Sragen, Sumateranewstv.com – Suasana duka yang diselimuti rasa kebersamaan dan kekeluargaan masih terasa di kediaman Sugiyo dan Mulyati, warga Desa Jatibatur, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Pada Selasa malam Rabu (14/7/2026), keluarga besar menggelar acara yasinan malam ketiga untuk mendoakan almarhumah Giyem binti Saeran, yang merupakan ibunda dari pimpinan Media GNotif.com dan Media Sumateranewstv.com.

Acara yasinan tersebut berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh berbagai kalangan masyarakat. Tampak hadir Kepala Desa Jatibatur, Tardi, kepala dusun setempat, keluarga besar almarhumah, para tetangga, mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri), serta sejumlah undangan lainnya yang datang untuk memberikan doa dan dukungan kepada keluarga yang tengah berduka.

Kegiatan doa bersama tersebut dilaksanakan di rumah duka yang merupakan kediaman Sugiyo dan Mulyati selaku anak dari almarhumah Giyem binti Saeran. Sejak sore hari, sejumlah warga telah berdatangan untuk membantu persiapan acara sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Jatibatur.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin yang dipimpin oleh tokoh agama setempat. Seluruh jamaah yang hadir tampak khusyuk mengikuti lantunan ayat suci Al-Qur’an dan doa-doa yang dipanjatkan untuk almarhumah. Dalam kesempatan tersebut, keluarga berharap agar arwah almarhumah Giyem binti Saeran diterima di sisi Allah SWT serta mendapatkan tempat terbaik di akhirat.

Tradisi yasinan malam ketiga merupakan salah satu budaya yang masih dilestarikan oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Jawa. Selain menjadi momen untuk mendoakan almarhum, kegiatan tersebut juga menjadi ajang mempererat tali silaturahmi antarwarga dan keluarga besar yang berkumpul dalam suasana duka.

Kehadiran Kepala Desa Jatibatur, Tardi, beserta perangkat desa lainnya menjadi bentuk perhatian dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan. Dalam kesempatan itu, Tardi menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya almarhumah Giyem binti Saeran.

“Atas nama pemerintah desa dan seluruh masyarakat Jatibatur, kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Ibu Giyem binti Saeran. Semoga beliau mendapatkan ampunan dan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.

Selain perangkat desa, para tetangga dan kerabat juga terlihat saling membantu demi kelancaran acara. Mulai dari menyiapkan tempat, konsumsi, hingga menyambut para tamu yang datang. Semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi cerminan nilai-nilai sosial yang masih kuat di tengah kehidupan masyarakat pedesaan.

Tak hanya masyarakat sekitar, sejumlah mahasiswa Universitas Slamet Riyadi (Unisri) turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir dan mendoakan almarhumah. Kehadiran mereka menunjukkan eratnya hubungan sosial yang terjalin dengan keluarga besar almarhumah.

Dalam suasana yang penuh haru, para tamu undangan mengenang sosok almarhumah Giyem binti Saeran sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan memiliki hubungan baik dengan lingkungan sekitar. Banyak warga yang mengaku kehilangan atas kepergian beliau.

Bagi keluarga besar Sugiyo dan Mulyati, kehadiran para pelayat dan masyarakat yang turut mendoakan almarhumah menjadi penghibur di tengah duka yang mendalam. Keluarga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah meluangkan waktu untuk hadir serta memberikan doa dan dukungan moral.

“Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, pemerintah desa, kerabat, dan semua pihak yang telah hadir serta mendoakan almarhumah. Semoga segala kebaikan yang diberikan mendapat balasan dari Allah SWT,” ungkap salah satu anggota keluarga.

Acara yasinan malam ketiga tersebut berlangsung hingga larut malam dalam suasana yang tertib dan penuh kekhusyukan. Setelah pembacaan doa selesai, para tamu yang hadir tampak bersalaman dan menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi tradisi keagamaan semata, tetapi juga menjadi simbol kuatnya ikatan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Dukungan moral yang diberikan oleh warga sekitar diharapkan dapat membantu keluarga almarhumah dalam menghadapi masa-masa sulit setelah kepergian orang yang dicintai.

Kepergian almarhumah Giyem binti Saeran meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan masyarakat sekitar. Namun, doa dan kebersamaan yang terjalin dalam acara yasinan malam ketiga tersebut menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan dan kepedulian masih terus hidup di tengah masyarakat Desa Jatibatur.

Semoga almarhumah Giyem binti Saeran diberikan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan.

Pewarta: Pariyo Saputra 

Redaksi Sumateranewstv