TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Diamuk Sijago Merah, Rumah Papan Milik Janda Tua di Sawojajar Hangus Tanpa Sisa

Diamuk Sijago Merah, Rumah Papan Milik Janda Tua di Sawojajar Hangus Tanpa Sisa

Daftar Isi
×

LAMPUNG UTARA, (SUMATERANEWSTV.COM) - Musibah kebakaran menghanguskan sebuah rumah warga di Dusun Tanjungbulan, RT/RW 002/002, Desa Sawojajar, Kecamatan Kotabumi Utara, Kabupaten Lampung Utara, Kamis (24/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Rumah yang dihuni Homsatun, perempuan berusia 71 tahun, tersebut ludes terbakar hingga tidak menyisakan bagian bangunan maupun barang-barang berharga yang dapat diselamatkan. Homsatun diketahui merupakan seorang janda yang tinggal bersama dua orang anak serta seorang cucu yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar.

Peristiwa kebakaran tersebut sontak membuat warga sekitar panik. Kobaran api dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh bagian rumah yang mayoritas berbahan papan. Material bangunan yang mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan hingga akhirnya kediaman Homsatun hangus tanpa sisa.

Kepala Dusun Tanjungbulan, Ibrahim, mengatakan berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga, kebakaran diduga bermula dari tungku kayu api yang berada di bagian dapur rumah korban.

Menurut Ibrahim, tungku tersebut sebelumnya digunakan oleh penghuni rumah. Namun, api atau bara yang tersisa diduga belum benar-benar padam ketika ditinggalkan. Bara tersebut kemudian diduga menyambar material di sekitar tungku hingga menimbulkan api.

“Diduga api berasal dari tungku kayu api di dapur yang sebelumnya digunakan, tetapi kemungkinan belum benar-benar padam,” ujar Ibrahim.

Dari bagian dapur, api kemudian dengan cepat merambat ke bagian lain bangunan. Kondisi rumah yang menggunakan material papan dan terdapat berbagai benda mudah terbakar di dalamnya membuat kobaran api semakin cepat membesar.

Dalam waktu singkat, api telah membungkus sebagian besar bangunan. Kepulan asap dan kobaran api terlihat dari sekitar lokasi sehingga warga berupaya memberikan pertolongan dan membantu menyelamatkan penghuni rumah.

Beruntung, seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum bangunan dilalap api sepenuhnya. Tidak ada korban jiwa maupun laporan mengenai penghuni yang mengalami luka dalam peristiwa tersebut.

Meski demikian, musibah tersebut meninggalkan kerugian materiil yang cukup besar bagi keluarga Homsatun. Rumah yang selama ini menjadi tempat tinggal bersama keluarga kini sudah tidak dapat digunakan lagi.

Berbagai barang milik keluarga turut menjadi korban dalam kebakaran tersebut. Pakaian, perabot rumah tangga, barang berharga, serta kebutuhan sehari-hari lainnya ikut terbakar bersama bangunan rumah.

Dengan kondisi tersebut, keluarga Homsatun praktis kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar harta benda yang dimiliki. Mereka kini harus menghadapi kondisi sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mencari tempat tinggal sementara setelah rumah mereka musnah terbakar.

Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut berupaya membantu memadamkan api serta mencegah kobaran menjalar ke rumah-rumah di sekitar lokasi. Upaya tersebut dilakukan dengan peralatan dan sumber daya yang tersedia di lingkungan setempat.

Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah. Keterbatasan sarana pemadaman dan sumber air menjadi salah satu kendala yang dihadapi warga. Selain itu, kondisi bangunan rumah yang terbuat dari papan membuat api semakin cepat menjalar dan menghabiskan seluruh bagian rumah.

Warga kemudian berusaha menjaga agar kobaran tidak merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar rumah korban. Upaya tersebut menjadi penting mengingat jarak antarbangunan di kawasan permukiman dapat meningkatkan risiko api menjalar apabila tidak segera dikendalikan.

Ibrahim selaku Kepala Dusun Tanjungbulan mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menggunakan sumber api di lingkungan rumah. Menurutnya, berbagai aktivitas yang menggunakan api harus mendapatkan perhatian dan pengawasan agar tidak menimbulkan kejadian serupa.

Ia secara khusus mengingatkan warga untuk memastikan tungku kayu maupun sumber api lainnya benar-benar sudah padam setelah selesai digunakan. Bara yang masih tersisa dapat menjadi pemicu kebakaran apabila berada dekat dengan bahan-bahan yang mudah terbakar.

Selain penggunaan tungku, masyarakat juga diminta berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah di sekitar tempat tinggal. Api dari pembakaran sampah sebaiknya tidak ditinggalkan begitu saja dan harus dipastikan sudah benar-benar padam sebelum warga meninggalkan lokasi.

“Kami mengimbau kepada seluruh warga agar lebih waspada terhadap api. Kalau membakar sampah atau menggunakan tungku, pastikan apinya benar-benar sudah padam sebelum ditinggalkan,” imbau Ibrahim.

Pasca kejadian, Pemerintah Desa Sawojajar melalui perangkat desa setempat telah mendapatkan laporan mengenai musibah kebakaran tersebut. Pemerintah desa juga berupaya mengumpulkan informasi mengenai kondisi keluarga korban, termasuk kebutuhan yang paling mendesak setelah kehilangan tempat tinggal.

Informasi tersebut diperlukan agar bantuan yang nantinya diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga korban. Terlebih, Homsatun merupakan perempuan lanjut usia dan tinggal bersama anggota keluarga, termasuk seorang cucu yang masih bersekolah di tingkat sekolah dasar.

Kondisi keluarga korban saat ini cukup memprihatinkan. Selain kehilangan rumah sebagai tempat berlindung, mereka juga kehilangan pakaian, perabot rumah tangga, serta berbagai kebutuhan sehari-hari yang ikut terbakar.

Karena itu, perhatian dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk membantu meringankan beban keluarga Homsatun. Bantuan kebutuhan pokok, pakaian, perlengkapan rumah tangga, perlengkapan sekolah, maupun dukungan untuk tempat tinggal sementara dapat menjadi kebutuhan penting bagi keluarga tersebut dalam masa pemulihan.

Peristiwa kebakaran di Dusun Tanjungbulan tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap sumber api. Kebakaran dapat bermula dari hal sederhana, termasuk bara tungku yang belum sepenuhnya padam, namun dampaknya dapat mengakibatkan kerugian besar apabila api menyambar material yang mudah terbakar.

Masyarakat juga diharapkan memiliki langkah pencegahan sederhana, seperti memastikan tungku telah padam setelah digunakan, menjauhkan benda mudah terbakar dari sumber api, serta tidak meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan.

Keamanan lingkungan juga menjadi tanggung jawab bersama. Warga diharapkan dapat segera memberikan informasi kepada masyarakat sekitar apabila melihat tanda-tanda kebakaran sehingga upaya penyelamatan dan pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran yang menghanguskan rumah Homsatun menjadi musibah berat bagi keluarga tersebut. Rumah yang selama ini menjadi tempat berteduh beserta seluruh isinya kini telah musnah dalam hitungan waktu.

Keluarga Homsatun kini dihadapkan pada kebutuhan untuk kembali menata kehidupan setelah kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Dukungan dari pemerintah desa, masyarakat sekitar, serta pihak-pihak lain diharapkan dapat membantu keluarga tersebut melewati masa sulit pascakebakaran.

Musibah ini sekaligus menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat untuk selalu waspada terhadap penggunaan api di lingkungan tempat tinggal. Memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah terjadinya kebakaran dan melindungi keselamatan keluarga maupun lingkungan sekitar.

SUMATERANEWSTV menyampaikan bahwa informasi mengenai dugaan penyebab kebakaran berdasarkan keterangan Kepala Dusun Tanjungbulan dan masih bersifat dugaan awal.

(*)


# Pewarta Pariyo Saputra #

0Komentar