Breaking News

Polda Lampung Ingatkan Orang Tua Awasi Anak, Waspadai Narkoba, Pinjol hingga Ajakan Huru-hara

LAMPUNG, (Sumateranewstv.com)-Kepolisian Daerah (Polda) Lampung mengingatkan seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas, pergaulan, serta kehidupan anak, baik di lingkungan sehari-hari maupun di ruang digital.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar anak dan remaja tidak mudah terjerumus dalam berbagai persoalan sosial yang dapat mengganggu keamanan, pendidikan, kesehatan sosial, serta masa depan mereka.

Seiring perkembangan teknologi informasi dan semakin luasnya penggunaan media sosial, pengaruh terhadap anak kini tidak hanya datang dari lingkungan tempat tinggal maupun pergaulan secara langsung. Berbagai informasi, ajakan, promosi dan interaksi dari dunia digital juga dapat memengaruhi cara berpikir serta perilaku anak.

Karena itu, Polda Lampung meminta orang tua untuk tidak menganggap pengawasan sebagai sekadar mengetahui keberadaan anak. Lebih dari itu, orang tua perlu memahami dengan siapa anak bergaul, kegiatan yang mereka ikuti, serta bagaimana mereka menggunakan media sosial.

Imbauan tersebut disampaikan Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun melalui Press Release Nomor: 318 / VIII / HUM.6.1.1./ 2026/ Bidhumas, Sabtu (29/8/2026).

Orang Tua Diminta Memperketat Pengawasan

Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, keluarga memiliki peran penting dalam mencegah anak terpengaruh lingkungan yang berpotensi membawa mereka pada persoalan hukum maupun sosial.

Menurutnya, pengawasan orang tua perlu dilakukan dengan cara yang tepat. Anak tetap membutuhkan ruang untuk berkembang, berinteraksi dan belajar mengambil keputusan, tetapi harus mendapatkan bimbingan agar mampu memahami mana lingkungan yang positif dan mana yang berisiko.

“Orang tua jangan hanya bertanya anaknya pergi ke mana, tetapi juga perlu mengetahui dengan siapa mereka bergaul dan kegiatan apa yang diikuti. Jangan sampai anak terjebak dalam lingkungan yang membawa mereka pada narkoba, seks bebas, pinjol atau tindakan yang dapat merusak masa depannya,” kata Yuni, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Yuni, beberapa persoalan yang perlu diwaspadai orang tua antara lain penyalahgunaan narkoba, perilaku seksual berisiko, pinjaman online atau pinjol, kekerasan, hingga ajakan mengikuti kegiatan yang dapat berujung pada kericuhan atau huru-hara.

Berbagai persoalan tersebut dapat memberikan dampak panjang terhadap kehidupan anak. Tidak hanya berpengaruh terhadap pendidikan dan hubungan keluarga, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan hukum maupun mengganggu masa depan anak.

Pengawasan Tidak Cukup Dilakukan di Luar Rumah

Perkembangan teknologi membuat anak semakin mudah mendapatkan informasi dari internet. Dalam kondisi tersebut, pengawasan orang tua juga perlu dilakukan terhadap aktivitas anak di ruang digital.

Orang tua perlu mengetahui secara umum bagaimana anak menggunakan media sosial dan berinteraksi dengan orang lain di dunia maya. Hal tersebut penting karena anak dapat menerima berbagai informasi tanpa selalu mampu menilai apakah informasi tersebut benar, aman atau justru berbahaya.

Media sosial juga dapat menjadi ruang munculnya berbagai ajakan. Anak yang masih berada dalam tahap perkembangan karakter dapat lebih mudah terpengaruh oleh tren, kelompok pertemanan maupun konten yang mereka lihat secara berulang.

Karena itu, Yuni meminta orang tua tidak hanya melarang anak menggunakan media sosial, tetapi juga memberikan edukasi mengenai cara menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

Komunikasi antara orang tua dan anak menjadi salah satu cara penting untuk mengetahui aktivitas mereka tanpa menciptakan jarak yang membuat anak enggan bercerita.

Waspadai Tawaran Pinjaman Online

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Polda Lampung adalah pinjaman online atau pinjol. Anak dan remaja yang belum memahami pengelolaan keuangan serta risiko utang dapat menjadi sasaran berbagai tawaran yang muncul di internet.

Tawaran memperoleh uang dengan cepat dapat terlihat menarik bagi seseorang yang belum memahami konsekuensi dari sebuah pinjaman. Padahal, keputusan keuangan yang tidak dipertimbangkan secara matang dapat menimbulkan masalah di kemudian hari.

Karena itu, orang tua diminta memberikan edukasi mengenai pengelolaan keuangan kepada anak. Anak perlu memahami bahwa berbagai tawaran di internet tidak selalu memberikan keuntungan dan dapat memiliki risiko tertentu.

“Sekarang pengaruh terhadap anak bukan hanya datang dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari dunia digital. Karena itu, orang tua perlu memberikan edukasi, termasuk mengenai bahaya pinjol dan berbagai tawaran di media sosial yang dapat menjerumuskan mereka,” ujar Yuni.

Selain pinjol, anak juga perlu diberikan pemahaman agar tidak sembarangan memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak dikenal. Informasi pribadi seperti identitas, nomor telepon, akun maupun data lainnya perlu dijaga agar tidak disalahgunakan.

Jangan Biarkan Anak Ikut Aksi yang Berpotensi Ricuh

Selain mengingatkan mengenai persoalan narkoba, seks bebas dan pinjol, Polda Lampung juga memberikan perhatian terhadap kemungkinan anak dan remaja terbawa dalam aksi penyampaian aspirasi yang berpotensi mengalami kericuhan.

Yuni menegaskan bahwa penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat yang dilindungi. Namun demikian, keselamatan anak tetap menjadi perhatian penting.

Anak-anak yang belum memahami kondisi lapangan dapat saja mengikuti ajakan karena rasa ingin tahu atau sekadar ikut-ikutan. Apabila situasi berubah menjadi tidak kondusif, mereka berpotensi berada dalam kondisi yang membahayakan.

“Kami mengimbau orang tua memastikan anak-anak tidak berada di lokasi aksi yang berpotensi terjadi kericuhan. Jangan sampai mereka hanya ikut-ikutan, kemudian menjadi korban ketika situasi berubah menjadi tidak kondusif,” kata Yuni.

Karena itu, orang tua diminta memberikan pemahaman kepada anak mengenai risiko berada di lokasi kegiatan yang berpotensi terjadi kericuhan. Anak juga perlu diajarkan untuk tidak mudah mengikuti ajakan orang lain tanpa mengetahui tujuan dan konsekuensi dari kegiatan tersebut.

Bangun Komunikasi Terbuka dengan Anak

Menurut Yuni, komunikasi terbuka menjadi salah satu kunci dalam melakukan pencegahan. Anak perlu memiliki tempat yang aman untuk menyampaikan cerita, persoalan dan pengalaman yang mereka hadapi.

Ketika hubungan komunikasi antara orang tua dan anak berjalan baik, orang tua akan lebih mudah mengetahui perubahan dalam kehidupan anak. Sebaliknya, komunikasi yang terlalu tertutup dapat membuat anak mencari tempat lain untuk mendapatkan jawaban.

Yuni meminta orang tua membangun suasana komunikasi yang terbuka sehingga anak tidak hanya mengandalkan teman atau media sosial sebagai sumber informasi.

“Bangun komunikasi yang terbuka, sehingga anak tidak mencari tempat bertanya hanya dari teman atau media sosial. Berikan pemahaman mana kegiatan yang positif dan mana yang dapat membahayakan dirinya,” tuturnya.

Komunikasi juga tidak harus selalu dilakukan dalam bentuk nasihat. Orang tua dapat mengajak anak berdiskusi, mendengarkan pendapat mereka dan memberikan pemahaman mengenai berbagai pilihan yang tersedia.

Dengan pendekatan tersebut, anak diharapkan memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan dampak sebelum mengambil keputusan.

Anak Jangan Mudah Terbawa Ajakan

Anak dan remaja berada pada masa perkembangan yang membuat mereka memiliki rasa ingin tahu tinggi. Lingkungan pergaulan dan media sosial dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pilihan mereka.

Ajakan teman atau kelompok tertentu terkadang muncul secara sederhana, tetapi dapat berkembang menjadi persoalan apabila kegiatan yang diikuti memiliki risiko.

Karena itu, kemampuan anak untuk mengatakan tidak terhadap ajakan yang berbahaya perlu dibangun sejak dini. Anak perlu memahami bahwa keberanian bukan berarti selalu mengikuti teman, tetapi juga mampu menolak ketika mengetahui sebuah kegiatan berpotensi merugikan.

Orang tua dapat memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari mengenai bagaimana mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Anak juga perlu diberikan pemahaman bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

Pencegahan Harus Dimulai Sebelum Masalah Terjadi

Mantan Kapolres Metro tersebut menegaskan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak awal. Orang tua diminta tidak menunggu sampai anak terlibat persoalan baru kemudian memberikan perhatian.

Perubahan perilaku, perubahan lingkungan pergaulan serta perubahan pola aktivitas anak perlu menjadi perhatian keluarga. Hal tersebut bukan berarti setiap perubahan harus dianggap sebagai masalah, tetapi menjadi alasan untuk membangun komunikasi lebih intensif.

Orang tua juga dapat mendorong anak mengikuti berbagai kegiatan positif. Aktivitas olahraga, pendidikan, seni, sosial maupun kegiatan lain yang sesuai dengan minat anak dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membangun lingkungan pergaulan yang sehat.

“Jangan sampai masa depan anak dipertaruhkan karena keputusan sesaat atau ajakan teman. Kita harus mencegah sejak awal agar mereka tidak terjerumus narkoba, seks bebas, pinjol, kekerasan maupun aksi yang berujung pada huru-hara,” tegasnya.

Keluarga Menjadi Benteng Pertama

Polda Lampung menegaskan bahwa perlindungan terhadap anak bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Keluarga merupakan benteng pertama dalam memberikan pendidikan, pengawasan dan perlindungan kepada anak.

Orang tua memiliki peran strategis dalam membentuk karakter anak. Nilai tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian mengambil keputusan serta kemampuan membedakan tindakan yang baik dan berisiko perlu ditanamkan sejak dini.

Selain keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat juga memiliki peran penting. Anak membutuhkan lingkungan yang aman dan mendukung agar dapat berkembang secara sehat.

Kerja sama antara keluarga, sekolah, masyarakat dan aparat penegak hukum diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan berbagai persoalan yang dapat mengancam generasi muda.

Peran Orang Tua di Era Digital Semakin Penting

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, tantangan dalam mendampingi anak juga semakin kompleks. Anak dapat mengakses berbagai informasi hanya melalui perangkat yang berada di tangan mereka.

Karena itu, orang tua perlu meningkatkan literasi digital agar mampu memahami lingkungan digital yang digunakan anak. Pengetahuan tersebut dapat membantu orang tua memberikan pendampingan secara lebih tepat.

Pengawasan juga perlu dilakukan secara proporsional. Tujuannya bukan untuk menciptakan rasa takut kepada anak, melainkan membangun kesadaran agar mereka mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.

Anak perlu memahami bahwa media sosial bukan hanya tempat hiburan dan berkomunikasi, tetapi juga ruang yang memiliki risiko. Mereka perlu berhati-hati terhadap orang yang baru dikenal di internet, tawaran yang terlalu menggiurkan serta ajakan untuk melakukan kegiatan yang tidak jelas.

Jaga Masa Depan Generasi Muda Lampung

Imbauan Polda Lampung kepada orang tua pada akhirnya merupakan bagian dari upaya bersama untuk menjaga masa depan generasi muda. Anak merupakan bagian penting dari masa depan keluarga, masyarakat dan daerah.

Karena itu, perlindungan anak membutuhkan perhatian yang konsisten. Orang tua tidak cukup hanya memastikan anak mendapatkan kebutuhan material, tetapi juga perlu memberikan perhatian terhadap perkembangan sosial, pergaulan dan kehidupan digital mereka.

Dengan komunikasi yang baik, pengawasan yang bijaksana serta edukasi yang berkelanjutan, anak diharapkan mampu menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan secara lebih dewasa.

Polda Lampung mengajak seluruh orang tua agar tidak mengabaikan perubahan zaman. Pengawasan terhadap anak harus dilakukan baik ketika mereka berada di luar rumah maupun ketika beraktivitas melalui internet.

Orang tua juga diharapkan terus memberikan pendampingan agar anak tidak mudah terpengaruh ajakan yang berisiko, termasuk ajakan menggunakan narkoba, perilaku seksual berisiko, penggunaan pinjol secara tidak bertanggung jawab, kekerasan maupun kegiatan yang dapat berujung pada kericuhan.

“Keselamatan dan masa depan anak merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga anak-anak kita, kita bimbing dan kita edukasi. Jangan sampai keinginan untuk ikut-ikutan atau pengaruh lingkungan justru membawa mereka pada situasi yang merugikan,” pungkas Yuni.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh keluarga bahwa pencegahan harus dimulai dari lingkungan terdekat. Ketika orang tua hadir, mau mendengarkan dan memberikan edukasi, anak akan memiliki bekal yang lebih kuat untuk menghadapi berbagai pengaruh di sekitarnya.

Pada akhirnya, menciptakan lingkungan yang aman bagi anak bukan hanya tentang menghindarkan mereka dari bahaya, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan, keberanian dan kemampuan untuk membuat keputusan yang tepat.

Dengan kepedulian bersama, diharapkan generasi muda Lampung dapat tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman dan positif serta mampu menatap masa depan tanpa harus terjerumus pada berbagai persoalan yang dapat merusak kehidupan mereka.

(*)

# Pewarta Pariyo Saputra #

0 Komentar

© Copyright 2026 - Sumateranewstv