TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Plt Dinas Ketahanan Pangan Lampung Utara Maryadi Tinjau Kegiatan Kelompok Wanita Tani Bersama Tim Provinsi dan Pusat

Plt Dinas Ketahanan Pangan Lampung Utara Maryadi Tinjau Kegiatan Kelompok Wanita Tani Bersama Tim Provinsi dan Pusat

Daftar Isi
×

LAMPUNG UTARA, (Sumateranewstv.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Utara, Maryadi, bersama tim dari Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah pusat melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau secara langsung kegiatan Kelompok Wanita Tani (KWT) di salah satu desa di Kabupaten Lampung Utara. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya monitoring, evaluasi, sekaligus pembinaan terhadap pelaksanaan program ketahanan pangan yang terus dikembangkan hingga tingkat desa.

Kegiatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pemberdayaan masyarakat. Kelompok Wanita Tani dinilai memiliki peran penting dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan maupun lahan produktif untuk menghasilkan berbagai komoditas pangan yang bermanfaat bagi kebutuhan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Maryadi bersama rombongan dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat melihat secara langsung berbagai kegiatan yang dilakukan anggota KWT. Mulai dari budidaya aneka sayuran, tanaman hortikultura, tanaman obat keluarga (TOGA), hingga pemanfaatan pekarangan yang ditata secara produktif dan berkelanjutan.

Selain melakukan peninjauan, rombongan juga berdialog dengan para anggota Kelompok Wanita Tani. Berbagai hal dibahas dalam kesempatan tersebut, mulai dari perkembangan program, kendala yang dihadapi di lapangan, hingga berbagai peluang pengembangan usaha berbasis pertanian yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Utara, Maryadi, memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Kelompok Wanita Tani yang selama ini terus berupaya menjaga semangat dalam mengembangkan sektor pertanian skala rumah tangga.

Menurutnya, keberadaan Kelompok Wanita Tani bukan hanya menjadi wadah bagi kaum perempuan untuk berkegiatan secara produktif, tetapi juga menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia secara maksimal, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.

"Kami sangat mengapresiasi semangat ibu-ibu Kelompok Wanita Tani yang terus berinovasi memanfaatkan lahan pekarangan menjadi sumber pangan keluarga. Program seperti ini harus terus dikembangkan karena memberikan manfaat yang sangat besar, baik bagi ketahanan pangan maupun peningkatan ekonomi masyarakat," ujar Maryadi.

Tim dari Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah pusat juga memberikan perhatian terhadap berbagai inovasi yang telah dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani di desa tersebut. Mereka menilai bahwa semangat gotong royong, kreativitas, dan konsistensi para anggota menjadi modal utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, pemerintah juga memberikan berbagai masukan mengenai teknik budidaya, pola tanam yang lebih efektif, pengelolaan hasil panen, hingga strategi pemasaran produk agar hasil pertanian yang dihasilkan memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Program pemberdayaan Kelompok Wanita Tani merupakan salah satu strategi pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat keluarga. Dengan memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar sekaligus meningkatkan kualitas konsumsi keluarga melalui penyediaan bahan pangan yang sehat dan bergizi.

Maryadi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Utara melalui Dinas Ketahanan Pangan akan terus memberikan pendampingan kepada seluruh Kelompok Wanita Tani agar semakin berkembang. Pendampingan tersebut meliputi pembinaan teknis, pelatihan, hingga penguatan kelembagaan kelompok sehingga mampu menjadi kelompok yang mandiri dan produktif.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah desa, penyuluh pertanian, serta masyarakat menjadi kunci utama dalam menyukseskan berbagai program ketahanan pangan.

"Ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Oleh karena itu, kolaborasi seluruh pihak sangat diperlukan agar program-program yang telah dirancang dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.

Kegiatan monitoring ini juga menjadi momentum untuk memberikan motivasi kepada seluruh anggota Kelompok Wanita Tani agar terus menjaga semangat dalam berkarya. Menurut Maryadi, keberhasilan sebuah kelompok tidak hanya ditentukan oleh bantuan yang diberikan, tetapi juga oleh semangat, kekompakan, serta kemauan anggota untuk terus belajar dan berinovasi.

Ia berharap keberadaan Kelompok Wanita Tani di Kabupaten Lampung Utara dapat terus berkembang menjadi contoh bagi desa-desa lainnya dalam mengembangkan pertanian berbasis keluarga yang produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Di akhir kunjungannya, Maryadi menyampaikan pesan sederhana namun penuh makna kepada seluruh anggota Kelompok Wanita Tani agar terus mempertahankan semangat dalam membangun sektor pertanian.

"Tetap semangat, terus berkarya, manfaatkan setiap potensi yang ada, dan jangan lupa bahagia. Dengan hati yang bahagia dan semangat kebersamaan, saya yakin Kelompok Wanita Tani di Lampung Utara akan semakin maju dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat," pesannya.

Melalui kunjungan bersama tim dari pemerintah provinsi dan pemerintah pusat ini, diharapkan berbagai program ketahanan pangan yang dijalankan di Kabupaten Lampung Utara dapat terus berkembang, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat kemandirian pangan desa, serta menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (*)

Pewarta: Pariyo Saputra 

Redaksi Sumateranewstv 

0Komentar