SRAGEN, (SUMATERANEWSTV.COM) - Seni dan budaya tradisional masih memiliki tempat di tengah kehidupan masyarakat Dukuh Mororejo, Desa Jatibatur, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Di tengah perkembangan zaman dan hadirnya beragam bentuk hiburan modern, masyarakat setempat tetap mempertahankan kesenian sinden sebagai salah satu hiburan yang kerap hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat.
Hal tersebut terlihat pada Sabtu (12/9/2026), ketika kesenian sinden masih menjadi bagian dari hiburan masyarakat. Tradisi tersebut biasanya dihadirkan dalam berbagai kegiatan, terutama hajatan pernikahan maupun acara masyarakat lainnya. Bagi warga setempat, keberadaan sinden bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi salah satu bentuk nyata dalam menjaga warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kesenian sinden sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu bagian dari seni tradisional masyarakat Jawa. Sinden identik dengan lantunan tembang yang dibawakan oleh penyanyi perempuan dengan iringan musik tradisional. Dalam kehidupan masyarakat, pertunjukan sinden tidak hanya dinikmati sebagai sebuah pertunjukan seni, tetapi juga menjadi bagian dari suasana kebersamaan ketika warga berkumpul dalam sebuah kegiatan.
Tradisi tersebut masih melekat di tengah masyarakat Dukuh Mororejo. Ketika ada warga yang menggelar hajatan pernikahan atau kegiatan lainnya, kesenian sinden masih menjadi salah satu pilihan hiburan. Warga dapat berkumpul, bersilaturahmi, menikmati alunan musik dan tembang, serta ikut merasakan kemeriahan acara.
Keberadaan kesenian sinden juga menjadi gambaran bahwa perubahan zaman tidak sepenuhnya menghilangkan kebiasaan masyarakat dalam menikmati seni tradisional. Meskipun berbagai jenis hiburan modern kini semakin mudah diakses, kesenian yang berasal dari tradisi leluhur tersebut tetap mempunyai penggemar.
Bagi masyarakat setempat, kesenian sinden memiliki nilai tersendiri karena berkaitan dengan kebiasaan para pendahulu. Pada masa lalu, masyarakat Jawa dikenal memiliki tradisi berkumpul dan menikmati hiburan bersama. Salah satu bentuk kegembiraan tersebut dilakukan dengan menikmati pertunjukan sinden, bahkan masyarakat tidak jarang ikut berjoget bersama mengikuti irama musik.
Kebiasaan berjoget bersama sinden tersebut menjadi bagian dari suasana hiburan masyarakat pada zaman dahulu. Tradisi itu kemudian diwariskan dari generasi ke generasi dan hingga kini masih dapat ditemui dalam kegiatan masyarakat di sejumlah daerah, termasuk di Dukuh Mororejo, Desa Jatibatur.
Pelestarian seni budaya di tingkat desa dan dukuh memiliki arti penting. Sebab, keberadaan sebuah kesenian tradisional sangat bergantung pada masyarakat yang tetap memberikan ruang untuk tampil. Tanpa adanya masyarakat yang menikmati dan menggunakan kesenian tersebut dalam kegiatan mereka, sebuah tradisi akan semakin sulit bertahan di tengah perubahan zaman.
Karena itu, ketika masyarakat masih menghadirkan sinden dalam acara hajatan, secara tidak langsung mereka ikut berperan dalam menjaga keberlangsungan seni tradisional. Para pelaku seni juga memperoleh ruang untuk terus berkarya dan mempertahankan kemampuan yang telah diwariskan dari generasi sebelumnya.
Selain sebagai hiburan, pertunjukan sinden juga memiliki fungsi sosial. Kehadiran kesenian tersebut dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarmasyarakat. Warga yang hadir dalam sebuah hajatan tidak hanya datang untuk memenuhi undangan, tetapi juga dapat berinteraksi, berbincang, bersilaturahmi, dan menikmati hiburan secara bersama-sama.
Suasana semacam itu menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat pedesaan yang masih mengedepankan kebersamaan. Sebuah hajatan dapat menjadi momentum untuk mempertemukan keluarga, tetangga, kerabat, dan masyarakat sekitar dalam satu kegiatan.
Di sisi lain, keberadaan kesenian sinden juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan seni tradisional kepada generasi muda. Anak-anak dan kaum muda dapat melihat secara langsung bagaimana seni yang diwariskan oleh para leluhur masih dimainkan dan dinikmati masyarakat.
Pengenalan tersebut menjadi penting karena generasi muda saat ini tumbuh di tengah perkembangan teknologi dan budaya populer yang sangat cepat. Mereka memiliki akses terhadap berbagai bentuk hiburan melalui televisi, internet, media sosial, dan berbagai platform digital.
Namun, kondisi tersebut tidak berarti seni tradisional harus ditinggalkan. Justru dengan memberikan ruang kepada generasi muda untuk mengenal kesenian daerah, mereka dapat memahami bahwa budaya lokal merupakan bagian penting dari identitas masyarakat.
Orang tua dan masyarakat yang lebih tua juga mempunyai peran dalam menceritakan sejarah dan kebiasaan para pendahulu kepada generasi penerus. Cerita mengenai bagaimana masyarakat zaman dahulu berkumpul, menikmati lantunan sinden, hingga berjoget bersama dapat menjadi cara sederhana untuk mengenalkan nilai budaya kepada anak-anak.
Pelestarian budaya juga tidak selalu harus dilakukan melalui kegiatan berskala besar. Menyelenggarakan pertunjukan seni tradisional dalam hajatan masyarakat sudah menjadi salah satu bentuk pelestarian yang nyata. Ketika kesenian tersebut terus digunakan dan dinikmati, maka keberadaannya tetap mempunyai tempat dalam kehidupan masyarakat.
Kondisi di Dukuh Mororejo memperlihatkan bahwa budaya tradisional masih dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan zaman. Masyarakat dapat menikmati berbagai bentuk hiburan modern, namun pada saat yang sama tetap mempertahankan seni yang telah menjadi bagian dari sejarah kehidupan mereka.
Kesenian sinden juga menyimpan nilai kebersamaan yang cukup kuat. Ketika masyarakat berkumpul dan menikmati pertunjukan, batas-batas sosial menjadi lebih cair. Warga dapat duduk bersama, berbincang, menikmati musik, dan merasakan kegembiraan dalam satu suasana.
Nilai tersebut menjadi salah satu alasan mengapa seni tradisional masih mendapatkan tempat di hati masyarakat. Kesenian tidak hanya dinilai dari bentuk pertunjukannya, tetapi juga dari pengalaman sosial yang tercipta ketika masyarakat menikmatinya secara bersama-sama.
Tradisi berjoget bersama sinden yang dilakukan para pendahulu juga menjadi bagian dari kenangan budaya yang masih diingat masyarakat. Meski bentuk dan suasana penyelenggaraannya dapat mengalami perubahan, semangat kebersamaan dan kegembiraan dalam menikmati seni tradisional tetap dapat dipertahankan.
Pelestarian kesenian sinden di Dukuh Mororejo menjadi contoh bahwa masyarakat memiliki peran besar dalam mempertahankan budaya lokal. Dukungan masyarakat kepada pelaku seni, kesempatan untuk tampil dalam berbagai acara, serta pengenalan kepada generasi muda merupakan langkah penting agar kesenian tersebut tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
Keberadaan kesenian sinden dalam acara masyarakat juga dapat menjadi bagian dari identitas budaya Desa Jatibatur dan Kecamatan Gemolong. Tradisi lokal seperti ini perlu terus dijaga agar generasi mendatang masih dapat menyaksikan dan mengenal seni yang pernah menjadi bagian penting dari kehidupan para leluhur mereka.
Dengan tetap memberikan ruang bagi kesenian tradisional, masyarakat secara tidak langsung turut menjaga warisan budaya Jawa. Hal tersebut menunjukkan bahwa modernisasi tidak harus berarti meninggalkan tradisi. Keduanya dapat berjalan beriringan selama masyarakat memiliki kesadaran untuk menjaga dan menghargai budaya yang telah diwariskan.
Di tengah perkembangan berbagai bentuk hiburan, kesenian sinden masih mampu bertahan dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Hal tersebut menjadi bukti bahwa seni tradisional belum kehilangan tempat di tengah kehidupan masyarakat.
Semangat menjaga kesenian sinden di Dukuh Mororejo diharapkan dapat terus berlanjut. Bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hiburan ketika masyarakat menggelar hajatan, tetapi juga sebagai upaya menjaga warisan budaya agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi berikutnya.
Dengan dukungan masyarakat, pelaku seni, tokoh masyarakat, serta generasi muda, kesenian sinden diharapkan tetap hidup dan berkembang. Tradisi yang diwariskan para pendahulu tersebut dapat terus menjadi bagian dari kegiatan masyarakat sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga akar budaya di tengah perubahan zaman.
Pelestarian seni budaya seperti yang dilakukan masyarakat Dukuh Mororejo menjadi bukti bahwa budaya lokal masih memiliki tempat di tengah masyarakat. Kesenian sinden tidak sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga membawa nilai sejarah, kebersamaan, silaturahmi, dan warisan leluhur yang patut dijaga bersama.
(Pewarta : Pariyo Saputra)
Redaksi: Sumateranewstv.com


0Komentar