TSC7GSdiGpY5Tpz5TpY7GSrpGA==
Light Dark
Nasib Satpam Viral HI: Pramono Minta Tak Dipecat, Dedi Mulyadi Tawari Kerja di Kantor Gubernur Jabar

Nasib Satpam Viral HI: Pramono Minta Tak Dipecat, Dedi Mulyadi Tawari Kerja di Kantor Gubernur Jabar

Daftar Isi
×

JAKARTA, SUMATERANEWSTV.COM – Sosok satpam bernama Fiktor Harefa menjadi perhatian publik setelah kisahnya viral usai terlibat cekcok dengan pengemudi dan penumpang mobil Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat. Fiktor yang bekerja sebagai petugas keamanan pada proyek pembangunan MRT kawasan Bundaran HI mendapatkan banyak dukungan dari masyarakat karena dinilai berani menjalankan tugasnya menegur kendaraan yang diduga melanggar aturan lalu lintas.

Peristiwa tersebut menjadi sorotan setelah Fiktor menegur pengemudi mobil Alphard hitam yang diduga menerobos lampu lalu lintas penyeberangan jalan di kawasan Bundaran HI. Sebagai petugas keamanan yang berada di lokasi, Fiktor berupaya menjalankan tanggung jawabnya untuk menjaga ketertiban dan keamanan di sekitar area kerja.

Aksi Fiktor tersebut kemudian ramai diperbincangkan di media sosial. Banyak warganet memberikan apresiasi karena keberaniannya mengingatkan pengguna jalan yang dianggap melakukan pelanggaran. Masyarakat menilai seorang petugas keamanan memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban di lingkungan tempatnya bertugas.

Namun, di balik kejadian tersebut, Fiktor mengaku sempat mengalami tekanan saat proses mediasi awal yang dilakukan di Pos Polisi Bundaran HI. Ia menyebut dirinya mendapatkan intimidasi hingga harus bersujud di hadapan pengemudi dan penumpang Alphard dalam upaya penyelesaian permasalahan tersebut.

Kabar mengenai kondisi Fiktor turut mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno ikut memantau perkembangan kasus tersebut dan memberikan perhatian terhadap nasib Fiktor sebagai seorang pekerja keamanan.

Pramono Anung menyampaikan dukungannya agar Fiktor tidak kehilangan pekerjaan akibat kejadian tersebut. Menurutnya, tindakan yang dilakukan Fiktor merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawabnya sebagai petugas keamanan di lapangan.

"Untuk nasib satpam, saya meminta untuk tidak dipecat atau diberhentikan. Bahkan yang bersangkutan sebenarnya malah menjalankan tugas dengan baik sekali," ujar Pramono Anung saat berada di Balai Kota Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Pramono mengatakan dirinya telah melihat rekaman kamera pengawas atau CCTV terkait kejadian tersebut. Berdasarkan rekaman yang dilihatnya, ia menilai Fiktor tidak melakukan kesalahan karena hanya menjalankan kewajiban untuk mengingatkan adanya pelanggaran.

Menurut Pramono, seorang petugas keamanan memang memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban di wilayah tugasnya. Oleh karena itu, ia berharap tidak ada tindakan pemutusan hubungan kerja terhadap Fiktor.

"Jadi untuk satpamnya, sekali lagi saya minta untuk tidak dipecat dan tetap dipekerjakan seperti biasa karena satpam inilah yang menjalankan tugasnya," tegas Pramono.

Selain mendapat perhatian dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, nasib Fiktor juga mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Melalui unggahan di media sosialnya pada Sabtu (25/7/2026), Dedi Mulyadi menyampaikan tawaran pekerjaan kepada Fiktor untuk menjadi petugas keamanan di lingkungan Gedung Sate, kantor Gubernur Jawa Barat.

Dedi Mulyadi menyebut dirinya telah bertemu langsung dengan Fiktor. Dalam pertemuan tersebut, Fiktor menyampaikan keinginannya untuk pindah bekerja ke Bandung. Tawaran pekerjaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas sikap Fiktor yang dinilai tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

"Bertemu Bang Fiktor, satpam yang kemarin ramai di Bundaran HI. Beliau berniat pindah kerja di Bandung saja," tulis Dedi Mulyadi dalam unggahannya.

Diketahui, Fiktor merupakan warga Bandung meskipun berasal dari Nias, Sumatera Utara. Saat ini dirinya masih bekerja sebagai satpam di proyek pembangunan MRT kawasan Bundaran HI, Jakarta.

"Tinggal di Pasteur. Dan sengaja ketemu saya hari ini untuk pindah kerja sebagai security. Jadi insya allah nanti rencananya pindah kerja sebagai security di Jakarta menjadi security di Bandung," kata Dedi Mulyadi.

Dedi menjelaskan, apabila rencana tersebut terealisasi, Fiktor nantinya akan bertugas sebagai petugas keamanan di sekitar Gedung Sate. Saat ini kawasan tersebut sedang dilakukan proyek penataan halaman Gedung Sate.

Menurut Dedi, sikap yang ditunjukkan Fiktor menjadi contoh bahwa setiap pekerja harus menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Ia juga mengingatkan pentingnya saling menghargai peran dan pekerjaan masing-masing dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kita juga semua sama-sama saling menghargai tugas kita masing-masing," ujar Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi juga menyampaikan keyakinannya bahwa jajaran Polda Jawa Barat akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan pelanggaran terkait peristiwa di Bundaran HI tersebut.

Kasus yang dialami Fiktor Harefa menjadi perhatian luas karena menyangkut keberanian seorang petugas keamanan dalam menjalankan tugasnya. Dukungan dari berbagai pihak diharapkan dapat memberikan semangat bagi Fiktor dan para pekerja keamanan lainnya agar tetap menjalankan tanggung jawab secara profesional.

Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat pentingnya menghormati setiap profesi serta mengedepankan sikap saling menghargai dalam menyelesaikan persoalan. Dengan komunikasi yang baik dan penghormatan terhadap tugas masing-masing pihak, berbagai permasalahan di masyarakat dapat diselesaikan secara lebih bijaksana. (*)

Pewarta: Pariyo Saputra 

Redaksi Sumateranewstv 

0Komentar