TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Polres Tubaba Gelar Rakor Lintas Sektoral, Matangkan Pengamanan Pilkatiyuh Serentak 2026

Polres Tubaba Gelar Rakor Lintas Sektoral, Matangkan Pengamanan Pilkatiyuh Serentak 2026

Daftar Isi
×

TULANG BAWANG BARAT, (SUMATERANEWSTV.COM) – Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba), Polda Lampung, menggelar rapat koordinasi (rakor) lintas sektoral dalam rangka mematangkan persiapan pengamanan Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkatiyuh) Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Sarja Arya Racana Mapolres Tubaba, Jumat (9/10/2026).

Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai langkah untuk memperkuat sinergi antarlembaga, menyamakan persepsi, serta menyelaraskan rencana pengamanan menjelang pelaksanaan Pilkatiyuh yang dijadwalkan pada 21 Oktober 2026. Dengan waktu pelaksanaan yang semakin dekat, seluruh unsur terkait diharapkan dapat memastikan kesiapan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Tubaba AKBP Himmawan Setiawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., didampingi Wakapolres Kompol Yohanis, S.H., M.H. Turut hadir Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Eka Riyana yang mewakili Bupati Tubaba, Pelda Sukariyaman yang mewakili Dandim 0412/LU, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Tubaba, pejabat utama Polres, tokoh adat, para kapolsek jajaran, camat, penjabat kepala tiyuh, serta ketua panitia dari 26 tiyuh yang akan menyelenggarakan pemilihan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari upaya membangun koordinasi yang kuat dalam menghadapi tahapan pemilihan. Melalui komunikasi dan kerja sama lintas sektoral, setiap potensi persoalan diharapkan dapat diantisipasi sejak awal sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Tekankan Kesiapan Pengamanan Sejak Awal Tahapan

Kapolres Tubaba AKBP Himmawan Setiawan menyampaikan bahwa rakor lintas sektoral bertujuan menyamakan persepsi, menyelaraskan rencana, serta menyatukan langkah seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan penyelenggaraan Pilkatiyuh Serentak Tahun 2026.

Menurutnya, pengamanan pemilihan kepala tiyuh tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan berbagai unsur sesuai dengan peran masing-masing. Pemerintah daerah, TNI, panitia pemilihan, aparatur tiyuh, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat secara luas memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan pemilihan yang tertib.

Kapolres mengingatkan bahwa pelaksanaan Pilkatiyuh pada 21 Oktober 2026 tinggal sekitar 12 hari sejak rakor tersebut dilaksanakan. Karena itu, seluruh persiapan perlu dilakukan secara terencana, mulai dari pemetaan kondisi wilayah, kesiapan personel, komunikasi antarlembaga, hingga langkah antisipasi terhadap potensi gangguan selama proses pemilihan.

“Pemilihan Kepala Tiyuh Serentak perlu mendapat pengamanan sejak awal tahapan, mulai dari pembentukan panitia, pendaftaran dan penetapan calon, kampanye, pemungutan dan penghitungan suara hingga pelantikan,” ujar AKBP Himmawan.

Ia menegaskan, setiap tahapan harus menjadi perhatian bersama. Dengan pengawasan dan koordinasi yang berkelanjutan, berbagai persoalan yang muncul di lapangan diharapkan dapat diketahui lebih cepat dan ditangani berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Deteksi Dini untuk Mengantisipasi Potensi Gangguan

Dalam arahannya, Kapolres menekankan pentingnya deteksi dini terhadap setiap potensi kerawanan yang dapat memengaruhi kelancaran Pilkatiyuh. Langkah tersebut diperlukan agar situasi yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.

Seluruh unsur yang terlibat juga diminta memperkuat koordinasi dan segera melaporkan perkembangan situasi di wilayah masing-masing. Informasi yang cepat dan akurat akan membantu pihak terkait menentukan langkah penanganan secara tepat, terukur, dan sesuai kewenangan.

Menurut Kapolres, komunikasi yang baik merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga stabilitas selama tahapan pemilihan berlangsung. Apabila ditemukan persoalan, penyelesaiannya perlu mengedepankan koordinasi, ketentuan hukum, serta mekanisme yang telah ditetapkan oleh pihak berwenang.

Perbedaan pilihan di antara masyarakat merupakan bagian dari dinamika pemilihan kepala tiyuh. Namun, perbedaan tersebut diharapkan tidak menimbulkan perpecahan atau mengganggu hubungan sosial warga. Seluruh calon, tim pendukung, dan masyarakat diimbau untuk menjaga sikap saling menghormati serta menghindari tindakan yang dapat memicu perselisihan.

Pengamanan Mencakup 8 Kecamatan dan 74 TPS

Dari sisi teknis pengamanan, Kabag Ops Polres Tubaba AKP Oktafia Siagian, S.H., M.M., memaparkan pemetaan potensi kerawanan serta pola pengamanan yang disiapkan untuk mendukung pelaksanaan Pilkatiyuh Serentak Tahun 2026.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam rapat koordinasi, Pilkatiyuh Serentak di Kabupaten Tulang Bawang Barat akan dilaksanakan di delapan kecamatan yang mencakup 26 tiyuh. Terdapat 74 tempat pemungutan suara (TPS) yang menjadi bagian dari sasaran pengamanan, dengan jumlah 59 calon kepala tiyuh dan daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 56.971 orang.

Data tersebut menjadi salah satu dasar untuk menyusun kebutuhan pengamanan dan menentukan langkah pemantauan sesuai kondisi wilayah. Koordinasi antarpersonel dan antarlembaga diperlukan agar setiap lokasi penyelenggaraan pemilihan mendapatkan perhatian berdasarkan kebutuhan dan potensi kerawanan yang telah dipetakan.

AKP Oktafia Siagian menjelaskan bahwa pengamanan melibatkan personel Polri, TNI AD, serta anggota perlindungan masyarakat (Linmas). Keterlibatan unsur tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan pengamanan selama rangkaian pemilihan berlangsung.

“Kekuatan personel yang disiapkan terdiri dari 128 personel Polri, personel TNI AD, serta anggota Linmas. Pengamanan difokuskan pada deteksi dini, monitoring tahapan, dan penguatan cooling system terhadap calon kepala tiyuh dan tokoh masyarakat,” jelas AKP Oktafia Siagian.

Ia menambahkan bahwa pemantauan situasi perlu dilakukan secara berkelanjutan agar perkembangan di lapangan dapat diketahui. Dengan demikian, langkah pengamanan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan dilaksanakan melalui koordinasi yang baik antara unsur terkait.

Cooling System untuk Menjaga Suasana Tetap Sejuk

Kapolres Tubaba menegaskan bahwa langkah pencegahan harus menjadi perhatian utama dalam pengamanan Pilkatiyuh Serentak 2026. Selain deteksi dini dan koordinasi lintas sektoral, pendekatan cooling system juga diperlukan untuk menjaga suasana tetap sejuk di tengah masyarakat.

Pendekatan cooling system dilakukan melalui komunikasi, imbauan, dan upaya membangun hubungan yang baik dengan calon kepala tiyuh, panitia pemilihan, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta para pendukung. Langkah ini diharapkan dapat meredam potensi ketegangan dan mendorong penyelesaian persoalan melalui cara yang damai serta sesuai ketentuan.

Peran tokoh adat dan tokoh masyarakat dinilai penting dalam membantu menjaga hubungan sosial warga. Melalui komunikasi yang baik, pesan mengenai pentingnya menjaga persatuan, menghormati perbedaan pilihan, dan mengutamakan ketertiban dapat disampaikan kepada masyarakat.

Seluruh calon kepala tiyuh beserta pendukungnya juga diharapkan mengikuti setiap tahapan pemilihan sesuai aturan. Sikap saling menghormati dan kepatuhan terhadap mekanisme yang berlaku menjadi bagian penting dalam mendukung proses demokrasi di tingkat tiyuh.

Sinergi Seluruh Pihak untuk Pilkatiyuh yang Kondusif

Rakor lintas sektoral tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama antara Polres Tubaba, pemerintah daerah, TNI, panitia pemilihan, aparatur tiyuh, serta unsur masyarakat. Kesamaan pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab diharapkan dapat membantu pelaksanaan pengamanan secara lebih terkoordinasi.

Kapolres menegaskan bahwa kesiapan pengamanan harus terus dijaga hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai, termasuk proses pemungutan dan penghitungan suara serta pelantikan kepala tiyuh terpilih. Setiap perkembangan situasi perlu dipantau dan ditindaklanjuti berdasarkan ketentuan yang berlaku.

“Dengan pengamanan tersebut, seluruh tahapan Pilkatiyuh Serentak 2026 di Kabupaten Tulang Bawang Barat diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga proses pelantikan kepala tiyuh terpilih,” tegas AKBP Himmawan.

Polres Tubaba mengharapkan dukungan seluruh masyarakat untuk ikut menjaga keamanan lingkungan selama tahapan pemilihan berlangsung. Warga diminta tetap mengedepankan persaudaraan, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta menyampaikan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya potensi gangguan keamanan.

Melalui sinergi lintas sektoral, deteksi dini, dan pendekatan yang mengedepankan pencegahan, pelaksanaan Pilkatiyuh Serentak Tahun 2026 di Kabupaten Tulang Bawang Barat diharapkan dapat berjalan sesuai ketentuan. Situasi yang aman dan kondusif menjadi tanggung jawab bersama demi mendukung proses demokrasi di tingkat tiyuh serta menjaga keharmonisan masyarakat.

SUMATERANEWSTV.COM – Menyajikan informasi aktual, berimbang, dan terpercaya untuk masyarakat.

#PolresTubaba #Pilkatiyuh2026 #PoldaLampung #TulangBawangBarat #PengamananPilkatiyuh #Kamtibmas #CoolingSystem #Sumateranewstv

```

0Komentar