari para saksi, serta mengumpulkan informasi terkait kronologi kejadian.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa meninggalnya korban, serta untuk memberikan kepastian hukum dan kejelasan kepada pihak keluarga.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.

Hasil Pemeriksaan Medis

Jenazah korban kemudian dibawa ke Puskesmas Negara Ratu untuk dilakukan pemeriksaan medis lebih lanjut oleh tenaga kesehatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan luka akibat kekerasan, baik luka luar maupun tanda-tanda penganiayaan. Hal ini menguatkan dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya.

Pihak medis menduga korban mengalami gangguan kesehatan serius yang menyebabkan kematian mendadak, seperti serangan jantung atau gangguan pernapasan akut, meskipun diagnosis pasti tetap memerlukan pemeriksaan lanjutan apabila diperlukan.

Pihak kepolisian juga menyampaikan bahwa sejauh ini tidak ditemukan indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

Identitas Korban dan Latar Belakang

Korban diketahui bernama Tito Sutrisno, berusia 55 tahun, dan beralamat di Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan. Korban sehari-hari berprofesi sebagai seorang sopir.

Menurut informasi yang dihimpun, korban diduga sedang berada di area Pabrik PT Agro Bumi Mas dalam rangka pekerjaan atau perjalanan, sebelum akhirnya singgah di warung makan tersebut untuk beristirahat.

Profesi sebagai sopir membuat korban sering melakukan perjalanan jauh dan memiliki aktivitas fisik yang cukup tinggi. Kondisi tersebut diduga turut memengaruhi kondisi kesehatan korban.

Jenazah Menunggu Dijemput Keluarga

Saat ini, jenazah Tito Sutrisno masih berada di Puskesmas Negara Ratu. Pihak kepolisian dan tenaga kesehatan telah menghubungi pihak keluarga korban untuk proses pemulangan jenazah.

Rencananya, jenazah akan dipulangkan ke rumah duka di Desa Pisang Baru Kraton, Kecamatan Bahuga, Kabupaten Way Kanan, setelah seluruh administrasi dan prosedur selesai.

Pihak keluarga diharapkan segera datang untuk melakukan proses penjemputan dan pengurusan jenazah sesuai dengan adat dan kepercayaan keluarga.

Respons Warga dan Lingkungan Sekitar

Peristiwa meninggalnya seorang sopir di area pabrik tersebut mengundang rasa duka dan empati dari warga sekitar serta para pekerja pabrik.

Sejumlah warga menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Mereka juga berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi musibah tersebut.

Warga sekitar juga mengaku terkejut dengan kejadian tersebut, mengingat korban sebelumnya masih sempat berbincang dan melakukan aktivitas seperti biasa sebelum kondisinya tiba-tiba memburuk.

Imbauan Terkait Kesehatan bagi Pekerja dan Sopir

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi para pekerja, khususnya yang memiliki profesi dengan tingkat mobilitas tinggi seperti sopir, untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan.

Kelelahan, kurang istirahat, serta tekanan pekerjaan dapat berdampak pada kesehatan, terutama bagi mereka yang telah berusia lanjut atau memiliki riwayat penyakit tertentu.

Pihak terkait mengimbau agar para pekerja dan sopir rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, menjaga pola makan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila merasakan keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, atau gejala lainnya.

Komitmen Kepolisian dalam Penanganan Kejadian Masyarakat

Pihak kepolisian menegaskan akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam setiap peristiwa yang terjadi, termasuk dalam penanganan kasus kematian mendadak.

Langkah cepat dalam melakukan cek TKP, pemeriksaan saksi, serta koordinasi dengan pihak medis merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberikan kepastian hukum dan rasa aman kepada masyarakat.

Dengan adanya penanganan yang profesional, diharapkan masyarakat dapat memperoleh kejelasan atas setiap peristiwa yang terjadi, sekaligus mencegah munculnya spekulasi yang tidak berdasar.

Duka Mendalam bagi Keluarga Korban

Kematian Tito Sutrisno tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga yang ditinggalkan. Sebagai tulang punggung keluarga yang berprofesi sebagai sopir, kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam dan kehilangan yang besar.

Rekan-rekan sesama sopir serta kenalan korban juga menyampaikan rasa belasungkawa dan mengenang almarhum sebagai sosok yang dikenal pekerja keras.

Doa dan harapan dipanjatkan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini.

Penutup

Peristiwa meninggalnya seorang sopir di warung makan area Pabrik PT Agro Bumi Mas, Desa Hanakau Jaya, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara, menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan, khususnya bagi para pekerja dengan tingkat aktivitas tinggi.

Pihak kepolisian memastikan bahwa peristiwa tersebut murni akibat sakit yang diderita korban dan tidak ditemukan unsur tindak pidana.

Saat ini, proses pemulangan jenazah masih menunggu kehadiran pihak keluarga. Masyarakat sekitar dan berbagai pihak turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum Tito Sutrisno.

Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, serta ketabahan dalam menghadapi musibah ini. (*)

Editor Redaksi Sumateranewstv. Com

0Komentar