TULANG BAWANG BARAT, (Sumateranewstv.com) - Kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kembali mendapat apresiasi dari jajaran kepolisian. Polsek Lambu Kibang, Polres Tulang Bawang Barat, menerima penyerahan satu pucuk senjata api rakitan atau senpira beserta tiga butir amunisi dari masyarakat.
Senjata api rakitan tersebut diserahkan secara sukarela oleh Kepala Tiyuh Agung Jaya, Kecamatan Way Kenanga, Kabupaten Tulang Bawang Barat, kepada Kapolsek Lambu Kibang. Penyerahan berlangsung di lingkungan Mapolsek Lambu Kibang pada Selasa (25/8/2026).
Adapun barang yang diserahkan berupa satu pucuk senjata api rakitan jenis SIG Sauer FN berwarna cokelat dan tiga butir amunisi. Selanjutnya, senjata beserta amunisi tersebut diamankan oleh pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan dan tindak lanjut sesuai prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku.
Penyerahan senjata api secara sukarela tersebut dinilai sebagai bentuk kesadaran masyarakat sekaligus kepedulian terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya bersama mencegah penyalahgunaan senjata api rakitan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Kesadaran Masyarakat Dukung Kamtibmas
Keberadaan senjata api ilegal di tengah masyarakat menjadi salah satu hal yang perlu mendapatkan perhatian serius. Apabila tidak diamankan dan berada di tangan orang yang tidak berwenang, senjata tersebut dapat berpotensi disalahgunakan untuk berbagai tindakan yang membahayakan masyarakat.
Karena itu, keputusan masyarakat untuk menyerahkan senjata api rakitan kepada kepolisian merupakan langkah preventif yang penting. Dengan penyerahan tersebut, senjata dapat segera diamankan dan tidak lagi berada di lingkungan masyarakat tanpa pengawasan.
Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Himmawan Setiawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., melalui Kapolsek Lambu Kibang Iptu Kasiyono, S.E., M.H., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Tiyuh Agung Jaya beserta masyarakat yang telah bersedia menyerahkan senjata api rakitan tersebut secara sukarela.
Menurut Kapolsek, kesadaran masyarakat seperti itu sangat membantu tugas kepolisian dalam menjaga situasi keamanan. Dukungan masyarakat juga menjadi salah satu kekuatan penting dalam mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas sejak dini.
“Kami berharap langkah baik ini dapat menjadi teladan bagi warga lainnya, agar bersama-sama menjaga wilayah kita bebas dari peredaran senjata api rakitan serta barang berbahaya lainnya,” ujar Iptu Kasiyono.
Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan harus terus ditingkatkan. Masyarakat tidak hanya menjadi pihak yang menerima pelayanan kepolisian, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis dalam memberikan informasi serta membantu menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
Antisipasi Jelang Pemilihan Kepala Tiyuh
Penyerahan senjata api rakitan tersebut juga dinilai memiliki arti penting karena wilayah setempat akan menghadapi agenda pesta demokrasi Pemilihan Kepala Tiyuh atau Pilkati.
Pelaksanaan Pilkati merupakan bagian penting dalam kehidupan pemerintahan di tingkat tiyuh. Masyarakat akan menentukan pemimpin yang nantinya menjalankan pemerintahan dan pembangunan di wilayah masing-masing.
Dalam pelaksanaan pesta demokrasi, perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut diharapkan tidak berkembang menjadi perselisihan yang dapat mengganggu persatuan maupun keamanan masyarakat.
Karena itu, upaya menjaga wilayah agar terbebas dari senjata api ilegal menjadi salah satu langkah pencegahan yang penting. Senjata api tidak semestinya berada di tangan pihak yang tidak memiliki kewenangan, terlebih ketika masyarakat tengah memasuki tahapan kegiatan politik di tingkat tiyuh.
Kepolisian berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga suasana tetap aman, damai dan kondusif. Setiap warga juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu yang dapat memicu konflik serta tetap menghormati perbedaan pilihan.
Selain masyarakat, aparatur tiyuh, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh unsur terkait diharapkan dapat ikut membantu menciptakan suasana yang sejuk menjelang pelaksanaan Pilkati.
Senpi dan Amunisi Diamankan
Setelah menerima penyerahan, pihak kepolisian langsung mengamankan satu pucuk senjata api rakitan dan tiga butir amunisi tersebut. Barang tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti sesuai prosedur kepolisian dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pengamanan dilakukan untuk memastikan senjata dan amunisi tidak kembali beredar atau berpindah kepada pihak yang tidak bertanggung jawab. Kepolisian juga akan melakukan penanganan sesuai mekanisme yang berlaku terhadap barang yang telah diserahkan tersebut.
Dalam hal ini, masyarakat diingatkan agar tidak menyimpan atau menguasai senjata api secara ilegal. Apabila terdapat warga yang mengetahui keberadaan senjata api rakitan maupun amunisi yang tidak memiliki dasar kepemilikan yang sah, masyarakat diminta segera berkoordinasi dengan aparat kepolisian.
Langkah tersebut diperlukan sebagai bagian dari pencegahan. Dengan adanya laporan lebih awal, kepolisian dapat melakukan penanganan sebelum barang berbahaya tersebut disalahgunakan dan menimbulkan dampak yang lebih luas.
Polisi Kedepankan Pencegahan
Penyerahan senjata api secara sukarela juga menunjukkan pentingnya pendekatan preventif dalam menjaga keamanan. Kepolisian tidak hanya bertugas melakukan penindakan setelah terjadi gangguan, tetapi juga terus mendorong berbagai upaya pencegahan.
Salah satunya melalui komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat. Hubungan yang baik antara polisi dan warga dapat menciptakan ruang komunikasi yang memungkinkan berbagai informasi terkait keamanan disampaikan lebih cepat.
Dalam kondisi seperti ini, masyarakat memiliki peran penting sebagai sumber informasi bagi kepolisian. Warga yang mengetahui adanya potensi gangguan keamanan dapat segera menyampaikan informasi kepada aparat sehingga dapat dilakukan langkah antisipasi.
Polsek Lambu Kibang juga terus mendorong masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Upaya tersebut dapat dilakukan mulai dari lingkungan keluarga, tempat tinggal, hingga lingkungan tiyuh.
Dengan meningkatnya kepedulian masyarakat, berbagai potensi gangguan keamanan diharapkan dapat dicegah sejak awal.
Perkuat Sinergi Polisi dan Masyarakat
Kapolsek Lambu Kibang menegaskan bahwa pihaknya akan terus mempererat silaturahmi dan kerja sama dengan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, keamanan yang baik tidak dapat diwujudkan hanya melalui kerja kepolisian, tetapi membutuhkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat.
“Polsek Lambu Kibang terus berkomitmen mempererat silaturahmi dan kerja sama yang erat dengan seluruh elemen masyarakat demi terwujudnya keamanan yang baik di wilayah hukum Polsek Lambu Kibang, Polres Tulang Bawang Barat,” pungkas Iptu Kasiyono.
Komitmen tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan antara kepolisian dengan masyarakat. Dengan komunikasi yang berjalan baik, berbagai persoalan yang muncul di lingkungan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi sesuai kewenangan masing-masing.
Selain itu, sinergi tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bahwa menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Masyarakat diharapkan tidak bersikap pasif ketika mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas.
Jelang Pilkati, Warga Diminta Jaga Persatuan
Menjelang pelaksanaan Pilkati, masyarakat juga diminta menjaga persatuan dan kerukunan. Perbedaan pilihan politik hendaknya tidak menjadi alasan untuk memutus hubungan sosial maupun menimbulkan konflik di tengah masyarakat.
Setiap warga memiliki hak untuk menentukan pilihan masing-masing. Namun, seluruh proses demokrasi harus dilaksanakan dengan tetap mengedepankan ketertiban, keamanan dan rasa saling menghormati.
Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. Isu maupun kabar yang tidak jelas dapat menjadi pemicu munculnya kesalahpahaman apabila tidak disikapi secara bijak.
Dalam situasi tersebut, komunikasi menjadi salah satu kunci. Apabila masyarakat menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan, koordinasi dengan aparatur tiyuh maupun kepolisian dapat dilakukan sehingga persoalan tidak berkembang menjadi konflik.
Penyerahan Senpi Jadi Contoh Positif
Penyerahan satu pucuk senjata api rakitan beserta tiga butir amunisi oleh masyarakat kepada Polsek Lambu Kibang menjadi contoh positif tentang pentingnya partisipasi warga dalam menjaga keamanan.
Langkah tersebut bukan hanya membantu kepolisian mengamankan barang berbahaya, tetapi juga menjadi pesan kepada masyarakat luas bahwa setiap warga memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang aman.
Kepolisian berharap kesadaran tersebut dapat ditularkan kepada masyarakat lainnya. Warga yang masih mengetahui keberadaan senjata api rakitan atau barang berbahaya lainnya diharapkan tidak ragu untuk melaporkannya kepada pihak kepolisian.
Dengan demikian, potensi penyalahgunaan senjata api dapat ditekan dan keamanan masyarakat dapat semakin terjaga.
Polsek Lambu Kibang juga akan terus melakukan langkah-langkah pembinaan, pencegahan dan pendekatan kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Lambu Kibang, khususnya menjelang pelaksanaan Pilkati, tetap dalam kondisi aman, damai dan kondusif.
Sinergi antara kepolisian, aparatur tiyuh dan masyarakat diharapkan menjadi kekuatan utama dalam menciptakan suasana demokrasi yang sehat. Dengan mengedepankan persatuan, kepatuhan terhadap hukum serta kepedulian terhadap lingkungan, berbagai potensi gangguan keamanan dapat diminimalisasi.
Pihak kepolisian kembali mengapresiasi langkah Kepala Tiyuh Agung Jaya dan masyarakat yang telah menyerahkan senjata api rakitan tersebut secara sukarela. Kesadaran dan kepedulian seperti ini diharapkan menjadi contoh bagi warga lainnya untuk bersama-sama menciptakan wilayah Tulang Bawang Barat yang aman dan kondusif.
(Humas Tubaba)
#TulangBawangBarat #PolresTulangBawangBarat #PolsekLambuKibang #Kamtibmas #SenpiIlegal #Senpira #SenjataApiRakitan #Pilkati #Keamanan #Masyarakat #Lampung



0 Komentar