Breaking News

SMAN 4 Kotabumi Gelar IHT, Samakan Pemahaman Guru Hadapi SNBP dan SNBT

KOTABUMI, (Sumateranewstv.com) - SMA Negeri 4 Kotabumi terus memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah dengan menggelar In House Training (IHT) bagi para guru di Aula SMAN 4 Kotabumi, Selasa (12/08/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya sekolah untuk menyamakan pemahaman tenaga pendidik sekaligus meningkatkan kompetensi dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada peserta didik. Salah satu fokus utama IHT adalah memperkuat kemampuan guru dalam mendampingi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, khususnya dalam menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Pelaksanaan IHT dinilai penting karena guru memiliki peran strategis dalam mempersiapkan siswa menghadapi berbagai tahapan pendidikan setelah menyelesaikan jenjang SMA. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga mencakup kesiapan mental, pemahaman terhadap pilihan pendidikan tinggi serta kemampuan siswa dalam merencanakan masa depan.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah 4 Provinsi Lampung, Nirwan Pratama, S.STP., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Nirwan memberikan apresiasi terhadap inisiatif SMAN 4 Kotabumi yang berupaya meningkatkan kompetensi guru melalui kegiatan pengembangan profesional secara internal.

Perkuat Kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan

Dalam sambutannya, Nirwan Pratama menyampaikan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari peningkatan kapasitas tenaga pendidik. Guru sebagai ujung tombak pendidikan dituntut mampu mengikuti perkembangan dan memahami kebutuhan peserta didik yang semakin beragam.

Menurutnya, IHT dapat menjadi ruang strategis bagi para guru untuk berdiskusi, memperbarui pengetahuan dan menyatukan visi dalam melaksanakan proses pembelajaran maupun pendampingan siswa.

“Kami berharap IHT ini bisa menjadi ruang untuk menyatukan visi dan strategi pembelajaran. Guru harus siap mendampingi siswa tidak hanya secara akademik, tapi juga mental menghadapi seleksi nasional,” ujar Nirwan.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persiapan siswa menghadapi seleksi perguruan tinggi membutuhkan keterlibatan aktif tenaga pendidik. Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membantu siswa memahami potensi dan mempersiapkan diri menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.

Dalam proses pendampingan, guru diharapkan mampu memberikan informasi yang benar dan terarah kepada siswa. Hal tersebut penting agar peserta didik dapat menyusun rencana pendidikan sesuai dengan kemampuan, minat dan tujuan yang ingin dicapai.

Selain kemampuan akademik, aspek mental juga menjadi perhatian. Masa persiapan menuju perguruan tinggi dapat menjadi periode yang penuh tekanan bagi sebagian siswa. Persaingan, tuntutan belajar dan kekhawatiran mengenai masa depan dapat memengaruhi kepercayaan diri peserta didik.

Karena itu, guru perlu hadir sebagai pendamping yang mampu memberikan motivasi sekaligus membantu siswa mengembangkan pola pikir positif. Dengan dukungan yang tepat, siswa diharapkan dapat menghadapi proses seleksi dengan lebih percaya diri dan terencana.

Materi IHT Berkaitan dengan Kebutuhan Sekolah

Untuk memberikan pemahaman yang lebih luas, IHT SMAN 4 Kotabumi menghadirkan tiga narasumber dengan bidang materi yang berbeda. Materi yang disampaikan disusun untuk mendukung peningkatan kompetensi guru sekaligus memperkuat tata kelola sekolah.

Narasumber pertama, Hendra Saputra, menyampaikan materi mengenai Penguatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dalam Pendampingan Murid Menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Materi tersebut menjadi salah satu fokus utama kegiatan karena berkaitan langsung dengan persiapan siswa menuju pendidikan tinggi. Para guru mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya pendampingan peserta didik agar lebih siap menghadapi proses seleksi.

Pendampingan siswa menuju perguruan tinggi tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan proses yang berkelanjutan, mulai dari pemetaan kemampuan, pengenalan minat, pemberian motivasi hingga membantu siswa menyusun rencana pendidikan lanjutan.

Guru juga perlu memahami bahwa setiap peserta didik memiliki kemampuan dan karakter berbeda. Karena itu, pendekatan yang digunakan dalam mendampingi siswa perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing individu.

Melalui materi tersebut, para guru diharapkan memiliki pemahaman yang lebih seragam dalam memberikan pendampingan. Kesamaan pemahaman penting agar siswa memperoleh informasi dan arahan yang konsisten dari lingkungan sekolah.

Pengelolaan E-Kinerja Jadi Materi Penting

Selain materi mengenai SNBP dan SNBT, IHT juga membahas pengelolaan E-Kinerja. Materi tersebut disampaikan oleh Fauliana, Pengawas Sekolah dari KCD Wilayah 4.

Pengelolaan kinerja menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung profesionalisme tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Melalui pengelolaan yang baik, pelaksanaan tugas dapat dilakukan secara lebih terarah dan terukur.

Materi E-Kinerja memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami pentingnya pencatatan, pengelolaan dan pelaksanaan kinerja sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas kerja di lingkungan sekolah.

Guru tidak hanya dituntut untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran, tetapi juga perlu memiliki perencanaan dan evaluasi terhadap proses yang telah dilakukan. Dengan demikian, peningkatan kompetensi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Pengelolaan kinerja yang baik pada akhirnya diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan pendidikan. Semakin baik pengelolaan internal sekolah, semakin besar pula peluang terciptanya proses pendidikan yang terencana dan efektif.

Akreditasi Sekolah Turut Menjadi Perhatian

Materi berikutnya disampaikan oleh Nazliah Yulianti dengan topik Akreditasi Sekolah. Pembahasan mengenai akreditasi menjadi bagian penting dalam upaya SMAN 4 Kotabumi memperkuat mutu kelembagaan.

Akreditasi tidak hanya dipandang sebagai proses administratif, tetapi juga sebagai bagian dari evaluasi terhadap kualitas penyelenggaraan pendidikan. Berbagai aspek yang ada di sekolah perlu dipersiapkan dan dikelola secara konsisten.

Melalui materi tersebut, para peserta IHT mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kualitas berbagai komponen pendidikan. Mulai dari proses pembelajaran, pengelolaan tenaga pendidik, sarana dan prasarana hingga tata kelola sekolah harus menjadi perhatian bersama.

Kesiapan sekolah dalam menghadapi proses akreditasi juga membutuhkan kerja sama seluruh warga sekolah. Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan dan unsur terkait memiliki peran masing-masing dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai standar yang ditetapkan.

Karena itu, materi akreditasi diharapkan tidak hanya menjadi pengetahuan tambahan, tetapi juga mendorong seluruh tenaga pendidik untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Plt Kepala SMAN 4 Kotabumi Dorong Implementasi

Plt. Kepala SMAN 4 Kotabumi, Mahmud Badrun, menyampaikan harapan agar seluruh peserta tidak hanya mengikuti kegiatan secara formal, tetapi benar-benar menyerap materi yang diberikan para narasumber.

Menurutnya, keberhasilan sebuah kegiatan pengembangan kompetensi akan terlihat dari penerapannya setelah kegiatan selesai. Pengetahuan yang diperoleh melalui IHT diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran maupun dalam kegiatan pendampingan siswa.

“Harapan kami peserta dapat memahami materi hari ini dan menerapkannya agar mutu layanan pendidikan di SMAN 4 semakin meningkat,” kata Mahmud.

Harapan tersebut menjadi dorongan bagi para guru untuk menjadikan IHT sebagai momentum memperbaiki dan meningkatkan kualitas kerja. Setiap materi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan mutu sekolah.

Guru sebagai tenaga profesional perlu terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan dunia pendidikan. Pengembangan kompetensi tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pelatihan, diskusi, seminar, IHT dan berbagai kegiatan pengembangan profesional lainnya.

Pendampingan Siswa Tidak Hanya Soal Akademik

Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam IHT adalah pentingnya pendampingan siswa secara menyeluruh. Menghadapi seleksi perguruan tinggi tentu membutuhkan kesiapan akademik, tetapi siswa juga perlu dipersiapkan dari sisi mental dan kemampuan mengambil keputusan.

Guru dapat membantu siswa mengenali kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dengan mengenali potensi diri, siswa diharapkan mampu menentukan pilihan pendidikan yang sesuai dan tidak sekadar mengikuti pilihan teman maupun tren yang berkembang.

Guru juga dapat berperan dalam memberikan motivasi kepada siswa yang merasa kurang percaya diri. Pendekatan yang tepat dapat membantu siswa melihat peluang dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Selain itu, komunikasi antara guru, siswa dan orang tua menjadi faktor pendukung. Pilihan pendidikan lanjutan idealnya dibicarakan dengan mempertimbangkan kemampuan akademik, minat siswa serta kondisi dan dukungan keluarga.

Dengan pendampingan yang dilakukan sejak awal, siswa diharapkan tidak merasa sendirian ketika menghadapi proses seleksi. Sekolah dapat menjadi lingkungan yang memberikan informasi, motivasi dan dukungan selama proses persiapan berlangsung.

Persiapan SNBP dan SNBT Dilakukan Berkelanjutan

SMAN 4 Kotabumi tidak menjadikan IHT tersebut sebagai kegiatan yang berdiri sendiri. Sekolah telah merencanakan kegiatan lanjutan secara berkelanjutan menjelang pelaksanaan SNBP dan SNBT pada November mendatang.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa sekolah berupaya mempersiapkan tenaga pendidik dan siswa secara bertahap. Persiapan yang dilakukan lebih awal diharapkan memberikan kesempatan kepada siswa untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memahami pilihan pendidikan tinggi yang tersedia.

Untuk tahap berikutnya, SMAN 4 Kotabumi berencana mengundang pemateri langsung dari perguruan tinggi yang berada di Provinsi Lampung. Kehadiran pihak perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih luas mengenai dunia kampus.

Dengan memperoleh informasi langsung dari perguruan tinggi, siswa diharapkan dapat mengenal lebih dekat berbagai pilihan pendidikan, program studi serta lingkungan akademik yang akan mereka masuki. Informasi tersebut juga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi siswa dalam menentukan rencana pendidikan setelah lulus.

Rencana menghadirkan pemateri dari perguruan tinggi juga membuka peluang terjadinya komunikasi dan kerja sama yang lebih luas antara SMAN 4 Kotabumi dengan institusi pendidikan tinggi di Provinsi Lampung.

Bangun Budaya Sekolah yang Terus Belajar

Pelaksanaan IHT menjadi salah satu gambaran bahwa peningkatan kualitas pendidikan membutuhkan budaya belajar yang tidak hanya berlaku bagi siswa, tetapi juga bagi guru dan tenaga kependidikan.

Guru perlu terus memperbarui pengetahuan karena kebutuhan peserta didik selalu berkembang. Perubahan teknologi, sistem pendidikan dan tuntutan masyarakat terhadap kualitas lulusan membuat tenaga pendidik harus mampu beradaptasi.

Dengan budaya belajar yang kuat di lingkungan sekolah, guru diharapkan dapat memberikan pembelajaran yang lebih relevan dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Sekolah juga dapat berkembang karena seluruh unsur di dalamnya memiliki semangat untuk melakukan perbaikan.

IHT menjadi salah satu sarana untuk membangun budaya tersebut. Melalui kegiatan bersama, guru dapat saling bertukar pengalaman, memperluas wawasan dan menemukan strategi yang dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran.

Kesamaan pemahaman juga dapat memperkuat kerja sama antarguru. Pendampingan siswa menuju perguruan tinggi, misalnya, membutuhkan koordinasi antara guru mata pelajaran, wali kelas, guru pembimbing dan manajemen sekolah.

Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan

Secara keseluruhan, pelaksanaan IHT di SMAN 4 Kotabumi menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan. Materi yang diberikan mencakup aspek pendampingan siswa menghadapi SNBP dan SNBT, pengelolaan E-Kinerja serta akreditasi sekolah.

Ketiga aspek tersebut memiliki keterkaitan dengan peningkatan mutu sekolah. Kompetensi guru yang semakin baik akan mendukung proses pembelajaran. Pengelolaan kinerja yang terarah akan memperkuat profesionalisme tenaga pendidik, sementara kesiapan akreditasi mendorong sekolah untuk terus menjaga kualitas layanan pendidikan.

Di sisi lain, pendampingan siswa menuju perguruan tinggi menjadi bagian penting dari pelayanan pendidikan di tingkat SMA. Sekolah tidak hanya bertanggung jawab terhadap proses belajar di kelas, tetapi juga membantu siswa mempersiapkan masa depan setelah menyelesaikan pendidikan menengah.

Dengan adanya kegiatan lanjutan menjelang SNBP dan SNBT, SMAN 4 Kotabumi menunjukkan keseriusan dalam membangun sistem pendampingan yang berkelanjutan. Para guru diharapkan mampu menerapkan hasil IHT dalam kegiatan sehari-hari sehingga manfaat kegiatan dapat dirasakan langsung oleh peserta didik.

Ke depan, kolaborasi dengan perguruan tinggi di Provinsi Lampung juga diharapkan dapat memperluas wawasan siswa. Kehadiran narasumber dari lingkungan perguruan tinggi akan menjadi kesempatan bagi siswa untuk mendapatkan gambaran lebih nyata mengenai kehidupan akademik dan berbagai pilihan pendidikan setelah lulus SMA.

Dengan penguatan kompetensi guru, pembaruan wawasan, pengelolaan kinerja yang baik dan peningkatan kualitas kelembagaan, SMAN 4 Kotabumi terus berupaya menghadirkan layanan pendidikan yang semakin baik.

Pelaksanaan IHT tersebut pada akhirnya bukan sekadar kegiatan pelatihan selama satu hari. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis untuk menyatukan visi tenaga pendidik, memperkuat profesionalisme guru dan mempersiapkan siswa menghadapi tantangan pendidikan di masa depan.

Melalui kerja sama seluruh warga sekolah serta dukungan dari Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Wilayah 4 Provinsi Lampung, SMAN 4 Kotabumi optimistis dapat terus meningkatkan mutu layanan pendidikan. Persiapan menghadapi SNBP dan SNBT pun diharapkan dapat dilakukan secara lebih terarah, sehingga para siswa memiliki bekal akademik dan mental yang memadai untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

(Pewarta Pariyo Saputra)

0 Komentar

© Copyright 2026 - Sumateranewstv