Press Release Nomor: 857/ XII / HUM.6.1.1./2025/Bidhumas
Rabu, 17 Desember 2025.
LAMPUNG – Komitmen Polri Jaga Ketahanan Pangan dan Stabilitas Harga
Kepolisian Daerah (Polda) Lampung bersama seluruh Kepolisian Resor (Polres) jajaran terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah. Program strategis ini dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya nyata untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok, khususnya beras, serta memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Lampung.
Dalam pelaksanaan terbaru, Polda Lampung mencatat capaian distribusi beras jenis Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang sangat signifikan. Hingga pertengahan Desember 2025, total akumulasi penyaluran beras SPHP melalui Gerakan Pangan Murah telah mencapai lebih dari 4.467 ton. Angka ini tidak hanya memenuhi target yang telah ditetapkan, tetapi juga melampauinya, menandakan efektivitas program serta soliditas koordinasi antara Polda Lampung dan seluruh Polres jajaran.
Penjelasan Resmi Kabid Humas Polda Lampung
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah merupakan bagian dari langkah konkret Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat terkait stabilisasi harga pangan dan perlindungan daya beli masyarakat.
“Berdasarkan hasil pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang telah berjalan sebelumnya, kami telah menyalurkan lebih dari empat ribu dua ratus dua puluh enam ton beras SPHP. Hingga saat ini, capaian totalnya telah meningkat menjadi lebih dari empat ribu empat ratus enam puluh tujuh ton,” ujar Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata keseriusan Polda Lampung dalam membantu masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau, sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga di tingkat konsumen. Program ini dinilai sangat relevan di tengah dinamika ekonomi dan fluktuasi harga pangan yang kerap terjadi menjelang akhir tahun.
Distribusi Merata di Seluruh Polres Jajaran
Gerakan Pangan Murah tidak hanya terpusat di satu wilayah, melainkan digelar secara serentak di seluruh Polres jajaran Polda Lampung. Pada pelaksanaan hari Selasa, kegiatan distribusi dilakukan secara masif dengan total penyaluran mencapai puluhan ton beras SPHP di berbagai daerah.
Wilayah dengan distribusi terbesar pada hari tersebut adalah Lampung Timur, yang menjadi salah satu daerah dengan kebutuhan beras cukup tinggi. Disusul oleh Lampung Selatan, Polresta Bandar Lampung, serta sejumlah Polres lainnya seperti Way Kanan, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Pesisir Barat, dan Metro.
Penentuan lokasi distribusi dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan masyarakat, tingkat daya beli, serta kondisi pasokan di masing-masing wilayah. Dengan demikian, beras SPHP dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pengawasan Ketat dan Transparansi Distribusi
Kombes Pol. Yuni Iswandari menegaskan bahwa dalam setiap tahapan distribusi, Polda Lampung menerapkan mekanisme pengawasan yang ketat dan berlapis. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyimpangan, penyelewengan, maupun praktik-praktik yang dapat merugikan masyarakat.
“Kami memastikan bahwa beras SPHP yang disalurkan benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan. Pengawasan dilakukan mulai dari tingkat Polda hingga Polres, bahkan sampai ke lokasi penyaluran di lapangan,” tegasnya.
Selain pengawasan internal, Polda Lampung juga menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas program. Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan Gerakan Pangan Murah di Provinsi Lampung.
Kelanjutan Program pada Hari Rabu
Gerakan Pangan Murah tidak berhenti pada satu hari pelaksanaan saja. Pada Rabu, 17 Desember 2025, Polda Lampung kembali merencanakan distribusi ratusan ton beras SPHP di berbagai Polres jajaran. Beberapa wilayah dengan alokasi terbesar antara lain Lampung Selatan, Lampung Timur, dan Lampung Utara.
Selain itu, daerah lain seperti Pesawaran, Pesisir Barat, Tulang Bawang Barat, dan Metro juga mendapatkan alokasi distribusi sesuai dengan kebutuhan lapangan dan kesiapan logistik masing-masing wilayah.
Penjadwalan distribusi dilakukan secara fleksibel dan adaptif, menyesuaikan dengan kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, program ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan tanpa mengganggu stabilitas pasokan di tingkat distributor maupun pengecer.
Capaian Distribusi Melampaui Target
Menurut Kabid Humas Polda Lampung, capaian total distribusi Gerakan Pangan Murah yang telah melampaui target merupakan hasil dari kerja keras dan sinergi seluruh jajaran. Tidak hanya Polda Lampung, tetapi juga seluruh Polres, Polsek, serta personel di lapangan yang terlibat langsung dalam proses penyaluran.
“Angka lebih dari 4.467 ton beras SPHP ini mencerminkan sinergi yang kuat antara Polda Lampung dan Polres jajaran. Ini adalah bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan dan menekan gejolak harga,” ungkap Kombes Pol. Yuni.
Secara akumulatif, wilayah dengan distribusi tertinggi masih dipimpin oleh Lampung Selatan dan Lampung Timur. Selanjutnya disusul oleh Lampung Tengah, Polresta Bandar Lampung, dan Pesawaran.
Kontribusi Seluruh Wilayah di Lampung
Selain wilayah dengan distribusi besar, daerah-daerah lain di Provinsi Lampung juga memberikan kontribusi signifikan dalam pemerataan penyaluran beras SPHP. Wilayah seperti Tanggamus, Mesuji, Lampung Utara, Way Kanan, Pringsewu, Lampung Barat, Metro, Tulang Bawang Barat, Tulang Bawang, dan Pesisir Barat turut menjadi sasaran utama program ini.
Dengan cakupan wilayah yang luas, Gerakan Pangan Murah diharapkan mampu menciptakan pemerataan akses pangan bagi seluruh lapisan masyarakat, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Dampak Langsung Bagi Masyarakat
Lebih jauh, Kombes Pol. Yuni Iswandari menekankan bahwa Gerakan Pangan Murah tidak semata-mata berorientasi pada angka distribusi. Dampak langsung bagi masyarakat menjadi indikator utama keberhasilan program ini.
“Tujuan utama kami adalah menjaga daya beli masyarakat, mencegah lonjakan harga, dan memastikan kebutuhan pokok tersedia secara adil dan merata. Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program ini,” jelasnya.
Di tengah berbagai tantangan ekonomi, kehadiran beras SPHP dengan harga terjangkau sangat membantu masyarakat, khususnya kelompok rentan dan berpenghasilan rendah. Program ini juga berperan penting dalam menekan inflasi daerah dan menjaga stabilitas sosial.
Komitmen Berkelanjutan Polda Lampung
Polda Lampung menegaskan bahwa Gerakan Pangan Murah akan terus dievaluasi dan diperkuat ke depannya. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program, mengidentifikasi kendala di lapangan, serta merumuskan strategi perbaikan yang diperlukan.
Dengan semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat, Polda Lampung bersama Polres jajaran berkomitmen untuk terus hadir dan berperan aktif dalam mendukung ketahanan pangan, stabilitas harga, serta kesejahteraan masyarakat di Provinsi Lampung.
Penutup
Gerakan Pangan Murah yang digulirkan oleh Polda Lampung menjadi contoh nyata sinergi antara aparat keamanan dan kepentingan kesejahteraan masyarakat. Dengan capaian distribusi lebih dari 4.467 ton beras SPHP, program ini telah memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga stabilitas pangan dan ekonomi daerah.
Melalui pengawasan ketat, distribusi merata, serta komitmen berkelanjutan, Polda Lampung optimistis Gerakan Pangan Murah akan terus memberikan dampak positif dan menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan pangan di Bumi Ruwa Jurai.
(Bidhumas Polda Lampung)
Editor Pariyo Saputra // Redaksi Sumateranewstv. Com

0Komentar