TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Polri Kerahkan 372 Taruna Akpol Dampingi 73 Sekolah Rakyat, Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Menuju Indonesia Emas 2045

Polri Kerahkan 372 Taruna Akpol Dampingi 73 Sekolah Rakyat, Perkuat Pendidikan Karakter Generasi Menuju Indonesia Emas 2045

Daftar Isi
×

Jakarta, (Sumateranewstv.com) – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia melalui partisipasi aktif dalam Program Sekolah Rakyat. Sebanyak 372 Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) diterjunkan untuk mendampingi para siswa di 73 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia melalui Program Taruna Bhakti Tahun 2026.

Program tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara Polri, Akademi TNI, Kementerian Sosial Republik Indonesia, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat pendidikan karakter bagi generasi muda Indonesia. Kehadiran para Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI diharapkan mampu menjadi teladan bagi para siswa dalam membangun kedisiplinan, kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, semangat kebangsaan, serta nilai-nilai luhur kehidupan bermasyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam Press Release Nomor: 300/VIII/HUM.6.1.1./2026/Bidhumas yang diterbitkan pada Rabu, 5 Agustus 2026. Program Taruna Bhakti menjadi salah satu implementasi nyata dukungan Polri terhadap kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional melalui pembentukan karakter peserta didik sejak dini.

Komitmen Polri Dukung Program Strategis Pemerintah

Program Sekolah Rakyat merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul. Tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan akademik, program ini juga menitikberatkan pada pembentukan karakter melalui kehidupan berasrama, pembiasaan disiplin, kepemimpinan, gotong royong, serta nilai-nilai kebangsaan.

Dalam mendukung program tersebut, Polri mengerahkan sebanyak 372 Taruna Akpol yang ditempatkan di 73 Sekolah Rakyat melalui 29 Subsatuan Taruna (Subsattar). Seluruh kegiatan didukung oleh 110 personel pendamping (Paping), yang terdiri dari 23 Perwira Menengah (Pamen), 77 Perwira Pertama (Pama), dan 10 personel Bintara.

Dengan demikian, total kekuatan personel Polri yang terlibat dalam Program Taruna Bhakti Tahun 2026 mencapai 482 personel. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa Polri tidak hanya menjalankan fungsi keamanan dan penegakan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda Indonesia.

Taruna Akpol Menjadi Kakak Asuh dan Teladan

Karopenmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., menjelaskan bahwa keterlibatan Taruna Akpol merupakan implementasi langsung dari arahan Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, saat melepas Program Taruna Bhakti pada 1 Agustus 2026 di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.

Menurut Brigjen Trunoyudo, Menteri Sosial menginginkan agar para Taruna Akpol maupun Taruna Akademi TNI menjadi role model atau teladan bagi siswa Sekolah Rakyat.

"Polri mendukung penuh Program Sekolah Rakyat sebagai salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang unggul. Sebagaimana arahan Bapak Menteri Sosial, Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI hadir bukan sekadar mendampingi kegiatan siswa, tetapi menjadi kakak asuh yang memberikan keteladanan dalam disiplin, kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, serta semangat pengabdian. Kami ingin anak-anak di Sekolah Rakyat memiliki lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan penuh inspirasi untuk meraih cita-citanya," ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Menurutnya, kehadiran para taruna di lingkungan sekolah bukan sekadar memberikan materi pelatihan, tetapi menjadi figur yang mampu membimbing, mengarahkan, sekaligus memberikan motivasi kepada para siswa agar memiliki cita-cita besar dan semangat belajar yang tinggi.

Berbagi Pengalaman Kehidupan Berasrama

Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf sebelumnya menjelaskan bahwa Taruna Akademi TNI maupun Taruna Akpol dipilih karena mereka telah merasakan langsung kehidupan berasrama. Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam membimbing para siswa Sekolah Rakyat yang juga menjalani sistem pendidikan berbasis asrama.

Melalui pengalaman yang dimiliki para taruna, para siswa diharapkan mampu lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memahami pentingnya kedisiplinan, membangun kemandirian, serta membiasakan diri hidup teratur.

Selain itu, Menteri Sosial juga menekankan pentingnya pendekatan yang penuh empati. Para taruna diharapkan menjadi kakak pendamping yang mampu memberikan rasa aman kepada siswa serta memastikan tidak terjadi praktik perundungan (bullying), kekerasan fisik, kekerasan seksual, maupun tindakan intoleransi selama proses pendampingan berlangsung.

Berlangsung Selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

Program Taruna Bhakti dilaksanakan bertepatan dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selama lima hari, para Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI mendampingi siswa baru agar mampu mengenal lingkungan sekolah sekaligus membentuk kebiasaan positif.

Berbagai materi pembinaan diberikan secara bertahap dan menyenangkan, di antaranya:

  • Pengenalan tata tertib sekolah.
  • Pengenalan kehidupan asrama.
  • Pembiasaan bangun pagi.
  • Manajemen waktu.
  • Penataan kamar.
  • Kerapian tempat tidur dan lemari.
  • Kebersihan diri dan lingkungan.
  • Latihan baris-berbaris.
  • Pembinaan kepemimpinan.
  • Pelatihan kerja sama dan gotong royong.
  • Penguatan wawasan kebangsaan.
  • Pendidikan bela negara.
  • Kegiatan kepramukaan.
  • Pembinaan karakter.
  • Penguatan nilai-nilai keagamaan.
  • Pemberian motivasi belajar.

Seluruh kegiatan tersebut dirancang untuk membentuk pribadi siswa yang mandiri, percaya diri, disiplin, bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, serta mampu menghargai keberagaman.

Membangun Karakter, Bukan Sekadar Kedisiplinan

Brigjen Pol. Trunoyudo menegaskan bahwa Program Taruna Bhakti tidak hanya berfokus pada pembentukan kedisiplinan, tetapi lebih jauh membangun karakter peserta didik.

"Yang dibangun dalam Program Taruna Bhakti bukan hanya kedisiplinan, tetapi juga karakter. Para Taruna Akpol hadir untuk menginspirasi, membimbing, dan mendampingi adik-adik di Sekolah Rakyat melalui keteladanan. Mereka berbagi pengalaman hidup berasrama, mengajarkan pentingnya tanggung jawab, kerja sama, kepedulian, serta menumbuhkan rasa percaya diri agar setiap anak memiliki keyakinan bahwa mereka mampu meraih masa depan yang lebih baik," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa karakter yang kuat merupakan modal utama bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan global. Oleh sebab itu, proses pendidikan harus mampu membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas dan moral yang baik.

Media Pembelajaran bagi Taruna Akpol

Selain memberikan manfaat bagi siswa, Program Taruna Bhakti juga menjadi sarana pembelajaran bagi para Taruna Akpol sendiri. Mereka belajar berinteraksi langsung dengan masyarakat, memahami persoalan sosial, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta mengasah kepemimpinan dan empati.

Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi para taruna ketika kelak bertugas sebagai perwira Polri di berbagai wilayah Indonesia.

"Melalui pengabdian ini, Taruna Akpol belajar memahami kehidupan masyarakat sekaligus mengasah kepemimpinan, empati, komunikasi, dan kemampuan menyelesaikan persoalan sosial. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi mereka sebagai calon pemimpin Polri yang Presisi, humanis, dan selalu hadir untuk masyarakat," tutur Brigjen Pol. Trunoyudo.

Dengan demikian, Program Taruna Bhakti tidak hanya membentuk karakter siswa, tetapi juga memperkuat kualitas calon-calon pemimpin Polri di masa depan.

Kolaborasi Lintas Sektor

Keberhasilan Program Taruna Bhakti tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial RI, Akademi TNI, Akademi Kepolisian, pemerintah daerah, tenaga pendidik, serta berbagai unsur masyarakat.

Kolaborasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana berbagai institusi negara bekerja sama untuk mempersiapkan generasi muda Indonesia yang unggul. Sinergi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Investasi Jangka Panjang bagi Bangsa

Pendidikan karakter merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya akan dirasakan oleh bangsa di masa mendatang. Melalui pembiasaan hidup disiplin, kerja sama, kepedulian sosial, serta semangat kebangsaan, diharapkan para siswa Sekolah Rakyat tumbuh menjadi generasi yang memiliki integritas dan siap menjadi pemimpin masa depan.

Program ini juga sejalan dengan visi besar pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia yang maju, berdaya saing, serta memiliki sumber daya manusia unggul.

Polri memandang bahwa keberhasilan menjaga keamanan nasional tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui pembangunan karakter masyarakat sejak usia dini. Oleh karena itu, keterlibatan Taruna Akpol dalam Program Taruna Bhakti menjadi bagian penting dari upaya membangun bangsa secara menyeluruh.

Harapan ke Depan

Melalui Program Taruna Bhakti Tahun 2026, Polri berharap para siswa Sekolah Rakyat memperoleh pengalaman belajar yang positif, tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, serta memiliki semangat kebangsaan yang tinggi.

Kehadiran Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI diharapkan mampu memberikan inspirasi sekaligus motivasi bagi para siswa untuk terus belajar, berprestasi, serta memiliki cita-cita besar demi masa depan bangsa.

Program ini sekaligus mempertegas komitmen Polri sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pendekatan edukatif, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi, pengabdian, dan kepedulian terhadap pendidikan karakter, Program Taruna Bhakti diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam melahirkan generasi Indonesia yang unggul, berintegritas, berjiwa nasionalis, dan siap membawa Indonesia menuju cita-cita besar sebagai bangsa maju pada tahun 2045. (*)

(Redaksi Sumateranewstv.com)

0Komentar