TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Dr. Suwardi, SH. MH.: Tumpukan Sampah di Sepanjang Jalan Hasan Kepala Ratu Perlu Segera Ditangani

Dr. Suwardi, SH. MH.: Tumpukan Sampah di Sepanjang Jalan Hasan Kepala Ratu Perlu Segera Ditangani

Daftar Isi
×

KOTABUMI, (SUMATERANEWSTV.COM) – Persoalan tumpukan sampah yang terlihat di sepanjang Jalan Raya Hasan Kepala Ratu, khususnya di sekitar Jembatan Sindangsari hingga depan kampus Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), mendapat perhatian dari akademisi setempat.

Dosen Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO), Dr. Suwardi, SH. MH., meminta agar persoalan tersebut segera mendapat penanganan dari pemerintah daerah melalui instansi terkait. Menurutnya, keberadaan tumpukan sampah di kawasan tersebut tidak hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga menimbulkan bau yang dapat mengurangi kenyamanan masyarakat, mahasiswa, dosen, serta pengguna jalan yang melintas.

Dr. Suwardi mengatakan, dirinya menyaksikan secara langsung kondisi tersebut karena setiap hari melintasi Jalan Raya Hasan Kepala Ratu. Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di sekitar Jembatan Sindangsari dan tepat di depan lingkungan kampus UMKO.

“Sebagai dosen UMKO yang setiap hari melintasi Jalan Raya Hasan Kepala Ratu, saya menyaksikan langsung tumpukan sampah di sekitar Jembatan Sindangsari dan tepat di depan kampus. Pemandangan itu kurang sedap dilihat. Bau yang timbul juga mengganggu kenyamanan warga, mahasiswa, dan pengguna jalan,” ujar Dr. Suwardi ketika dimintai tanggapannya pada Minggu (27/9/2026) terkait belum tertanganinya sampah sepanjang jalan tersebut.

Menurutnya, keluhan masyarakat mengenai kondisi sampah tersebut perlu menjadi perhatian serius. Terlebih, lokasi tumpukan sampah berada di salah satu jalur yang ramai dilalui masyarakat dan berdekatan dengan kawasan pendidikan.

“Saya memahami keluhan warga sebagaimana diberitakan. Persoalan ini perlu segera ditangani, terlebih lokasinya berada di jalur yang ramai dilalui dan dekat dengan lingkungan pendidikan,” katanya.

Pemerintah Diminta Segera Turun ke Lapangan

Dr. Suwardi berharap pemerintah daerah melalui instansi yang memiliki kewenangan dalam pengelolaan kebersihan dan persampahan dapat segera turun langsung ke lokasi. Pemeriksaan lapangan dinilai penting untuk mengetahui kondisi sebenarnya sekaligus menentukan langkah penanganan yang tepat.

Langkah pertama yang dapat dilakukan, menurutnya, adalah mengangkut tumpukan sampah yang saat ini terlihat di sekitar Jembatan Sindangsari dan depan kampus UMKO. Namun, pengangkutan tersebut tidak boleh hanya dilakukan sesekali. Perlu ada sistem dan jadwal pengangkutan yang teratur agar tumpukan sampah tidak kembali terjadi.

“Pemerintah daerah melalui instansi terkait perlu turun ke lokasi, mengangkut sampah yang menumpuk, lalu memastikan pengangkutannya berjalan teratur,” ujar Dr. Suwardi.

Ia menilai persoalan persampahan tidak dapat diselesaikan hanya dengan mengangkut sampah yang sudah menumpuk. Pemerintah perlu memastikan terdapat sistem pengelolaan yang jelas, mulai dari tempat penampungan, kapasitas, jadwal pengangkutan, hingga lokasi akhir pembuangan.

Status Titik Pembuangan Perlu Diperjelas

Selain meminta pengangkutan segera dilakukan, Dr. Suwardi juga menyoroti status titik yang selama ini digunakan masyarakat untuk membuang atau menampung sampah. Menurutnya, masyarakat perlu memperoleh kepastian mengenai apakah titik tersebut memang secara resmi disediakan sebagai tempat penampungan sampah.

Jika titik tersebut memang diperuntukkan sebagai tempat penampungan, pemerintah harus memastikan fasilitas yang tersedia memadai. Kapasitas tempat penampungan harus disesuaikan dengan volume sampah masyarakat. Demikian pula dengan jadwal pengangkutan yang harus dilakukan secara rutin sehingga sampah tidak menumpuk dan meluber ke badan jalan.

“Jika memang disediakan sebagai tempat penampungan, fasilitas dan jadwal pengangkutannya harus memadai agar sampah tidak meluber ke sekitar jalan,” jelasnya.

Sementara itu, apabila titik pembuangan tersebut dinilai tidak layak atau tidak sesuai untuk menjadi tempat penampungan sampah, pemerintah perlu menyediakan alternatif lokasi yang lebih tepat. Lokasi pengganti tersebut juga diharapkan mudah dijangkau masyarakat agar tidak menimbulkan persoalan baru.

Dr. Suwardi mengingatkan bahwa memindahkan tumpukan sampah tanpa memberikan solusi pengelolaan yang jelas hanya akan membuat persoalan kembali muncul di kemudian hari.

“Jika tempatnya tidak layak, pemerintah perlu menyiapkan lokasi pengganti yang mudah dijangkau warga. Memindahkan tumpukan tanpa menyediakan solusi hanya akan memindahkan masalah,” tegasnya.

Memasuki Musim Penghujan

Persoalan tumpukan sampah tersebut dinilai semakin penting untuk segera ditangani karena masyarakat akan memasuki masa penghujan. Sampah yang menumpuk di pinggir jalan berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan apabila tidak segera dibersihkan.

Selain membuat kawasan terlihat kumuh, sampah yang terkena air hujan juga dapat menimbulkan bau yang semakin menyengat. Kondisi tersebut tentunya dapat mengganggu masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi.

Lebih jauh, Dr. Suwardi mengingatkan adanya potensi sampah masuk ke saluran air ketika hujan turun. Jika saluran air tersumbat oleh sampah, aliran air dapat terganggu dan berpotensi menimbulkan genangan.

“Apalagi sebentar lagi akan memasuki masa penghujan, tentu akan semakin terlihat jorok dan baunya semakin menyebar, bahkan dapat mengakibatkan banjir kalau sampah itu menutupi saluran air,” ungkapnya.

Karena itu, ia berharap penanganan dilakukan sebelum kondisi menjadi lebih buruk. Pembersihan secara menyeluruh di sekitar Jembatan Sindangsari dan depan kampus UMKO diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk menjaga kawasan tersebut tetap bersih dan nyaman.

Masyarakat Juga Diajak Menjaga Kebersihan

Di samping menyoroti tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan layanan persampahan, Dr. Suwardi juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan.

Ia meminta warga tidak membuang sampah ketika tempat penampungan sudah penuh. Terlebih, sampah yang diletakkan di luar tempat penampungan dapat berserakan dan akhirnya mengganggu pengguna jalan serta lingkungan sekitar.

“Saya juga mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ketika tempat penampungan sudah penuh, apalagi hingga berserakan di tepi jalan,” katanya.

Menurutnya, penanganan sampah membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah memiliki tanggung jawab menyediakan layanan persampahan yang tertib dan berjalan secara konsisten, sementara masyarakat memiliki peran dalam membuang sampah pada tempat yang telah ditentukan dan menjaga lingkungan setelah dilakukan pembersihan.

“Warga membutuhkan layanan persampahan yang tertib, dan pemerintah membutuhkan kerja sama warga untuk menjaganya,” tambah Dr. Suwardi.

Ia berharap persoalan tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut. Sebab, selain menyangkut kebersihan dan estetika lingkungan, keberadaan sampah di sepanjang jalan juga berkaitan dengan kenyamanan masyarakat serta kondisi lingkungan di sekitar kawasan pendidikan.

“Saya berharap keluhan ini segera ditindaklanjuti agar kawasan Jembatan Sindangsari dan depan kampus UMKO kembali bersih dan nyaman dilalui,” pungkasnya.

Penanganan tumpukan sampah di Jalan Raya Hasan Kepala Ratu diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pengangkutan sesaat. Diperlukan sistem pengelolaan yang berkelanjutan, termasuk kejelasan titik penampungan, kecukupan fasilitas, jadwal pengangkutan yang teratur, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Dengan adanya perhatian dan tindak lanjut dari pihak terkait, kawasan sekitar Jembatan Sindangsari dan depan UMKO diharapkan dapat kembali menjadi lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman bagi warga, mahasiswa, maupun para pengguna jalan yang setiap hari melintas di Jalan Raya Hasan Kepala Ratu.


# Pewarta Pariyo Saputra #

0Komentar