Jakarta Barat, (Sumateranewstv. Com) — Dalam rangka memperkuat edukasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan sekolah, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi menghadiri kegiatan Police Goes To School yang digelar di SMKN 45 Jakarta, Jalan KPBD, Kelurahan Sukabumi Selatan, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (9/12/2025). Kegiatan ini berjalan hangat, penuh antusiasme, dan diikuti sebanyak 819 pelajar yang memadati halaman sekolah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Nur Aqsha Ferdianto, Kasat Binmas Kompol Agung Nugroho, Kasi Humas AKP Wisnu Wirawan, Kasi Propam AKP Supriyatin, para guru, tenaga pendidik, serta jajaran keamanan sekolah. Kegiatan Police Goes To School menjadi momentum penting bagi Polres Metro Jakarta Barat dalam meningkatkan hubungan komunikasi, kedekatan emosional, serta sinergitas antara kepolisian dan lingkungan pendidikan.
Police Goes To School: Program Humanis Polri untuk Generasi Muda
Program Police Goes To School telah menjadi agenda rutin Polri untuk hadir langsung di lingkungan sekolah, memberikan edukasi mengenai hukum, ketertiban, keselamatan, dan moralitas. Di era perkembangan digital dan gaya hidup yang semakin kompleks, Polri memandang penting untuk memberikan pendampingan kepada generasi muda sebagai langkah pencegahan dini terhadap berbagai bentuk kenakalan remaja yang kerap memicu tindakan kriminal.
Kapolres Metro Jakarta Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah merupakan ruang strategis untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa. Oleh sebab itu, Polri hadir dengan pendekatan humanis dan edukatif, bukan hanya melakukan penegakan hukum, tetapi juga memberikan pembinaan yang berkelanjutan.
“Pelajar adalah harapan bangsa. Masa depan negeri ini ada di tangan kalian. Maka dari itu, jagalah perilaku, fokuslah belajar, dan jauhi segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak masa depan," kata Kapolres dalam arahannya kepada para siswa.
Kegiatan Police Goes To School ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menekankan pentingnya membangun kedekatan emosional antara Polri dan pelajar, mengingat bahwa remaja merupakan kelompok usia yang sangat rentan terhadap pengaruh lingkungan, tekanan sosial, dan perkembangan teknologi digital yang seringkali menjerumuskan ke arah negatif jika tidak diimbangi dengan pengawasan yang baik.
Pesan Kamtibmas: Bahaya Tawuran, Bullying, dan Penyalahgunaan Narkoba
Dalam arahannya, Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi memberikan penekanan mengenai fenomena kenakalan remaja yang akhir-akhir ini semakin marak, seperti tawuran pelajar, bullying, geng motor, penyalahgunaan narkoba, pelanggaran lalu lintas, hingga konten negatif di media sosial. Ia menjelaskan bahwa tindakan-tindakan tersebut tidak hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga membawa konsekuensi hukum yang serius.
Salah satu topik yang paling banyak dibahas adalah terkait tawuran pelajar. Kapolres menegaskan bahwa tawuran bukan sekadar “aksi keberanian” seperti yang sering dianggap oleh sebagian remaja, tetapi merupakan tindakan kriminal yang dapat mengakibatkan luka berat, kerugian material, bahkan hilangnya nyawa.
“Tawuran itu bukan gaya-gayaan. Tawuran adalah perilaku yang salah dan berbahaya. Jika membawa senjata tajam, apalagi sampai menyebabkan korban jiwa, itu sudah masuk kategori tindak pidana berat,” ujarnya tegas.
Selain tawuran, Kapolres juga menyoroti bullying—baik secara fisik, verbal, maupun digital. Menurutnya, bullying merupakan pintu awal munculnya trauma, depresi, dan konflik antar siswa. Polres Jakarta Barat telah menerima banyak laporan terkait kekerasan antar pelajar, yang sebagian besar berakar dari tindakan saling mengejek, perundungan, dan konten digital yang menyudutkan teman.
Lebih jauh, Kapolres memberikan penjelasan mengenai bahaya narkoba yang saat ini telah menyasar kalangan pelajar melalui berbagai modus, seperti permen narkoba, vape cair berbahaya, hingga obat-obatan terlarang yang disamarkan dalam kemasan produk anak muda. Polri menyampaikan bahwa pelajar merupakan kelompok yang harus dilindungi agar tidak menjadi korban penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan dalam sekejap.
Membangun Masa Depan Melalui Disiplin dan Fokus Belajar
Pada kesempatan tersebut, Kapolres juga memberikan motivasi kepada para pelajar agar memiliki mimpi besar dan bekerja keras meraih cita-cita. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak datang secara instan, tetapi membutuhkan disiplin, usaha, ketekunan, serta lingkungan pergaulan yang positif.
“Semua dari kalian punya potensi luar biasa. Tapi ingat, untuk bisa mencapai sesuatu kalian harus fokus, tidak mudah terpengaruh, dan mampu memilih pergaulan yang baik. Pergaulan yang salah dapat menghancurkan masa depan,” jelas Kapolres.
Ia juga mengajak para pelajar untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak, menghindari konten negatif, serta menggunakan media sosial untuk hal-hal yang produktif seperti belajar, berkreasi, dan memperluas wawasan.
Dialog Interaktif: Menyerap Aspirasi dan Masukan Pelajar
Salah satu bagian menarik dari kegiatan tersebut adalah sesi dialog dan tanya jawab. Dalam momen ini, Kapolres secara langsung membuka ruang bagi para siswa untuk menyampaikan pertanyaan, keluhan, hingga masukan terkait situasi keamanan di lingkungan mereka.
Beberapa siswa mengeluhkan maraknya aksi balap liar, keberadaan geng motor yang kerap melintas di sekitar wilayah sekolah, hingga kekhawatiran terkait penggunaan media sosial yang sering memicu konflik antarpelajar. Kapolres mendengarkan satu per satu masukan mereka dan memberikan solusi serta penjelasan yang menenangkan.
“Kami ingin mendengar suara kalian langsung. Jika ada masalah keamanan, jangan ragu menghubungi kami. Polisi tidak hanya bertugas menindak, tetapi juga melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat,” ujarnya disambut tepuk tangan pelajar.
Kegiatan dialog ini menunjukkan bahwa Polri ingin membangun kedekatan yang lebih terbuka dengan para pelajar, sehingga mereka merasa aman dan nyaman untuk melaporkan permasalahan di lingkungan sekitar.
Peran Guru dan Orang Tua dalam Pencegahan Kenakalan Remaja
Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan kepolisian dalam membentuk karakter siswa. Guru dan tenaga pendidik memiliki peran besar dalam mengawasi perilaku siswa saat berada di sekolah, sementara orang tua bertanggung jawab mengawasi anak saat berada di rumah atau lingkungan luar.
Kapolres mengimbau agar komunikasi antara orang tua dan anak harus diperkuat. Banyak kasus kenakalan remaja terjadi karena minimnya komunikasi yang efektif di dalam keluarga, sehingga anak mencari pelarian melalui pergaulan yang salah.
Pentingnya Lingkungan Sekolah yang Aman dan Nyaman
Pihak sekolah SMKN 45 Jakarta menyambut baik kegiatan ini dan berharap kerja sama antara Polri dan sekolah dapat terus berlanjut. Menurut para guru, edukasi langsung dari kepolisian sangat efektif dalam membuka wawasan siswa mengenai risiko kenakalan remaja.
Lingkungan sekolah yang aman dan nyaman menjadi prioritas utama sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung maksimal. Dengan adanya kegiatan seperti ini, sekolah berharap para pelajar dapat lebih sadar akan tanggung jawab mereka sebagai generasi penerus bangsa.
Dampak Program Police Goes To School terhadap Pelajar
Secara umum, program Police Goes To School telah menunjukkan dampak positif dalam berbagai aspek, antara lain:
- Meningkatkan pengetahuan siswa tentang hukum dan keamanan.
- Mendorong perilaku disiplin dan mengurangi potensi tawuran.
- Meningkatkan kesadaran mengenai bahaya narkoba.
- Mengurangi bullying dan kekerasan antar siswa.
- Membangun hubungan emosional yang baik antara pelajar dan polisi.
- Mendorong pelajar untuk melapor bila terjadi tindakan kriminal di lingkungan mereka.
Dengan hadirnya aparat kepolisian di sekolah, para pelajar merasa lebih dekat dan memahami bahwa Polri adalah sahabat bagi masyarakat, bukan sosok yang menakutkan.
Penutup: Siswa SMKN 45 Jakarta Siap Menjadi Generasi Hebat
Kegiatan Police Goes To School kemudian ditutup dengan pesan optimisme dari Kapolres Metro Jakarta Barat. Beliau menegaskan bahwa generasi muda adalah aset bangsa yang harus dijaga dan dibina agar mampu berperan penting dalam mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju.
“Kami percaya, adik-adik di SMKN 45 Jakarta ini akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, disiplin, dan berkarakter. Jauhi kenakalan remaja, fokus belajar, dan banggalah menjadi pelajar yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan,” pungkas Kapolres Kombes Pol Twedi Aditya Bennyahdi.
Kegiatan berjalan lancar, penuh kehangatan, dan meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh pelajar yang hadir. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut di sekolah-sekolah lain di wilayah Jakarta Barat untuk memperkuat pendidikan moral, hukum, dan keamanan bagi generasi muda.
(Humas Polres Metro Jakarta Barat)
Editor Redaksi Sumateranewstv. Com







0Komentar