LAMPUNG UTARA, (Sumateranewstv.com) – Upaya meningkatkan budaya membaca dan memperkuat gerakan literasi terus dilakukan di Kabupaten Lampung Utara. Salah satu langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Literasi Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Utara, Senin (28/9/2026), bertempat di Gedung Pusiban Agung Kotabumi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai unsur yang memiliki peran dalam mendorong tumbuhnya budaya baca di tengah masyarakat. Para peserta yang terdiri dari guru, pustakawan dan pegiat literasi mengikuti kegiatan dengan semangat untuk mendapatkan penguatan pengetahuan sekaligus berbagi pengalaman mengenai pengembangan literasi.
Gerakan literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Guru, pustakawan dan pegiat literasi memiliki posisi penting karena berada dekat dengan masyarakat dan lingkungan pendidikan. Melalui peran masing-masing, ketiga unsur tersebut dapat menjadi penggerak dalam menciptakan kebiasaan membaca serta memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan.
Bimbingan Teknis Literasi Tahun 2026 tidak hanya menjadi kegiatan penyampaian wawasan mengenai literasi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang bertukar pengalaman dan gagasan. Peserta dapat berbagi berbagai pengalaman yang berkaitan dengan pelaksanaan kegiatan literasi di lingkungan masing-masing sekaligus membangun semangat bersama untuk mengembangkan gerakan literasi di Kabupaten Lampung Utara.
Penguatan literasi dinilai penting karena budaya membaca merupakan salah satu bagian dalam upaya memperluas pengetahuan masyarakat. Dengan kebiasaan membaca, masyarakat memiliki kesempatan untuk memperoleh informasi dan wawasan dari berbagai sumber. Karena itu, keberadaan perpustakaan dan tersedianya bahan bacaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan literasi.
Dalam kegiatan tersebut juga disampaikan adanya dukungan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) terhadap pengembangan literasi di Kabupaten Lampung Utara. Sebanyak delapan desa di Kabupaten Lampung Utara telah memperoleh bantuan dari Perpusnas untuk mendukung peningkatan minat baca dan pengembangan literasi masyarakat.
Bantuan yang diterima oleh delapan desa tersebut berupa satu unit komputer, satu unit printer, sebanyak 1.000 buku serta rak buku. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat fasilitas literasi yang tersedia di tingkat desa dan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh bahan bacaan.
Ketersediaan buku di lingkungan desa menjadi salah satu unsur penting dalam mendekatkan masyarakat dengan sumber pengetahuan. Masyarakat tidak harus selalu mencari bahan bacaan di tempat yang jauh karena adanya fasilitas perpustakaan atau ruang baca di tingkat desa dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendapatkan buku dan informasi.
Selain menyediakan bahan bacaan, dukungan berupa komputer dan printer juga dapat menjadi fasilitas pendukung dalam pengelolaan layanan perpustakaan. Dengan adanya fasilitas tersebut, pengelola diharapkan dapat mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung berbagai kegiatan yang berkaitan dengan literasi.
Namun, keberadaan fasilitas dan bahan bacaan perlu diiringi dengan kegiatan yang mendorong masyarakat untuk memanfaatkannya. Buku yang tersedia akan memberikan manfaat lebih besar apabila masyarakat memiliki kesempatan dan dorongan untuk membaca. Karena itu, penguatan kapasitas guru, pustakawan dan pegiat literasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Guru dapat mengambil peran dalam memperkenalkan budaya membaca kepada peserta didik. Kebiasaan membaca yang dibangun sejak lingkungan pendidikan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan generasi yang memiliki ketertarikan terhadap pengetahuan. Sementara itu, pustakawan dapat memberikan pelayanan dan menyediakan bahan bacaan sesuai kebutuhan masyarakat.
Di sisi lain, pegiat literasi dapat menjadi penghubung antara berbagai kelompok masyarakat dengan kegiatan literasi. Berbagai aktivitas yang kreatif dan sesuai dengan kebutuhan lingkungan dapat menjadi sarana untuk mengajak masyarakat agar semakin dekat dengan buku dan kegiatan membaca.
Semangat kolaborasi tersebut menjadi salah satu pesan penting dalam pelaksanaan Bimbingan Teknis Literasi Tahun 2026. Gerakan literasi tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan satu pihak. Pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perpustakaan, komunitas dan masyarakat perlu mengambil bagian sesuai dengan peran masing-masing.
Pengembangan literasi hingga tingkat desa juga memiliki arti penting. Desa merupakan lingkungan yang dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Ketika bahan bacaan dan fasilitas pendukung dapat tersedia di tingkat desa, maka akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan dapat semakin luas.
Delapan desa yang telah memperoleh bantuan Perpusnas diharapkan dapat memanfaatkan dukungan tersebut secara maksimal. Ribuan buku yang tersedia dapat menjadi sumber bacaan bagi masyarakat, sementara rak buku dapat mendukung penataan koleksi. Komputer dan printer juga diharapkan dapat membantu kebutuhan pelayanan dan pengelolaan fasilitas literasi.
Keberadaan bantuan tersebut sekaligus menjadi peluang untuk menghidupkan kegiatan literasi secara lebih aktif. Fasilitas yang tersedia dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk membaca dan mendapatkan pengetahuan. Pada saat yang sama, pengelola dapat mengembangkan kegiatan yang mendorong masyarakat untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Pelaksanaan bimbingan teknis juga menjadi ruang untuk membangun komunikasi antarpelaku literasi. Pengalaman dari satu lingkungan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi lingkungan lainnya. Dengan saling bertukar informasi dan pengalaman, para peserta dapat memperkuat langkah dalam menjalankan program literasi di tempat masing-masing.
Gerakan literasi pada dasarnya tidak hanya berbicara mengenai keberadaan buku. Literasi juga berkaitan dengan kemampuan masyarakat dalam membaca, memahami dan memanfaatkan informasi. Oleh sebab itu, kegiatan literasi perlu terus dikembangkan agar dapat menjangkau masyarakat dengan berbagai latar belakang dan kebutuhan.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lampung Utara tersebut, diharapkan semangat untuk mengembangkan budaya baca semakin tumbuh. Pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dan diteruskan kepada lingkungan masing-masing sehingga manfaat kegiatan tidak berhenti setelah acara selesai.
Dukungan Perpusnas kepada delapan desa juga diharapkan menjadi bagian dari proses memperluas akses bahan bacaan bagi masyarakat. Fasilitas yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung kegiatan membaca dan pembelajaran masyarakat di tingkat desa.
Ke depan, penguatan gerakan literasi membutuhkan kesinambungan program serta keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dapat terus mendorong kegiatan yang melibatkan sekolah, perpustakaan, komunitas dan masyarakat sehingga gerakan membaca dapat semakin berkembang.
Dengan adanya bimbingan teknis, peningkatan kapasitas para penggerak literasi serta dukungan fasilitas dari Perpusnas, Kabupaten Lampung Utara memiliki ruang untuk terus memperkuat budaya literasi. Harapannya, akses terhadap bahan bacaan semakin terbuka dan kegiatan membaca dapat tumbuh tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di tengah masyarakat hingga tingkat desa.
Semangat bersama menjadi bagian penting dalam perjalanan tersebut. Guru, pustakawan, pegiat literasi, pemerintah dan masyarakat dapat saling mendukung untuk menciptakan lingkungan yang dekat dengan buku dan pengetahuan. Dengan gerakan yang dilakukan secara bersama dan berkelanjutan, budaya literasi di Kabupaten Lampung Utara diharapkan semakin hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
#DinasPerpustakaanDanKearsipan #LampungUtara #BimbinganTeknisLiterasi #Literasi #BudayaBaca
(*)
# Pewarta Pariyo Saputra #



0Komentar