LAMPUNG UTARA, (SUMATERANEWSTV.COM)– Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K., mempertegas kembali penekanan pimpinan Polri, khususnya Kapolda Lampung, agar seluruh personel menjauhi berbagai bentuk pelanggaran yang dapat merusak kehormatan pribadi, keluarga maupun citra institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan Kapolres Lampung Utara dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Rekonfu Polres Lampung Utara, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mengingatkan seluruh personel mengenai tanggung jawab sebagai anggota Polri, tidak hanya ketika melaksanakan tugas kedinasan, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat dan kehidupan keluarga.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Lampung Utara Kompol Yohanis, Kasi Propam Iptu Suprianto, sejumlah personel Polres Lampung Utara serta Bhayangkari yang telah ditunjuk. Kehadiran unsur pimpinan, Propam, personel dan Bhayangkari menunjukkan bahwa pembinaan terhadap anggota tidak hanya berkaitan dengan aspek kedinasan, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter, ketahanan keluarga dan pengendalian perilaku.
Kapolres Tegaskan Tidak Ada Toleransi
Dalam arahannya, AKBP Raswidiati Anggraini menegaskan bahwa seluruh anggota Polri memiliki kewajiban menjaga integritas, disiplin dan kehormatan institusi. Sebagai aparat penegak hukum, personel Polri dituntut untuk mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.
Karena itu, setiap anggota diminta benar-benar menjauhkan diri dari perilaku yang bertentangan dengan aturan, norma sosial dan etika kehidupan. Secara khusus, Kapolres menegaskan larangan keras bagi personel untuk terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba, judi online atau judol, kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT, serta perselingkuhan.
Kapolres menilai empat persoalan tersebut merupakan hal serius yang tidak boleh dianggap sepele. Apabila dilakukan oleh seorang anggota Polri, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh individu yang bersangkutan, tetapi dapat meluas kepada keluarga, lingkungan kerja dan institusi secara keseluruhan.
“Tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat narkoba, judi online, KDRT maupun perselingkuhan. Ini menjadi perhatian serius dan harus dipatuhi oleh seluruh personel. Jangan sampai perilaku pribadi maupun pelanggaran disiplin merusak citra Polri yang sudah dibangun bersama,” tegas Kapolres.
Penekanan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa status sebagai anggota Polri membawa konsekuensi moral dan tanggung jawab yang besar. Setiap tindakan personel dapat menjadi perhatian masyarakat karena polisi merupakan salah satu institusi yang berada di garis depan dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman.
Anggota Polri Harus Menjadi Teladan
Kapolres Lampung Utara menyampaikan bahwa seorang anggota Polri harus mampu menjadi contoh yang baik, baik dalam menjalankan tugas maupun dalam kehidupan pribadi. Sikap disiplin, tanggung jawab dan kepatuhan terhadap aturan tidak boleh hanya ditunjukkan ketika mengenakan seragam dinas.
Menurutnya, perilaku seorang anggota ketika berada di tengah keluarga maupun lingkungan masyarakat juga menjadi bagian dari gambaran integritas personel Polri. Oleh sebab itu, setiap anggota harus mampu menjaga ucapan, sikap dan perbuatannya.
Polisi dituntut untuk menegakkan hukum dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai bentuk pelanggaran. Karena itu, akan menjadi kontradiktif apabila seorang anggota justru terlibat dalam tindakan yang bertentangan dengan hukum atau norma yang seharusnya ditegakkan.
Dalam konteks tersebut, Kapolres meminta seluruh personel melakukan pengawasan terhadap diri sendiri. Pengendalian diri menjadi salah satu kunci agar anggota tidak mudah terjerumus dalam berbagai persoalan yang dapat berujung pada pelanggaran disiplin maupun proses hukum.
Kapolres juga mengingatkan agar setiap anggota memahami bahwa kehidupan sebagai anggota Polri harus dijalani dengan penuh tanggung jawab. Beban tugas yang berat, tekanan pekerjaan maupun persoalan pribadi tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Bahaya Narkoba Menjadi Perhatian Serius
Salah satu hal yang mendapat penekanan khusus adalah larangan keterlibatan personel dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba. Kapolres mengingatkan bahwa narkoba dapat menghancurkan masa depan seseorang sekaligus membawa dampak buruk bagi keluarga dan lingkungan.
Anggota Polri sebagai aparat penegak hukum justru memiliki tanggung jawab lebih besar dalam memerangi peredaran narkoba. Oleh karena itu, tidak ada alasan bagi seorang personel untuk mencoba, menggunakan, menyimpan, menjadi perantara maupun terlibat dalam jaringan peredaran narkotika.
Kapolres meminta seluruh personel memahami bahwa keterlibatan dalam narkoba bukan sekadar persoalan pelanggaran disiplin internal, tetapi dapat berkaitan dengan persoalan hukum yang serius. Karena itu, setiap anggota harus mampu menjaga pergaulan dan menjauhkan diri dari lingkungan yang berpotensi menyeret kepada penyalahgunaan narkoba.
Pengawasan terhadap personel juga menjadi bagian penting dalam menjaga institusi. Kapolres menekankan pentingnya keterbukaan dan keberanian untuk saling mengingatkan. Apabila terdapat indikasi perilaku yang berpotensi mengarah kepada pelanggaran, maka harus segera dicegah dan diberikan pembinaan sesuai ketentuan.
Judi Online Jangan Dianggap Permainan Biasa
Selain narkoba, judi online atau judol juga menjadi perhatian Kapolres Lampung Utara. Perkembangan teknologi digital membuat akses terhadap berbagai platform perjudian semakin mudah. Kondisi tersebut menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan kedisiplinan dan pengendalian diri.
Kapolres mengingatkan personel agar tidak tergoda dengan berbagai tawaran keuntungan cepat yang ditawarkan melalui platform judi online. Kebiasaan tersebut dapat menimbulkan berbagai persoalan, mulai dari kerugian finansial, konflik keluarga, masalah utang hingga gangguan terhadap pelaksanaan tugas.
Personel Polri harus mampu menggunakan teknologi secara bijak. Media sosial, telepon pintar dan berbagai fasilitas digital seharusnya digunakan untuk mendukung pekerjaan maupun aktivitas positif, bukan untuk melakukan kegiatan yang bertentangan dengan aturan.
Kapolres meminta anggota tidak memberikan ruang bagi kebiasaan yang pada akhirnya dapat mengganggu konsentrasi dalam melaksanakan tugas. Menurutnya, menjaga integritas dimulai dari kemampuan setiap individu untuk mengatakan tidak terhadap sesuatu yang berpotensi merusak diri dan keluarga.
KDRT Tidak Boleh Ditoleransi
Persoalan kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT juga menjadi salah satu poin penting dalam arahan Kapolres. Kehidupan rumah tangga harus dibangun berdasarkan komunikasi, saling menghormati dan tanggung jawab.
Kapolres meminta seluruh personel mampu menyelesaikan persoalan keluarga dengan cara yang baik dan tidak menggunakan kekerasan. Persoalan rumah tangga, sekecil apa pun, harus dihadapi dengan komunikasi yang sehat serta mengedepankan penyelesaian secara bijaksana.
Seorang anggota Polri harus memahami bahwa kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya memberikan dampak terhadap pasangan, tetapi juga dapat memberikan tekanan terhadap anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Karena itu, keharmonisan keluarga harus menjadi salah satu bagian yang dijaga oleh setiap personel.
Kapolres juga mengajak anggota untuk membangun komunikasi yang lebih terbuka dengan pasangan. Ketika terdapat masalah, jangan dibiarkan berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Saling mendengarkan dan mencari solusi menjadi langkah yang lebih baik daripada membiarkan emosi mengambil alih.
Perselingkuhan Dapat Merusak Keluarga dan Institusi
Selain KDRT, Kapolres juga memberikan perhatian terhadap persoalan perselingkuhan. Menurutnya, kehidupan rumah tangga personel harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Perselingkuhan dapat menimbulkan konflik keluarga dan pada akhirnya berdampak terhadap kehidupan kedinasan.
Personel diminta menjaga batas-batas dalam berinteraksi dengan orang lain. Hubungan profesional dalam pekerjaan harus tetap dijaga agar tidak berkembang menjadi hubungan yang dapat menimbulkan persoalan pribadi maupun keluarga.
Kapolres menekankan bahwa menjaga keharmonisan rumah tangga merupakan tanggung jawab bersama antara anggota dan keluarga. Karena itu, komunikasi antara personel dan pasangan harus terus dibangun sehingga berbagai persoalan dapat diselesaikan sebelum berkembang menjadi konflik.
Dalam arahannya, Kapolres juga mengajak personel untuk tidak mencari pelarian dari persoalan pekerjaan maupun kehidupan pribadi melalui hubungan yang tidak semestinya. Setiap masalah harus diselesaikan dengan cara yang bertanggung jawab dan sesuai dengan norma serta ketentuan yang berlaku.
Perkuat Keimanan dan Ketakwaan
Untuk mencegah berbagai bentuk pelanggaran tersebut, Kapolres Lampung Utara meminta seluruh personel meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Menurutnya, kekuatan moral dan spiritual dapat menjadi salah satu benteng dalam menghadapi berbagai godaan maupun tekanan kehidupan.
Selain itu, anggota juga diminta memperkuat komunikasi dalam keluarga. Keluarga diharapkan menjadi tempat untuk saling memberikan dukungan, mengingatkan dan memperkuat ketika seorang anggota menghadapi persoalan dalam menjalankan tugas.
Kapolres juga mengingatkan agar personel tidak menutup diri. Apabila menghadapi persoalan pribadi maupun keluarga yang berpotensi mengganggu pelaksanaan tugas, anggota diharapkan dapat berkomunikasi dengan pimpinan maupun pihak terkait sehingga dapat dicari jalan keluar secara baik.
Sikap saling mengingatkan antaranggota juga dinilai penting. Rekan kerja tidak boleh hanya menjadi teman ketika menjalankan tugas, tetapi juga harus dapat memberikan nasihat apabila melihat adanya perilaku yang berpotensi membawa seseorang menuju pelanggaran.
Propam Didorong Tegakkan Disiplin
Kehadiran Kasi Propam Iptu Suprianto dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen pengawasan internal terhadap disiplin personel. Propam memiliki peran penting dalam memastikan anggota mematuhi ketentuan yang berlaku.
Kapolres menegaskan bahwa penegakan disiplin harus dilakukan secara konsisten. Setiap personel memiliki kedudukan yang sama dalam hal kepatuhan terhadap aturan. Tidak boleh ada anggota yang merasa kebal atau menganggap pelanggaran dapat ditoleransi karena jabatan maupun posisi tertentu.
Langkah pengawasan tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat, disiplin dan profesional. Dengan demikian, seluruh personel dapat fokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat tanpa terbebani persoalan yang timbul akibat pelanggaran pribadi.
Penegakan disiplin juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri. Kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui keberhasilan dalam penegakan hukum, tetapi juga melalui perilaku personel dalam kehidupan sehari-hari.
Wakapolres Ingatkan Tanggung Jawab Anggota
Senada dengan Kapolres, Wakapolres Lampung Utara Kompol Yohanis turut mengingatkan seluruh personel untuk mematuhi seluruh ketentuan dan peraturan yang berlaku di lingkungan Polri.
Menurutnya, disiplin merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tanggung jawab sebagai anggota Polri. Setiap personel harus memahami konsekuensi dari setiap tindakan yang dilakukan, terutama tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun institusi.
“Setiap anggota harus memahami bahwa disiplin merupakan bagian dari tanggung jawab sebagai anggota Polri. Jangan sampai melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga maupun institusi,” ujarnya.
Wakapolres juga menekankan pentingnya kesadaran pribadi. Disiplin tidak semata-mata muncul karena adanya pengawasan pimpinan, tetapi harus tumbuh dari kesadaran setiap anggota untuk melaksanakan tugas sesuai aturan.
Jaga Nama Baik Institusi dari Diri Sendiri
Penekanan Kapolres Lampung Utara tersebut pada dasarnya merupakan bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Polri yang profesional dan berintegritas. Institusi yang kuat membutuhkan personel yang mampu menjaga perilaku, baik saat bertugas maupun ketika berada di luar jam kedinasan.
Nama baik Polri tidak hanya dibangun oleh pimpinan atau satuan kerja. Setiap personel memiliki kontribusi dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Satu tindakan pelanggaran yang dilakukan seorang anggota dapat berdampak terhadap persepsi masyarakat terhadap institusi secara keseluruhan.
Karena itu, seluruh anggota Polres Lampung Utara diharapkan dapat menjadikan arahan tersebut sebagai pedoman. Menjauhi narkoba, judol, KDRT dan perselingkuhan bukan hanya karena takut mendapatkan sanksi, tetapi karena menyadari bahwa keempat hal tersebut dapat menghancurkan kehidupan pribadi, keluarga dan karier.
Kapolres juga mengingatkan bahwa anggota Polri harus mampu menunjukkan bahwa kehidupan sebagai aparat penegak hukum dapat berjalan seiring dengan kehidupan keluarga yang harmonis. Keteladanan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Menjaga Keluarga Berarti Menjaga Institusi
Keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan seorang anggota Polri melaksanakan tugas. Dukungan keluarga dapat memberikan ketenangan dan motivasi bagi personel dalam menghadapi berbagai tantangan pekerjaan.
Sebaliknya, persoalan keluarga yang tidak terselesaikan dapat mengganggu konsentrasi dan produktivitas anggota. Oleh sebab itu, Kapolres meminta agar setiap personel benar-benar memperhatikan kehidupan rumah tangganya.
Bhayangkari juga diharapkan dapat menjadi mitra dalam membangun keluarga yang harmonis. Komunikasi antara personel dan pasangan perlu dijaga sehingga berbagai persoalan dapat dibicarakan secara terbuka.
Dengan keluarga yang kuat, diharapkan personel dapat menjalankan tugas secara lebih optimal. Ketika anggota mampu menjaga dirinya, keluarganya dan lingkungan kerjanya, maka secara tidak langsung ia juga ikut menjaga nama baik institusi Polri.
Menindaklanjuti Arahan Pimpinan Polri
Kegiatan di Aula Rekonfu Polres Lampung Utara tersebut menjadi salah satu bentuk tindak lanjut terhadap arahan pimpinan Polri, khususnya Kapolda Lampung, dalam membangun personel yang memiliki integritas dan disiplin tinggi.
Kapolres Lampung Utara menegaskan bahwa arahan tersebut tidak boleh hanya berhenti sebagai pesan dalam kegiatan internal. Setiap anggota harus menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Personel diminta memahami bahwa menjadi anggota Polri berarti bersedia menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Integritas harus menjadi karakter yang melekat dalam diri setiap anggota.
Melalui pembinaan secara berkelanjutan, pengawasan internal dan penegakan disiplin, Polres Lampung Utara berupaya menciptakan lingkungan organisasi yang semakin profesional. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Kapolres: Jangan Pernah Mencoba
Di akhir arahannya, AKBP Raswidiati Anggraini kembali mengingatkan seluruh personel agar tidak pernah mencoba-coba melakukan tindakan yang dapat membawa mereka kepada pelanggaran.
Menurutnya, mencegah jauh lebih baik daripada harus menghadapi konsekuensi setelah pelanggaran terjadi. Setiap anggota harus memiliki kemampuan untuk menolak ajakan maupun pengaruh lingkungan yang dapat merusak masa depan.
Pesan tersebut sekaligus menjadi bentuk penegasan bahwa Polres Lampung Utara berkomitmen menjaga kualitas personel dan kehormatan institusi. Anggota yang disiplin, profesional dan berintegritas diharapkan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.
“Jaga nama baik institusi, jaga keluarga dan jaga diri. Jangan pernah mencoba-coba terlibat dalam narkoba, judi online, KDRT maupun perselingkuhan,” pungkasnya.
Dengan adanya penekanan tersebut, seluruh personel Polres Lampung Utara diharapkan semakin memahami bahwa tanggung jawab sebagai anggota Polri tidak berhenti pada pelaksanaan tugas di lapangan. Menjaga perilaku, kehormatan keluarga, disiplin dan integritas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
Komitmen untuk menjauhi narkoba, judi online, KDRT dan perselingkuhan juga diharapkan menjadi budaya positif di lingkungan Polres Lampung Utara. Setiap anggota memiliki peran untuk saling menjaga dan saling mengingatkan, sehingga tidak ada personel yang terjerumus dalam perilaku yang dapat merusak masa depan pribadi maupun institusi.
Pada akhirnya, ketegasan pimpinan tersebut bukan semata-mata dimaksudkan untuk memberikan larangan, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan dan perlindungan terhadap seluruh personel. Dengan disiplin, integritas, kehidupan keluarga yang harmonis serta kepatuhan terhadap aturan, personel Polri diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional dan mendapatkan kepercayaan masyarakat.
Dengan menjaga diri, menjaga keluarga dan menjaga kehormatan institusi, setiap anggota Polri turut berkontribusi dalam mewujudkan Polri yang semakin profesional, berintegritas, humanis dan dipercaya masyarakat.
(*)
Redaksi Sumateranewstv.com




0Komentar