KOTABUMI, (SUMATERANEWSTV.COM) - Tumpukan sampah terlihat memenuhi salah satu titik di Jalan Raya Hasan Kepala Ratu, Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi Kota, Kabupaten Lampung Utara, Jumat (25/9/2026). Keberadaan tumpukan sampah tersebut dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan karena berada tidak jauh dari kawasan permukiman warga serta Sekolah Tinggi UMKO.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga lantaran tumpukan sampah yang berada di sekitar jalan dinilai mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan. Selain menimbulkan pemandangan yang kurang sedap, keberadaan sampah yang menumpuk juga dikeluhkan karena menimbulkan bau tidak sedap yang dapat tercium oleh masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas.
Lokasi tumpukan sampah yang berada di kawasan yang cukup dekat dengan permukiman membuat persoalan tersebut dinilai perlu segera mendapatkan perhatian. Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mengambil langkah untuk menangani tumpukan sampah sekaligus mengevaluasi keberadaan lokasi pembuangan sampah tersebut.
Menurut keluhan masyarakat, keberadaan tempat pembuangan sampah di kawasan tersebut dinilai kurang tepat karena lokasinya berdekatan dengan rumah warga dan lingkungan pendidikan. Kondisi itu dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi maupun aktivitas warga yang melintas.
Selain itu, lingkungan di sekitar tempat pembuangan sampah juga merupakan bagian dari kawasan perkotaan. Tumpukan sampah yang terlihat dari jalan dinilai membuat kondisi kawasan menjadi kurang tertata dan mengurangi keindahan pemandangan kota.
Warga berharap pemerintah tidak hanya melakukan pengangkutan ketika sampah sudah menumpuk, tetapi juga mempertimbangkan penataan kembali lokasi pembuangan. Masyarakat meminta agar tempat pembuangan sampah tersebut dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih sesuai sehingga tidak berada terlalu dekat dengan permukiman dan fasilitas pendidikan.
Keluhan mengenai sampah tersebut juga menjadi perhatian bagi pengguna jalan. Jalan Raya Hasan Kepala Ratu menjadi salah satu akses yang digunakan masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas. Pemandangan tumpukan sampah di sisi jalan dinilai dapat mengurangi kenyamanan perjalanan dan memberikan kesan lingkungan yang kurang terawat.
Terlebih ketika kondisi cuaca panas, bau yang ditimbulkan dari tumpukan sampah dapat semakin terasa. Sampah yang bercampur antara limbah rumah tangga dan berbagai jenis sampah lainnya juga berpotensi menimbulkan aroma yang mengganggu apabila tidak segera diangkut.
Masyarakat berharap pihak Kelurahan Sindang Sari dapat segera melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Kotabumi Kota maupun Pemerintah Kabupaten Lampung Utara. Koordinasi tersebut diperlukan untuk mencari solusi terhadap persoalan tempat pembuangan sampah yang berada di kawasan Jalan Raya Hasan Kepala Ratu.
Warga juga berharap adanya pemeriksaan langsung ke lokasi. Dengan melihat kondisi secara langsung, pemerintah dapat mengetahui tingkat penumpukan sampah serta mempertimbangkan langkah yang paling tepat untuk mengatasinya.
Salah satu usulan yang disampaikan masyarakat adalah pemindahan tempat pembuangan sampah ke lokasi yang lebih sesuai. Pemindahan tersebut diharapkan dapat mempertimbangkan jarak dari permukiman, fasilitas pendidikan, akses kendaraan pengangkut sampah, serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Selain pemindahan lokasi, sistem pengangkutan sampah secara rutin juga dinilai penting. Tempat pembuangan sampah yang tidak segera dikosongkan berpotensi menjadi semakin penuh dan mendorong masyarakat membuang sampah di luar area yang telah ditentukan.
Apabila kondisi tersebut terus terjadi, tumpukan sampah dapat semakin meluas hingga ke sisi jalan. Hal tersebut tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan kebersihan yang lebih besar bagi lingkungan sekitar.
Karena itu, masyarakat berharap ada sistem pengelolaan sampah yang lebih teratur. Jadwal pengangkutan yang jelas dan pengawasan terhadap lokasi pembuangan dapat membantu mencegah terjadinya penumpukan sampah dalam waktu lama.
Di sisi lain, masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Warga diharapkan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan tidak menambah tumpukan di luar lokasi yang ditentukan.
Kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah menjadi bagian penting dari upaya menjaga lingkungan. Namun, kesadaran tersebut perlu didukung dengan fasilitas pembuangan dan pelayanan pengangkutan yang memadai agar masyarakat memiliki pilihan yang tepat dalam membuang sampah.
Kawasan yang berdekatan dengan lembaga pendidikan juga membutuhkan perhatian khusus. Lingkungan pendidikan diharapkan dapat memberikan suasana yang nyaman dan bersih bagi kegiatan belajar, sehingga keberadaan tumpukan sampah di sekitarnya perlu mendapatkan penanganan.
Warga menilai persoalan tersebut tidak seharusnya dibiarkan berlarut-larut. Pemerintah diharapkan dapat segera melakukan langkah nyata untuk mengurangi tumpukan sampah sekaligus mencari solusi jangka panjang mengenai lokasi pembuangan.
Penataan lokasi pembuangan sampah juga diharapkan menjadi bagian dari upaya menjaga wajah kawasan perkotaan Kotabumi. Lingkungan yang bersih dan tertata dapat memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus menciptakan kesan kota yang lebih baik.
Jika lokasi pembuangan sampah memang dinilai tidak sesuai, masyarakat berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pemindahan ke lokasi alternatif. Tentunya, penentuan lokasi baru perlu dilakukan dengan memperhatikan berbagai aspek, termasuk kondisi lingkungan, jarak dari permukiman, akses pengangkutan, dan kepentingan masyarakat.
Selain pemerintah, pihak terkait lainnya juga diharapkan dapat ikut memberikan solusi. Pengelolaan sampah merupakan persoalan bersama yang membutuhkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, lembaga pendidikan, serta pihak-pihak lain yang berkepentingan.
Masyarakat juga berharap adanya sosialisasi mengenai pengelolaan sampah, termasuk pemilahan sampah rumah tangga dan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan. Upaya tersebut dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan.
Dengan pengelolaan yang lebih baik, persoalan tumpukan sampah di Jalan Raya Hasan Kepala Ratu diharapkan dapat segera teratasi. Warga ingin kawasan tersebut kembali terlihat bersih, tertata, dan nyaman untuk dilalui.
Keluhan masyarakat ini sekaligus menjadi pengingat bahwa persoalan kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan keindahan kota. Pengelolaan sampah yang baik juga menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang nyaman bagi masyarakat.
Pemerintah Kelurahan Sindang Sari, Kecamatan Kotabumi Kota, Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, serta pihak terkait diharapkan dapat segera menindaklanjuti keluhan tersebut. Penanganan yang cepat diperlukan agar tumpukan sampah tidak semakin bertambah dan dampaknya tidak semakin meluas.
Warga berharap solusi yang diambil nantinya bukan hanya bersifat sementara, tetapi dapat menyelesaikan persoalan secara berkelanjutan. Pemindahan lokasi apabila diperlukan, ditambah pengangkutan rutin dan pengawasan, diharapkan dapat mencegah tumpukan sampah kembali terjadi.
Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan ikut menjaga kebersihan setelah penanganan dilakukan. Jangan sampai lokasi yang telah dibersihkan kembali menjadi tempat pembuangan sampah tanpa pengelolaan yang baik.
Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih. Pemerintah diharapkan menyediakan sistem dan fasilitas yang memadai, sementara masyarakat turut menjaga serta menggunakan fasilitas tersebut secara bertanggung jawab.
Dengan adanya perhatian dari pemerintah dan kesadaran bersama, kawasan Jalan Raya Hasan Kepala Ratu di Kelurahan Sindang Sari diharapkan dapat terbebas dari persoalan tumpukan sampah. Lingkungan yang bersih dan tertata tentu akan memberikan kenyamanan bagi warga, pengguna jalan, maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
SUMATERANEWSTV — Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan penanganan serta mengevaluasi lokasi pembuangan sampah di Jalan Raya Hasan Kepala Ratu agar tidak lagi mengganggu kenyamanan warga dan pengguna jalan.
(Pewarta Pariyo Saputra)




0Komentar